Cerita ini author dedikasikan untuk wanita-wanita hebat di luar sana yang terus berjuang dan tidak pernah putus asa. Apapun masalahmu selalu ada jalan saat kamu tidak menyerah!
Reyna harus menerima kenyataan pahit saat mengetahui suami yang ia cintai dan hormati berselingkuh dengan wanita muda teman sekolah adik iparnya. Suaminya memberikan ia pilihan untuk bertahan atau berpisah. Sebenarnya Reyna akan mencoba bertahan walaupun kenyataannya begitu menyakitkan. Namun ia mendengar kata-kata yang membuat dirinya mudur. "Aku hanya tidak mencintaimu lagi." Ucap Angga pelan, ya sangat pelan namun bisa Reyna dengar dengan sangat jelas. Rumah tangganya hancur ulah Raya si wanita penggoda. Namun tidak cukup dengan kehilangan suami, ia juga harus kehilangan Ziva satu-satunya harta yang ia miliki, karena ulah Raya pelakor yang sekarang sudah menjadi isteri Angga.
Bagaimana cara Reyna bisa bangkit dari keterpurukannya?
Bagaimana pembalasan untuk Angga dan Raya?
Ikuti terus kisahnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Erina Sofia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Mempertanyakan kehamilanku
Masih Pov Raya
Mas Angga beberapa kali menegurku, agar aku membantu mengerjakan pekerjaan rumah. Ku jadikan kehamilanku sebagai alasan untuk tidak boleh bekerja terlalu berat, Untunglah mas angga percaya. Lagian rumah ini memiliki pembantu, untuk apa menggaji pembantu kalau pekerjaannya kita yang lakukan. Akhirnya, Ia hanya memintaku untuk merapikan kamar tidur kami dan melayani kebutuhannya saat pergi dan pulang kantor. Aku mengatakan akan mencoba belajar, tapi kenyataannya mas Angga yang melakukan semuanya sendiri, dibantu oleh pembantu tentunya.
Satu hal lagi yang membuat aku kesal, mas Angga selalu membanggakan putri kecilnya yang katanya cantik dan pintar. Aku sangat kesal kalau mendengarnya berbicara tentang gadis kecil itu. Tapi tentu saja aku tidak menunjukkan kekesalanku pada mas Angga. Aku berharap anak yang ku kandung ini berjenis kelamin laki-laki, agar nantinya tidak memiliki saingan dan bisa menguasai seluruh harta keluarga mas Angga.
****
Hari ini mas Angga akan menjemput Ziva untuk menghabiskan waktu akhir pekan bersama. Aku sebenarnya sangat-sangat tidak suka akan hal itu, tapi apa mau dikata mas Angga sangat merindukan anaknya. 'Arghh, anakku cepatlah lahir agar papamu bisa melupakan anak dari wanita jelek itu.' Ucapku dalam hati sambil memegang perutku yang sudah mulai membuncit.
Sampai di rumah mantan isteri mas Angga, aku terpaksa ikut turun bersamanya. Aku sungguh sangat enggan untuk masuk ke dalam, tapi mas Angga menggandeng tanganku dengan mesra dan menuntunku masuk. Aku sangat puas melihat wajah sedih dari mantan isterinya ini. Sepertinya dia masih mencintai suamiku. 'Rasain kau! Emang enak, gigit jari liat orang yang dicintai menggandeng wanita lain dengan mesra! Ahh, aku sangat puas melihat wajah menyedihkannya ini!' batinku bersorak.
Aku masih sakit hati dengan perbuatan wanita jelek ini. Pertama dia menamparku, kedua dia membuat aku malu sehingga aku tidak mau ke sekolah lagi, dan ketiga dia mempermalukan aku dan mas Angga lagi di SPBU. Urrggh, jika mengingat hal itu tensi ku naik. Huufff... 'Tenang Raya kamu tidak boleh emosi, sekarang kamu lagi hamil!' batinku.
Walaupun belum di persilahkan untuk duduk, tapi aku langsung duduk. Lah, memang aku harus berdiri terus? Nanti kaki ku bengkak lagi, kan aku sedang hamil. Aku tidak peduli jika mereka menganggapku tidak tahu sopan santun.
Tiba-tiba gadis kecil itu keluar bersama dengan.... Hahhh?!! bukan kah itu Kak Regina? Kenapa dia adi disini sih?! Apakah dia adik dari wanita jelek ini?! Aku langsung menundukkan wajahku. Mudah-mudahan saja kak Gina tidak mengenaliku.
Saat Ziva datang mas Angga langsung saja memeluknya. Terlihat kalau Mas Angga sangat merindukan anak dari wanita jelek ini! Aku refleks berdiri dan menggandeng lengan mas Angga yang sedang memeluk Ziva. Entahlah mungkin karena pengaruh kehamilan, aku jadi sangat sensitif.
Aku sempat terpancing emosi dengan kata-kata wanita jelek dan gendut yang ada di depanku ini. Kak Gina juga berusaha menyudutkan aku. Terpaksa aku tidak mengakui kalau aku mengenalnya. Mudah-mudahan saja dia tidak membuka rahasiaku di depan Mas Angga. Aku menceritakan semua kisah perjalanan cintaku pada kak Gina.
Dan ternyata... Yang aku takutkan menjadi kenyataan!... Ya Tuhan Tidak, tidak! Aku tak mau mendengarnya! Kak Gina bahkan menceritakan kisah memalukan yang ingin aku kubur seumur hidupku! Aku bahkan tidak ingin mengingat kejadian saat aku... arrgghhh! Dan tidak hanya sampai disitu saja, Kak Gina bahkan memberitahukan tentang pacar-pacarku yang ku ceritakan padanya.
Ya, sejak masuk SMA Kak Gina selalu menjadi kakak kelas wanita idolaku. Bagaimana tidak selain cantik dia juga pintar dan seorang sekretaris OSIS. Aku banyak bercerita padanya tentang kehidupanku, dia selalu bisa menenangkan aku dan memberikan solusi untuk masalahku walaupun komunikasi kami hanya lewat WA sejak kak Gina kuliah.
Ya Tuhan, apa yang harus aku lakukan?! Ayo, Raya pikirkan sesuatu! Argghh, otakku tak mampu berpikir apa-apa....
Mas Angga terlihat sangat marah mendengarnya. Mas Angga hanya tahu aku tidur dengan pacarku sebelum mas Angga, itupun ku katakan hanya sekali. Mas Angga tidak tahu kalau keperawananku sudah hilang sejak aku kelas satu SMA, dan aku sudah tidur dengan semua mantan yang kak Gina sebutkan itu.
Tanganku sudah berkeringat dingin, karena ketakutan. Entah sudah seperti apa wajah pucatku yang ketakutan. Rasanya ingin menghilang dari tempat ini. Mas Angga terlihat sangat marah! Aku hanya bisa menggelengkan kepala menyangkal semua ucapan Kak Gina.
Saat mas Angga menanyakan bukti percakapanku dengan kak Gina aku hampir pingsan karena ketakutan. Mungkin ini akan menjadi akhir dari rumah tanggaku. Tapi... Ternyata kak Gina tidak punya bukti percakapan kami karena ponselnya sudah diganti. Huuffhhh... Akhirnya aku bisa bernafas lega! Dan untunglah mas Angga lebih percaya padaku dari pada mereka.
Mas Angga menyuruhku menunggunya di mobil, tanpa menunggu lama aku langsung pergi meninggalkan rumah ini, tanpa permisi.
Tidak lama kemudian mas Angga dan Ziva mengikutiku ke mobil. Mas Angga pun melajukan mobil, kami pun pergi dari rumah mantan isterinya ini.
"Raya, apa benar yang dikatakan Gina tadi?!" Tiba-tiba saja mas Angga membahas kejadian tadi, yang kupikir sudah selesai.
"Mas, bukannya masalah tadi sudah clear?! Aku tidak melakukan seperti apa yang wanita itu tuduhkan. Lagian aku juga tidak mengenalnya." Aku sangat kaget, untunglah otakku sedang encer, jadi aku bisa menjawab ucapan mas Angga dengan lancar.
"Aku bukan orang bodoh Raya, aku hanya tidak mau mempermalukanmu dan diriku sendiri di depan mereka karena mereka menyudutkanmu! Jadi sekarang, katakan padaku sudah berapa banyak laki-laki yang tidur denganmu?! Apakah anak yang ada dalam kandunganmu adalah milikku?!" Mas Angga terlihat sangat marah saat mengatakan itu. Aku jadi sangat takut, tidak tahu harus menjawab apa. Tapi tega sekali mas Angga mempertanyakan anak dalam kandunganku ini.
"Tega sekali kamu mepertanyakan kandunganku mas! Dia bahkan tidak bisa menunjukkan bukti kalau kami saling mengenal! Aku harus bilang apa, agar kamu percaya padaku mas?!" Aku mengeluarkan jurus terakhirku, yaitu menangis! Ya, aku bisa kalah kalau bermain kata-kata dengan suamiku. Lebih baik aku menangis. Untunglah jurus yang satu ini ampuh, membuat mas Angga tersentuh.
"Sudah, sudah... Kamu jangan menangis, itu tidak baik buat anak dalam kandunganmu. Maafkan aku, aku hanya emosi saja!" Ucap Mas Angga. Untunglah mas Angga masih percaya padaku.
"Tante, kenapa tante menangis? Papa jahatin tante ya, sampai tante menangis kayak mama?" Tiba-tiba gadis kecil di belakangku bersuara. Aku sampai lupa kalau ada anaknya mas Angga yang sedang duduk manis di belakang, saking takutnya dengan pertanyaan mas Angga.
"Ngga Ziva sayang, tante hanya lagi sedih." Ucap mas Angga menenangkan putrinya.
"Kenapa sedih pa?"
Urrgghh, anak kecil ini lama-lama menjengkelkan juga, banyak sekali dia bertanya. Aku tidak menyukainya!
____________
Hai pembaca setiaku 🤗🤗🤗 terima kasih telah mengikuti AKU YANG KAU SAKITI🙏🙏🙏
Jangan lupa terus dukung author dengan cara follow akun author, vote, tambahkan sebagai favorite, like dan komen supaya author lebih semangat lagi🙏🙏🙏🙏
smngt kk...