gadis yatim piatu yang harus berjuang hidup sendiri tanpa memiliki sanak saudara. ia melanjutkan kuliahnya dari bea siswa dan bekerja di sebuah tempat karaoke keluarga milik sahabnya.
namun semuanya berubah saat seorang pria yang mabuk memperkosanya. sehingga ia hamil.
bagaimana kelanjutan kisahnya.
nafisa. gadis cantik berusia 20 tahun. seorang mahasiswi di fakultas ekonomi. yg bekerja sebagai waiter di salah satu tempat karoke.
aldiansah Pratama
seorang mahasiswi dan pengusaha. berusia 21 tahun.
Julian Saputra.
pria mapan berusia 28 tahun.
seorang pengusaha muda yg sukses.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lilik Bunda Abib, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
episode 34
"Permisi pak," ucap sekretaris Julian.
"Iya ada apa?" ucap Julian tanpa memandang sekretarisnya tersebut.
"Maaf pak ada pengacara yang meminta bertemu dengan bapak," ucap Leni.
"Aku tidak punya janji dengan pengacara manapun. Katakan kepada mereka aku sibuk," Ucapnya.
"Tapi mereka mengatakan ingin menjumpai anda terkait dengan klien nya yang bernama Nafisa," ucap Leni yang berdiri di depannya.
Julian terdiam saat Leni menyebutkan nama Nafisa. "Suruh masuk," ucapnya.
"Baik pak," jawab Leni.
leni mengantar kan dua pengacara tersebut ke ruangan Julian.
Julian terkejut saat melihat dua orang pengacara yang datang. Mereka bukanlah pengacara biasa. Kedua pengacara tersebut, sangat terkenal dengan bayaran yg tinggi dan belum pernah kalah dalam persidangan.
"Silahkan duduk," ucap Julia tanpa berjabat tangan.
Riswanto Siregar dan juga Sandi Mahendra.
duduk di kursi sofa yang ada di ruangan Julian.
dari tatapan kedua pengacara tersebut, tampak jelas, ke dua pengacara itu memandang jijik terhadap Julian.
"Ada apa anda datang ke sini?" tanya julian yang terlihat santai.
"Kami yakin anda sangat mengenal klien kami yang bernama Nafisa. Kami menyampaikan permintaan dari klien kami. Bahwa klien kami mengajukan perceraian dengan anda," ucap pengacara tersebut.
Julian mengerutkan keningnya.
tatapan sinis terlihat dari mata nya. "Dasar wanita jalang, dari mana kau dapat uang untuk membayar dua pengacara kondang sekaligus. Julian sangat ingin menceraikan Nafisa. Namun saat melihat pengacara di depan nya. Julian berniat untuk tidak akan menceraikan istrinya tersebut. Julian benar-benar ingin membuat hidup nya lebih mengerikan dari pada di dalam neraka. Sehingga wanita tersebut, lebih memilih untuk mati dari pada hidup. "Aku tidak akan menceraikan nya," ucap Julian dengan tatapan mata penuh amara.
Riswanto mengeluarkan laptop yang ada di tas nya dan menyalakan benda lipat tersebut. Pria yang memakai kemeja panjang tangan berwarna gelap itu memutar video di laptop nya. "Ini bukti pemerkosaan yang anda lakukan terhadap klien kami beberapa bulan yang lalu.
Julian terkejut saat melihat rekaman video tersebut. Wajahnya memerah saat melihat potongan-potongan video pemerkosaan yang di lakukan nya terhadap Nafisa. Bagian-bagian vulgar dan video tersebut sengaja di potong. untuk menghindari penyebab video secara bebas.
Terlihat jelas di dalam video tersebut, seorang gadis waiters masuk ke dalam ruangan membawa baki berisi botol minuman. Julian yang dalam kondisi mabuk melakukan pelecehan seksual terhadap gadis tersebut. Gadis itu mencoba untuk melawan, Julian menampar wajah gadis yang bertubuh kecil dan kurus tersebut dengan sangat keras, tampak tubuh gadis tersebut oyong. Air mata meluncur dari mata Nafisa sambil memohon. namun tidak ada rasa kasihan dari Julian. Kekejaman yang dilakukan oleh Julian terekam jelas saat memperkosa Nafisa. Julian menelan air ludah nya dengan keras, wajahnya tampak memerah. Julian tidak habis pikir bagaimana mungkin ruangan karaoke memiliki CCTV.
Riswanto mengeluarkan kertas yang berisi surat perjanjian dan juga pernyataan yang ditandatangani oleh Nafisa dan juga Julian.
Setelah anda memperkosa klien kami, Anda mengancam klien kami agar tutup mulut. Tanpa memberikan apapun kepadanya sebagai bentuk ganti rugi. Bahkan anda memberikan ancaman yang sangat mengerikan dari pada mati," ucap Riswanto yang terlihat menahan emosi. Riswanto menatap jijik Julian.
Julian hanya diam mendengarkan ucapan pengacara yang sudah tidak bisa dibantahnya.
"Disaat klien kami hamil, anda tidak mau bertanggung jawab. Walaupun pada akhirnya Anda mau bertanggung jawab dengan syarat klien kami menandatangani surat perjanjian dan juga pernyataan yang di dalam isi surat tersebut tidak ada hal yang menguntungkan untuk klien kami. Semua isi dari surat perjanjian dan juga pernyataan tersebut merugikan klien kami. Bahkan Anda tidak pernah memberikan uang sepeserpun kepada klien kami. Ketika klien kami masuk rumah sakit, anda tidak mau tahu," ucap pengacara tersebut.
Sandi Mahendra mengeluarkan foto-foto yang mana terlihat wajah Nafisa memar-memar dan juga luka-luka. "Ini adalah penganiayaan yang dilakukan oleh Santi Kumala sari selaku ibu anda dan juga Amera selaku istri anda.
"Wanita itu telah membakar kaki istri saya dengan setrika panas. Wanita itu telah menganiaya istri saya dan saat ini istri saya sedang dirawat di rumah sakit, sedang menunggu jadwal untuk operasi kulit," ucap Julian.
"Anda lupa bawa Nafisa juga istri anda yang sekarang sedang mengandung anak Anda. Anda mempermasalahkan kaki istri kesayangan anda yang terbakar setrika. Namun anda tidak tau bagaimana mereka memukul klien kami. Bagaimana caranya klien kami menyelamatkan bayi yang dikandungnya," ucap Sandi.
Julian diam saat mendengar ucapan pengacara tersebut.
Riswanto tersenyum dengan mengangkat bibirnya sebelah kanan. Tampak jelas riswanto sedang menghina Julian. "Bagaimana mungkin anda mengatakan bahwa klien kami lah yang sudah menganiaya istri anda. Anda sangat tau seperti apa fisik dari klien kami . Klien kami memiliki tubuh yang kecil dan juga kurus. kondisinya juga sedang hamil. Apa mungkin klien kami mampu menganiaya Santi Kumala Sari yang memiliki tubuh besar dan juga tinggi. Istri anda memiliki tubuh yg tinggi dan energik, apa kah anda tidak malu mengatakan bahwa mereka berdua kalah dengan wanita hamil yg lemah. Bila anda ingin memperkarakan kasus ini ke pengadilan. Kami siap menunggu. Dalam kasus ini, istri dan ibu anda yang datang menyerang ke rumah klien kami," ucap Riswanto tegas.
"Klien kami tidak menuntut apapun dari Anda terkecuali perceraian. Kami harap anda mau menandatangani surat perceraian ini dan tidak mempersulit diri Anda sendiri," ucap Riswanto.
Julian diam dengan wajah yang memerah padam. Tangan Julian membuka surat perceraian tersebut dan membaca isinya. Julian membaca surat perjanjian tersebut yang berisi bahwa Julian tidak akan pernah mengganggu kehidupan Nafisa dan juga anak yang sekarang dikandungnya. Julian menandatangani surat tersebut.
"Saya tidak menyangka seorang Julian ternyata sangatlah hina dan tidak layak dikatakan manusia. Anda lebih pantas dikatakan hewan," ucap Riswanto dengan tatapan jijikkan melihat Julian. "Bahkan darah daging anda sendiri tidak anda sayangi," ucapnya.
"Siapa yang membayar kalian?
Apa wanita murahan itu sudah menjual tubuhnya, agar kalian mau membelanya," ucap Julian dengan mulut kotornya.
Sandi menatapnya sinis. "Kami bersedia untuk tidak di bayar, untuk menolong nona Nafisa. Kami bekerja mencari rezeki, namun kami juga masih punya hati untuk membela orang yang pantas kami bela. Kami juga bisa membuat tuntutan berlapis untuk anda yang sudah menghina klien kami dan pencemaran nama baik," ucapnya yang kemudian pergi meninggalkan.
Julian meninju meja kerjanya dengan sangat kerasa. Sehingga kaca atas meja tersebut, terbelah dua.
*********
"Halo selamat siang mas Aldi," ucap Riswanto.
"Iya siang mas Riswan," jawab Aldi saat mengangkat sambungan telepon tersebut.
"Surat perceraian dan juga perjanjian yang menyatakan Julian tidak akan mengganggu kehidupan Nafisa beserta anaknya sudah ditandatangani oleh Julian untuk pernikahan akan dilaksanakan minggu depan secara sah menurut agama. Untuk pernikahan secara resmi akan dilakukan kan setelah nona Nafisa melahirkan," ucap Riswanto.
"Terima kasih mas Riswanto, saya benar-benar berterima kasih atas bantuan mas," ucap Aldi lengah.
"saya juga sangat senang bisa membantu nona Nafisa mendapatkan keadilan," ucap Riswanto.
"Iya mas, terimakasih atas bantuannya mas. Saya benar-benar merasa puas saat mendengar apa yang mas sampaikan," ucap Aldi.
**********
Aldi duduk di depan papi nya.
Bima menghentikan pekerjaannya saat di lihat putranya ada di depan nya.
"Pi," ucap Aldi.
"Ada apa?"
"Nafisa sudah cerai dengan julian Pi.
pengacara papi sudah menyelesaikan nya.
Aldi mau menikahi Nafisa, Pi," ucap Aldi.
"Apa gak bisa kamu menikahi nafisa setelah dia melahirkan.l dan setelah kalian tamat kuliah?" tanya Bima
"Gak bisa Pi, Julian gak akan semudah itu melepaskan Nafisa Pi. Aldi yakni Julian akan mencari cara untuk melenyapkan Nafisa, Pi," ucap Aldi tidak mampu untuk mengatakan nya.
Bima diam dan memandang wajah anak nya.
"Tapi kamu masih terlalu muda nak,". ucapnya.
"Aldi akan menjadi suami yang bertanggung jawab untuk Nafisa, Pi."
Bima menarik nafasnya dengan sangat kasar dan kemudian menghempaskan nya.
"Cobalah katakan hal ini kepada mami kamu.
Papi yakin, mami kamu bisa mengerti dan menerima nya. Mami kamu wanita yang teramat baik," ucap Bima sambil menepuk pundak anaknya.
"Tapi papi bantu Aldi ya untuk bicara sama mami," ucapnya.
Bima mengangguk kan kepalanya.
********
"Mi ada yang mau Aldi bicarakan," ucap Aldi yang ingin mengatakan hal tersebut setelah mereka makan malam.
"Mau ngomong apa sih sayang?
penting amat," ucap Rani.
"Mami udah tahukan cerita tentang Nafisa?"
"Iya sudah terus gimana masalah penyelesaian perceraiannya?" tanya Rani yang ingin mengetahui kelanjutan permasalahan Nafisa.
"Sudah selesai mi. Julian langsung menanda tangani surat tersebut," ucap Aldi
"Alhamdulillah kalau begitu" jawab Rani.
"Aldi mau menikahi Nafisa, mi," ucapnya
"Apa," ucap Rani. Suara Rani terdengar begitu keras
"Aldi mau menikahi Nafisa mi. Mami tau bagaimana Aldi sangat menyayangi dan mencintai Nafisa. Aldi gak mau hal seperti ini terjadi lagi menimpa nafisa. Julian gak akan melepaskan nafisa dengan muda mi," ucapnya.
"Tapi Al, kamu masih terlalu muda," ucap Rani.
"Aldi akan bertanggung jawab dengan keluarga Aldi mi. "Mi, Aldi mohon kasih Al restu," Ucapnya.
Rani memandang wajah putra nya.
putranya yg begitu brandal saat SMA bahkan tidak hanya sekali ia harus menjemput putra nya di rumah sakit karena berkelahi dengan sesama siswa. Menjemput di kantor polisi saat putra Nya meninju lawan nya hingga di rawat di rumah sakit. Memilih jarang pulang kerumah. karena asik bersenang-senang dengan teman-teman nya. Namun semuanya berubah saat putra nya kuliah dan bertemu dengan Nafisa. Sikap Aldi berubah drastis. Aldi menjadi sosok yang sangat menurut, bahkan mau membantu mengurus perusahaan papanya.
"Baiklah Al, kalau kamu sudah yakin dengan keputusan kamu," ucap Rani.
Aldi sangat senang. Ia memeluk tubuh Rani dan bergantian ke Bima. "Terimakasih mi, terimakasih Pi," ucapnya. "Mami dan papi orang tua terbaik di dunia," ucapnya
"Kalau keinginan kamu sudah di penuhi, kamu bilang terbaik di dunia," ucap Bima sambil mengusap puncak kepala anaknya.
"Kamu bawak Nafisa ke sini. Biar mami bisa mengenai calon istri kamu," ucap Rani.
"Iya mi besok Al jemput," ucapnya.
*********
maaf ya author belum bisa up 2x.
tapi author usahakan ya.
jangan lupa like komen dan vole nya.
dan dia pura2 tidak mengenali
dan dia pura2 tidak mengenali