NovelToon NovelToon
Air Mata Ayanda

Air Mata Ayanda

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:1.2M
Nilai: 4.9
Nama Author: fieThaa

Kisah seorang istri bernama Ayanda yang rela mengubur luka dan kesakitan yang suaminya torehkan di masa lalu demi kebahagiaan anak semata wayangnya. Hatinya sangat terluka tapi permintaan sang anak agar ia kembali pada sang suami tak bisa ia tolak, ia perlahan lahan membuka hati untuk suaminya.


Ketika hatinya sedikit demi sedikit sudah terbuka karena pembuktian cinta suaminya untuknya, ujian demi ujian silih berganti berdatangan. Karena kekuatan hatinya ia berhasil menghadapi setiap cobaan yang datang. Namun, kini ujian itu lebih berat, masa lalu yang membuatnya terluka sangat dalam kembali lagi dengan membawa cerita yang baru.


Akankah Ayanda mampu bertahan ataukah ia akan mundur pelan pelan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon fieThaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 33. Positif

Disinilah Ayanda, di kedai kopi favoritnya. Tidak hanya sendiri menikmati pahit manisnya kopi ia juga ditemani oleh Gio. Gio yang memintanya untuk bertemu.

Raut kepiluan sangat terpancar diwajahnya, Gio sangat mengerti dengan wanita yang ada dihadapannya sekarang, ia sedang tidak baik baik saja. Ice Coffee yang ia pesan pun hanya dimainkan saja tanpa diminum.

"Kita ke Singapur, ayah pengen ketemu lu," ucapnya dan berhasil memecah keheningan. Ayanda kaget dibuatnya.

"Jangan sekaranglah Gi kesananya, gua masih banyak urusan. Gua juga kangen sama ayah," ucapnya sedikit memelas.

"Siapa tau lu lagi butuh liburan sekarang," jawabnya santai sambil menyesap kopi pesannya. Ayanda mulai tertunduk, sebenarnya ia ingin pergi yang jauh untuk melupakan semua kepedihan dan kepiluannya, tapi masih ada gadis kecilnya yang membutuhkannya.

Melihat perubahan Ayanda Gio terdiam, dia menghela nafas kasar. "Wajah lu gak bisa bohong Ayank." ucapnya sambil memegang tangan Ayanda. Ayandapun mulai terisak, Gio langsung berpindah tempat duduknya dan sekarang ia tepat disamping Ayanda. Gio pun menarik Ayanda dalam pelukannya.

"Ada apa? Cerita sama gua. Jangan lu pendam sendiri kesedihan lu, masih ada gua yang mau dengerin kepiluan lu," mendengar ucapan Gio air mata Ayanda semakin terjun bebas di pipinya. Gio hanya bisa mengeratkan pelukannya seolah memberikan kekuatan kepada Ayanda.

Setelah dirasa sudah sedikit tenang, Gio pelan pelan mengendurkan pelukannya. Mengusap sisa dan jejak air matanya, lalu mengecup kening Ayanda dengan penuh sayang.

"Gi, gua takut," ucapnya masih lirih. Gio hanya mengerutkan keningnya tak mengerti.

"Hari ini dia dan Raska Tes DNA, jika hasilnya positif apa yang harus gua lakuin Gi?" Tanyanya kembali dengan penuh kepiluan.

Gio menatap mata Ayanda sangat dalam dan menggenggam tangannya. "Jangan pernah pisahkan apa yang semestinya bersatu, sekuat apapun lu memisahkannya jika sudah Takdir Tuhan mau apa?" Jawabnya dengan seulas senyum. Ayanda hanya terdiam mendengar jawaban Gio.

"Kalo seseorang siap untuk jatuh cinta, berarti seseorang itu harus siap untuk sakit hati. Begitu kan hukum alamnya." Ucapnya lagi sambil menyedot es kopi milik Ayañda.

”Apa gua masih sanggup bertahan jika kenyataannya seperti itu? Tidak ada wanita yang ingin berbagi cinta Gi."

"Jika lu lelah, istirahatlah. Lu ngerti kan maksudnya," jawab Gio seperti main teka teki.

"Kalo gua egois apa gua salah?" Tanyanya lagi.

Gio hanya bisa menghela nafas mendengar jawaban Ayanda. Disini dia tau bahwa Ayanda benar benar menyayangi Rion.

"Kalo lu egois ada dua kemungkinan, lu menang atau lu yang akan pulang." Jawabnya singkat.

"Gua sayang sama anak itu Gi, tapi ketika Raska menyebut Rion ayahnya hati gua sangat sakit. Seolah gua dibohongi sama keadaan," jawabnya mulai lirih.

"Gua tau, hati lu gak sepenuhnya sembuh kan dan lu mulai belajar mencintai lagi. Tapi sekarang ketika lu udah di awang awang lu jatuh ke dasar bumi, gua tau gimana sakitnya Yank." Jawab Gio.

"Gua takut kalo Echa tau semua ini, gua takut kalo dia membenci ayahnya."

"Namanya bangkai, walaupun lu tutup tutupin tetap aja nanti akan kecium baunya. Sakit gigi ada obatnya tapi sakit hati gak akan ada obatnya Yank," ucapnya.

"Sudah saatnya lu pentingin diri lu sendiri, diri lu juga butuh bahagia." Tegasnya.

Setiap menceritakan keluh kesahnya kepada Gio, beban pikirannya seolah hilang dalam sekejap. Kenyamanan dan kehangatan selalu diberikan Gio untuknya. Terkadang ia berandai andai, jika dulu ia memilih Gio mungkin kebahagiaan yang selalu ia dapatkan, tapi sayangnya hatinya tidak bisa membalas cinta seorang Giondra. Hatinya sudah terkunci oleh pemiliknya yang lain yaitu Rion.

*****

Hari yang ditunggu tunggu pun tiba. Dua Minggu berlalu, hubungan Rion dan Ayanda pun semakin hari semakin memburuk. Hanya kepura-puraan yang mereka tunjukkan di depan anak semata wayang mereka. Hari ini juga hari dimana hasil Tes DNA itu keluar.

Setelah Echa berangkat sekolah, tinggallah Rion dan Ayanda di meja makan. "Hari ini hasilnya Tes DNA aku dan bocah itu keluar." Ucap Rion memecah keheningan, namun tidak ada jawaban sama sekali dari Ayanda.

"Aku harap, kamu bisa datang ke Rumah Sakit untuk melihat hasilnya." Ucap Rion lagi.

"Akan aku usahakan," jawab Ayanda datar dan langsung pergi meninggalkan Rion sendiri.

Di dalam mobil hati Ayanda sangat takut dan cemas. Ia takut jika hasilnya tidak sesuai dengan yang ia harapkan. Ia langsung menghubungi Arya agar memberitahunya jika sudah di Rumah Sakit.

Pukul 11.00 Arya dan Rion berangkat ke Rumah Sakit. Setelah sampai di RS mereka disuruh menunggu dulu karena hasil tesnya agak sedikit lama keluarnya. Tak lama ada datang Dinda dan Raska. Terpancar rona kebahagiaan di wajah ibu dan anak itu.

Setelah sampai di RS Arya langsung menghubungi Ibu Bossnya. Tak lama Ayanda pun pergi menuju Rumah Sakit yang dikirim oleh Arya. Di perjalanan Ayanda berdoa semoga hasilnya sesuai yang ia harapkan.

Tiga puluh menit menunggu akhirnya dr. Erlan menyuruh mereka masuk ke ruangannya. Lalu menyuruh mereka duduk dengan tenang.

"Ini saya bawa amplop isi hasil Tes DNA bapak Rion dan adinda Raska." Ucapnya. Lalu ia memberikan amplop itu kepada Rion. Jantung Rion berdebar cepat, iapun takut jika hasilnya tidak sesuai dengan yang diharapkan. Pelan pelan ia membuka selembar kertas yang berada di dalam amplop. Ia baca secara teliti kata demi kata, hingga ia membelalakkan matanya.

"Ini tidak mungkin Erlan," teriaknya dan melempar kertas itu ke atas meja. Arya yang kaget pun langsung meraih kertas itu dan tidak kalah terkejutnya. Positif, gumamnya.

Dengan penuh emosi Rion menarik kerah kemeja dr. Erlan, "Jangan main main denganku Erlan, katakan jika ini rekayasa " Teriaknya lagi. Arya pun mencoba melerai Bossnya itu dan mencoba untuk menenangkan Bossnya.

Ketika keadaan sudah mulai mendingin akhirnya dr. Erlan angkat bicara.

"Itu tidak ada rekayasa, itulah kenyataannya. Jadi lu harus bisa menerimanya. Seorang istri bisa jadi mantan, tapi anak tidak ada." Ucapnya lagi semakin membuat Rion geram dan mengepalkan tangannya kuat kuat seolah ingin menghantam seseorang. Arya mencoba untuk menenangkan Bossnya.

"Tapi ada yang harus kalian ketahui, Tes DNA tidak hanya berguna untuk mengetahui garis keturunan tapi bisa mendeteksi penyakit yang di derita si pengetes. Disini dikatakan bahwa Raska positif menderita Leukimia atau kanker darah."

Rona bahagia yang terpancar dari Dinda kini hilang bak di telan bumi, tak terasa air matanya terjatuh membasahi pipinya.

"Ini gak mungkin dok," teriaknya. Rion yang melihat Dinda kacau seperti itu langsung memeluknya untuk menenangkannya.

Tanpa mereka sadari ada sepasang mata yang tengah meneteskan air mata melihatnya.

*****

Hay para readers,,,

Jangan lupa like, comment and vote yaa

Tekan ikon ❤️ agar tidak ketinggalan ceritanya,

Happy reading kesayangan kesayanganku 😘😘

1
adning iza
langsung cuuussss
adning iza
bner² bkin emosi dehh
adning iza
kcelakaan kn gio nya
adning iza
jgan smp gio slah pham lgi
adning iza
jgan mersa kmu yg merana rion
adning iza
jd ayanda memang tak mudah sbg org yg sllu ada kmu harus tetap sbar gi krn tak mudah menyembuhkn atau melupkan dr se²org yg sudh lma bersemi
adning iza
yaa pda akhiry rion yg pergi
adning iza
hatimu sbenary gmn si yanda lma² gregetan jg nih sma ayank
adning iza
hhuuffffttt thoorrr bner² ya bkin hti nyeseg parah si ini
adning iza
kembalilah papa gi bhagiay ayank hya pdamu
adning iza
rion² itulah krn ngga tegas bsa diperdaya iblis
adning iza
huufftttt sketika aq membayangkn ank² q kelak thoorr yg hidup tnpa ayah😭😭😭😭
adning iza
raska knp bukn emakmu aja yg penyakitan
adning iza
mewek bget sumpah thoorr
adning iza
biarkn rion mnemui anaky gi spa tau nnt siuman
adning iza
arya kocak😁😁😁
adning iza
arya mewakili smuay
adning iza
srmangat thoorrr spert aq yg sllu semangat mengejar kerya mu yg lainy😁😁😁
adning iza
salut sih dg mama dn adik ipary yanda
adning iza
ayo arya bongkar busuky wanita liar itu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!