NovelToon NovelToon
Welcome Back Cecil

Welcome Back Cecil

Status: tamat
Genre:Kelahiran kembali menjadi kuat / Bullying di Tempat Kerja / Balas dendam dan Kelahiran Kembali / Reinkarnasi / Tamat
Popularitas:342.8k
Nilai: 5
Nama Author: Mizzly

Cecil si wanita lemah ditemukan meninggal di sebuah gudang yang terbakar. Ternyata sebelum gudang dibakar, Cecil sudah diperkosa oleh seorang pemuda tak dikenal. Siapa sangka, Cecil malah terlahir kembali. Cecil memiliki semua ingatan di masa depan dan tubuhnya jauh lebih kuat dari sebelumnya. Cecil pun merencanakan membalas semua teman-teman yang membullynya sampai membuatnya harus meregang nyawa.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mizzly, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Seharusnya Aku Bahagia

Cecil

Seharusnya aku senang karena aku sudah lolos dalam permainan reinkarnasi ini. Aku akan tetap hidup di masa depan dengan kehidupan baru yang jauh lebih kaya. Seharusnya aku bahagia. Aku tinggal menjalani hidupku dengan sebaik-baiknya karena aku sudah berhasil merubah takdirku.

Nyatanya aku tidak benar-benar bahagia. Banyak yang aku pikirkan. Bagaimana dengan Egi? Bagaimana kasus ini bisa terungkap? Bagaimana keluarga kakek yang telah ditabrak oleh Leon dan Lisa? Siapa yang bertukar takdir denganku? Banyak sekali yang aku pikirkan. Aku belum bisa bahagia sebelum semua teka-teki ini terpecahkan.

Aku memutuskan untuk menemui Egi sepulang sekolah. Aku mengiriminya pesan dan mengatakan kalau aku menunggunya di Triple S Caffee tempat biasa kami janjian.

Saat aku sampai, tak kulihat keberadaan Pak Sandi. Mungkin beliau sedang berada di cafe miliknya yang lain. Aku memesan minuman dan menunggu kedatangan Egi yang kali ini datang terlambat.

Aku sudah menunggunya selama 1 jam. Ketika aku memutuskan ingin pulang saja, Egi datang dengan nafas yang terengah-engah. Aku menatap wajahnya yang terlihat amat lelah. Ada memar di sudut bibirnya. Apa yang terjadi padanya?

"Maaf, Cil, aku datang telat." Egi duduk di depanku dan langsung meminum minuman milikku tanpa permisi dahulu.

Awalnya aku ingin protes namun ketika melihat Egi yang begitu kehausan, aku biarkan saja ia menghabiskan minumanku. Kupanggil pelayan dan memesan dua minuman serta cemilan untuk kami berdua. Setelah pelayan pergi barulah aku menanyai Egi kenapa ia bisa telat.

"Aku sudah lama menunggu kamu. Kamu kemana sih? Mukamu juga kayak capek begitu," tanyaku.

Egi mengipasi dirinya dengan kedua tangannya. Kuambilkan tisu dan memberikan padanya agar bisa mengelap keningnya yang berkeringat.

"Biasa, anak kesayangan Papa lagi nyari gara-gara. Dia terus saja membuat Papa marah padaku." Egi kembali meminum minumanku sampai tak tersisa.

"Leon maksudnya? Lalu di sudut bibirmu itu kenapa? Ada memar dikit." Tanpa sadar aku menyentuh luka bekas memar di sudut bibir Egi. Ketika aku sadari, Egi sedang menatapku dengan lekat. Cepat-cepat aku tarik tanganku. Suasana menjadi canggung akibat ulahku sendiri. Cecil bodoh!

"Ehem!" Egi berdehem untuk mencairkan suasana. "Sebenarnya tadi aku sempat ditampar sama Papa. Sudahlah, tak usah pedulikan aku. Kenapa kamu memanggilku untuk datang ke sini? Kamu tak akan memanggilku tanpa ada tujuan, bukan? Ada hal penting apa?"

Aku merasa kasihan dengan Egi. Bukan kali ini saja ia datang dengan keadaan yang berantakan. Selama ini aku hanya diam dan tak pernah bertanya apapun namun karena hubungan kami semakin dekat, aku merasa kalau aku harus tahu apa yang telah terjadi padanya. Ternyata semua ulah Papanya sendiri. Kasihan sekali hidupnya. Aku ingin tahu lebih banyak masalah namun kalau Egi tak mau membalas lebih jauh, lebih baik aku tak usah bertanya lagi.

Kutunjukkan pergelangan tanganku yang polos tanpa tanda reinkarnasi padanya. "Lihatlah!"

Mata Egi tertuju pada pergelangan tanganku. Ia terkejut lalu menyambar tanganku dan memeriksa apakah ia salah lihat atau tidak. "Mana tanda kamu? Hilang? Kok bisa?"

Aku menarik tanganku, ada rasa canggung yang kurasakan ditambah debaran jantungku yang berdegup dengan kencang. Aku takut Egi mendengarnya. Sebisa mungkin kami tak usah kontak fisik. Terlalu berbahaya untuk kesehatan jantungku.

"Aku ... sedikit merubah takdir."

"Merubah takdir? Bagaimana caranya?" Egi terlihat antusias.

Aku menceritakan apa yang terjadi. Bagaimana aku membawa Mama Anita lalu menceritakan tentang pertemuan pertamaku dengan Black.

"Wah, jadi sekarang kamu bisa bertemu dengan Black? Bagaimana rupanya? Eh, apa dia di sini?" Egi melirik kiri dan kanan seakan takut ketahuan sedang membicarakan orang tersebut.

"Tenang saja, tak ada Black di sini. Entah dia berada di mana saat ini." Minuman dan makanan pesananku sudah datang. Aku langsung meminum es kopi milikku untuk membasahi tenggorokanku yang kering. "Black itu ... sangat misterius. Aku pikir ia menyeramkan namun ternyata sangat tampan."

"Tampan? Yakin? Kamu terkena sihirnya kali!" Egi seakan tak terima saat aku memuji Black tampan.

"Entah. Yang pasti dia tampan."

"Lalu Black bilang apa?" tanya Egi yang terlihat sangat penasaran.

"Black bilang, aku berhasil kembali ke masa depan dengan selamat," jawabku.

"Wow, keren Cecil! Good luck. Welcome back, Cecil. Aku senang mendengarnya." Egi tersenyum lebar. Senyumnya terlihat tulus. Egi lalu menyadari kalau aku tak begitu bahagia. "Kenapa? Kok kamu malah terlihat sedih?"

Aku menatap pergelangan tangan Egi. Tanda reinkarnasi itu masih melekat di pergelangan tangannya, membuatku semakin sedih saja. Ada perasaan tak nyaman di hatiku saat tahu kalau aku akan kehilangan lelaki baik yang beberapa waktu belakangan ini sudah menjadi teman akrabku. "Hanya aku yang kembali dengan selamat. Kamu bagaimana? Tanda itu masih ada di lenganmu, artinya nasibmu akan tetap sama."

Bukannya bersedih, Egi malah tersenyum. Ia lalu mengacak rambutku seraya berkata, "Jangan pikirkan aku. Yang penting kamu bisa selamat!"

Ini yang aku tidak suka dari Egi. Seharusnya aku terus membencinya namun sikap Egi yang baik dan perhatian seperti ini yang membuatku tak bisa untuk membencinya. Meskipun Egi adalah orang yang sudah merenggut kesucianku di masa depan, nyatanya rasa benci itu perlahan hilang saat aku mengenal Egi lebih jauh. Egi adalah sosok laki-laki yang hangat dan yang pasti ia mau berkorban demi memastikan aku aman.

Seakan menyadari kalau aku sangat bersedih, Egi menarik tanganya dan menatapku dengan lekat. "Kalau kamu memang selamat, itu namanya rezeki yang harus kamu syukuri. Kamu bisa melihat kedua orang tuamu, kamu bisa melanjutkan sekolahmu, kamu bisa memiliki banyak teman baik dan bisa mencoba banyak hal baru. Tak perlu memikirkan nasibku. Aku akan baik-baik saja."

"Bagaimana kamu bisa baik-baik saja jika tanda di tanganmu masih ada?" Tanda di tangan Egi begitu jelas, seakan menunjukkan kalau waktunya di dunia ini tak akan lama.

"Perhatian sekali ya seorang Cecil padaku." Egi tersenyum menggodaku. "Tenanglah. Aku juga akan merubah takdirku. Aku akan hati-hati dan yakin kalau takdir baik akan datang menggantikan takdir burukku."

Aku menghela nafas dalam. "Semoga kita bisa selamat. Oh iya, bagaimana kemajuan rencanamu?"

"Hmm ... lumayan. Sudah ada beberapa orang yang membantuku."

"Membantu? Maksudnya?"

Egi kembali tersenyum. "Kamu tak perlu tahu. Ayo, aku antar kamu pulang. Masih ada yang harus aku lakukan."

Apa maksud ucapan Egi? Siapa yang membantunya? Apa yang sedang Egi diam-diam lakukan? Aku ingin menanyakan semuanya namun Egi tak memberiku kesempatan.

"Aku pergi dulu ya. Mulai sekarang, jalani hidupmu dengan sebaik-baiknya. Aku mau kami hidup bahagia." Egi mengacak rambutku sambil tersenyum kecil. Egi lalu pergi meninggalkanku.

Aku baru saja masuk ke dalam kamar ketika mendengar notifikasi pesan masuk di ponselku. Egi yang mengirimiku pesan.

"Cil, Aku minta mulai sekarang jangan hubungi aku lagi. Tugasmu sudah selesai. Jangan lagi libatkan dirimu dalam hal berbahaya seperti ini lagi. Terima kasih atas semuanya. Semoga ini bisa membayar semua kejahatanku padamu. Senang berkenalan denganmu. Sekali lagi, aku minta maaf padamu."

Apa maksud pesan yang Egi kirimkan? Cepat-cepat aku menghubungi nomor Egi namun tak terhubung. Apakah Egi memblokir nomorku? Apakah Egi tak mau nyawaku kembali terancam?

Kenapa aku merasa sangat sedih dan kehilangan?

****

1
🍒⃞⃟🦅𝐂𝐇𝐋𝐎𝐄𒈒⃟ʟʙ
kerenn
Putri Dhamayanti
semprulll 🤣🤣🤣🤣🤣
Putri Dhamayanti
apa si Egi jg balik ke masa lalu keq Cecil??
DG s
ceritanya bagus👍👍
✰͜͡v᭄HIATUS𝐀⃝🥀ᵒᶠᶠ'ᴳᶜ
the end nih cerita nya 🤭
✰͜͡v᭄HIATUS𝐀⃝🥀ᵒᶠᶠ'ᴳᶜ
andai kan bisa kembali ke masa lalu
✰͜͡v᭄HIATUS𝐀⃝🥀ᵒᶠᶠ'ᴳᶜ
ternyata black gak pergi tapi kehilangan kekuatan nyaa
✰͜͡v᭄HIATUS𝐀⃝🥀ᵒᶠᶠ'ᴳᶜ
kasian sekali Cecil masih koma
✰͜͡v᭄HIATUS𝐀⃝🥀ᵒᶠᶠ'ᴳᶜ
tau dari mana ya kalau Leon mau membunuh egii
✰͜͡v᭄HIATUS𝐀⃝🥀ᵒᶠᶠ'ᴳᶜ
makasih black udh nyelamatin Cecil,,tapi egiii ......
✰͜͡v᭄HIATUS𝐀⃝🥀ᵒᶠᶠ'ᴳᶜ
bahaya bngtt km cil
✰͜͡v᭄HIATUS𝐀⃝🥀ᵒᶠᶠ'ᴳᶜ
pngn sekali aku tabok si Leon jahatt bnr ikhhh
✰͜͡v᭄HIATUS𝐀⃝🥀ᵒᶠᶠ'ᴳᶜ
pntsn aja si lucky gampang terpancing ternyata begituuu
✰͜͡v᭄HIATUS𝐀⃝🥀ᵒᶠᶠ'ᴳᶜ
akhirnya Cecil minta bantuan jugaa smaa papah
✰͜͡v᭄HIATUS𝐀⃝🥀ᵒᶠᶠ'ᴳᶜ
semoga aja rencana Leon gagal
✰͜͡v᭄HIATUS𝐀⃝🥀ᵒᶠᶠ'ᴳᶜ
udh gila tuh si leon
✰͜͡v᭄HIATUS𝐀⃝🥀ᵒᶠᶠ'ᴳᶜ
ko aku yg deg²n pdhl kan si Egi yg ketahuan
✰͜͡v᭄HIATUS𝐀⃝🥀ᵒᶠᶠ'ᴳᶜ
kan keceplosan knp harus ceroboh sih cil
✰͜͡v᭄HIATUS𝐀⃝🥀ᵒᶠᶠ'ᴳᶜ
pinter banget km cil,,mngkn gara² si black yaa 🤭
✰͜͡v᭄HIATUS𝐀⃝🥀ᵒᶠᶠ'ᴳᶜ
knp kau ganggu aja black
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!