seorang mahasiswi di salah satu kampus yang sangat hitz di kawasan indonesia timur tepatnya di kota Makassar, yg menjalani hari-harinya seperti biasa, dia mempuanyai 2 orang teman mereka ber 3 sangat nakal sehingga suatu ketika salah satu dari mereka di masukkan pesantren, karena mereka sudah lama bersahabat ke 2 sahabatnya pun juga ikut ke pesantren dari sini lah kisahnya di mulai.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon babydollll, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
part 34
Setelah mengobrol lama dengan Hendra dan Ipul, Trio Curut pun pamit menuju kamar asrama.
" Ehh kita bertiga balik ke asrama duluan ya Ndra, Pul " kata Fiah.
" Iya aku sama Ipul juga mau balik asrama kok " kata Hendra.
" Duluan ya bebep Hendra " kata Della sambil mengedipkan matanya ke arah Hendra.
" Kak Della centil banget sih " kata Ipul.
" Bodo amat ya Pul, orang centilnya cuman sama bebep Hendra kok " kata Della.
Fiah dan Airin yang melihat Della yang enggan meninggalkan Hendra langsung menarik tangan Della .
" Duluan ya guys " kata Airin.
" Assalamu'alaikum " kata Fiah dan Airin kompak sambil menarik tangan Della.
" Wa'alaikumsalam " kata Hendra dan Ipul.
Hendra yang melihat Della yang diseret Fiah dan Airin hanya tersenyum sambil geleng-geleng kepala dengan kelakuan Trio Curut.
" Cieeee Kak Hendra, senyum-senyum sendiri mikirin Kak Della yaa " kata Ipul.
" Apaansih Pul, yaudah yuk balik asrama juga " kata Hendra.
Sementara Della yang di seret oleh Fiah dan Airin terus meronta-ronta ingin di lepaskan.
" Aisshhh lepasin dong Fi, Rin, emang gue monyet apa di seret-seret kek gini " kata Della kesal sambil menghempaskan tangan Fiah dan Airin.
" Sadar diri dia Rin " kata Fiah terkekeh di ujung kalimatnya.
" Apaan sih Dell liat-liat gue lo pikir gue pisang apa " kata Airin pada Della.
" Ihhhh kesel kesel keselllll, dasar temen somplak lu pada " kata Della kesal sambil menghentakkan ledua kakinya di lantai.
" Girls tunggu deh, kok si Nazwa nggak balik-balik ya dari toilet " kata Fiah heran.
" Iya juga ya Fi " kata Airin.
" Isshhh kalian berdua tu ya, curigaan mulu mungkin aja tau si Nazwa udah di kamar " kata Della sambil memutar kedua bola matanya malas.
" Semoga aja dia nggak aneh-aneh sama kita, yaudah cuzzz lanjut " kata Airin.
Saat Trio Curut sampai di kamar asrama, mereka melihat Nazwa yang lagi berbaring di kasur sambil baca buku.
" Yaelahhhh Naz ternyata lo di sini " kata Airin sambil berjalan ke arah Nazwa.
" Salam dulu kali " kata Nazwa menyindir Trio Curut.
" Assalamu'alaikum Nazwa " kata Trio Curut kompak sambil cengengesan.
" Wa'alaikumsalam " jawab Nazwa sambil duduk menyamakan posisinya dengan Trio Curut.
" Aaaahhhhh bosannnn bangett " kata Fiah sedikit berteriak.
" Hmmm sama, kangen bet gue sama oppa-oppa gueee " kata Della menimpali ucapan Fiah.
" Alay lo berdua, ehh gue ada ide gimana kalau kita keluar jalan-jalan aja udah lama juga kita nggak nongki-nongki di cafe sambil lihat-lihat cogan " kata Airin.
" Omg omg omg omg helllllooowwwww Airinia sayang kita sekarang nggak lagi di Makassar okeyy, mana bisa kita keluar dari penjara suci ini " kata Fiah sambil memutar kedua bola matanya.
" Kan bisa keluar diam-diam " kata Airin sambil menaik turunkan alisnya.
" Ahhhhh incess setujuuuu " kata Della heboh.
" Gue suka ide lo, ehh Naz kamu ikut nggak sekalian refresing gitu " kata Fiah beralih menatap Nazwa.
" Kalian udah gila ya, kalian bisa di hukum tau kalau ketahuan " kata Nazwa.
" Itu kan kalau ketahuan Naz, kalau nggak kita aman-aman aja, ya kan girls " kata Fiah.
" Terserah kalian deh yang penting aku sudah peringatkan, pokoknya aku nggak ikut-ikutan " kata Nazwa.
" Cemen lo Naz, yaudah kalau gitu kamu jangan bilang siapa-siapa yaa kalau kita keluar dari pesantren " kata Airin.
" Kalau masalah itu kalian tenang saja, tapi aku nggak jamin ya kalian akan ketahuan atau nggak nantinya " kata Nazwa memperingati.
" Uluh uluh bawel banget si Naz " kata Della.
Trio Curut pun keluar dari kamar menuju halaman pesantren sambil melihat-lihat sekelilingnya, ketika mereka merasa aman, mereka pun berjalan menuju pintu gerbang pesantren tersebut.
" Guyss, gerbangnya kekunci nih " kata Fiah yang melihat pintu gerbang yang di gembok.
" Sekarang udah jam berapa sih Rin? " tanya Della.
" Jam 12.30, napa sih nanya-nanya jam segala ? " kata Airin sambil melihat jam yang melingkar di tangannya.
" Berisikkk, sekarang kan jam 12.30, jadi kita sudah harus sebelum jam 4 sore " kata Della
" Ehh Curut, kabur aja belum malah udah mikirin jam pulang " kata Fiah kesal.
" Iya yah, kok gue nanya jam segala " kata Della cengengesan.
" Dasar udah laload nggak nyambung pula , mending sekarang kita manjat aja lagian nggak terlalu tinggi juga kalau di bandingin pagar sekolahan kita dulu waktu SMA " kata Airin.
" Airin sayang masalahnya kita tuh pakai rok, ribet tau " kata Della menunjuk roknya.
" Yaelah lebay lo Dell waktu sekolah dulu kan kita juga pakai rok, yaudah yuk cuzz sebelum ketahuan " kata Fiah.
Trio Curut pun mulai memanjat pagar yang tingginya sekitar dua meter, dengan susah payah.
" Ahhhhh tinggi banget incess takut " kata Della.
" Ishhh lebay banget sih Dell, buruan lompat sebelum ketahuan " kata Airin kesal.
" Incess Della atuttt Rin " kata Della mendramatisir keadaan.
" Lo nggak lompat sekarang kita tinggal " kata Fiah sambil menarik tangan Airin.
" Tunguuuu " kata Della sambil melompat turun.
" Dari tadi kek, nggak mati kan lu " kata Airin.
" Ahhhh pinggang inces nggak encok kan " kata Della panik sambil memeriksa keadaan dirinya sendiri.
" Lebay lo, buruan cari taxi entar ketahuan lagi " kata Airin sambil menarik tangan Della.
Trio Curut pun langsung berjalan meninggalkan pesantren sambil mencari taxi.
Nazwa yang melihat Trio Curut pergi, langsung menemui Mita dan Sifa di kamarnya.
" Ini kesempatan gue, mending gue samperin Mita sama Sifa aja deh " gumam Nazwa sambil berjalan menuju kamar Mita dan Sifa.
" Ehhh Mita kebetulan banget gue ketemu lo di sini, gue punya info tentang Fiah and the geng buat lo " kata Nazwa yang kebetulan melihat Mita dan Sifa yang baru keluar dari kamarnya.
" Infonya apaan ? " tanya Mita.