Baru naik kelas 12, sudah di nikahkan? Alana dan Barra terpaksa menikah, karena permintaan terakhir sang Ayah, sebelum Ayah Alana pergi untuk selamanya. Namun, kisah cinta mereka tidak semulus jalan tol dan tidak seindah Romeo and Juliet. Kepribadian keduanya bertolak belakang. Akankah pernikahan mereka bertahan Lama? Yuk simak Kisah Alana dan Barra.
*Kalau Ayah gak minta aku nikah sama kamu, mana mungkin aku mau! Itu semua karena keterpaksaan! — Alana Valerie.
*Awas aja ya lo berani macem macemin gue! Gue bakal minta pertanggung jawaban lo Alana! — Barra Ardana Abiputra.
*AKU SAYANG BANGET SAMA KAMUUUUU — *****
Bestie tolong maklum ya jika banyak typo yang betebaran 🥰👌🏻
HAPPY READING & HAPPY KIYOWO BESTIE 🥰
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Snma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
CHAP 34 : TUDUHAN 2
Alana merasakan kesakitan saat lengannya di cengkram cukup kuat oleh laki laki yang berada di depannya itu. Barra berjalan cukup cepat, pemuda itu sangat kesal ketika Alana tidak membela dirinya sendiri sedikit pun. Gadis itu Hanya mengatakan ketidaktahuannya atas barang yang sudah jelas ada di dalam tasnya, padahal gadis itu bisa membela diri dengan cara lain. Bukan hanya memperhatikan setiap raut wajah pada Vallen and friend.
Barra melepaskan lengan Alana saat sudah di atap, pemuda itu menatap Alana dengan tajam. Seakan matanya berkata agar gadis itu cepat menjelaskan mengapa ia hanya pasrah dan menerima semuanya.
Alana meringis kesakitan, pergelangannya merah akibat cengkraman Barra. Ck, Alana berdecak karena sikap Barra yang cukup kasar menurutnya.
"Lemah banget lo! Emang lo gak punya mulut apa buat belain diri lo?! Kenapa lo mau nerima tuduhan sebagai pencuri ha. Lo sama aja ngerendahin keluarga gue, Al, cuma karena barang yang gak seberapa harganya. Kalo lo perlu, gue bakal beli tuh tokonya, biar lo tahu seberapa kaya bokap gue!" Bentak Barra.
Tidak perlu di jelaskan pun Alana sudah tahu. Alana mengakat wajahnya dan menatap Barra dengan tajam. Gadis itu tidak terima dengan apa yang di katakan Barra, itu terlalu keterlaluan. Barra menyimpulkan apa yang di lihatnya tanpa tahu apa alasannya.
Sebelum masuk SMA ini pun Alana meminta keluarga Damar untuk merahasiakan identitasnya. Alana tidak ada ingin ada yang tahu kalau wali dirinya adalah Damar, karena keluarga Damar bukan orang sembarangan. Gadis itu hanya ingin menjadi gadis biasa di sekolahnya.
"Kenapa kamu gak tanya dulu alasan kenapa aku nerima tuduhan dan hukuman itu ha?! Apa kamu gak liat tatapan bingung aku tadi? Aku tahu, aku lagi di jebak sama Vallen. kalo aku bilang itu tadi aku kasian sama Oliv. Gimana kalo ada kejadian yang nimpa Oliv nanti. Kamu gak liat raut wajah Oliv yang ketakutan gitu, walaupun dia Bentak Bentak tadi, tapi aku bisa liat dari matanya, seberapa tertekannya dia tadi, Bar." Jelas Alana dengan cepat dan dengan nafas yang terendah engah.
" Aku gak mau egois, Bar. Aku gak mau ada orang yang terluka cuma gara gara aku! Oliv kek gitu karena aku, karena Vallen ingin ngejebak aku. Oliv hanya korban dari kejahatan Vallen. Sebenarnya aku tahu barang barang itu gak terlalu berharga buat dia, toh dia juga bisa beli baru kalo ilang. Kenapa repot repot harus bawa ini ke BK."
Memang sebelumnya Alana pernah berusaha mendekat pada Oliv, karena ia tidak tega Oliv menyendiri terus tanpa ada yang menemaninya di kelas. Jadi, Alana melakukan pendekatan pada Oliv dan berhasil mengobrol banyak hal.
"Kalo kamu emang gak ada niatan buat bantu aku, oke fine gak usah bantuin. Kalo emang kamu ngerasa aku ngerendahin keluarga kamu cuma karena aku nerima tuduhan itu, aku akan minta maaf sama mama papa. Mereka akan lebih ngerti, sama apa yang aku lakuin sekarang. Menurut ku ini bukan hal sepele, Bar, kalo menyangkut harga diri dan keselamatan. Aku lebih paham itu di banding kamu, Bar! Setidaknya aku selalu tanya alasan dan cari bukti sebelum nuduh dan ngatain orang!"
Alana melengos pergi meninggalkan Barra yang mematung di tempatnya, untuk pertama kalinya Alana kecewa pada Barra. Pemuda itu bukan hanya merendahkan Alana tapi merendahkan juga Ayahnya.
Alana berpikir dengan secara tidak langsung, apa yang di katakan Barra tadi, berarti Barra percaya kalau dirinya memang benar mencuri.
Arghh, Barraaaaa kenapa kamu bisa bilang kek gitu sih!
Barra tertohok akan ucapan Alana tadi, ia menyesal mengatakan ucapan kasar pada Alana. Barra mengacak ngacak rambutnya frustrasi. Pemuda itu sudah mengingkari janji untuk tidak menyakiti Alana pada Anton, namun sekarang? Ia sudah mengingkari janji itu.
"Al, maafin gue. Gue gak nyangka kalo ucapan bokap lo itu bener... Lo bener bener cewek yang kuat, Al. Berani nerima resiko demi bantu orang yang bahkan gak anggap lo temen." Ucap Barra, seraya memandangi punggung Alana yang perlahan menghilang dari pandangannya.
Alana dengan cepat menuruni tangga dengan perasaan kesal sangat sangat kesal. Tuduhan Barra dengan Tuduhan Madam, lebih menyakitkan tuduhan Barra. Tuduhan itu sangat sangat menyakiti hatinya, ia tahu ia hanya dari keluarga yang tidak punya apa apa. Namun apakah pantas Barra merendahkan dirinya seperti itu?
Alana berjalan menuju kelas, tampaknya kelasnya sudah cukup ramai berarti jam pelajaran pertama sudah selesai. Saat berjalan menuju kelas di lorong yang masih tampak sepi, Alana melihat Elang sedang menatap ke arah nya, seakan menunggu Alana akan melewati lorong ini.
Sepertinya rumor tentang Alana mencuri barang Oliv sudah tersebar deh, pasalnya selama perjalanan menuju lorong ini banyak murid yang memperhatikan Alana dengan tatapan yang tidak biasa. Alana kembali mengalihkan pandangannya pada Elang yang ada di depan sana.
Elang berjalan mendekat ke arahnya dengan tersenyum, lalu menarik Alana pelan untuk masuk ke dalam pelukannya. Elang paham betul dengan mimik wajah Alana saat ini. Gadis itu hanya membutuhkan pelukan dan pendengar yang baik untuk saat ini.
Elang mengusap puncak kepala Alana dengan lembut, seakan akan mentransfer energi positif dan ketenangan pada Alana. Alana membalas pelukan hangat itu.
"Aku percaya kok sama kamu, Al. Jangan dengerin apa yang orang lain katakan, sekarang kamu harus percaya kata hati kamu. Tenang, Al, aku pasti selalu ada buat kamu." Ujar Elang.
Arghh, aku tahu ini salah. Tapi... Barra maaf...
...📍📍📍📍📍📍📍📍📍...
Di sisi lain di sebuah cafe klasik dengan model Amerika kuno yang keren. Ada 1 orang gadis yang sedang menunggu kedatangan seseorang. Ya, Vallen dan Zea sudah janjian untuk bertemu. Entah apa yang akan Vallen dan Zea akan bicarakan, namun terlihat ini sangat penting.
"Vallen!" Panggil Zea seraya melambaikan tangan dari depan sana. Vallen pun melambaikan tangannya seraya tersenyum.
Mereka cipika cipiki dan berpelukan kemudian mereka memesan minum untuk menemani obrolan berat yang akan mereka bicarakan hari ini.
"Kamu udah lama nunggu disini, Val?"
"Nggak, aku baru aja nyampe. Makanya aku belum pesen apapun."
Mereka menanyakan kabar masing masing, semenjak beberapa bulan lalu Barra dan Vallen putus. Zea dan Vallen jadi jarang bertemu, karena tidak alasan untuk bertemu. Kalau bertemu hanya dengan alasan rindu, sepertinya tidak. Karena keduanya memiliki kesibukan masing masing.
Saat dulu Vallen curhat tentang betapa kesalnya akan kehadiran Alana, mereka menjadi dekat kembali. Karena Zea pun tidak suka akan kehadiran Alana dalam keluarga Adiputra.
Akhirnya pesanan mereka pun sampai, keduanya meneguk minuman yang di pesan kemudian melanjutkan obrolan tadi yang sempat terputus.
Zea menceritakan asal usul dan keluarga Alana pada Vallen. Tentunya Vallen sangat sangat terkejut atas latar belakang keluarga Alana. Gadis itu tidak menyangka, Alana si pemberani ternyata berasal dari golongan bawah.
Vallen menyeringai, seperti ada satu ide jahat yang timbul dalam kepalanya. Ini bisa jadi boomerang bagi Alana, Vallen bisa memanfaatkan informasi ini untuk menjatuhkan Alana dan merebut kembali Barra darinya.
"Lo liat aja, Al. Gue bakal pastiin, seluruh orang di sekolah bakal jauhin lo dan pasti gak akan ada yang mau deket deket sama lo lagi. Gue pastiin lo bakal jadi upik abu selanjutnya!" Gumam Vallen, ia merasa kebahagian yang sesungguhnya menantinya di depan.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Malu ahh tadi ada yang puji othor di komen, jadi terpaksa deh hari ini up nya 2x 😋
Makasii lho bestie tetep happy kiyowo