Cerita tentang gadis yang meninggal di usia muda namun hidup kembali di dunia yang berbeda. Bagaimanakah kisah kehidupan nya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon LaQuin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 34
Napas Nazyela terengah-engah, terhuyung-huyung gadis itu mencoba bertahan berjalan untuk melarikan diri. Angin dingin terus bertiup saat waktu mulai menjelang sore.
Aku nggak kuat lagi...
Seketika pandangan matanya menggelap dan gadis itu pun ambruk disemak-semak rerumputan.
Para pengawal tersebar mencari sosok Nazyela.
Sir. Yukil yakin keberadaan nonanya belum terlalu jauh.
Benar saja, suara teriakan seorang pengawal membuat Sir. Yukil bergegas menuju tempat pengawal itu.
Sampai disana ia melihat sesosok wanita yang tergeletak tak bergerak. Tubuh wanita itu begitu ringkih dan kurus, kepalanya botak, dengan wajah yang sangat pucat serta kulitnya penuh luka dan kusam. Lelaki itu berusaha mengenali wujud gadis itu
"Nona?!!"
Sir. Yukil berjongkok mendekatinya, meletakkan jarinya ke dekat lubang hidung gadis itu serta merasakan denyut nadi dilehernya.
Air matanya mengegenang dipelupuk tanpa ia inginkan.
"Cepat siapkan kuda?!! Nona butuh pertolongan segera!!"
Sir. Yukil merengkuh tubuh lemah Nazyela.
"Baik!!"
Pengawal bergegas mengambil kuda yang ditambatkan dipohon. Mereka bersiap kembali kekastil menunggu arahan Sir. Yukil.
Kuda pun datang, segera Sir. Yukil membawa Nazyela keatas kudanya. Bersama dirinya mereka kembali ke kastil Kley. Dua orang pengawal berpisah untuk mengabarkan kepada Adrian yang menunggu di camp yang telah bersiap untuk menyerang.
Kuda di pacu secepatnya, hingga hampir mendekati tengah malam mereka pun sampai dikastil.
Kedatangan Sir. Yukil mengejutkan para penjaga dan terutama para penghuni kastil. Kabar kedatangan Sir. Yukil yang berhasil membawa Nazyela kembali terdengar hingga ke telinga tuan Histon. Lelaki tua itu berusaha bangkit dari tempat tidurnya dan hendak menemui putrinya yang hampir 2 bulan menghilang.
"Tenang lah.. tuan, nona sedang masa perawatan. Dokter sedang memeriksanya"
Kepala pelayan rumah yang bernama Sir. Derick dengan sigap memegang tubuh tuan Histon yang nyaris saja jatuh. Kondisi tubuh tuan Histon melemah mulai dari berita hilangnya putrinya.
"Bawa aku kekamarnya.. aku ingin segera bertemu putri kesayanganku"
Urat kecemasan menghiasi wajah tua yang mulai keriput itu. Hatinya teriris mendengar anaknya sedang dirawat. Pikiran tuan Histon jauh melayang merasakan penderitaan yang di alami putrinya. Bagaimana dengan keadaan putrinya? Apakah ia terluka? Seandainya bisa rasa sakit itu pindah ketubuhnya, ingin sekali tuan Histon menghilangkan rasa sakit itu dengan segenap hatinya. Dengan tubuh bergetar tuan Histon mencoba melangkah perlahan di bantu oleh Sir. Derick.
Hingga sampailah ia di pintu kamar yang telah terbuka lebar.
Suara tangisan para pelayan terdengar menyayat hati. Pria tua itu menghentikan langkahnya didepan pintu kamar itu. Ia berusaha menguatkan hatinya menerima apapun keadaan putrinya. Langkah kakinya yang begetar memasuki ruang yang terang itu.
"Ya Tuhan..... putriku!"
Dengan segenap kekuatan tuan Histon mendekati putrinya. Tangisnya pecah, hatinya begitu sakit melihat keadaan putrinya.
"Putriku... buka matamu sayang, ini ayah.. oh sayang...mengapa bisa begini... putriku yang malang. Sungguh kejam mereka memperlakukan putriku seperti ini..."
Tuan Histon menangis pilu, orang tua mana yang tak sedih melihat keadaan anaknya yang mengenaskan seperti itu.
Para pelayan semakin menangis sedih mendengar perkataan lelaki tua itu.
Baju yang telah diganti dengan baju tidur yang bersih. Serta tubuh yang telah dibersihkan kini kembali memancarkan aroma khas tubuh mungil yang terbaring tak berdaya.
Suara kicauan burung bernyanyi membangunkan mata yang telah terpejam selama 2 hari.
"Uugghh...."
Perlahan Nazyela membuka matanya ia melihat sekeliling ruang dimana ia berada.
Dimana aku? Uugh.. kepala ku sakit sekali, dan perutku terasa mual..
"Huughh,, hoeg..hoeg..!"
"Ahh... nona!!
Panggil dokter segera nona sudah sadar! Dan beritahu Sir. Yukil.
Nona.. syukurlah nona sadar, saya sangat cemas.. hiks.. hiks.."
Nakuna segera mendekati Nazyela dan menangis sambil memegang tangan gadis itu.
Apa aku selamat...? Alhamdulillah.. terima kasih ya Allah...
Bulir bening menetes di ujung sudut mata.
Dokter segera datang beserta Sir.Yukil beberapa orang yang menanti kesadaran Nazyela.
Ia lalu memeriksa keadaan Nazyela.
" Dokter.. sukurlah anda lekas datang. Nona begitu tersadar langsung muntah-muntah"
Jelas Nakuna terlihat panik dan cemas.
" Kondisi nona sangat lemah. Nona kekurangan gizi, serta asam lambungnya naik. Sepertinya nona jarang makan. Sebaiknya beberapa waktu kasi nona makanan yang lembut dulu seperti bubur"
"Kalian dengar?! Segera siapkan bubur untuk nona!"
Nakuna memberi perintah kepada pelayan lainnya yang posisinya lebih rendah dari Nakuna.
"Aku akan segera mengirim kabar tuan Histon. Beliau saat ini sedang berada di istana".
Sir. Yukil meninggalkan kamar itu dan menyerahkan pelayanan nonanya pada kekasihnya.
Bubur telah siap, Nakuna dengan perlahan menyuapkan Nazyela makan.
Sesekali gadis itu terbatuk-batuk.
"Oh.. maafkan saya nona, ini minumlah"
Nazyela meminum air yang disuguhkan Nakuna. Mata gadis itu masih sayu, pandangannya masih terlihat kosong. Ia masih enggan untuk berbicara.
*****
"Yang mulia, nona Nazyela telah ditemukan dan saat ini berada di kediamannya"
"Sukurlah..."
Jongya merasa lega telah mendengar kabar baik dari Sir. Adson.
"Terima kasih atas bantuanmu menumpas penjahat-penjahat itu"
"Saya hanya bisa menumpas mereka tapi tidak dapat menemukan nona"
Sir. Adson merasa bersalah.
"Tidak.. untuk itu pun aku tetap berterima kasih padamu"
Jongya manatap lelaki tua itu dengan mata sendu.
"Yang mulia...segera lah bersiap. Acara pernikahan anda sebentar lagi akan segera dimulai"
Jongya terlihat tidak bersemangat. Sudah tiba waktunya dia mengakhiri masa lajangnya. Pernikahannya dengan putri Camila dari negara lain sudah di depan mata. Tapi tidak ada kebahagian yang terpancar di wajah tampan pria oriental itu. Namun ia tak memiliki kuasa selain menuruti perintah sang ratu. Jongya tak ingin musibah kembali menimpa Nazyela bila dia menentang sang ratu.
Pesta berlangsung meriah dan mewah. Ratu sangat terlihat senang melihat kedua pasangan pengantin itu. Ia berhasil memperkuat posisinya dengan pernikahan politik anaknya.
Para bangsawan mengucapkan selamat kepada keluarga kaisar. Rakyat ikut berpesta merayakan pernikahan pangeran mereka.
Sementara itu.
Ditempat lain Adrian dan pasukan telah mengintai di kediaman bangsawan Shaden selama 2 hari. Mereka mengamati gerak-gerik lawan untuk mengetahui kekuatan mereka.
"Tuan.., Shaden saat ini sedang tidak berada di dalam kastil. Sepertinya tuan Shaden sedang menghadiri pesta pernikahan pangeran ke 2. Para pengawalnya berjumlah lima puluhan orang. Tetapi saya tidak melihat adanya Dragon disana"
Ujar Sir. Kruf melaporkan hasil pemantauannya.
"Hm... kalau begitu segera kirim sebagian pasukan kita kesana untuk menyerang secepatnya. Tengah malam nanti kita akan menggempur 2 tempat. Agar mereka tidak bisa meminta bantuan. Afik akan memimpin pasukan itu. Bukankah dia sedang memata-matai disana. Dan jangan lupa berikan kepada Afik juga senjata peledak kita"
"Baik tuan"
Sir. Kruf lalu memerintahkan anak buahnya melaksanakan sesuai dengan apa yang diperintah Adrian.
📣📣Tinggalin jejak like dan komen dong biar aku jadi lebih semangat. Terima kasih 🤗