Season 2 "Ketos Dingin Ku"
Jangan lupa follow Ig author yah🌹
@chitanda_nnd
Kata orang buah itu tidak jauh jatuh dari pohonnya, begitu pun kata orang orang jika seorang anak sifatnya tidak akan jauh dari sifat kedua orang tuanya
Bagaimana jadinya sifat anak-anak mereka jauh dari sifat kedua orang tuanya
Ada juga Frezan belum mengetahui siapa ayah kandungnya yang sebenarnya sehingga membuat dirinya menjadi pribadi yang datar tak tersentuh
Murid-murid SMA Garuda sudah jelas tau siapa Frezan yang di juluki preman SMA Garuda yang di sangat di takuti karna tatapannya yang tajam
.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ananda Putri Sarna, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tidur Berjamaah
Keempat gadis yang terlambat ke sekolah masih setia berhadapan dengan Tegar di lapangan sekolah sementara matahari masih setia bersinar yang teriknya minta ampun
Sementara Tasya sudah gelisah hari ini dia sedang ada latihan cheerleaders untuk menyemangati tim basket dari SMA Garuda yang akan tanding namun dirinnya harus berhadapan dengan Tegar dulu
Tegar melihat ke bawah kaki Rara dia langsung seperti menahan tawanya bagaimana tidak jika ini pertama kalinya dia melihat Rara kurang rapi ke sekolah mulai dari kos kaki yang agak longgar hingga di kakinya panjang seblah dan juga rambutnya agak berantakan
Tidak butuh waktu lama pak Marzuki langsung datang ke lapangan melihat keempat anak walinya hari ini lambat ke sekolah secara bersamaan seperti janjian saja
Pak Marzuki bersedekap dada melihat keempat anak walinya lambat
Lalu tatapannya teralihkan pada Tasya yang pertama kalinya terlambat ke sekolah
"Tasya"Panggil pak Marzuki
"Kamu di tungguin sama Bu Rika, silahkan kamu pergi"Ucap pak Marzuki
Jujur saja Tasya tidak enak meninggalkan ketiga sahabatnya dia yakin Bu Rika memangilnya untuk latihan cheerleaders buat menyemangati pertandingan basket minggu depan
Tasya melirik ke-tiga sahabatya, ketiganya langsung mengangguk karna mereka sudah mengerti jika Tasya tidak enak hati meninggalkannya
Kini hanya tinggal mereka bertiga saja
Sedari tadi ketiga gadis itu terus saja menguap itu semua tidak lepas dari pandangan Tegar mulai dari Rara,Valen,Kayla hingga Tasya pun ikut
Tegar tidak tau apa yang di lakukan mereka berempat sehingga telat ke sekolah dan juga menguap karna kantuk
Rara menutup mulutnya dengan tangannya menguap,jujur saja dia sangat mengantuk bayangkan dia tertidur pukul satu dini hari dan bangun jam 7 pagi
Begitupun dengan Kayla dan Valen menguap karna rasa kantuk menyerangnya, rasanya dia ingin tertidur sekarang juga
Andai gue nggak ke sekolah aja,dari pada nahan ngantuk kayak gini Gerutu Kayla tak mampu menahan kantuknya
Seharusnya malam minggulah yang tepat untuk menyelidiki Reta bukan hari sekolah dan sekarang karna kejadian semalam mereka berempat harus menahan kantuk dan mendapatkan hukuman dari Tegar
"Kamu suruh mereka bertiga bereskan lapangan basket"Ucap pak Marzuki kepada Tegar dan di balas anggukan oleh Tegar
"Kok Bapak tegah banget sih sama anak walinya sendiri"Komen Valen dengan mata yang siap terpejam
Pak Marzuki yang melihat muridnya yang ingin tertidur sudah menebak jika mereka telah begadang hingga larut malam
"Terima aja dengan lapang dada"Ucap Kayla santai sembari menahan kantuknya yang menyerang
"Kamu harus dengar kata Kayla, terima dengan lapang dada"Ucap pak Marzuki membuat Valen mengerucutkan bibirnya
Sementara Rara tidak bisa berkata-kata lagi karna dia seperti ingin rebahan di lapangan saja
"Kamu awasi mereka bertiga sambil latihan basket"Ucap pak Marzuki menepuk pundak Tegar lalu pergi dari lapangan
Hari ini Tegar dan Nathan sedang latihan basket untuk pertandingan minggu depan
Mereka bertiga langsung menuju lapangan basket untuk membersihkan daun-daun yang turun di lantai lapangan basket
"Ngantuk banget gue"Gumam Rara sembari memungut dedaunan
"Gue lebih-lebih ngantuk"Timpal Valen
"Kita semuanya ngantuk"Ucap Kayla dan di balas anggukan oleh kedua sahabatnya
Mata mereka ingin sekali tertutup sampai-sampai dia ingin terjatuh di lapangan basket
Sementara Tegar masih setia melihat ketiganya sembari latihan basket Jam berapa sih mereka begadang
Tegar mendribel bola sehingga dia tidak melihat Rara,Kayla dan juga Valen yang sudah tertidur di lapangan untung saja ada pepohonan sehingga tidak panas
Ketiganya tertidur dengan nyenyak dia tidak memikirkan jika yang dia tiduri adalah lantai basket yang belum di sapu karna saking ngantuknya
Sementara Bu Rika menggelengkan kepalanya karna sedari tadi Tasya tidak fokus latihan cheerleaders
"Kamu kenapa Tasya?"Tanya bu Rika karna tidak biasanya Tasya tidak fokus seperti ini
"Tasya ngantuk aja Bu"Ucap Tasya Jujur kepada Bu Rika
"Yaudah kamu cuci muka dulu,supaya fres lagi"Ucap Bu Rika dan di balas anggukan oleh Tasya
Langkah kaki Tasya membawanya ke toilet dengan rasa kantuknya,namun tiba-tiba saja langkah kakinya terhenti karna melihat seseorang sedang tertidur di lapangan basket Apa mereka pingsan Batinya
Tasya langsung melangkahkan kakinya menuju lapangan basket tidak jadi ke toilet karna rasa penasarannya.
Tasya meneguk salivanya saat melihat siapa
yang tengah berbaring di lapangan basket adalah ketiga sahabatnya
"Mereka pingsan atau gimana sih"Gumam Tasya melihat sahabatnya
"Kay....Ra....Va..."Panggil Tasya memastikan ke-tiga sahabatya itu hanya tertidur
"Kalau mau ikutan tidur. ...tidur aja kita ngantuk banget"Ucap Valen dengan mata terpejam
Tasya terdiam jujur saja dia juga sangat mengantuk Nggak ada pilihan lain
Tasya langsung membaringkan tubuhnya di dekat ke-tiga sahabatya lalu tertidur karna rasa kantuknya yang menyerang
Tasya tidak jadi ke toilet sedangkan temannya dan juga Bu Rika menunggu kedatangannya yang tak kunjung balik dari toilet
"Sudah setengah jam Tasya belum balik juga"Gumam Bu Rika sembari melihat jam di pergelangan tanganya
Sementara Elga yang berada di kelas menunggu kedatangan Rara yang tak kunjung datang beserta ketiga sahabatnya
"Rara kemana sih"Gumam Elga mengetuk-ngetuk mejanya
Pergantian pelajaran namun Rara dan ketiga sahabatnya belum masuk ke kelas membuat Elga gelisah karna kembarannya tak kunjung masuk Apa Rara nggak ke sekolah,kalau nggak ke sekolah kenapa dia nggak hubungin gue Batinya bertanya-tanya
Jujur saja Elga semalam susah tertidur karna berjauhan dengan Rara,ini yang tidak di sukai oleh Elga jika Rara yang nginap di rumah sahabatya
Mungkin karena Elga dan Rara kembar jadi Elga merasakan kesepian saat berjauhan dengan Rara meski hanya satu malam saja.
Pelajaran kedua di mulai sedangkan Elga masih setia berdiri di depan pintu kelasnya sembari menunggu Rara dan juga ketiga sahabatnya yang bersamaan tidak masuk
Pak Marzuki membawa buku untuk mengajar anak walinya."Kenapa belum masuk El, sekarang sudah pelajaran bapak"Ucap pak Marzuki kepada Elga
"Saya lagi nungguin kembaran saya pak"Jawab Elga santai
"Si Rara sama ketiga sahabatnya bapak hukum bersihkan lapangan basket karna lambat ke sekolah"Ucap pak Marzuki
"Tasya juga lambat pak?"Tanya Elga karna setaunya Tasya lah yang tidak pernah bolos apa lagi lambat ke sekolah
"Mereka berempat telat berjamaah"Ucap pak Marzuki
"Tap-"Ucapan Elga langsung terpotong karna pak Marzuki langsung mendorongnya masuk ke dalam kelas
"Nggak ada tapi-tapian, sekarang kamu duduk di bangku kamu bapak akan memberikan catatan"Ucap pak Marzuki masih setia mendorong tubuh Elga yang kalah body dengan muridnya yang tampan ini dengan body seperti
atletis
Dengan berat hati Elga langsung duduk niatnya untuk mengahampiri Rara namun gagal sudah
ketos dingin juga
kalo bisa di revisi ya,ganggu lho kita nangis2 bacanya eh typo nama kan sebel
di taruh jadi teh hangat
ajaib 😄
buat perempuan fatal .
seharusnya terdeteksi waktu dapat haid pasti lama banget itu dapat haidnya
aneh aja sih thor anda masukkan penyakit hemofilia buat perempuan pasti mati
laki2 kalo terluka aja koma
👊
semangat authorrr