NovelToon NovelToon
Naruto : Reinkarnasi Saudara Kembar Uchiha Itachi

Naruto : Reinkarnasi Saudara Kembar Uchiha Itachi

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Mengubah Takdir / Anime
Popularitas:11.9k
Nilai: 5
Nama Author: Wawan wan

“Di kehidupan ini, Akulah yang memegang kendali takdir.”

"Reinkarnasi sebagai saudara kembar Itachi dengan Supreme System."

"Aku akan mengubah takdir klan uchiha."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wawan wan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 11

Bab 11: Tangisan Bayi dan Penyusupan Obito

Di sebuah gua rahasia yang terletak beberapa kilometer di luar perimeter utama desa Konoha, suasananya teramat tegang. Segel pelindung berlapis tingkat tinggi mengelilingi seluruh area gua, memancarkan pendaran chakra kebiruan yang konstan. Di dalam gua, erangan kesakitan terdengar bersahut-sahutan dengan suara instruksi medis.

Uzumaki Kushina terbaring di atas altar batu ritual, keringat bercucuran membasahi rambut merahnya yang panjang. Di perutnya, pola segel hitam dari Shiki Fujin bergejolak hebat, mencoba menahan amukan chakra merah pekat milik Kyuubi yang terus memberontak karena mendeteksi celah kebebasan saat proses melahirkan.

Di samping altar, Minato Namikaze berdiri dengan tangan terulur ke depan, menyalurkan chakranya tanpa henti untuk memperkuat segel sang istri. Wajah tampannya dipenuhi kecemasan yang mendalam, matanya tidak berkedip sedikit pun.

"Sedikit lagi, Kushina! Bertahanlah!" seru Biwako Sarutobi—istri dari Hokage Ketiga—yang memimpin proses persalinan bersama beberapa ninja medis elit.

OEEKK! OEEKK!

Suara tangisan bayi yang nyaring mendadak memecah ketegangan di dalam gua. Seorang bayi laki-laki berambut pirang dengan tanda lahir mirip kumis kucing di pipinya lahir ke dunia. Uzumaki Naruto telah lahir.

Minato menghela napas lega yang teramat dalam, air mata haru hampir menetes dari sudut matanya. "Kushina... lihat, anak kita—"

BUM!

Belum sempat Minato menyelesaikan kalimatnya, suara hantaman keras terdengar dari arah pintu masuk gua. Jeritan pendek dari para ninja medis elit langsung terputus, diikuti oleh bau darah yang menyengat.

Minato berbalik seketika dengan kecepatan kilat, tangannya refleks meraba kunai bercabang Hiraishin. Di sana, di depan tumpukan mayat ninja medis dan Biwako yang telah meregang nyawa, berdiri sesosok pria berkerudung hitam dengan topeng spiral jingga.

Uchiha Obito telah tiba. Di tangan kirinya, dia menggendong bayi Naruto yang baru saja dibungkus kain, sementara tangan kanannya memegang sebilah kunai yang diarahkan tepat ke leher bayi tersebut.

"Yondanme Hokage," ucap Obito, suaranya berat, dingin, dan bergaung kejam di dalam gua yang pengap. "Menjauhlah dari Jinchuriki itu. Jika kau melangkah satu senti saja, umur anakmu ini tidak akan lebih dari satu menit."

"Naruto...!" Kushina mendesah lemah dari atas altar, matanya terbelalak melihat putranya yang baru lahir berada di tangan monster asing.

Minato menatap tajam mata kanan di balik topeng spiral tersebut—sepasang Sharingan tiga tomoe yang berputar pekat. Uchiha? Tidak, aura ini... siapa dia?! batin Minato, otaknya yang jenius langsung bekerja dalam mode pertempuran.

"Tenanglah. Letakkan anak itu," ucap Minato dengan suara setenang mungkin, mencoba mencari celah.

"Kau yang harus tenang, Minato," Obito terkekeh kejam. Tanpa peringatan, dia melemparkan tubuh bayi Naruto ke udara, sementara tangannya yang lain telah menempelkan beberapa lembar jimat peledak (Kibudauda) pada selimut sang bayi. "Pilihlah: nyawa anakmu, atau nyawa istrimu?!"

Minato tidak memiliki waktu untuk berpikir. Menggunakan kecepatan murni dari Hiraishin no Jutsu, tubuhnya menghilang dalam kilatan kuning, menangkap Naruto di udara tepat sebelum jimat peledak itu terpicu, lalu kembali berkedip keluar dari gua menuju pondok rahasia miliknya untuk melepaskan jimat peledak yang terpasang pada selimut Naruto.

BOOM!

Ledakan besar menghancurkan pondok tersebut, namun Minato berhasil menyelamatkan Naruto. Namun, wajah Minato mengeras saat menyadari taktik musuh. Dia sengaja memisahkanku dari Kushina! Target utamanya adalah Kyuubi!

Kembali ke dalam gua persalinan yang kini telah runtuh sebagian.

Kushina terengah-engah, tubuhnya terikat oleh rantai chakra tebal yang dimanipulasi oleh Obito. Obito berdiri di depannya, mata Sharingan-nya bersinar merah darah dalam kegelapan gua, memancarkan gelombang hipnotis tingkat tinggi langsung ke dalam alam bawah sadar Kushina.

"Keluar... Kyuubi!" teriak Obito kejam.

ROAAARRR!

Chakra merah pekat yang luar biasa masif dan penuh kebencian meledak dari perut Kushina, membentuk siluet rubah raksasa berekor sembilan. Energi padat itu membuat dinding gua retak dan hancur seketika. Saraf optik Obito berputar, memaksa mata Sharingan raksasa terbentuk di dalam pupil mata Kyuubi—mengindikasikan bahwa monster terkuat itu telah sepenuhnya berada di bawah kendali mutlaknya.

"Selesai," ucap Obito datar, melirik Kushina yang terkulai lemas namun masih hidup berkat vitalitas klan Uzumaki. "Sekarang, mari kita hancurkan desa yang kau cintai ini, Minato."

Obito bersiap menggunakan teknik ruang-waktunya untuk memindahkan dirinya dan Kyuubi ke tengah desa Konoha.

Namun, tepat sebelum pusaran Kamui milik Obito terbentuk, hawa dingin yang teramat pekat dan membekukan mendadak menyelimuti seluruh area reruntuhan gua. Tekanan chakra Yin yang begitu murni dan berbobot dewa tiba-tiba jatuh dari langit, menekan chakra kebencian Kyuubi hingga monster raksasa itu sedikit mengerang rendah.

Sring.

Sesosok tubuh kecil yang terbungkus oleh Jubah Pengabur Jiwa Asura mendarat tanpa suara di atas bongkahan batu besar di hadapan Obito. Di wajahnya yang mungil, terpasang sebuah Topeng Gagak Kekaisaran yang hitam pekat, dengan sepasang lubang mata yang kini memancarkan kilatan cahaya merah darah yang teramat rumit.

Obito menghentikan gerakannya, mata di balik topeng spiralnya menyipit tajam penuh kewaspadaan. Siapa dia? Sensor chakroku sama sekali tidak mendeteksi kedatangannya... Dan chakra Yin ini... tingkat kepadatannya tidak masuk akal!

"Siapa kau?" tanya Obito, suaranya memberat, mencoba mengintimidasi sosok kecil di depannya.

Dari balik topeng gagak, suara anak kecil yang teramat datar, dingin, dan sarat akan penghinaan terdengar, menggema memecah keheningan malam yang mencekam.

"Hantu dari masa lalu yang bersembunyi di balik nama orang mati... kau mengira dirimu adalah sutradara dari malam ini?" Uchiha Veil berdiri tegak, jubah hitamnya berkibar pelan ditiup angin malam.

Sring!

Di balik topeng gagak, sepasang mata Veil berputar perlahan, mengubah pola makro matanya menjadi bentuk geometris silang hitam-merah yang sempurna. Eternal Mangekyou Sharingan.

"Uchiha... Obito," ucap Veil lirih, langsung menyebutkan nama asli sang pria bertopeng dengan nada mengejek. "Mari kita lihat, apakah teknik ruang-waktumu bisa menyelamatkanmu dari neraka yang kubawa malam ini."

Mendengar nama aslinya disebut oleh sosok misterius yang memiliki mata evolusi tertinggi klan Uchiha, badai keterkejutan yang luar biasa hebat meledak di dalam kepala Obito.

1
Klarasya
lanjutt thorr 😻
Fardhanan 12
lanjutt lanjuttt panjutttt
Fardhanan 12
😭😭😭😭😭
Klarasya
lanjuttt thorrr 🤧
Nawadipta
gak nyaman. klise, kaku, kurang emosional. terlalu cepat.
Zabibiex
ini buat nya pakai ai ya kek alay gitu soal-nya
aldo
lanjut author 🙏🙏🙏
Aisyah Suyuti
good
aldo
semangat terus author 🙏🙏🙏
aldo
wah seru sekali author
aldo
lanjut kan author
aldo
wah bagus sekali author
Hadi Hadi
is good 😍😍
Hadi Hadi
mantap 💪💪
Hadi Hadi
sikat 💪💪😍😍
Hadi Hadi
bantai
Hadi Hadi
sikat
Hadi Hadi
semangat 😍😍
Hadi Hadi
😍😍😍
Hadi Hadi
bantai 💪💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!