Permintaan Maaf dan Terima kasih ^^ untuk semua Readers 💐😍💜
REVISI ..
Mimpiku Menikahi CEO season 1 END~
Mimpiku Menikahi CEO season 2 On Going~
Mimpiku Menikahi CEO season 3 Start now
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mrs. Nicegirlz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Menyerah
Dadaku berdenyut kuat sekali, tanganku gemetaran mendengar rangkaian kata dari suamiku, ku kuatkan hatiku untuk mendengarnya, tapi saat kalimat demi kalimat keluar dari mulut suamiku, hatiku sangat hancur, sangat sakit.
Apa segitu tidak sukanya Dave denganku?
Apa aku harus melepasnya?
Celine masih melamun dengan pemikirannya tentang Dave, sampai membuat dia tidak sadar bahwa Dave sudah selesai berbicara dengan Gretta di telepon.
Pada saat Dave berbalik, dia melihat Celine sudah berada di belakang pintu balkon yang terbuka.
Dave memperhatikan Celine yang tampak tidak sadar dengan keberadaanya di depan Celine.
"Hey, apa yang kamu lakukan disini?, apa kamu menguping?", Dave terus mengajar Celine berbicara, namun sepertinya pikiran Celine masih belum kembali padanya. Pandangan mata Celine kosong, namun terlihat jelas matanya berair.
Apa dia sudah mendengar semuanya tadi?pikir Dave.
Dave POV
Aku kembali ke kamarku setelah kudengar dia sedang menerima telepon dengan laki laki lain.
Apa dia gak sadar juga kalau suaminya lagi sakit, bukannya di urusin malah bisa bisanya selingkuh sama pria lain, awas aja kamu.
Arrgghh .. Perempuan sialan, dasar sama aja kamu dengan yang lain, aku gak terima pengkhianatan, akan ku balas kamu.
Rasa bosan terus berada di atas ranjang membuat ku memilih untuk ke Balkon kamarku. Dingin cuaca malam ini sangatlah menusuk tulang, tapi tak ku hiraukan, aku butuh udara segar.
Cekrek
Sayup sayup aku mendengar suara pintu di buka, aku yakin sekali itu dirinya, aku pun berniat membalas perbuatannya, Ponsel yang masih ku pegang ku jadikan alat untuk membalas dendam padanya.
Derap langkah kakinya terus mendekat,
Well .. it's show time Celine.
*Iya Sayang, aku juga kangen banget sama kamu.. besok kamu main ke rumah ya, aku kesepian nih butuh belaian kasih sayang.
...........
Owh tenang aja, perempuan itu cuma istri di atas kertas aja kok, tapi hati bahkan tubuhku hanya akan kuberikan padamu Gretta*.
Baiklah sayang, sampai ketemu besok ya.
Ku tutup teleponku, dan membalik badanku. Betul saja kulihat dia sudah berada di belakang pintu balkon yang memang kubiarkan terbuka.
Aku berjalan pelan, tapi tak kulihat pergerakan darinya, aku pun semakin berjalan untuk masuk ke dalam kamar, saat berada tepat di depannya, Ku perhatikan dirinya diam tak bergeming, Ku coba untuk menegurnya, bahkan dia sama sekali tak menghiraukan suaraku.
Ada apa dengannya?, apa dia sudah mendengar semuanya?. Aku pun heran sendiri melihatnya.
Perlahan coba ku dekatkan wajahku untuk melihatnya, pandangannya kosong, entah apa yang sedang dia pikirkan, tapi tunggu.. kulihat matanya merah dan berair. Ku coba menatap manik matanya dari dekat, tapi dia sama sekali tidak terpengaruh dan bereaksi.
Perlahan lahan pertahanan yang ku bangun sendiri mulai goyah setelah melihat wajahnya, tersirat jelas ada kesedihan di matanya, entah apa yang membuatnya bersedih.
No..no..no Dave, gak boleh, loe gak boleh lemah karena wajah lugunya ini~tekadku.
Dave POV end
"Hey", Dave mendorong tubuh Celine untuk menyadarkannya. Dan terbukti berhasil, karena sentakan dan dorongan Dave, kesadaran Celine sudah kembali.
"Ehhh.. apaa?", ucapnya kaget.
"Apa kau tuli ya, dari tadi aku ajak bicara malah diam aja, ternyata wanita yang ku nikahi ini punya banyak sekali kekurangan, sudah kurang cantik, kurang pintar, kurang berpendidikan, kurang kaya, bahkan sekarang kurang pendengarannya.. cih", cibir Dave sambil berjalan menuju ranjangnya, "Ah, satu lagi yang kurang darimu", lanjut Dave sambil berbalik kembali mendekati Celine dan berbicara di telinganya, "Kamu kurang menarik, kurang sexy, bahkan sangat jauh tidak menarik baik untuk di lihat, ataupun di sentuh", ucap Dave memberikan penekanan di telinga Celine.
Celine hanya menatap sendu punggung laki laki yang sudah berjalan menjauhinya.
*Apa iya aku tidak menarik?, bahkan suamiku sendiri seakan jijik melihatku~kata hati Celine mencoba berusaha tetap kuat dan tegar.
Celine kamu jangan lemah, kamu harus buktikan kepada suamimu, bahwa kamu istri yang berguna untuknya~ucap Celine menguatkan hatinya*.
***
Setelah kejadian malam itu, hubungan Celine dan Dave semakin merenggang, Dave selalu menghindarinya, tapi Celine selalu mencari cara bisa merebut hati suaminya.
Celine bahkan rajin memoles dirinya sekarang dengan make up, perubahan yang paling ekstrim, Celine yang terbiasa tampil sporty dan santai sekarang merubah gaya berpakaiannya, dia selalu memakai baju yang agak terbuka, lebih sering memakai rok dari pada celana panjang. Tujuannya adalah untuk menarik perhatian suaminya, membuat suaminya tertarik padanya.
Pagi ini, Celine sengaja memoles dirinya dengan make up nude, memakai baju kerah sabrina coklat yang memperlihatkan bahu dan pundaknya yang putih dan memakai rok putih.
Setelah di rasa selesai, Celine pun memilih untuk cepat cepat turun dan menemani Dave sarapan.
Celine memberanikan diri, mendekati Dave di meja makan dan duduk di depan Dave.
Uhuuk uhukk
Dave tersedak seketika melihat Celine, kalau kemarin Dave tampak acuh dengan perubahan Celine, namun kali ini dampak karena kaget melihat Celine membuat dirinya tersedak makanannya sendiri.
"Ka..kamu gak apa apa?", tanya Celine berniat membantu, namun usahanya di gagalkan Dave yang memilih berdiri.
"Luar biasa penampilan kamu pagi ini", ucap Dave dengan senyum.
Apa?? apa aku tidak salah dengar?.. apa Dave suka dengan penampilanku?~batin Celine bertanya sendiri.
"Kaa..kamu suka?", tanyanya ragu ragu.
Dave tersenyum dan berjalan mendekati Celine, Dave berhenti di depan wajah Celine dan membisikan sesuatu di telinga Celine.
"Iyah aku suka.. suka sekali, aku suka dengan perempuan yang bergaya seperti ini, kamu sama seperti wanita wanita sewaan aku di luaran sana, benar benar terlihat murah sekali, berapa harga yang kamu pasang kepada laki laki lain?, aku siap membayarnya dengan mahal" Sindir Dave dengan senyum seringainya.
Plakk
Dengan tangan bergetar Celine manampar Dave, mendorong Dave menjauh darinya.
Dave yang tidak terima dengan tamparan Celine berniat membalasnya.
Sesaat tangannya mengangkat ke udara, bersiap menampar Celine, tapi ketika tekadnya sudah kuat untuk membalas, dirinya melihat wajah Celine yang menutup matanya, seakan sudah siap dan menerima untuk balasan dari Dave.
Satu sisi dirinya menahannya, membuat dia mengepalkan tangannya di udara.
Dave pun memilih meninggalkan Celine dan berjalan ke mobilnya.
Celine masih terus menutup matanya, mencoba menahan rasa sakit yang kembali di buat oleh suaminya sendiri, rasa sakit yang semakin bertumpuk tumpuk, membuat dadanya seakan kesulitan untuk bernafas. Rentetan kata kata hinaan di keluar dari mulut seorang pria yang seharunya melindunginya dan menjaganya.
Aku udah gak kuat lagi Tuhan, aku gak bisa bertahan lagi hiks .. Mama Papa, aku mau pulang aja hiks.. maafkan aku tidak bisa mempertahankan rumah tanggaku ~tangis Celine pun pecah di ruang makan, tangannya memegang dadanya yang terasa sakit, kakinya seakan tak bertulang, pandangan matanya mulai kabur.
Brukkkk
Nona Celine !!!
"Nona bangun non, Non kenapa non, jangan buat bibi takut Non", ucap Bi Nani panik.
Bi Nani, segera menuju telepon rumah dan menghubungi sebuah nomor, tapi panggilannya tidak terjawab.
Pada saat yang bersamaan, Alden sedang bertamu ke rumah Celine.
Bi Nani dan Alden pun lantas membawa Celine ke Rumah Sakit.
🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀
Hallo para Readers kesayangan author terima kasih sudah membaca, like dan support karya2 author 🙏🙏💐💐🤗🤗
Jangan lupa mampir juga di ;
WELCOME BACK LOVE
udah nyidam...
ditinggal pulak...wkwkwk
ikut mewek...Ya Allah Thor
capek q bacanya Celine
udah nyerah aja
laki mulut sumur dipertahankan buat apa, makan hati aja kaleeee
jadinya ga seru deh waktu jatuh dari ranjang paginya n kepergok sama orang²
orang sakit main dihajar aja
itu mulut apa sumur yah...wkwkwk
dasar buaya darat....wkwkwk