NovelToon NovelToon
RANTAU (Gadis Desa Masuk Kota)

RANTAU (Gadis Desa Masuk Kota)

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:6.4M
Nilai: 4.9
Nama Author: Sina Tu Narti Ajj

Warning!!! Bukan Adegan Wik-wik-wik, tapi di jamin bikin meleleh kayak kue luber+ senyum senyum sendiri. Kepoin kuy 😉

🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Mentari Putri Batara, bercita-cita menjadi sarjana. Namun, dia hanya mampu menelan rasa pahit keinginannya. Terlahir dalam keluarga kurang mampu, memaksanya untuk berjuang sendiri demi bisa berkuliah dan membahagiakan Amma-nya (Ibu).

RANTAU-lah jalan satu-satunya yang dia pikirkan. Hanya nama keberuntunganlah yang dia pertaruhkan di kota besar, tanpa adanya kenalan di sana.

OB, tukang sayur dan Asisten berikut jadi waiters pun Mentari kerjakan demi bisa membayar hutang dari orang yang bernama Sagara Biru Sunjaya.

"Satu kali ciuman, maka dua juta hutang kamu akan dianggap lunas." Sagara Biru Sunjaya-Bos yang amat tergila gila oleh Mentari.

"Hah...?!" Mentari.

Namun siapa sangka, karena Merantau, Mentari justru menemukan keluarga besar dari Amangnya yang kaya raya. Tapi...?

Penasaran? Yuk, kepoin penuh drama komedi kisah Anak Desa Masuk Kota.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sina Tu Narti Ajj, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 34

Di lain tempat, Biru yang sedang meeting jadi tidak fokus sendiri, Sedari tadi ia menghubungi handphone Mentari yang sempat di selipkan kedalam tas lusu gadis itu tapi tak ada jawaban dari sepemilik.

""Meeting sampai di sini dulu, aku ada urusan penting yang tidak bisa di tunda.""

Para ketua devisi hanya mengangguk patuh kepada atasannya yang terlihat kacau, buru buru pergi, Sementara Sena hanya menyunggingkan senyum liciknya saat tidak sengaja melihat amukan Biru di ruangan Bosnya, ia mendengar jika rantauan dari kampung itu sudah di pecat oleh bos besarnya.

""Awas saja jika kamu lari dari ku petite."" Biru mengemudikan mobilnya di atas kecepatan rata-rata, ia ingin menghampiri Mentari di kampus.

Selang beberapa menit, Biru memarkirkan mobilnya di area parkiran kampus, turun dengan buru buru dan mengerlyatkan matanya mencari sosok yang di carinya di antara kumpulan MABA yang baru di bubarkan.

Biru melihat Mentari dari kejauhan bersama dengan seorang gadis lain.

""Shit..!"" Umpat Biru ketika ada ulat gatal yang tiba tiba menghampiri petite-nya. ia pun menghampiri Rombongan kecil Mentari.

""Mentari, aku antar pulang, mau ?"" Tawar Langit. Mentari melirik Mile yang sedang melongo mengeces saat kedatangan dosen tampan di antara mereka.

""Tidak boleh ! Mentari sudah ada yang jemput.!"" Serka Biru sinis.

Mentari terkesiap menoleh ke belakang, Biru sudah berdiri satu jengkal di belakang tubuhnya.

Langit pun melirik malas malasan dengan tatapan sama sama sinis. Sementara Mile semakin mengeces saja, duo pria tampan menghampiri Mentari, tampan bukan sekedar tampan biasa namun tampan sueeeer, di tambah juga terlihat kaya raya, Pak dosen yang banyak Fansnya di kampus dan Pak yang memakai Suit yang terlihat seperti bos muda. Mentari jadi cewek jangan rakus dong, bagi atuh dong, ah. Batin Mile.

""Ayo kita pulang."" Tarik Biru di tangan kanan Mentari tak perduli dengan tatapan tajam dari Langit.

Langit tak mau kalah, ia juga menahan tangan kiri Mentari yang sedang menjinjing tas pakaian, seketika tas itu tergeletak saja.

""Aww.!"" Ringis Mentari kesakitan di bagian ketiaknya, Gila saja tuh duo pria tampan, main main tarik seperti sedang lomba tarik tambang saja. Manusia Woi.

""Wah, ribut apa bro ?"" Sadewa masuk menyela. Biru melirik tajam ke Sadewa sekilas. Apa ini saingannya juga ? tidak akan bisa menang dariku, Batinnya.

Sadewa tersenyum geli melihat wajah kurang bersahabat dari sepupunya, Langit. Ia menebak jika saingan sepupunya untuk mendapatkan Mentari bukanlah kaleng kaleng ! wong berduit juga.

""Kak !"" Mile memberi kode ke Sadewa agar Mentari di bantu lepas dari duo banteng yang sudah siap mengamuk satu sama lain. Sadewa mengangguk paham.

""Jangan egois dong jadi laki, kasian tahu anak orang sampai mau terbelah dua tuh tubuh, Uda kecil imut imut terbelah lagi.! di tanya saja orangnya, mau pulang sama siapa ?"" Sadewa menengahi duo banteng itu.

""Lepas !"" Mentari menyentak kan kedua tangannya dari dua pria yang kurang waras, jika tangannya putus apa kalian pada mau menggantinya, beli di mana coba ? pikirnya kesal.

""Aku mau pulang bersama Mile. kalian menyebalkan, lihat di sekitar kita, kita jadi tontonan.!"" imbuh Mentari.

Mile malah melambaikan tangannya ke orang orang yang sedang menonton film rerebutan.

""Gara gara Lo sih datang datang di tempat kerja gue, Biru tua.!"" Umpat Langit keras.

Biru hanya memberi tatapan elangnya sekilas, dan berbalik ke punggung Mentari yang sedang menggeret Mile pergi, padahal gadis Betawi itu masih kepingin lihat wajah tampan Sadewa, Biru dan pak dosen Langit.

""Mentari ! berhenti atau aku akan melakukannya di sini !"" Ancam Biru kesal, ia tidak suka bekerja tanpa ada hasil.

Seketika Mentari terhenti, berbalik dengan wajah pucatnya. ia paham ancaman mantan bosnya itu. Menagih hutang dengan Ciuman ? Oh tidak, ia masih waras tidak ingin malu di hadapan seluruh mata mahasiswa mahasiswi, Masa mantan bosnya akan mengumbar bibir, Gilaaaaa saja !

""iya.. iya...cepat antar kami.!"" Mentari yang sedikit paham sifat Biru yang tak pernah berbicara omong kosong mau tidak mau mengiyakan saja di antar pulang. ia cuma berdoa dalam hati, jangan sampai tuan Titan sampai tahu jika dirinya masih berada di dekat anaknya, ia masih kepingin hidup tenang di kota orang sampai lulus kuliah dan kembali pulang ke desanya dengan aman tanpa ada lecet satu pun.

Biru tersenyum penuh kemenangan ke arah langit dengan jempol dua terbalik di layangkannya. ""Aku pamit pak dosen !"" Ledeknya tersenyum meledek.

""Gue akan balas Lo, Sagara.!"" Pekiknya meninju udara, kesal.

Biru melambaikan tangan nakalnya tanpa menoleh sedikitpun.

Sadewa menepuk bahu sepupunya. ""Sabar, bro !"" Ujarnya tersenyum meledek.

""Aah, Lo juga ! bukannya belain sepupu Lo, malah tersenyum menyebalkan, gue kasih nilai merah mata pelajaran gue, nyaho Lo sepupu gendeng.!"" Makinya berlalu pergi. Sadewa terkikik geli.

Di koridor lain, Arkan sedari tadi menonton siaran langsung rerebutan wanita, menyenderkan bahunya di pilar bangunan dengan tatapan penuh caci ke Mentari.

""Manis sih, tapi di sayangkan cabe ciliknya pedas Sampai pak Langit mata keranjang aja di embatnya. Hebat !"" Cibirnya.

****

Di atas mobil Biru, Mentari hanya diam menunduk tanpa Ingin melirik ke orang yang sedang mengoceh tidak jelas kepadanya.

""Mentari, bisa tidak jangan dan kudu harus, kamu tidak boleh dekat dekat dengan pak dosen ulat."" Oceh telak Biru. Mentari hanya mengangguk bodoh, yang penting cepat kelar wae urusannya.

""Kamu juga Tidak boleh berteman dengan laki laki."" imbuhnya.

Mentari mengangguk lagi. ""Berarti termasuk anda Bos, anda kan laki laki jadi di larang berteman dengan Mentari serta di larang dekat dekat, ya pak bos.!"" Ceplos Mentari polos.

skatmat untuk Biru, Mile di belakang diam diam tersenyum geli menertawakan Biru yang senjata makan tuan.

""Kecuali aku dong, jika kamu tidak bersama dengan ku, teman hidup mu siapa, raja kodok ?"" Biru makin meradang tertahan, Petite-nya diam diam menyebalkan dengan kepintarannya selain kepolosannya yang bak kadar pahit seratus persen elus dadanya, sabar.

""Kodok jika di cium akan berubah pangeran tampan lho pak Bos, Mentari si mau mau saja, jika itu sudah jodoh."" Mentari kebanyakan menonton film animasi.

""Buahhahahah..!"" Mile yang sedari tadi menahan tawa geli terlepas sudah dengan kata-kata absurd Mentari.

""Kenapa Lo tertawa ?"" ketus Biru melirik Mile dari kaca depan kemudi. Mile menggeleng, membekap mulutnya sendiri, Bos-nya Mentari tampan sih Tampan tapi juteknya itu lho, minta di tabok kepalanya.

Biru kembali mengoceh panjang lebar ke Mentari. membuat gadis itu malah mengantuk, mungkin saking capeknya, ocehan Biru terdengar di bacakan seperti cerita dongeng ekstrim.

""Astaga nih gadis, malah tidur lagi, Gue ci-pok tahu rasa lho, Petite. untung ada teman Lo di antara kita, jika tidak habis tuh bibir."" Biru hanya bisa mendengus dalam hati. untung cinta jika tidak uda di telan tuh Mentari hidup hidup. ""Sabar."" Biru sudah kesekian kalinya mengelus dada.

1
johannes sinabutar
maaf kak , tulang itu di gunakan untuk Abang laki laki atau adik laki laki nya Amak/ibu/inang , klw untuk konteks kembaran bapak itu dipanggil Uda untuk yg lebih mudah dari bapak dan untuk yang lebih tua di panggil paktua , mohon koreksinya kak
elistya suci
gitu amat si thor sedihnya,ni sampe gemeter lo nangisnya😪😪
isnaini_jk 28
Luar biasa
muti ara
🤣🤣🤣🤣
muti ara
uhuuy meriah 😍😁😁😁
muti ara
tuh kan 😭😭😭😭😭😭
muti ara
😭😭
muti ara
🤣🤣🤣🤣🤣
muti ara
😂😂 dari palet mana sih loe. dari planet bumi 🤣😂😂
Ran Aulia
😥😥😥😥😥😥 huwa kejer
Ran Aulia
😥😥😥😥😥
Ran Aulia
😂😂😂😂😂
Ran Aulia
terharu 😥😥 tes tes
Ran Aulia
😂😂😂😂
Ran Aulia
bawangnya tersebar dimana2 😫😫😫😫😫
Ran Aulia
bebal ? mohon maaf setahu saya bebal artinya bodoh ya ? atau ada arti yg lain ? 🙏🙏🙏🙏
Ran Aulia
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Ran Aulia
🤣🤣🤣🤣🤣
Ran Aulia
mengharu biru 👍👍👍👍👍

terimakasih ya author 😍😍😍😍😍😁😍
Ir Ma
sangat bagus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!