NovelToon NovelToon
Legenda Kaisar Raja Dewa

Legenda Kaisar Raja Dewa

Status: sedang berlangsung
Genre:Spiritual / Epik Petualangan / Mengubah Takdir / Fantasi Timur / Kelahiran kembali menjadi kuat / Reinkarnasi
Popularitas:2.6k
Nilai: 5
Nama Author: Sh1-Han

Nanggong Li adalah orang dari dunia modern yang memiliki kekasih cantik. Namun, karena ia tidak terlalu tampan dan tidak punya latar belakang, ia malah dikhianati dan akhirnya menghilang. Setelah itu, ia bereinkarnasi menjadi seseorang yang dianggap sampah di dunia kultivasi, dengan mewarisi ilmu dari dunia lamanya serta bantuan roh primordialnya.

Di sana, ia memiliki kekasih yang kuat dan disebut sebagai wanita tercantik di wilayah timur. Seorang yang dianggap sampah ternyata bisa memiliki wanita yang bahkan seseorang yang sudah dianggap kuat pun tidak bisa mendambakannya. Apakah Dongfang Ling bisa mengubah takdirnya sebagai seorang “sampah” dari keluarga terkemuka?

Judul lain : From Mortal to Divine Emperor: Transcending All Worlds

Genre : Komedi,Romance,Adventure,Action,Fantasi timur

*****#### KARYA SEDANG DALAM REVISI *****####

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sh1-Han, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter-31 Sampai Di Sebuah Kota

Sinar matahari pagi mulai merayap naik, menerobos celah awan dan menyinari tubuh Ling Xuan yang masih terlelap. Ia tampak begitu nyenyak, berbaring telentang di atas punggung lebar Xiao Hei yang kokoh.

Tiba-tiba, guncangan pelan terasa saat Xiao Hei mulai menurunkan ketinggian dan mendarat dengan mantap di atas tanah yang gersang.

"Bos! Bangun, Bos! Kita sudah sampai!" seru Xiao Hei sambil menggoyangkan tubuhnya sedikit.

Ling Xuan terbangun, dan mengusap matanya yang masih berat karena kantuk. Begitu kesadarannya pulih, pemandangan di hadapannya langsung membuatnya terkesima. Sebuah benteng raksasa berdiri kokoh. Di atas gerbang besarnya, terpampang tulisan tegas: **KOTA MATI**.

Ini adalah salah satu tempat di Wilayah Barat, sebuah tempat aneh di mana para petarung gila melatih nyawa mereka dengan bertarung melawan monster-monster yang menakutkan.

Kehadiran Xiao Hei dalam wujud raksasa tentu saja memicu kegemparan. Seorang penjaga di atas dinding benteng mengarahkan mata dan berteriak histeris, "MONSTERRRR!! ADA MONSTER MENDEKAT!!"

Dalam sekejap, puluhan penjaga berseragam baja berhamburan keluar dari gerbang, wajah mereka tegang, tombak-tombak runcing langsung diarahkan tepat ke arah Xiao Hei.

Ling Xuan yang melihat situasi memanas segera melompat turun. Ia mengangkat kedua tangannya dengan santai, mencoba meredam suasana. "Tenanglah, Tuan-tuan! . Ini bukan monster liar, dia hanya hewan peliharaan kesayanganku," ucapnya dengan nada tenang.

Para penjaga itu saling lirik, lalu perhatian mereka beralih pada sosok Ling Xuan. Mereka memandangnya dari atas sampai bawah dengan tatapan menghina. Ling Xuan saat itu memang terlihat berantakan; tanpa baju, hanya berlilitkan kain seadanya dan jubah yang tersampir asal di bahu.

"Pengemis? Hahaha! Bisa-bisanya seorang pengemis kumuh datang ke tempat ini dengan gaya setinggi langit? Benar-benar berani!" ejek salah satu penjaga sambil tertawa sinis.

Ling Xuan sempat terdiam, lalu ia tertawa malu sambil menepuk dahinya sendiri. "Ah, maaf, maaf! Aku benar-benar lupa memakai bajuku kembali setelah pertarungan hebat kemarin.

Jika aku bisa, sudah kubunuh kalian bajingan! Ucapnya dalam hati

Dengan gerakan cepat, Ling Xuan mengenakan kembali jubah putihnya yang bersih. Begitu jubah itu terpasang, auranya berubah drastis. Rambut merahnya yang menyala tertiup angin fajar, membingkai wajah tampannya yang kini terlihat mempesona.

Perubahan itu begitu mendadak hingga seorang wanita di pinggir jalan yang sedang sibuk memotong daging monster tak sengaja menjatuhkan pisaunya. "D-dia... tampan sekali," gumam wanita itu dengan pipi merona.

Melihat aura hebat yang terpancar dari tubuh Ling Xuan, para penjaga tadi langsung ciut. Mereka buru-buru menunduk dan meminta maaf karena telah bersikap lancang terhadap seorang kultivator yang terlihat gagah dan kuat.

Ling Xuan hanya mengangguk pelan dan melangkah masuk ke dalam kota, diikuti Xiao Hei yang kini mengecil dan terbang di samping telinganya.

"Bos, dengar tidak? Ramai sekali orang-orang membicarakan tentang Arena Kematian," bisik Xiao Hei penuh semangat. "Katanya, dengan bertarung di sana, kau bisa melihat ilusi duniawi. Mungkin saja sedikit ingatan masa lalumu yang hilang bisa pulih di tengah ilusi?!"

Ling Xuan menghentikan langkahnya sebentar. Dari gerbang masuk kota, ia bisa melihat sebuah bangunan arena yang sangan luas dan megah, mendominasi pemandangan kota. Sorak-sorai dari para penonton

"Arena Kematian, " Ling Xuan menatap bangunan itu "Mungkin akan kukunjungi nanti. Tapi untuk sekarang, aku ingin menyusuri kota ini sedikit lebih lama

Ling Xuan berjalan mendekat ke arah sebuah stan yang dikerumuni banyak orang. percakapan mereka terdengar hingga telinga nya

"Rekan Dao, kau juga datang untuk melihat?" tanya seorang pria yang tampak seumuran dengannya, mencoba membuka obrolan.

Ling Xuan hanya mengangguk singkat tanpa menoleh, sorot matanya yang dingin terus tertuju pada pusat keramaian di depan.

Pria itu sedikit kesal melihat sikap dingin Ling Xuan. "Begitu ya. Baiklah, sepertinya kau belum tahu apa-apa tentang hal ini. Stan ini diadakan untuk mencari siapa pun yang cukup bernyali menantang monster tingkat 4 puncak yang sangat ganas."

Jika kau berhasil menjinakkannya, kau boleh mengambil intinya dan langsung menjadikannya pil di tempat para alkemis terkemuka kota ini."

"Begitu ya... lumayan juga," sahut Ling Xuan datar. Meski nadanya acuh tak acuh,mungkin ini bisa mempercepat pembentukan inti untuk si rubah ucap nya dalam hati

"Namaku Feng Ming, ranah *Deity Transformation* awal," pria itu memperkenalkan diri sembari sedikit memamerkan auranya. "Siapa nama Rekan Dao?"

Ling Xuan mulai melangkah menuju loket pendaftaran di dalam stan tersebut tanpa berhenti. "Namaku Xue Tu."

Feng Ming mengangkat alisnya, lalu mengarahkan lengannya dengan sikap hormat. "Semoga kau bisa melakukannya, Rekan Dao. Jika kau tertarik berbincang setelah selesai, kunjungilah aku di kedai sebelah Arena Kematian."

Begitu mereka menjauh, Xiao Hei yang sedari tadi bersembunyi di balik bahu Ling Xuan mulai berbisik dengan nada sinis. "Bos! Tak kusangka kita bisa bertemu dengan anggota Klan Feng yang sombong itu!"

Ling Xuan tidak menjawab dengan kata-kata, melainkan sebuah sentilan keras tepat di kepala kecil Xiao Hei. *Plak!*

"Aduh! Sakit, Bos!"

"Kau ini selalu saja menyebut orang lain sombong. Kebiasaan mulutmu itu harus diubah," ucap Ling Xuan dengan nada dingin. "Sudahlah, jangan banyak bicara. Ayo pergi memburu monster."

Ling Xuan melangkah masuk ke dalam bangunan stan tersebut. Dari luar, tempat itu tampak kecil dan biasa saja, namun begitu melewati pintu masuk, ruangannya ternyata sangat luas. Di sana, suasana jauh lebih gila; puluhan praktisi sedang bersiap-siap dengan senjata terhunus, mencoba berpartisipasi dalam perburuan mematikan itu.

Wajah Ling Xuan tetap datar, tanpa emosi, meski orang lain menatap terus dirinya dengan tatapan tajam.

1
Efendi Riyadi
alur ceritanya acak²an thor
Han: Di bawah 23 emang acak acakan 🙏
total 1 replies
Crimson
Kwkwkwk ku kira keras ternyata kertas, belajar lagi dek. dek🤣🤣
Crimson
Cewek yang seperti inilah yang harus di kasih paham /Panic/
Han: Yoi mirip jule
total 1 replies
Skyrenzz'
komen pertama👍
Han: mantap
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!