NovelToon NovelToon
Immortal Phoenix Emperor

Immortal Phoenix Emperor

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Balas dendam dan Kelahiran Kembali / Fantasi Timur / Perperangan / Romansa Fantasi / Mengubah Takdir
Popularitas:3.3k
Nilai: 5
Nama Author: AnginBiru

Seorang Kaisar Abadi yang sedang melewati rangkaian Ujian Langit, mengalami kegagalan karena diserang oleh Pasukan Berjubah. Dirinya yang mengalami luka cukup parah sebab gagal melewati Ujian Langit, serta merasa geram terhadap Pasukan Berjubah. Menggunakan sebuah Teknik Terlarang untuk melawan Pasukan Berjubah hingga menyebabkan tubuh dan jiwanya hancur.

Lima Ribu Tahun kemudian, Ia terlahir kembali sebagai seorang Tuan Muda dari Klan Xiao. Namun sayangnya, Ia terlahir dengan kondisi lautan energi yang tersegel sehingga membuat dirinya tidak bisa berkultivasi.

Tetapi, kondisi yang kurang baik tersebut tidak membuat dirinya menyerah. Ia akan berusaha keras untuk mendapatkan kembali seluruh kekuatannya seperti di masa lalu, demi membalaskan dendamnya serta melindungi orang yang ia cintai!!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AnginBiru, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ch. 05 - Insiden Yang Mengejutkan

Jantung Xiao Yun langsung berdegup kencang saat melihat ayahnya yang sedang menunggu kedatangannya dengan tatapan mata tajam. Ia pun bergegas menghampiri ayahnya dengan langkah yang gemetar. "Bibi Yi sudah menyampaikan perintah Ayah kepadaku. Apakah ada yang ingin Ayah sampaikan?" tanyanya dengan suara yang pelan

Xiao Qinzi hanya terdiam. Bibirnya terkatup rapat tanpa sedikitpun lengkungan. Kemudian, ia segera bangkit dari kursinya dan berjalan menghampiri Xiao Yun. Lalu, ia meletakkan tangannya dengan lembut ke rambut putranya seraya menatap penuh kasih. Meskipun Xiao Yun selalu dipandang rendah oleh orang-orang di sekitarnya. Namun Xiao Qinzi, tetap memperlakukan Xiao Yun dengan penuh kasih sayang. Akan tetapi, Xiao Yun terkadang merasa tidak nyaman saat mendapatkan perlakuan lembut dari ayahnya. Ia segera menyingkirkan tangan ayahnya dengan lembut sembari kembali bertanya, "Sebenarnya, apa yang Ayah inginkan dariku?"

"Dan, tolong berhenti menatapku seperti itu. Tatapan mata Ayah membuatku takut." ucapnya

Xiao Qinzi sontak tertegun. Kedu tangannya langsung mencubit kedua pipi Xiao Yun. "Dasar bocah kecil. Padahal aku sedang berusaha menjadi Ayah yang baik, tetapi kau justru menolaknya."

"Tentu saja aku menolak. Karena, Ayah menatapku seakan-akan ini adalah pertemuan terakhir kita. Itu membuatku sangat takut hingga merinding." jelas Xiao Yun seraya berusaha melepas cubitan ayahnya

"Dasar bocah. Kau selalu memiliki alasan yang bagus setiap kali Ayah memperlakukanmu dengan penuh kasih sayang." Xiao Qinzi terus menarik-narik pipi Xiao Yun karena merasa geram

Setelah puas mencubit pipi putra kecilnya, Xiao Qinzi segera menarik tangannya kembali. Ekspresi wajahnya tiba-tiba menjadi lebih serius seperti beberapa saat yang lalu. "Baiklah! Sudah cukup basa-basinya. Tujuan Ayah memanggilmu ke sini karena ada sesuatu yang ingin Ayah berikan kepadamu."

Xiao Qinzi langsung mengeluarkan sebuah kotak kayu dari cincin ruangnya, kemudian memberikan kotak tersebut kepada Xiao Yun. Xiao Yun pun segera menerima kotak kayu tersebut dengan kedua tangannya. "Apa yang ada di dalam kotak kayu ini, Ayah?" tanya Xiao Yun sambil memperhatikan kotak tersebut dengan teliti

"Kotak itu berisi Eliksir Tujuh Api."

"Eliksir Tujuh Api? Apakah itu adalah ramuan obat?" tanya Xiao Yun dengan ekspresi bingung

Xiao Qinzi segera menganggukkan kepalanya seraya berkata, "Eliksir Tujuh Api merupakan sebuah ramuan obat yang berfungsi, membantu seseorang yang berniat menjadi kultivator agar dapat menyerap energi murni dengan lebih mudah dan efisien."

Kedua mata Xiao Yun seketika berbinar, setelah mendengar penjelasan tentang Eliksir Tujuh Api dari ayahnya. "Itu sangat menakjubkan!" Melihat Xiao Yun yang sangat antusias, membuat Xiao Qinzi tersenyum lebar. Ia pun kembali menjelaskan tentang Eliksir Tujuh Api tersebut. "Eliksir Tujuh Api memang ramuan obat yang menakjubkan. Tetapi, kau harus berhati-hati ketika menggunakannya."

"Karena, seluruh bahan pembuatan eliksir ini mengandung unsur api yang sangat kuat. Jika kau salah sedikit saja, Eliksir Tujuh Api akan langsung melakukan serangan balik dengan membakar tubuhmu hingga menjadi abu." jelas Xiao Qinzi

Xiao Yun yang sebelumnya sangat antusias saat mengetahui manfaat menakjubkan dari Eliksir Tujuh Api. Seketika terdiam tidak bersemangat, ketika mendengar dampak buruk dari ramuan obat tersebut. Ia menatap wajah ayahnya dengan ekspresi datar seraya berkata, "Apakah Ayah mencoba membunuhku?"

Xiao Qinzi sontak tertegun. "Me, membunuhmu?! I, itu tidak mungkin! Aku tidak mungkin melakukan hal-hal buruk kepadamu, Yun'er. Aku hanya mencoba membantumu!"

"Kalau begitu.. Bagaimana dengan bagian aku akan terbakar menjadi abu?"

"I, itu adalah sebuah peringatan. Aku mengatakan hal tersebut agar kau berhati-hati ketika menggunakan Eliksir Tujuh Api." jelas Xiao Qinzi dengan gelisah

"Pembohong." ucap Xiao Yun seraya menunjukkan tatapan dingin kepada ayahnya

"Tolong jangan melihatku seperti itu. Aku sama sekali tidak berbohong. Aku melakukan semua ini untuk membantumu, bukan untuk melukaimu." ujar Xiao Qinzi seraya memegang tangan Xiao Yun dengan mata yang berkaca-kaca

Meskipun Xiao Qinzi adalah Pemimpin Klan Xiao dan seorang kultivator yang kuat di Kota Bulan Malam. Akan ada saatnya ia menjadi pria yang lemah, ketika mendapatkan perlakuan dingin dari putra kecilnya. "Yah, baiklah! Aku akan menerima Eliksir Tujuh Api ini." ucap Xiao Yun sembari menyimpan Eliksir Tujuh Api ke dalam cincin ruangnya

"Lalu, apakah Ayah memanggilku ke sini hanya untuk memberikan Eliksir Tujuh Api?"

Xiao Qinzi segera menganggukkan kepalanya.

"Kalau begitu, aku pergi dulu. Terima kasih atas Eliksir Tujuh Apinya, Ayah."

"Itu hanya hal kecil, Yun'er." ucap Xiao Qinzi sambil tersenyum

Xiao Yun langsung meninggalkan ayahnya dan berjalan keluar. Namun, langkah kakinya tiba-tiba terhenti ketika sudah berada di pintu Aula Utama. Lalu, Xiao Yun mendadak bertanya, "Apakah menurut Ayah, kali ini aku akan berhasil?"

Xiao Qinzi sontak terkejut ketika mendengar pertanyaan putranya. Nalurinya sebagai orang tua, merasakan sebuah kesedihan yang tersirat dari kata-kata Xiao Yun. Namun, Xiao Qinzi menahan diri untuk tidak mengungkapkan hal tersebut dengan jelas. Dengan kedua mata yang memandang punggung putranya. Xiao Qinzi tersenyum lebar sambil berkata, "Kau tidak perlu merasa khawatir, Yun'er. Ayah sangat yakin kalau kali ini kau akan berhasil. Dan, ingatlah selalu perkataan ayahmu ini."

"Apapun yang terjadi padamu di masa depan nanti, Ayah tetap bangga kepadamu dan selalu berada di sisimu selamanya. Kau akan selalu menjadi putra kebanggaan Ayah dan ibumu, Yun'er."

Xiao Yun langsung mengepalkan kedua telapak tangannya dengan kuat serta mengertakkan giginya. Ia tiba-tiba menjadi emosional, saat mendengar kata ibu dari ucapan Ayahnya. Xiao Yun pun kembali berbicara dengan napas yang berat, "Aku mengerti. Aku akan terus mengingat perkataan yang Ayah ucapkan hari ini. Terima kasih, karena selalu berada di sisiku." Dalam suasana hati yang bercampur aduk, Xiao Yun segera melanjutkan langkah kakinya menuju Kediaman miliknya.

_______

Setelah sampai di Kediamannya, Xiao Yun langsung melepas sepatunya dan berjalan masuk ke tempat tidur. Ia pun segera berbaring di tempat tidur. Melepas rasa lelah pada tubuhnya seraya menatap langit-langit Kediamannya. Selepas mengistirahatkan tubuh dan pikirannya selama beberapa menit. Xiao Yun segera bangkit dan mengambil sikap duduk bersila. Kemudian, ia mengeluarkan sebuah kotak kayu yang berisi Eliksir Tujuh Api dari cincin ruangnya. Dan tanpa berpikir panjang, Xiao Yun langsung meminum Eliksir Tujuh Api dengan sekali tegukan.

Setelah itu, ia segera memejamkan kedua matanya dan berkonsentrasi, untuk menyerap energi murni yang berada di sekitarnya. Saat dirinya mulai fokus untuk menyerap energi ke dalam tubuhnya. Telinga Xiao Yun tiba-tiba mendengar sebuah suara yang memanggil namanya.

"Yun! Yun!"

Suara tersebut terdengar sangat akrab di telinga Xiao Yun, sehingga membuat konsentrasinya terpecah-belah. Ia pun langsung membuka kedua matanya dengan cepat.

TSAH!

Kedua mata Xiao Yun sontak dikejutkan oleh pemandangan di sekitarnya yang tampak berbeda. Pemandangan yang ia lihat bukanlah Kediaman miliknya, tetapi sebuah ruang hampa berwarna putih. Ia pun segera bangkit dari tempatnya, mengamati keadaan di sekitar sambil bertanya-tanya, "Tempat apa ini? Kenapa aku bisa berada di sini?"

"Yun! Kemarilah!"

Di tengah rasa bingung yang memenuhi kepala Xiao Yun, kedua telinganya kembali mendengar suara yang memanggil namanya. Suara tersebut terdengar semakin jelas dan emosi Xiao Yun terlihat menjadi kacau, ketika mendengar suara yang sangat ia kenal tersebut. Ia pun segera melangkahkan kakinya untuk menghampiri sumber suara tersebut.

_______

Waktu terus berlalu..

Xiao Yun terus berjalan di ruang hampa yang sangat luas tersebut, seraya mengikuti arah datangnya suara yang memanggil namanya. Sampai akhirnya, langkah kaki Xiao Yun terhenti oleh sebuah dinding transparan yang dipenuhi kumpulan asap putih. "I, ini.. sebuah Formasi Penghalang?! Kenapa ada Formasi Penghalang di sini? Apakah suara yang terus memanggilku berasal dari dalam formasi ini?" pikir Xiao Yun

Berbagai pertanyaan terus muncul di kepalanya tanpa henti. Lalu, Xiao Yun pun segera menyentuh formasi tersebut dengan tangan kanannya. Seketika, kobaran api yang sangat panas keluar dari formasi tersebut dan menjalar ke tubuhnya dengan cepat. Seluruh tubuh Xiao Yun langsung terselimuti oleh kobaran api yang sangat hebat. Ketika bagian-bagian tubuhnya mulai terhapus oleh kobaran api tersebut, Xiao Yun tiba-tiba tersadar. Pemandangan di sekitarnya kembali berubah menjadi tempat Kediamannya.

"Hahh.. Hahh.. A, apa itu tadi? Apakah kesadaranku baru saja tertarik ke suatu tempat? Tetapi, kobaran api tadi terasa sangat nyata."

Xiao Yun benar-benar kebingungan dengan kejadian yang baru saja terjadi padanya. Di tengah kondisi tersebut, tubuh Xiao Yun mendadak kembali merasakan panas dari api yang sangat kuat. Rasa panas yang ia rasakan saat ini, serupa dengan rasa panas yang ia rasakan sebelumnya. "Ada apa ini?! Kenapa tubuhku tiba-tiba terasa panas kembali, seperti saat aku berada di ruang hampa itu? Apakah ini efek dari Eliksir Tujuh Api?!"

Xiao Yun merintih kesakitan, sebab rasa panas terbakar yang ia rasakan pada tubuhnya. Di saat bersamaan, kumpulan api keluar dari dalam tubuh Xiao Yun lalu menyelimuti seluruh tubuhnya dalam sekejap mata. Tidak hanya itu, energi murni yang berada di sekitar juga mulai masuk ke lautan energinya. "Sial!! Energi murni yang masuk ke dalam tubuhku terlalu banyak. Jika ini terus berlanjut, maka tubuhku akan meledak!" ucapnya seraya memegang erat dada kirinya

Rasa panas yang kuat dan aliran energi murni yang tanpa henti masuk ke lautan energinya, benar-benar membuat Xiao Yun menderita. Dan akhirnya, tubuh lemah Xiao Yun mencapai batasnya.

"ARRGHH!!"

BOOM!!

Tubuh Xiao Yun seketika meledakkan energi murni yang meluap tersebut dengan kuat. Kumpulan api yang menyelimuti tubuh Xiao Yun juga semakin membesar hingga membakar Kediamannya. Semua orang yang berada di wilayah Kediaman Klan Xiao sontak terkejut, saat mendengar ledakan hebat tersebut. Di sisi lain, Xiao Qinzi langsung keluar dari Aula Utama dengan ekspresi cemas. Ia pun segera terbang ke langit untuk mengetahui letak asal dari ledakan yang ia dengar tadi. Tubuhnya pun seketika membeku, saat melihat kepulan asap hitam dari tempat Kediaman putranya.

Tanpa menunda waktu, Xiao Qinzi langsung terbang melesat menuju Kediaman putranya. Sesampainya di sana, kedua mata Xiao Qinzi langsung dikejutkan oleh Kediaman Xiao Yun yang diselimuti kobaran api. Beberapa pelayan yang sudah tiba lebih dahulu, tampak berusaha memadamkan kobaran api yang membakar Kediaman Tuan Muda mereka.

Melihat kondisi Kediaman putranya yang diselimuti oleh kobaran api, membuat kekhawatiran Xiao Qinzi meningkat drastis. Lalu, ia bergegas mendekati Kediaman tersebut untuk menyelamatkan putranya. Namun, langkah kakinya terhenti oleh kedatangan Xiao Yuran di hadapannya. Dengan menundukkan kepala serta menangkupkan kepalan tangan kanannya. Xiao Yuran berkata, "Tolong jangan mendekat, Tuan Pemimpin. Kobaran apinya terlalu besar, nyawa Anda akan ikut dalam bahaya jika mendekat ke sana."

"Apa maksudmu, Yuran?! Apa kau ingin aku hanya berdiam diri dan melihat saja, sementara nyawa putraku sedang dalam bahaya?! Apakah kau sudah tidak peduli dengan Yun'er?!"

"I, itu tidak benar, Tuan Pemimpin. Aku sama sekali tidak memiliki alasan untuk mengabaikan Tuan Muda Ketiga. Tetapi, jika Anda pergi dengan kondisi Kediaman yang masih dipenuhi oleh kobaran api."

"Maka, yang akan berada di kondisi berbahaya bukan hanya Tuan Muda Ketiga. Namun Anda juga akan mengalami hal yang sama." jelas Xiao Yuran

Xiao Qinzi mengertakkan giginya setelah mendapatkan penjelasan dari Xiao Yuran. Ia sangat memahami maksud dari perkataan Xiao Yuran, tetapi ia tetap bersikeras untuk masuk ke Kediaman Xiao Yun. "Aku tidak peduli dengan bahaya yang mengancam diriku. Akan kupertaruhkan nyawaku demi Yun'er."

Xiao Qinzi langsung mengambil langkah tegas dan pergi meninggalkan Xiao Yuran. Beberapa pelayan yang melihat Xiao Qinzi mendekati Kediaman Xiao Yun, berusaha untuk menghentikannya. Namun usaha mereka sia-sia, Xiao Qinzi tetap masuk ke dalam dengan seluruh bagian tubuhnya yang terselimuti oleh pelindung yang terbuat dari energi murni.

Saat langkah kaki Xiao Qinzi tepat berada di pintu Kediaman tersebut. Kedua matanya langsung dapat melihat Xiao Yun yang terbaring pingsan di lantai, dengan kondisi kulit tubuhnya yang berwarna merah serta beberapa luka luar. Lalu, terdapat sebuah pelindung tipis berwarna emas yang menyelimuti seluruh tubuh Xiao Yun layaknya kulit telur. Xiao Qinzi pun langsung mengangkat tubuh Xiao Yun dan membawanya keluar dari Kediaman tersebut sambil berteriak, "Siapapun tolong panggilkan Tabib!!"

Beberapa pelayan yang mendengar perintah dari Xiao Qinzi, segera pergi untuk memanggil Tabib. Xiao Qinzi pun bergegas pergi seraya membawa Xiao Yun ke Kediaman miliknya bersama Xiao Yuran.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!