NovelToon NovelToon
Pernikahan Kedua

Pernikahan Kedua

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Contest / Cerai
Popularitas:302.3k
Nilai: 4.9
Nama Author: wiyanti

Luna Maheswari. Wanita muda yatim piatu, Luna terlahir dari keluarga yang sederhana. Tepat pada saat Luna berusia 18 tahun dia kehilangan kedua orang tuanya. Luna harus berjuang untuk menghidupi dirinya sendiri, dengan menjadi karyawan di salah satu Toko Kue yang lumayan terkenal di Ibu Kota. Pada saat berusia 20 Tahun Luna menikah dengan pria yang di cintainya,kini umur pernikahan Luna dan suaminya sudah menginjak usia ke 3 Tahun.Bukan hal yang mudah untuk memperjuangkan rumah tangga-nya hingga ke tahap ini.Banyak sekali kerikil-kerikil yang harus Luna lalui di dalam rumah tangga-nya, air mata , kesabaran dan pengorbanan menjadi hal yang biasa bagi Luna demi mempertahankan pernikahannya.Namun kadang kala di masa depan Luna harus mengambil keputusan demi dirinya sendiri kan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon wiyanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Makan Malam

Luna masih bertahan di dalam pelukan Alan,air matanya masih belum mau berhenti mengalir.Tidak sepatah kata pun yang keluar dari bibir bergetar Luna,hanya ada isakan tangis.Luna tidak peduli,jika air mata bahkan cairan bening di hidungnya membasahi jas dan kemeja Alan.Luna ingin meluapkan semuanya hari ini,seperti yang di katakan Alan esok hari bersama dengan hadirnya mentari pagi,Luna harus bangkit dan menjadi dirinya sendiri.

Alan tidak keberatan jika pakaiannya kotor dan basah karna wanita yang di pelukannya,Alan sangat berharap pelukannya mampu memberikan kenyamanan untuk Luna.Saat 30 menit kemudian,isakan Luna berubah menjadi hembusan nafas yang teratur dan halus,perlahan Alan menunduk melihat wajah sembab di dada bidangnya.

Bibir Alan mengembangkan sedikit senyuman,ahirnya kedua mata indah yang sejak tadi tidak berhenti mengeluarkan air mata,kini tertutup dengan damai.Wajahnya terlihat sangat sembab,pipinya masih ada sisa air mata.Bibir mungilnya terlihat sedikit pucat.Dengan perlahan dan hati-hati,tangan kekar Alan mengusap lembut pipi mulus Luna,menghapus sisa air matanya.

Banyak hal yang di fikirkan Alan saat ini,hatinya begitu sesak melihat wanita ini menangis begitu pilu.Mengapa hidupnya tidak begitu beruntung ?, Yatim piatu,mengalami keguguran.Sering menerima penghinaan,mengapa takdir begitu terlambat mempertemukannya ?.Alan mencium lembut pucuk kepala Luna,dengan penuh kasih.

"Kau harus hidup dengan baik mulai sekarang,kau harus bahagia Luna." Bisik Alan.

Perlahan Alan membenarkan posisi tidur Luna,berharap dapat memberikan kenyamanan untuk Luna.Alan sangat tau,Luna begitu kelelahan untuk melewati hari ini.Setelah merasa posisi Luna nyaman,Alan membuka laptopnya mulai mengecek email yang di kirimkan sekertarisnya.Hari ini,Alan mengesampingkan semua rapat yang sudah di jadwalkan demi menemani Luna.

Dua jam berlalu,Alan dan Luna masih berada di dalam mobil yang sama.Alan baru saja menyelesaikan pekerjaannya,pria itu menutup laptop dan menoleh ke samping.Alan tersenyum,mendapati Luna yang masih dengan nyaman tertidur.Alan menyingkirkan helaian rambut lembut Luna,yang menutupi wajah cantiknya.

"Egghh.." Setelah dua jam tertidur,ahirnya wanita itu bergerak dan membuka matanya.

Luna mengerjapkan kedua matanya,pertama kali yang di lihatnya tak lain pria yang terahir kali bersamanya.Pria dingin yang dengan sengaja di peluknya,mengingatnya membuat Luna tersipu malu,bagaimana bisa dirinya dengan tidak tau malunya memeluk Alan.Luna bahkan tidak tau berapa lama dia memeluknya ?, lebih parahnya lagi,wanita itu tidak sadar jika sampai tertidur di pelukan Alan.

Luna tidak mau terus memikirkan itu,Luna mulai bangkit dan merapikan rambut nya.Sedikit cangung,merasa kedua manik mata hitam di sampingnya sejak tadi menatapnya.

"A Apa aku terlalu lama tertidur...?" Tanya Luna cangung.

"Hem." Jawab singkat Alan.

Oh ! Pria bijaksana dan lembut beberapa jam yang lalu,kini sudah berubah menjadi dingin dan datar seperti sedia kala.Luna cemberut kesal,mendengar jawaban dari Alan.Kecangungan yang di rasakan sebelumnya,hilang dalam sekejap.Wajah cantik itu cemberut dan mengerutu di dalam hati.

"Dasar pria datar." Batin Luna.

Tanpa pikir panjang Alan keluar dari mobil menuju kursi kemudi,sebelum itu suara dinginnya kembali membuat kesal Luna.

"Turun dan duduk di depan." Ucap datar Alan.

Luna tidak mengatakan apapun,walaupun sangat kesal di buatnya.Tapi Luna tidak ingin membantahnya,sejak bangun dari tidur kepalanya terasa berdenyut.Lelah di tubuhnya semakin menjadi,tubuhnya sangat rapuh.Beban fikiran yang di tangungnya,berpengaruh besar untuk kesehatan tubuhnya.Beruntung ada Alan yang selama ini mengontrol setiap makanan yang di makan Luna,jika tidak ?, tidak tau akan seperti apa wanita itu menjaga kesehatannya sendiri.

Saat Alan dan Luna sudah menduduki kursi masing-masing,Alan mulai melajukan mobilnya.

"Bersiaplah nanti malam kita akan bertemu dengan mommy dan daddy.." Alan memberitau Luna.

"Daddy...?" Ulang Luna kebingungan.

"Mereka siang ini sampai di jakarta,mommy mengajak kita makan malam di masion.Daddy ingin bertemu denganmu," Alan menjelaskan.

"Apa..."Pekik Luna.

"Ada apa ?" Tanya Alan menaikkan satu alisnya menatap Luna.

"Mengapa baru memberitau sekarang." Protes Luna dengan kesal.

"Apanya yang salah,? makan malam masih sekitar jam 7.Ini baru jam 4 sore,masih ada waktu untuk bersiap-siap." Jawab Alan santai.

"Jika hanya bertemu mommy tentu tidak masalah,tapi ini Tuan Xander,bagaimana pun aku harus bersiap-siap lebih lama." Bantah Luna,kedua matanya menatap tajam Alan.

"Mengapa membutuhkan waktu lama untuk bersiap-siap ?" Alan masih belum mengerti,apa maksud dari Luna.

"A Aku,sebelumnya belum mengenal dan belum pernah bertemu Tuan Xander...Bagaimana jika aku membuat kesalahan saat bertemu dengannya nanti ?" Lirih Luna menunduk,dari nadanya mengandung banyak ke khawatiran.

Mendengar ucapan Luna,kini Alan menjadi mengerti apa yang di maksudnya." Kau hanya akan bertemu dengan Daddy,bukan Presiden Amerika Luna ?" Oh Alan,pria dingin itu tidak tau bagaimana cara menenangkan seseorang yang sedang khawatir.

"Kau tidak akan mengerti,bagaimana jika Tuan Xander tidak menyukaiku ?,aku hanya seorang janda yang tidak punya apa pun,aku..."

"Cukup...Berhenti mengatakan omong kosong,dia Daddy bukan orang lain.Dia akan menerimamu,tidak peduli apapun kecuali dirimu.Berhenti mengkhawatirkan yang tidak perlu." Alan memotong ucapan Luna,dengan suara sedikit meninggi.

Alan sangat membenci ucapan yang merendahkan diri Luna sendiri,Alan hanya ingin Luna percaya akan dirinya sendiri,cukup menjadi diri sendiri tidak peduli hal yang lainnya.

"Tapi..."

"Diam dan jadi anak baik,jangan mendebatku Luna." Ketus Alan,pria itu tidak membiarkan Luna mengatakan terlalu banyak omong kosong yang membuatnya kesal.

Benar saja,setelah Alan mengatakan itu.Luna benar-benar mengunci bibir mungilnya,wajahnya terlihat cemberut tidak bersahabat.Sepanjang perjalanan,Luna tidak mengatakan apapun lagi.Alan tersenyum tipis melirik wajah cemberut Luna,senyuman itu sangat tipis, hingga Luna sendiri tidak menyadarinya,Baginya wajah Luna yang seperti ini terlihat sangat menggemaskan.

Matahari sore,sudah berganti dengan bintang cerah yang menghiasi suasana malam hari.Tepat pada jam 7,Alan dan Luna telah tiba di Masion keluarga Luwis.Masion itu terlihat,megah di hiasi lampu-lampu bersinar terang,terligat sangat yang indah.Begitu Luna memasuki Masion megah itu,hati Luna berbinar suasana ini memberikan kesan tersendiri untuk Luna.Tanpa sadar,bibirnya tersenyum manis.

"Kalian sudah datang."Suara anggun,merdu yang terdengar mengalihkan perhatian Luna.

"Mommy." Panggil Luna tersenyum,hatinya menghangat melihat wanita anggun di depannya.

Luna menghampiri Nina,tanpa malu Luna menghambur memeluk Ibu angkatnya.Rasanya sudah sangat lama tidak bertemu,wanita yang penuh dengan kasih sayang ini.Walawpun hanya beberapa minggu saja,sebenarnya Luna tidak bertemu dengan Nina.

"Aku merindukan mommy." Ungkap Luna.

"Mommy juga merindukanmu sayang,bagaimana kabarmu ?" Tanya Nina melepas pelukan eratnya.Tangan putih itu,membelai lembut wajah cantik putri angkatnya.

"Sangat baik mom..." Jawab Luna dengan senyum tulusnya,siapa bilang Luna tidak beruntung ?,di balik semua kejadian yang di alaminya,banyak hal juga kebahagiaan yang di dapatkannya.Salah satunya mempunyai ibu angkat yang sangat menyayanginya,tanpa memandang apapun.Itu sangat berarti untuk Luna,melebihi apapun.

TBC

Hai...Mohon dukungan,like dan komennya ya.Jangan lupa di masukan ke yang terfavorite dan berkan rate 😊🙏

1
Emmy Gultom
selesainya ko gantung.😆
Bzaa
aya Luna bukti kan tanpa Rama kamu bs
Bzaa
jgn jdi kemah Luna, ayo balass
Bzaa
pisah ajalah ngapain bertahan dgn suami bgtu
Bzaa
kagetin lun, biar mereka tau kl kamu liat
Bzaa
semangat luna
Bzaa
kykny otaknya udah di cuci si Rama eama
Bzaa
duhhhh si Rama
Bzaa
semangat terus ya tor
Bzaa
hadirr
Wie_Wie
Biasa
Wie_Wie
Lumayan
Wie_Wie
Biasa
Wie_Wie
Luar biasa
Wie_Wie
Luar biasa
Wie_Wie
luar biasa
Wie_Wie
👍
☠ᴷⁱⁿᵃⁿᵈ ⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔❁︎⃞⃟ʂ
semangat
♀️
penolakan Luna sangat mengganggu anton
Sty_Fa
namanya angel kelakuan kayak devil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!