Bagaimana rasanya ditinggal untuk selamanya oleh kedua orang tua, dan mempunyai ibu tiri yang yang gila harta, menjual anak tirinya kepada lelaki kaya demi uang, inilah yang dirasakan Lusiana gadis malang yang dijual ibu tirinya demi dirinya sendiri, dan harus menikah dengan pria yang membelinya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Melly, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
part 33 Pernikahan Adam dan Nurin
Hari ini sudah seperti biasanya, Tama sudah kembali kekantor untuk beraktivitas seperti biasanya, sedangkan Lusiana hanya menjadi ibu rumah tangga dirumah karena Tama tak mengizinkan Lusiana untuk bekerja. Seperti undangan Adam dengan Nurin beberapa hari lalu, bahwa hari ini mereka akan melangsungkan pernikahannya. Lusiana yang masih bingung apakah ia akan datang atau tidak, tapi nggak mungkin ia datang tanpa seizin Tama, kalau tak datang Lusiana juga merasa tak enak dengan Adam maupun Nurin, Lusiana mencoba menghubungi Tama untuk mengatakan bahwa hari ini pernikahan papanya, mungkin saja Tama lupa jadi Lusiana mencoba untuk mengingatkan Tama.
"Hallo, kamu lagi sibuk nggak?" tanya Lusiana ketika Tama mengangkat telfonnya.
"Nggak juga sih, memangnya ada hal penting apa? sampai kamu menelfon aku di jam segini" Tama melirik jam tangannya yang masih menunjukkan jam 10 pagi, biasanya Lusiana tak pernah menelfon di jam segini.
"Hmmmm, kamu nggak ingat?" tanya Lusiana mencoba mengingatkan sesuatu.
"Ingat apa?" tanya Tama
"Hari ini kan hari pernikahan papamu dengan Nurin"
"Owhh" jawab Tama tak bersemangat.
"Kamu nggak ada niatan untuk datang?"
"Nggak ah, buat apa aku datang, rasa kecewa dan sakit aku aja masih belum hilang, aku nggak mau menambah rasa sakit itu dengan datang kepernikahan mereka"
"Tapi dia ngundang aku juga, kalau kamu nggak mau datang aku pergi sendiri ya" ucap Lusiana meminta izin kepada suaminya.
"Emang kamu pengen banget datang?"
"Ya...kalau kamu mengizinkan sih"
"Yaudah jika kamu memang mau datang, datang aja, tapi sepertinya aku nggak mau datang"
"Kenapa?, masa kamu nggak mau datang ke acara spesial papa kamu?"
"Spesial buat dia kan, bukan buat aku"
"Kamu boleh marah sama papa mu, tapi sekarang setidaknya hargai mereka yang udah ngundang kita" Lusiana mencoba memberikan penjelasan kepada Tama.
"HARGAI kamu bilang, buat apa aku menghargainya dia aja nggak pernah menghargai aku"
"Iya, aku paham tapi bagaimanapun juga papamu pasti mengharapkan kehadiranmu"
"Nggak tau lah, rasanya aku udah nggak mau lagi lihat mereka"
"Buat kali ini aja, kesampingkan rasa kecewa kamu"
"Entahlah aku coba fikir-fikir dulu"
Sementara itu disebuah hotel mewah Nurin telah bersiap-siap untuk menuju altar pernikahan, tapi Nurin masih merasa gelisah untuk menikah bagaimana tidak pernikahan itu tak direstui oleh mama, papanya. Walaupun kedua orang tuanya menghadiri pernikahannya, tapi itu bukan berarti mereka mendapatkan restu sepenuhnya untuk menikah.
"Sayang kamu yakin mau menikah dengan laki-laki tua itu?" tanya mama Nurin
"Iya ma, Nurin sangat mencintainya"
"Cinta aja nggak cukup nak, coba kamu fikirkan ketika kamu sudah punya anak nanti, dia pasti sudah sakit-sakitan"
"Kok mama ngomong gitu sih, bukankah mama telah memberikan kami restu"
"Iya mama merestui kalian karena kamu mendesaknya, mama lakuin ini karena kamu mengancam akan bunuh diri jika mama tak merestui kalian"
"Ma, sekarang Nurin udah mau nikah setidaknya untuk saat ini mama dukung Nurin"
"Mama selalu dukung kamu kok, mama ngelarang kamu buat nikah dengan laki-laki tua itu demi kebahagiaan kamu nak"
"Nurin bahagia kok ma"
"Kamu itu dulu pacaran sama anaknya, sekarang kamu menikah dengan bapaknya, apa kata orang nak?"
"Mama lebih memikirkan apa kata orang daripada kebahagiaan aku sendiri?"
"Bukan gitu nak, terserah kamu deh, percuma saja mama ngomong toh kamu nggak mau mendengarkan mama"
"Nurin nggak mau jadi anak durhaka dengan membantah omongan mama, tapi untuk kali ini biarkan Nurin bahagia ya ma dengan restu yang tulus dari mama"
"Mama bisa apa sekarang, sekarang hari pernikahan kamu, walaupun dengan berat hati mama dan papa akan tetap mengantarkan kamu ke altar pernikahan"
"Oh ya, papa mana ma, kok papa nggak nemuin Nurin disini?" tanya Nurin yang tak melihat kehadiran papanya sedari tadi.
"Ada, papa kamu ada diluar"
"Papa masih marahnya sama aku ya ma?"
"Nggak sayang, bentar lagi papa kamu akan datang kesini kok, oh ya apakah Tama tahu bahwa kalian akan menikah hari ini?"
"Iya, kita udah mengundangnya kemaren, tapi nggak tau deh mereka akan datang atau tidak"
"Mereka maksudnya?" mamanya Nurin tidak mengetahui bahwa Tama telah menikah.
"Iya mereka, Tama dengan istrinya"
"Apa?, jadi Tama telah menikah?"
"Udah, mereka udah lama menikahnya semenjak Nurin masih berada diluar negeri"
"Kok mama nggak tau ya"
"Ya.. pernikahannya tertutup ma, dia nggak terlalu mengundang banyak orang"
"Owhh, istrinya pasti anak orang kaya ya?"
"Nggak ma, istrinya orang biasa aja, malahan disaat mereka menikah istrinya itu masih duduk di bangku SMA"
"Kok Tama mau sama perempuan seperti itu"
"Nggak tau juga sih ma, tapi yaudah lah toh mereka bahagia kok sampai sekarang"
"Tapi kamu yakin udah nggak ada rasa cinta lagi buat Tama?"
"Nurin bingung juga sih ma, tapi yang jelas Nurin jauh lebih bahagia dengan mas Adam"
"Ayok kita keluar sekarang, penghulunya udah datang" ucap papanya Nurin yang baru masuk keruangan hias Nurin
"Pa..Nurin senang akhirnya bisa melihat papa disini" ucap Nurin girang.
"Walau bagaimanapun, kamu anak semata wayang papa, jadi papa pasti akan datang dihari bahagia mu, anak papa cantik banget sih"
"Iya dong pa, Nurin emang selalu cantik kok"
"Yaudah kamu udah siap?, kita keluar sekarang ya"
"Iya Nurin udah siap kok pa"
Sedangkan dirumah, Nurin telah bersiap-siap untuk datang kepernikahan Adam dan Nurin, namun Tama masih belum pulang juga. Mungkin saja Tama benar-benar nggak mau datang, jadi Lusiana memutuskan untuk pergi sendiri. Saat Lusiana hendak masuk mobil, tiba-tiba Tama pulang.
"Kamu udah mau berangkat?" tanya Tama melihat Lusiana sudah berpakaian khusus untuk kondangan.
"Iya, kamu yakin nggak mau datang?" tanya Lusiana untuk meyakinkan Tama.
"Iya, lagian aku capek juga, kamu pergi aja sendirian ya"
"Yaudah aku berangkat dulu"
"Tunggu!" Tama menghentikan mobil Lusiana yang hendak berangkat
"Ada apa?" tanya Lusiana penasaran kenapa Tama memberhentikan mobilnya.
"Aku ikut deh"
"Serius kamu mau ikut?" tanya Lusiana dengan senyum bahagianya, akhirnya Tama mau datang juga ke acara pernikahan papanya.
"Iya, tapi aku ganti baju dulu ya"
"Yaudah aku tungguin deh"
"Kita berangkat pakai mobil aku aja ya"
"Iya, yaudah kamu buruan ganti bajunya nanti kita telat lagi"
Sementara Tama ganti baju, Lusiana turun dari mobilnya dan duduk di taman rumahnya untuk menunggu Tama yang berganti pakaian. Tak lama kemudian Tama telah selesai berganti pakaian.
"Udah selesai?"
"Iya, kita berangkat sekarang?"
"Ayuk"
Akhirnya mereka berdua datang kepernikahan Adam dan Nurin.
Bersambung 😍
dr cerita dia (adam) mulai awal sampek kerumah nurin ,dan kehamilan nurin ,sampek diusir gk direstui oleh bram,
padahal habis pulang dr rmh nurin langsung meninggal si adam
dan dlm semua dramanya sllu jadi protagonis dan mudah senyum
like episode tertinggal
salam dari IKYD