NovelToon NovelToon
RINDU TAK BERTUAN

RINDU TAK BERTUAN

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Contest / Patahhati / Cintapertama / Tamat
Popularitas:3.6M
Nilai: 4.9
Nama Author: REZ Zha

" Katakan sekali lagi, apa yang kau ucapkan tadi?!" Dirga menatap dengan sorot mata menghunus ke arah wanita di hadapannya.

" A-aku ingin kita putus, a-aku merasa tertekan selama menjadi pacarmu, jadi aku mohon, aku ingin hubungan kita berakhir sampai di sini saja," suara Kirania terdengar lirih.

" Baik ... baiklah, jika itu yang kau mau, mulai saat ini kita putus, aku tidak akan mengganggu. Dan aku menganggap kita tidak pernah saling mengenal sebelumnya!" tandas Dirga meninggalkan Kirania dengan langkah lebar.

Sejak saat itu Kirania memang tak pernah melihat sosok pria yang sudah membuatnya jatuh hati.

Hingga akhirnya beberapa tahun kemudian, mereka kembali dipertemukan dalam situasi yang rumit.

Akan kah cinta lama mereka bersemi atau mereka sama-sama mempertahankan gengsi mereka masing-masing demi menghindari rasa sakit hati.


ig : rez_zha29

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon REZ Zha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Memberi Hukuman.

Wajah Kirania menegang, kumpulan orang-orang di depannya bagaikan eksekutor yang siap untuk mengeksekusinya. Kirania hanya bisa mencengkram lengan kedua temannya erat-erat seolah meminta pertolongan.

" Ran, sakit, Ran ...!"

" Kamu kenapa, Ran?"

Suara Hasna dan Sabilla mengalihkan pandangan menyeramkan di depannya. Kirania langsung menoleh ke arah kedua temannya bergantian. Terlihat wajah heran di antara kedua temannya itu. Dia kemudian mengalihkan kembali pandangannya ke depannya. Terlihat orang-orang menatap ke arahnya tanpa bersuara, hanya beberapa orang yang terlihat berbisik, tapi dia tidak menjumpai orang-orang yang memperolok nya tadi. Kirania menarik nafas lega, karena tadi cuma halusinasinya saja.

" Kirania ...! Cepat, ada yang ingin menyampaikan permohonan maaf, tuh!" seru salah satu mahasiswa di sana.

Mendengar mahasiswa tadi mengucapkan kalimat itu Hasna dan Sabilla kemudian menarik tangan Kirania untuk mendekati kerumunan mahasiswa di sana. Seketika itu juga kerumunan mahasiswa itu membelah seolah memberikan jalan kepada Kirania dan kedua temannya untuk ke tengah lapangan.

Kirania melihat ada tiga orang yang sedang berdiri di tengah lapangan dengan tulisan di dada masing-masing.

...Saya pendengki sejati,...

...hati-hati berteman dengan saya...

...Saya manusia jahat,...

...karena saya titisan Mak Lampir...

...Saya manusia tak punya hati...

...karena hati saya tertukar dengan ati ayam...

Hasna dan Sabilla menyeringai membaca tulisan-tulisan di dada Naura dan teman-temannya. Bahkan beberapa mahasiswa di sana tertawa-tawa membaca tulisan-tulisan itu dan tak sedikit yang mengabadikan kejadian langka itu dengan ponselnya.

" Jadi kita kemari untuk melihat ini?" tanya Hasna melipat tangan di dadanya tersenyum lebar.

" Apa kalian pelaku penyebar video itu?" selidik Sabilla. " Cuma gini doang hukumannya?"

Tiba-tiba ada seorang mahasiswa menyodorkan sebuah mic pada Naura yang didaulat sebagai salah satu dari pendosa saat itu.

" Gue emm, saya Naura Almaira dengan ini atas nama pribadi dan teman-teman saya menyampaikan ... permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada Kirania. Karena ... kami telah dengan sengaja merekam dan menyebarkan video rekaman yang menyebabkan beredarnya gosip yang menyudutkan dan merugikan Kirania. Kami juga memohon maaf karena telah dengan sengaja melakukan tindakan perundungan, melakukan kekerasan fisik dengan mendorong Kirania hingga terjatuh."

" Dia pernah mendorong kamu, Ran?" tanya Sabilla disela-sela Naura menyampaikan permohonan maafnya.

Kirania menganggukkan kepala. " Kapan? Kenapa kamu nggak cerita ke aku, Ran?" tanya Sabilla kembali.

" Sssttt ... dengar Naura selesai bicara dulu!" sergah Hasna.

" Kami berjanji, kami tidak akan melakukan hal itu lagi, kami tidak akan bersikap buruk terhadap Kirania lagi dan kami berjanji akan menjalankan hukuman selama satu bulan ke depan. Kami bersedia melayani semua kebutuhan Kirania. Dan kami bersedia berkeliling kampus dengan berteriak memberi pengakuan jika kami adalah manusia yang iri hati kepada Kirania. Jika kami melanggar, kami bersedia menerima sangsi yang lebih berat termasuk dikucilkan dari kampus ini. Demikian pengakuan kami ini. Kami sampaikan dengan sesungguhnya tanpa ada paksaan dari siapapun juga. Dan kepada Kirania yang telah menjadi korban kami, mohon kemurahan hatinya untuk memaafkan kami ...."

" Huuuuuuuu ...!" seru mahasiswa di sekitar menyoraki saat Naura mengakhiri ucapannya.

" Sakit hati diputusin Dirga, jadi gitu ,deh, tingkahnya!"

" Gue pikir dia cuma songong doang, ternyata jahat juga."

Beberapa mahasiswa mulai menggunjingkan Naura dan temannya.

" Has kamu dengar tadi? Satu bulan melayani Kirania? Bisa aku manfaatkan, dong!" Sabilla menggerakkan alisnya.

" Tapi menurut aku hukumannya masih kurang sadis, tuh!" Hasna memprotes.

" Kalian tanda tangani surat pernyataan ini." Mahasiswa yang menyerahkan mic tadi menyodorkan selembar kertas dan pulpen. " Masing-masing dari kalian tanda tangan di atas materai itu."

Naura dan teman-temannya yang wajahnya sudah memerah karena malu dengan cepat menandatangani lembar itu.

" Perhatian juga untuk mahasiswa lain yang berani mengganggu Kirania, kalian akan bernasib sama seperti ketiga orang ini!" seru mahasiswa itu tadi kepada mahasiswa yang berkumpul di sana.

" Kalian bertiga, kalian pakai terus tulisan di dada kalian itu selama satu bulan. Kalian bisa melepasnya jika di kelas, saat dosen mengajar. Selebihnya, jangan berani-berani melepas itu! Dan kalian wajib memposting apa yang terjadi dengan kalian saat ini, dengan tulisan itu ke sosmed kalian, beri caption ' Inilah akibat bersikap dengki terhadap teman' dan jangan berani menghapus postingan itu. Kalian paham?!" Naura dan temannya tercengang mendengar hukuman yang sangat memalukan menurut mereka.

Sekarang terserah kamu Kirania, ingin berbuat apa dengan mereka. Tugas kita sudah selesai." Mahasiswa itu kemudian langsung pergi. Sementara beberapa mahasiswa yang tadi menonton mulai membubarkan diri.

" Aku tahu kalian, terutama kau Naura, bukan tipe orang yang berbesar hati mengakui kesalahan. Apa ada yang menyuruh kalian melakukan ini?" tanya Sabilla menyelidik.

" Cih, lu pikir gue sudi minta maaf ke dia?" ketus Naura.

" Eits ... kamu baru saja melanggar apa yang kamu ucapkan tadi," sindir Hasna.

" Siapa yang menyuruh kamu membuat pengakuan ini?" Kirania yang sedari tadi hanya diam akhirnya melontarkan pertanyaan.

" Ck, siapa lagi kalau bukan Dirga! Kalau bukan dia yang maksa, males banget gue dipermalukan seperti ini!" Dengan wajah merah padam Naura dan teman-temannya akhirnya meninggalkan Kirania dan sahabatnya.

" Awas kalau kamu masih berani macam-macam sama Kirania, aku sleding kepalamu!" ancam Sabilla menggertak.

" Satu urusan beres, Ran. Nggak ada yang berani mengusik kamu sekarang." Hasna menepuk pundak Kirania.

Kirania mengedikkan bahunya. " Entahlah, Has."

" Ya sudah, ke kantin, yuk." Sabilla menggandeng tangan Kirania. Mereka pun mengikuti mahasiswa lain beranjak meninggalkan lapangan basket yang akhirnya kini lengang.

***

Flashback on

Sehari sebelumnya

Dirga baru saja sampai di rumahnya ketika telepon masuk dari Ruben ke ponselnya.

" Hallo, gimana?"

" Pelaku penyebar video itu mantan lu sendiri, Ga. Si Naura. Menurut pengakuannya, teman dia yang melihat kita di kafe itu terus merekam dan mengirim hasil rekaman itu ke dia."

" Ck, sial!" umpat Dirga.

" Dan ada fakta baru yang terungkap dari mantan lu itu, Ga."

" Apaan?"

" Ternyata sebelumnya Naura pernah melakukan kekerasan fisik terhadap si kuper ...."

" Ck, panggil nama, dia punya nama, sialan, lu!" Dirga kesal teman-temannya seolah enggan menyebut nama Kirania, mereka lebih senang memanggilnya dengan sebutan di kuper.

" Hehe ... sorry, Bro."

" Kekerasan fisik apa maksud lu tadi?" Dirga merasa penasaran terhadap ucapan Ruben.

" Beberapa hari lalu dia pernah mendorong Kirania di toilet sampai terjatuh. Lalu temannya menendang kaki Kirania yang cidera itu."

" Breng sek!" geram Dirga.

" Lalu pas si Arif lihat Prayoga jemput Kirania itu ternyata ada beberapa anak yang lihat, Naura cs sedang mendorong-dorong tubuh Kirana bergantian. Nah saat itu Prayoga datang, tolong Kirania dan mengusir Naura dan kroninya.

" Cari mati itu cewek! Ben, lu atur supaya itu cewek sama teman-temannya meminta maaf secara terbuka ke Kirania dan disaksikan mahasiswa yang lain. Bikin mereka kapok kalau perlu kucilkan mereka bertiga!" Perintah Dirga yang tak bisa dibantah Ruben.

Flashback off

***

Setelah jam mata kuliah yang diikuti Kirania, Hasna dan Sabilla berakhir ...

Ddrrttt ddrrtt

Kirania buru-buru mengambil ponselnya dari dalam tas.

" Assalamualaikum, Ran. Sudah mau pulang? Aku jemput kamu ke sana sekarang, ya?" Pesan dari Yoga yang masuk di ponsel Kirania. Dengan cepat Kirania menjawab.

" Waalaikumsalam, nggak usah repot-repot, Ga. Aku ikut sama Hasna atau Sabilla saja."

" Nggak apa-apa, kok, Ran. Aku OTW, ya. Assalamualaikum."

Setelah mengetikan balasan atas salam yang diberikan Yoga, Kirania pun memasukkan kembali ponsel ke tasnya. Saat Sabilla mengirimkan pesan ke Yoga tadi sebelum mereka menuju lapangan basket. Kirania sempat kembali mengirim pesan kepada pria itu, kalau tidak terjadi apa-apa terhadap dirinya, jadi dia meminta Yoga untuk tidak perlu ke kampusnya.

" Kamu ikut aku atau Sabilla, Ran?" tanya Hasna.

" Aku nggak ikut kalian, deh." Kirania menolak halus.

" Lalu kamu pulang sama siapa?" tanya Sabilla.

" Yoga baru saja kirim pesan, katanya dia mau jemput ke sini." Kirania menyahuti.

" Cieee ... yang getol pedekate," celetuk Sabilla menggoda.

" Sudah, deh. Terima saja, Ran. Daripada dia jatuh ke tangan cewek lain, rugi kamu, Ran," sambung Hasna.

" Apaan, sih. Kalian ini senang banget menggoda." Wajah Kirania sudah mulai merona.

" Jadi benar nggak ikut kita, nih?" tanya Hasna memastikan. Dan dibalas anggukan kepala Kirania.

" Kalian duluan saja, aku mau ke perpus dulu." Kirania mempersilahkan kedua temannya untuk meninggalkannya.

Akhirnya setelah kedua sahabatnya itu beranjak ke arah halaman parkir, Kirania pun melanjutkan niatnya ke perpustakaan. Dan setelah mendapatkan buku yang diinginkan, Kirania pun bergegas ke luar area kampus, untuk menunggu kedatangan Yoga yang berjanji akan menjemputnya.

" Rania ...."

Kirania menghentikan langkahnya saat suara yang dia kenal memanggil namanya.

*

*

*

Bersambung ...

Selamat Berpuasa

Happy Reading❤️

1
fitri anwar
Karya mu bagus kak, di baca ulang ulang tapi tidak ada bosannya, sukses selalu dalam berkaya kakak.❤️💪💪💪
fitri anwar
till janah ya Abang dirga sama kirabia..😍
fitri anwar
si Karina cantik banget😍 cocok sama pak Ricky, dewasa.. gilang sama naura aja Author🤣🤣
fitri anwar
Wanita idaman, cantik manis sederhana, plus pluss banyak. jgan buat kecewa yah kak dirga, kami para readers siap membela kirania🤣🔥🔥🔥🔥
fitri anwar
akhirnya Rindu pun Bertuan😍.. semoga cepat hadir Dirga junior dan Kirania junior, aamiin...😍😘😘
fitri anwar
alhamdulillah sah, samawa yah sampai maut memisahkan.😭😭😭 senag bacanya.. ehhmmm otw unboxing😍🔥🔥🔥
fitri anwar
😍😍😍😍 no comen
fitri anwar
😭😭😭🔥🔥🔥💋💋💋💋🤣🤣🤣🤣🤣 kiss time
fitri anwar
pliss nyata ini🥺😭😭😭 jangan mimpi ahhhh😭😭😭😭
fitri anwar
😭😭😭 demi Allah aku nangis bacax, sambil dengar lagunya afgan ya Allah... 😭😭😭😭
fitri anwar
🥺🥺😭😭😭 pliss jangan pergi, ego mu terllu tinggi Kirania, dsini bukan kamu saja dan Dirga saja yang sakit, kami yg baca juga sakit..🥺😭😭😭😭
fitri anwar
no comen🤣🤣🤣🤣🤣
fitri anwar
sama Edo aja yah Nadia.. cocok😍🔥🔥
fitri anwar
Neng taya🔥🤣🤣🤣
fitri anwar
Maklumlah sama² rindu🥺🥺😘😘😘
fitri anwar
🥺🥺 bilang aku juga cinta kamu dirga, aku rindu kamu gitu dong kirania.😭😭😭😭
fitri anwar
pliss Nadia tolong pergi plissss🤣
fitri anwar
emang enak, iya paling enak🤣🤣🤣🤣
fitri anwar
aduh horor🥺😭😭😭
fitri anwar
mantap bang Dirga🔥😍😍😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!