Season 1.
Siti,gadis desa yang baru pindah ke kota tanpa sengaja bertemu dengan pria dingin beranak satu tanpa ikatan pernikahan yang bernama Reynand. Sang putri yang sangat menyukai Siti menginginkan papa nya menikahi Siti. Hanya demi sang putri,pria itu akhirnya menikahi Siti. Akan kah Siti bisa mendapatkan cinta dari pria dingin itu yang ternyata masih sangat mencintai ibu dari sang putri? Ini adalah lanjutan kisah cinta Rey dari novel sebelumnya,Cyndia Clara.
Season 2
Menceritakan kisah cinta dari adiknya Siti yang bernama Seno. Kisah cintanya yang rumit hingga harus menjalani pernikahan singkat lalu menikah untuk kedua kalinya dengan gadis yang tidak dia cintai. Hingga dia berusaha untuk bisa mencintai istri keduanya. Ada juga kisah cinta dari anaknya Rey yang bernama Cinta.
Selamat membaca,semoga suka. Jangan lupa dukungannya untuk author berupa like,komen,gift maupun vote.
Terimkasih.
Salam author 💖Jasmine💖
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon jasmine murni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 33
"Ayo kamu makan,ini sudah hampir malam!" Titah Rey seraya menyodorkan makanan ke tangan Siti. "Atau mau di suapi,hmm?"
"Makan sendiri." Siti lalu mengambil makanan dari tangan suaminya dan langsung memakannya.
Baru makan separuhnya Siti sudah meletakkan makanannya kembali ke atas nakas.
"Loh kok tidak di habiskan?"
"Kenyang." Jawab Siti singkat.
Rey mengambil lagi makanan Siti. "Ayo buka mulutnya,saya suapi!"
Siti menggeleng. "Kenyang!"
Rey menatap Siti dengan tatapan tajam. "Kamu harus makan yang banyak,Siti!"
"Hmm,kenyang! Kamu mau saya muntahkan lagi makanan yang sudah masuk ke perut?" Menoleh ke arah lain dengan wajah ketus yang di buat-buat. Kok dia masih sabar sih. Batin Siti.
"Hmm. . ." Rey hanya menatapnya sekilas kemudian segera berlalu ke kursi plastik yang ada di kamar inap Siti. Kamar yang sangat sederhana karena memang Siti di rawat di Rumah Sakit biasa.
Siti melirik suaminya yang mulai memejamkan mata dengan kepala bersandar di ujung kursi. Memangnya bisa tahan berapa lama tidur posisi seperti itu. Ucap Siti dalam hati sambil menyunggingkan senyum tipis.
Tiba-tiba Siti merasa ada dorongan ingin ke kamar mandi. Siti lalu turun perlahan dari ranjang besi menuju kamar mandi.
"Mau kemana,sudah malam?" Rey tiba-tiba mengagetkannya. Ternyata suaminya itu belum benar-benar tidur atau malah memang tidak bisa tidur dengan posisi seperti itu.
"Ke kamar mandi." Jawab Siti sambil terus berjalan.
"Bisa sendiri?"
"Bisa. Sudah biasa!"
"Hmm."
Siti pun masuk ke kamar mandi lalu menguncinya dari dalam. Karena perutnya terasa sangat mulas jadi dia lumayan lama di dalam kamar mandi.
"Siti! Sedang apa kamu lama sekali?" Terdengar pintu kamar mandi di dorong. Untung tadi sempat Siti kunci. Siti sengaja diam tidak menjawab.
"Siti!" Teriak Rey sambil terus mendorong pintu. "Lima menit tidak keluar,saya dobrak!" Ancam Rey.
"Sakit perut!" Teriak Siti dari dalam.
Rey tersenyum tipis. "Saya tunggu lima menit!" Ucapnya lagi.
Apaan sih orang sakit perut di suruh lima menit. Gerutu Siti dalam hati.
Lima menit berlalu. " Sudah lima menit. Saya dobrak ya!" Ancam Rey lagi.
"Iya sebentar!" Siti balas teriak. Lalu terdengar suara gemericik air.
Rey kembali duduk di kursi sambil memasang telinganya baik-baik. Ingin tahu apa yang di kerjakan oleh istrinya itu di kamar mandi sampai hampir setengah jam belum juga keluar.
Ceklek. Pintu kamar mandi terbuka. Siti keluar dengan wajah masam tanpa menoleh ke arah suaminya langsung naik lagi ke atas ranjang.
"Betah amat di kamar mandi malam-malam? Mau tidur di sana,hmm?" Rey berjalan mendekat ke ranjang.
Siti diam saja. Dia malah menarik selimutnya sampai kepala.
Rey langsung menyingkap selimut yang Siti pakai. "Buka!" Titahnya.
Siti menoleh sekilas lalu menarik lagi selimutnya.
"Saya mau tidur juga di sini!" Sambil naik ke atas ranjang.
"Eehh,tidak bisa begitu! Tidak muat!" Siti protes.
"Muat,asal kamu tidak banyak gerak!"
"Iihh sempit!" Siti mendorong tubuh Rey agar turun dari kasur. " tidur di kursi itu kan bisa."
"Mana bisa saya tidur di kursi itu,bisa-bisa saya jatuh!" Tolak Rey.
"Iihh. Ya sudah biar saya saja yang tidur di kursi!" Siti hendak turun tapi tangannya di tahan oleh Rey.
"Mau kemana?" Rey menatap tajam Siti." Ayo tidur!"
"Saya mau tidur di kursi saja."
"Siti!" Rey makin tajam menatap Siti.
"Sempit tidur berdua di sini,nanti malah jatuh!" Tolak Siti.
"Sambil pelukan tidak akan jatuh!"
"Iihh,males!" Siti memasang wajah masam untuk menutupi jantungnya yang mulai berdebar.
"Apa? Tidak mau,hmm?" Sambil mendorong Siti agar kembali tidur.
"Tidak mau!" Siti mulai panas dingin.
"Jadi maunya lebih dari di peluk,hmm?" Sambil merangkul Siti.
"Iihh,apaan! Jangan pegang-pegang!" Siti berontak.
"Jangan banyak gerak! Kamu mau membangunkan yang sedang tidur,heh?"
"A apa?"Siti mengerutkan dahinya tidak mengerti.
"Kalau nanti lebih dari pelukan,jangan salahkan saya ya!"
"Iiihh!" Wajah Siti langsung merona. Jantungnya makin berdegup kencang.
" Tidur yang tenang!"
Siti akhirnya diam tidak mau lagi menggerakkan tubuhnya. Hingga detak jantung dan hembusan nafas keduanya dapat terdengar jelas. Rey menyunggingkan senyum tipis.
***
Matahari sudah mulai masuk ke sela gorden. Siti hendak bangun tapi tubuhnya terbungkus rapat oleh suaminya yang memeluknya sepanjang malam. Tubuhnya terasa pegal-pegal karena tidur tanpa bisa bergerak sedikit pun.
Perlahan di singkirkannya tangan suaminya tapi justru membuat suaminya ikut terbangun.
"Mau kemana,hmm?" Ucap Rey lirih masih sambil memejamkan mata.
"Mau bangun,sudah pagi!" Jawab Siti.
Rey memicingkan matanya sebentar lalu perlahan dia duduk agar istrinya bisa bangun. Rey menggeliat. "Uhh pegal-pegal semua badanku." Gumamnya.
Siti tersenyum tipis lalu turun dari kasur. Siapa suruh tidur di sini. Batinnya.
"Kamu mau mandi?" Tanya Rey.
"Iya." Jawab Siti singkat.
"Tunggu sebentar,bibi sedang menuju ke sini mengantar pakaian ganti kita." Terang Rey.
"Hmm." Siti tetap menuju kamar mandi.
Sebelum dia keluar,terdengar Rey bercakap-cakap dengan seseorang. Siti menguping dari balik pintu. Setelah di rasa seseorang itu telah pergi,Siti mendongakkan kepalanya dari balik pintu. "Siapa?" Tanyanya.
"Bibi."
"Bisa tolong bawa pakaian saya?" Pintanya pada Rey.
"Sini,ambil sendiri."
Siti cemberut. Pelit sekali. Batinnya. Siti kembali masuk ke kamar mandi,tak lama dia keluar lagi memakai pakaian Rumah Sakit yang sedikit basah untuk mengambil pakaian yang di bawa oleh bibi.
"Pakaian sudah basah kok masih di pakai?" Sungut Rey.
"Tadi tidak mau membawakan pakaian saya."Siti masih cemberut seraya mengambil pakaiannya.
"Hmm,saya pikir tadi kamu masih pakai pakaian." Rey beralasan. Dia mengikuti Siti dari belakang. Siti buru-buru menutup dan mengunci pintu kamar mandi.
"Siti! Kok malah di tutup!" Teriak Rey.
"Mau mandi!" Jawab Siti.
"Huuhh!" Rey kembali duduk di kursi plastik.
Tak sampai setengah jam Siti sudah selesai mandi. Dia terlihat lebih segar walau wajahnya masih terdapat sisa memar. Dia berjalan ke arah jendela menatap keluar. Dari sudut matanya dia bisa melihat suaminya yang hendak masuk ke kamar mandi.
"Aahh akhirnya bisa keluar juga dari Rumah Sakit. Tapi pulang ke rumah itu benar-benar malas. Badan sudah hancur begini masih balik lagi ke rumah itu." Gumamnya. Siti terus berpikir bagaimana caranya agar suaminya menuruti keinginannya untuk kembali ke desa. Sekalian menemui adik semata wayangnya yang telah lama dia tinggalkan.
Tak lama Rey keluar dari kamar mandi. Dia terlihat makin tampan. " Kenapa lihat-lihat? Kagum ya sama ketampanan saya,hmm?" Ucapnya yang membuat Siti jadi jengah.
"Hmm,kamu jadi kan mau ajak saya berbulan madu?" Tanya Siti pelan-pelan.
"Tentu saja! Kamu mau kemana,hmm?" Rey menjawab dengan antusias lalu mendekat ke arah Siti,memegang kedua bahu istrinya itu.
"Saya mau bulan madu di desa! Di rumah orang tua saya!" Jawab Siti tanpa menatap wajah suaminya.
"Hmm,bulan madu ke desa?"
"Iya! Itu kalau kamu memang ingin menyenangkan saya! Kalau tidak mau ya sudah,tidak usah kamu pikirkan."
"Hmm,siapa yang bilang tidak mau? Belum apa-apa sudah pesimis duluan. Kapan mau bulan madu ke desa?"
"Secepatnya! Kalau bisa sekarang!" Ucap Siti.
"Sudah tidak sabar ya ingin mengulang bulan madu." Goda Rey.
"Iihh. Saya tidak sabar ingin bertemu adik saya!" Jawab Siti.
"Adik kamu aman kok di desa!"
"Aman?"
"Kita cek kandungan kamu dulu baru kita ke desa!" Ucap Rey meyakinkan.
NEXT
220421/13.20
jadi MP y nanggung ya thor?
yg kasian siapa???