NovelToon NovelToon
KAKAK TIRIKU JODOHKU

KAKAK TIRIKU JODOHKU

Status: tamat
Genre:Teen / Action / Romantis / Tamat
Popularitas:718.3k
Nilai: 4.8
Nama Author: Lusica Jung 2

Aster Jung adalah gadis cantik dan satu-satunya putri dalam keluarga Jung. Aster memiliki teman masa kecil bernama Zian Rey. Awalnya semua baik-baik saja tapi persahabatan mereka perlahan merenggang saat keduanya beranjak remaja hingga Rey dan Aster menjadi musuh bebuyutan.

"Zian Rey, aku tidak akan pernah kalah darimu. Akan ku buktikan pada dunia jika aku lebih baik darimu."

Banyak yang menyayangkan renggangnya persahabatan mereka termasuk keluarga besar Rey dan Aster. Mereka ingin mereka bisa bersatu. Hingga sebuah keputusan besar pun diambil, Aster dan Rey menjadi saudara tiri.

Dan seiring berjalannya waktu benih-benih cinta tumbuh di hati mereka berdua. Rey dan Aster saling mencintai namun sama-sama tidak ada yang menyadari perasaan masing-masing. Dan Rey baru menyadari betapa besar arti kehadiran Aster setelah wanita itu pergi dari hidupnya.

Enam tahun kemudian Aster kembali dengan seorang gadis kecil bernama Hanyeon.

"Sebenarnya dia adalah Putri kandungmu. Benih yang malam itu kau tanam di dalam rahimku."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lusica Jung 2, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 33

Sebenarnya Aster juga merasa takut. Tapi dia tidak ingin terlalu menunjukkannya di depan Rey. Ia tau jika Rey sudah memiliki banyak beban dan Aster tidak ingin menambah beban lagi untuknya. Ia hanya bisa berdoa semoga semua baik-baik saja. "Apa yang sedang kau fikirkan?" Tegur Rey melihat kediaman Aster.

Wanita itu mengangkat wajahnya dan menggeleng. Kemudian Aster menyapukan pandangannya. Beberapa wanita terlihat mencuri-curi pandang pada Rey dan itu membuatnya tidak suka.

"Ck, kenapa mereka tidak bisa menjaga mata sih? Apa mereka buta sampai-sampai tidak melihat jika ada aku di sini. Apa mereka fikir aku ini hanya gumpalan debu tidak berguna." Gerutu Aster sambil mencerutkan bibirnya dan membuat Rey mendengus geli.

Dengan gemas Rey menyentil kening Aster. "Berhentilah menggerutu, Jung Aster, kau begitu menggelikan."

"Habisnya mereka yang tidak bisa menjaga mata." Keluh Aster mencerutkan bibirn. "Lagi pula wanita mana yang rela melihat prianya di tatap selapar itu oleh wanita lain,"

Rey tersenyum tipis. "Tenanglah, Sayang. Pria ini hanya milikmu. Milikmu, Aster Jung."

"Aku tau, dan wanita ini pun milikmu." Aster tersenyum. "Oya, Rey! Apa kau akan kembali ke kantor setelah ini? Jika tidak bisakah kau mengajak, Hanyeon, pergi jalan-jalan, sejak pagi dia rewel minta diantarkan padamu."

"Baiklah, aku akan menghubungi, Mir. Terlebih dahulu, soalnya masih ada beberapa pertemuan penting yang harus aku hadiri dan aku akan memintanya untuk mewakiliku." Aster mengangguk dan tersenyum lebar. Sungguh betapa bahagianya dia saat ini.

.

.

.

Usai jalan-jalan, Rey tidak membawa Aster dan Hanyeon pulang ke rumah milik ayahnya tapi Rey membawa mereka berdua pulang ke rumah miliknya. Dan rumah itu adalah rumah yang Rey tempati selama 6 tahun setelah bangun dari tidur panjangnya pasca kecelakaan hebat yang hampir merenggut nyawanya.

Rey fikir sudah tidak ada alasan lagi untuk mereka bertiga tetap tinggal di sana apalagi dalam waktu dekat ia dan Aster akan melangsungkan pesta pernikahan. Dan rencana Rey setelah menikah mereka akan langsung tinggal terpisah dari keluarga besarnya. "Rey, rumah siapa ini?" bingung Aster ketika Rey menghentikan mobil mewahnya dihalaman luas sebuah rumah yang memiliki tiga lantai.

Dari luar saja rumah iti sudah terlihat sangat mewah apalagi setelah melihat isi didalammya? Dan selain itu, rumah milik Rey juga memiliki halaman yang sangat luas.

"Rumah kita, mulai hari ini sampai seterusnya kita akan tinggal di sini sebagai keluarga kecil yang bahagia." Jelas Rey sambil mengurai senyum lembut disudut bibirnya.

"Pa, Yeon sangat menyukai rumay ini. Rumah, Papa, sangat bagus dan bisakah kita tidak usah pulang lagi ke rumah kakek? Yeon, tidak nyaman. Uncle, Kris, terlalu berisi?" Hanyeon menatap Rey dengan penuh harap. Rey menarik sudut bibirnya dan mengangguk.

"Tentu, Nak, apapun untukmu." Ucap Rey sambil menepuk kepala coklat Hanyeon. Gadis kecil itu bersorak gembira dan berhambur ke dalam pelukkan sang ayah.

"Thanks, Pa, kau memang yang terbaik. Yeon, menyayangimu." Rey tersenyum tipis. Mengangkat kedua tangannya dan membalas pelukan putrinya.

Melihat pemandangan tersebut membuat Aster merasa terharu. Rey membuka salah satu tangannya dan memintanya untuk mendekat.

Rey memeluk keduanya dengan hangat dan penuh kasih sayang. Rey telah berjanji pada dirinya sendiri jika ia akan menjaga mereka dan tidak akan membiarkan siapa pun menyentuh apalagi menyakiti keluarga kecilnya. "Kita masuk dan istirahat. Aku sangat lelah." Aster tersenyum kemudian mengangguk.

****

"Tuan, saya sudah berhasil melacak siapa pemilik nomor itu. Itu adalah nomor milik nona, Yoon Bella, tapi yang meneror nyonya, Zian, bukanlah dia tapi orang lain. Nona, Yoon Bella, telah kehilangan ponselnya saat dia tiba di Korea tiga hari yang lalu.

Tuan, Rio, yang sudah mengkonfirmasi langsung mengenai hal ini dan saya juga sudah memastikannya jika pelakunya itu memang nona, Bella, tapi orang lain yang ingin mengkambing hitamkan dia."

Rey bangkit dari duduknya dan berjalan menuju jendela kaca dibelakang mejanya. "Sepertinya orang itu tidak tau dengan siapa sebenarnya dia berhadapan. Mir segera temukan orang itu dan seret dia kehadapanku hidup-hidup." Perintah Rey pada pria dihadapannya.

Rey mulai kehilangan kesabarannya, dia tidak akan melepaskan pelakunya kali ini dan Rey akan memberikan imbalan yang setimpal padanya. Rey yang biasanya selalu bersikap tenang bisa berubah menjadi monster jika ada orang yang berani mengusik apalagi mengganggu ketenangan keluarganya

"Kau boleh keluar sekarang." Mir mengangguk dan bergegas meninggakkan ruangan atasannya.

"Kau terlihat kacau, Rey!"

Tak lama setelah kepergian Mir. Aria datang dan langsung mendaratkan pantatnya di sofa yang berada ditengah-tengah ruangan "Untuk apa pagi-pagi datang keruanganku?" Tanya Rey to the poin. "Ingin meminjam uang lagi?" Imbuhnya seolah sudah mengerti apa maksud kedatangan sahabat jangkungnya

Aria mengangguk dengan cepat. ."Kali ini aku tidak bisa membantumu. Perusahaanku juga sedang membutuhkan dana yang sangat besar untuk sebuah proyek, tapi aku akan mempertimbangkannya jika aku mau membantuku untuk menyelidiki sesuatu."

"Menyelidiki apa? Katakan saja, begini saja aku memiliki bakat dalam selidik menyelidiki masalah." ucap Aria dengan penuh semangat.

Rey menyodorkan sebuah ponsel pada Aria. "Temukan pemegang nomor itu dalam waktu dua puluh empat jam. Jika kau berhasil, aku akan memberikan uang itu padamu dengan cuma-cuma. Tapi jika kau gagal, segera kembalikan uangku yang kau pinjam sebelumnya."

Aria mendesah berat. "Itu namanya sama saja dengan memintaku bunuh diri secara suka rela. Kau memang sangat keterlaluan, Zian Rey. Tapi karna aku sangat baik hati, tampan dan tidak sombong, baiklah aku akan menemukan orang itu dengan segera.

Dan aku akan mulainya dari sekarang, jangan lupa segera siapkan uang itu karna aku akan kembali dengan membawa informasi yang kau butuhkan. Aku pergi dulu, byebye."

"Tuan, Nyonya ada di sini dan ingin menemui anda." Ucap seorang wanita melalui pangilan telfon.

"Suruh dia masuk."

Rey segera menutup dokumentnya saat melihat kedatangan Aster Sudut bibir Rey tertarik keatas melihat kedatangan wanitanya. "Ada apa kau datang pagi-pagi sekali? Apa kau sudah begitu merindukanku padahal kita baru beberapa jam saja berpisah." Rey meraih tangan Aster dan menempatkan wanita itu untuk duduk dipangkuannya.

"Kau fikir begitu," Rey mengengguk "Padahal aku hanya mampir, aku baru saja pulang berbelanja dan aku juga membawakanmu sarapan, kau berangkat terburu-buru sebelum menyentuh sarapanmu."

"Bagaimana jika aku mengambil makanan pembukaku sekarang." ucap Rey kemudian membawa bibir Aster dalam sebuah ciu*an panjang yang memabukkan. Rey menakup wajah Aster dengan kedua tangannya dan terus mel*mat bi*ir ranumnya.

Semakin lama ciu*an Rey semakin dalam dan menuntut, berbeda dengan Aster yang menutup rapat kedua matanya. Rey justru membiarkan mata kanannya tetap terbuka, rona merah muncul dikedua pipi Aster yang sepertinya sudah mulai kehabisan nafas.

Ckleeekk..!

Buru-buru Aria berbalik dan mengurungkan niatnya untuk masuk ke dalam ruangan Rey saat melihat apa yang terjadi di dalam sana, sedangkan pasangan itu buru-buru melepaskan tautan bibirnya. Dengan kikuk Aster beranjak dari pangkuan Rey dan buru-buru membaca salah satu dokument yang ada diatas meja

"Untuk apa kau kembali?" suara dingin Rey yang terlewat datar langsung berkaur di dalam telinga Aria.. Pria itu berbalik dan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.

"Aku hanya ingin mengambil kunci mobilku yang tertinggal." Ucapnya sambil menunjuk sofa. Rey mendesah berat, dengan segera dia memberi isyarat pada sahabatnya itu supaya segera mengambil kunci mobilnya kemudian pergi dari sana.

"Apa dia sudah pergi?" Rey mengangguk. "Aaaahh..!" Asger tersentak karna tarikan Rey pada lengannya hingga dia jatuh kedalam pangkuannya. "Rey," renggek Aster dan selanjutnya bi*irnya sudah berada dalam pagutan bi*ir pria bermarga Zian tersebut.

Namun ciuman kali ini lebih singkat dari ciuman mereka sebelumnya. "Kita lanjutkan setelah di rumah nanti. Sekarang temani aku sarapan." Rey mencium kening Aster kemudian membantu gadis itu turun dari pangkuannya. Wanita itu tersenyum dan mengangguk.

"Tentu."

.

.

BERSAMBUNG.

1
Rohimatul Amanah
Luar biasa
EndRu
ada Luhan dan Jessika di sini .. hemmm
EndRu
Aster kok bermarga Xi
Dan typo lain . ada Jian juga. haduh
EndRu
Tiba tiba ada Jia. Jesica
typo Thor 🙏
EndRu
visual Rry pakai eyepact seperti apa ya
EndRu
Drakor nya keren banget
EndRu
sering banget typo Jessika.. terus siapa lagi.itu
EndRu
Rey kayak Ketua mafia ya
EndRu
dijadikan berkedel mereka nanti. beraninya mengusik Rey
EndRu
misal pakai pengawal mungkin lebih aman Rey
EndRu
mbayangin cantik dan nggemesinjya Hanyeon
EndRu
perjuangan Aster luar biasa.
Rey akan selalu merasa bersalah mengingat beratnya perjuangan Aster. berbahagialah sekarang
EndRu
haru begini...
rengekan sang putri akhirnya membuat Naluri seorang Ibu luluh..
keputusan yang tepat Aster.
putrimu berhak tahu siapa ayahnya
EndRu
Nyesek yak
EndRu
mewek aku Kak 😭😭😭
EndRu
baru NGEH..
Choa ternyata laki laki
Ellnara: Choa itu cewek kakak
total 1 replies
EndRu
ini kayaknya nih sengaja deh. ditinggal berdua di rumah biar akur gitu..
EndRu
aria6 mana tahu klo kamu sebenarnya memendam rasa kepada adik tiri mu sendiri Rey
EndRu
Rey ga ambil fotonya Aster nih. kan cakep tuh
EndRu
ini di negeri mana ya?
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!