NovelToon NovelToon
CERMIN (Sesuatu Yang Datang Dari Dalam Cermin)

CERMIN (Sesuatu Yang Datang Dari Dalam Cermin)

Status: sedang berlangsung
Genre:Kutukan / Misteri / Horor
Popularitas:5.6k
Nilai: 5
Nama Author: Stanalise

Dua puluh tahun lalu sebuah praktek satanisme gagal. Ijah diringkus lalu dibakar hidup-hidup oleh masa sebab dianggap petaka.

Lima orang dipanggil kembali oleh satu sosok yang datang di dalam cermin. Mereka diberitahu untuk menuju ke salah satu tempat yang sempat mereka tinggali dahulu.

Tempat itu sudah lama ditutup. Huruf arab ditempelkan dibanyak pohon hutan sebelum menuju bangunan itu.

Huruf arab itu konon katanya adalah sebuah ayat sebagai penghalang apa yang ada dibangunan itu supaya tidak keluar dari dalam sana.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Stanalise, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 024 : Mbah Wicaksono

"Sebetulnya, desa siapa yang mau kamu tuju ini, Ardin?" tanya Tuan Antony yang kini mengemudi sesuai dengan arahan Ardin.

Pertanyaan dari Tuan Antony kembali membuatnya ingat. Ada satu nama yang memilih meninggalkan desa Ardin ketika orang-orang dari desa terkutuk memilih tinggal di sana.

"Mbah Wicaksono!" seru Ardin. Tuan Antony melirik ke arah kaca spion atas. Ardin duduk di jok belakang. Dia mengatakan nama itu dengan tatapan kosong.

"Siapa itu, Ardin?" tanya Nyonya Antony kini padanya.

"Aku harap beliau masih hidup!" jawab Ardin. Nyonya Antony dan Tuan Antony sedikit kesal sekarang. Masalahnya, itu tidak mewakili jawaban atas pertanyaan mereka.

"Jawab yang betul, jelaskan! Siapa dia? dan kenapa kita harus ke sana?!" tanya Tuan Antony sedikit meninggikan suaranya.

 Nyonya Antony di sampingnya segera mengusap lembut pergelangan tangan suaminya. Mencoba menenangkannya.

"Beliau itu, salah satu sesepuh di desaku, Om, Tante!" jelas Ardin.

Kejadiannya sudah cukup lama, dan Ardin mencoba kembali memutar memori-memori perihal kehidupannya di desanya.

"Setelah matinya saudagar kaya raya di desa terkutuk itu. Kutukan demi kutukan menimpa desa seberang itu, Om!" jelas Ardin lagi. Dia masih ingat rasanya saat itu dia menemani ayahnya berburu.

"Aku berjalan bersama ayahku, ayahku seorang pemburu. Kita sudah biasa masuk ke dalam hutan bersama. Menangkap beberapa hewan, juga memancing di danau yang ada di sana. Tapi.." ucapan Ardin terpotong.

Masih cukup membekas rasanya. Bagaimana saat itu, ketika mereka memilih singgah sebentar di desa terkutuk itu. Pemandangan mengerikan dia dapatkan di usianya yang masih kanak-kanak.

"Tapi apa?" tanya Tuan Antony memancing.

Perhatian Ardin mengarah pada Tuan Antony sekarang. Sungguh, Tuan Antony juga sudah dia anggap seperti ayahnya sendiri. Mengingat, mereka sehobi dan mereka sering bertukar pikiran.

"Ayahku dan aku melihat, gimana warga di sana menggaruk-garuk kulit mereka. Benjolan-benjolan itu, berwarna merah. Besarnya seperti kelereng. Itu tumbuh di tubuh-tubuh mereka. Aku masih ingat teriakan mereka. Juga beberapa orang yang melatah kesakitan sebab kulitnya berdarah-darah. Aku yakin, kalau benjolan itu sangat menyiksa mereka. Saat itu, ayahku kaget om! Begitupun dengan aku. Beliau, simpatinya tinggi. Beliau bilang padaku, untuk tetap berada di tempatku. Sementara beliau, hendak menanyakan apa yang terjadi. Barangkali kami bisa membawa bantuan!" jelas Ardin. Sosok ayahnya yang pemberani itu masih cukup membekas dalam kepalanya.

Bagaimana ketika ayahnya maju masuk ke dalam desa terkutuk itu? Bagaimana ketika ayahnya berada tepat di salah satu warga di sana yang melatah kesakitan?

"Ketika ayahku menghampiri salah satu di antara mereka, Om!" kata Ardin.

Ah, ini cukup menyiksa hatinya! Kepedihan yang sudah dia kubur, kembali muncul kepermukaan. Dia kembali meneteskan air matanya sekarang sebelum meneruskan perkataannya.

 Tapi, ini harus dilakukan. Sebab hatinya, sepertinya sudah terkunci pada Farah. Dia tidak mau kehilangan Farahnya. Dia harus melawan kesedihan dia.

"Waktu ayah jongkok dan bertanya! Salah satu dari mereka yang di tanya mendongak. Dia masih menggaruk-garuk tubuhnya. Matanya orang itu memerah darah. Dia menatap Ayah, sambil berteriak. Hingga, saat itu ketika telapak tangannya berusaha meraih ayah. Dan bodohnya, Ayah membalasnya! Saat itu juga, ayah langsung terdiam. Dia terdiam, tak lama, tubuhnya mengejang. Di tanah itu, dia terkapar. Aku berteriak ke arahnya. Tetapi di sela sakitnya, ayahku bicara. Bahwa aku tidak boleh ke sana. Dia berusaha menahanku dan dia berkata padaku untuk kembali. Karena aku sendirian, aku juga ketakutan, aku juga sedih. Aku pun berlari sambil menangis, masuk kembali ke dalam belantara. Aku terus lari dan lari, hingga sampailah aku di desaku sendiri. Di situ, aku bertemu Kakekku! Dia baru saja balik beberapa hari untuk mengantar sesuatu di kota." jelas Ardin.

Ardin ingat betul, bagaimana kedua tangan kakeknya mendekapnya saat menangis. Dia masih merasakan usapan lembut dari tangan kakeknya pada kepalanya. Dia juga menanyakan perihal ke mana kakeknya pergi.

"Aku menceritakan semuanya pada kakekku saat itu! Dan beliau, rupanya sudah datang lebih dulu ke desa itu sebelum kutukan mengerikan itu menimpa para warganya. Beliau bilang, beliau ke kota setelah menemukan lima anak. Asumsiku sementara ini mengatakan, bahwa kelima anak yang diantarkan kakek ke panti asuhan, salah satunya adalah Farah! Sebab, polanya sama. Empat laki-laki satu perempuan. Kakek tidak tahu mereka anak siapa. Yang jelas, mereka semua ditemukan di antara bangunan yang hangus!" kata Ardin.

Penjelasan itu membuat Tuan dan Nyonya Antony sekilas saling menatap. Tuan Antony masih sangat ingat, bahkan saat itu pihak panti asuhan pun tidak memiliki data Farah secara lengkap. Dia dan Istrinya ingat betul, jika pengurus panti asuhan itu mengatakan, 'Farah dibawa ke sana oleh seorang kakek tua, penjual susu!'.

Hahahaha..

"Dunia sungguh sempit rasanya!" kata Tuan Antony, dia tidak menyangka rasanya jika kakek tua yang membawa Farah ke sana adalah kakeknya Ardin.

Dan sekarang, Ardi. adalah asisten, pemuda yang dianggap Tuan Antony anak, serta rekan.

"Apa maksudnya, Om?" tanya Ardin heran mendengar perkataan Tuan Antony tentang dunia. Tuan Antony hanya menggelengkan kepalanya sembari tersenyum. Dia lalu kembali mengingat perihal orang yang akan mereka datangi ini.

"Kalau begitu, orang ini siapa yang mau kita temui!" tanya Tuan Antony lagi pada Ardin.

"Salah seorang Sesepuh di desaku. Orang-orang terketuk beberapa datang ke desa kami. Waktu itu cuma Mbah Wicaksono yang bilang secara lantang buat gak nolong mereka. Tapi warga tetap keras kepala. Mbah Wicaksono, memilih pergi dari sana. Sebelum pergi, kakekku menyuruh Mbah Wicaksono mengantarku ke kota. Aku kira waktu itu, aku dibuang oleh kakek. Aku dikirim di panti asuhan yang ada di kota. Baru sekarang ini, waktu aku kembali ke desaku dan mengalami hal gila ini, Om! Pandanganku tentang kakek berubah. Dia cuma mau aku selamat!" jelas Ardin pada Tuan Antony.

Tuan Antony menganggukkan kepalanya.

"Oke, berarti cuma dia yang tahu gimana caranya nemuin Farah! Baik, kami akan mengikuti arahanmu Ardin. Kami di sini cuma punya Farah. Dia kebahagiaan kami meskipun tidak sedarah. Semoga saranmu ini, bisa membawanya kembali pada kami!" kata Tuan Antony.

Sebuah perkataan yang sangat tulus mengalun dari dalam hatinya. Ardin tersentuh mendengar itu. Sungguh, Farahnya benar-benar beruntung memiliki kedua orang tua angkat yang sangat mencintainya.

"Aku juga berharap begitu, Om, Tante!" kata Ardin.

Nada bicaranya yang lembut membuat Nyonya Antony sedikit menangkap sesuatu dari kalimatnya.

"Ardin!" panggil Nyonya Antony, seraya memperhatikan Ardin dari kaca atas spion.

"Ya, Tante!" jawab Ardin padanya.

"Apa kamu menyukai anak perempuanku?" selidik Nyonya Antony.

"Huh!" Ardin terkesiap, dia gelagapan rasanya. Bibirnya keluh dan kedua pipinya nampak mulai bersemu.

Reaksi tingkah Ardin yang lucu itu. Membuat Nyonya Antony terkekeh.

1
Teuing Saha🙃
Jawab iya, lho ya! awas aja sampe gak ngaku🤣🤣
Ela Jutek
ish malah salting kau Ar, yg kau suka lagi ilang itu
🔵🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦Fhaniaˢ⍣⃟ₛ☠️⃝🦐
cieee yg malu2🤭🤭🤭
☠ᵏᵋᶜᶟ Қiᷠnꙷaͣŋͥ❁︎⃞⃟ʂ⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔
iyaa gitu jawab Napa Ardin ...kisah nya seru banget ya 🤭
☠ᵏᵋᶜᶟ Қiᷠnꙷaͣŋͥ❁︎⃞⃟ʂ⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔
di Dunia nyata 2 hari di dunia sebelah 3 bulan ..luar biasa
☠️⃝🖌️Deep ⃟🌴: /Facepalm/ Jauh banget kan kak perbandingan waktunya
total 1 replies
Teuing Saha🙃
Lama juga ternyata mereka hilang
☠️⃝🖌️Deep ⃟🌴: /Shy/
total 1 replies
☠️⃝🤎Rahmaara²⁶⁹💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ
tuh kan bikin serem aja ini
☠️⃝🤎Rahmaara²⁶⁹💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ
enak ya Farah berasa seperti kayak punya kakak baru ini😁
☠️⃝🤎Rahmaara²⁶⁹💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ
siapa Desta ini ya🤔
☠️⃝🤎Rahmaara²⁶⁹💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ
hahaha berarti kita itu dekat sebenarnya 😁
☠️⃝🤎Rahmaara²⁶⁹💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ
jadi malu ini🤭🤭
ternyata dia lebih tua dari aku🤣
☠️⃝🤎Rahmaara²⁶⁹💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ
semoga secepatnya kalian bisa bertemu dan bisa memecahkan teka-teki yang menarik ini
☠ᵏᵋᶜᶟ Қiᷠnꙷaͣŋͥ❁︎⃞⃟ʂ⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔
bagaimana dengan yang lain apa tau juga kalo mereka bersaudara
Teuing Saha🙃
Semoga saja, Farah dapat memahami maksud bocah perempuan itu
Safitri Agus
artinya apa Thor
☠️⃝🖌️Deep ⃟🌴: 🤣 iya kakak, cuma beda aja harokatnya... ntar di pasang ini, bunyi jadi gini, dipasang itu bunyi nya itu. 🤣🤣 bakalan panjang kak kalau di jabarin di sini
total 3 replies
☠ᵏᵋᶜᶟ Қiᷠnꙷaͣŋͥ❁︎⃞⃟ʂ⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔
aq pernah di ajarin kaya gini gak bisa2 ...kalo aksara Lampung bisa wkwk
☠ᵏᵋᶜᶟ Қiᷠnꙷaͣŋͥ❁︎⃞⃟ʂ⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔: suku Jawa tapi lahir dan tinggal di Lampung
total 2 replies
Teuing Saha🙃
Dulu pernah diajarin sama Alm mamang tentang ini dan caranya, tp sekarang dah lupa/Facepalm/
Teuing Saha🙃: Disini masih ada, walaupun jarang🤭
total 2 replies
🌸🍾⃝ sᴀͩᴋᷞᴜͧʀᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⍣⃝🦉
cover baru thor, bagus🫶
☠️⃝🖌️Deep ⃟🌴: 🤗 Dari editornya, ibundaa... hehehe
total 1 replies
Kang Dhani
ga kejatuhan?
Kang Dhani
Ngikutt 👀👀
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!