NovelToon NovelToon
Kisah Cinta Pendekar Pedang

Kisah Cinta Pendekar Pedang

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Romansa Fantasi / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:221
Nilai: 5
Nama Author: Firdaus Rangkuti

Sebuah kerajaan terbesar punya misi menangkap semua petarung liar untuk kedamaian. Namun semua perguruan seni bertarung pedang menolaknya. Karena mereka tahu kalau kerajaan ingin mengatur masyarakat dengan menguasai sumber daya.

Sepasang pendekar pedang ini menjadi penyelamat untuk melawan sebuah kerajaan besar. Mereka melakukan perjalanan bersama untuk mengumpulkan rahasia teknik pedang tersembunyi dan dua pedang Sakti.

Pedang Zen Xi di Desa Win, lalu pedang Zoi Chu di Desa Hon. Namun mereka harus melewati rintangan dan tempat untuk bisa sampai di tujuan. Lalu mereka kembali untuk mengalahkan Kerajaan Sinpor.

Setelah masalah Kerajaan Sinpor selesai, kisah cinta mereka berdua sempat mendapatkan penolakan dari orang tua perempuan, karena perbedaan kelas sosial. Namun mereka berdua punya cara agar mereka berdua bisa menikah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Firdaus Rangkuti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Perdebatan

"Uug. Uug. Uug.. tolouuhh. uug.. Ug. Ug." Rio sesak napas, sampai kedua tangan bergerak ke depan sambil meminta tolong.

"Uhuk. Uhuk. Uhuk."

Saat gelas sudah kosong, Rio batuk saat Jinsin melepas air bir dari mulut Rio. Wajah dan pakaian yang di kenakan Rio basah terkena bir yang di siram oleh Jinsin saat hendak ingin meminum. Rio meminta handuk kering kepada pelayan kedai dengan suara terengah-engah sambil mengusap wajah penuh air bir dengan kedua tangan.

"Ini tuan, handuknya." ucap pelayan kedai meletakkan handuk di tangan kiri Rio.

"Baru begitu saja sudah sesak, tolouung toloung tolouung."

Jinsin mengejek Rio dengan wajah kesal. Rio mengelap seluruh tubuh dengan handuk termasuk wajah dan rambut terkena siraman bir oleh Jinsin. Namun. Rio tidak menanggapi ucapan Jinsin yang mengejeknya.

"Ini uangnya ya."

Rio meletakkan uang minum dan handuk di meja. Kemudian dia mulai berdiri lalu berjalan melewati Jinsin tanpa melihatnya dengan suasana kedai minum yang sunyi penuh para lelaki yang takut.

"Heh, mau kemana kau, urusan ku dengan kamu belum selesai!"

Rio tidak menanggapi ucapan Jinsin yang terus melangkah menuju pintu kedai yang rusak penuh serpihan besar dan kecil kayu berserak di dekat pintu masuk. Sampai di luar kedai, Rio melihat pria besar itu tergeletak di tanah. Sekeliling orang yang lewat hanya bisa melihat sambil berjalan kaki. Termasuk orang berdiri di depan kedai, memakai topi melihat dengan wajah seram.

"Hey tunggu dulu, aku belum selesai dengan kamu." ucap Jinsin berlari mengejar Rio.

"Oh tidak."

Jinsin panik saat tubuhnya mulai akan terjatuh, melihat Rio masih berdiri membelakanginya karena sebuah paku tertancap tidak rata menyenggol kaki kanannya. Rio mulai berbalik badan mendengar ocehan Jinsin. Tanpa di ketahui, Jinsin tersandung memeluk tubuh Rio sampai mendorongnya hingga terjatuh di tanah.

Mereka saling menatap dalam waktu beberapa lama. Sampai Jinsin menimpa tubuh Rio di bawahnya. Wajah Jinsin merah melihat Rio menatap matanya dengan jarak dekat tanpa berkedip. Begitu juga Rio kaget menatap mata Jinsin tanpa berkedip.

"Ehm.." ucap seorang lelaki wajah seram berdiri di depan mereka sedang saling menatap.

Keduanya langsung memalingkan wajah dan pria botak itu melihat mereka dengan wajah seram sambil berjalan melewati mereka berdua. Jinsin bangkit dari tubuh Rio berdiri di depannya dengan wajah malu. Sementara Rio juga bangkit melihat wajah Jinsin dengan kaget dan heran melihatnya.

Rio menepuk baju yang kotor itu di bahu kanan. Jinsin hanya berdiri malu tanpa menatap wajah Rio di langit sore yang indah sekali. Banyak orang yang lewat berjalan kaki melihat mereka berdua.

"Aku pergi." ucap Rio berbalik badan meninggalkan Jinsin sendirian. Jinsin yang masih merasa malu, berubah kaget karena Rio langsung pergi begitu saja.

"Kau mau ke mana?" tanya Jinsin.

"Mencari kedamaian dan kekuatan." ucap Rio berjalan terus. Jinsin pun mengikuti dia pergi dari belakang.

Sebuah petualangan Rio baru di mulai, mereka melakukan perjalanan jauh mengambil sebuah pedang petir. Jinsin sebagai pendekar wanita punya tujuan yang sama, mengambil sebuah gulungan teknik bertarung pedang.

Rio adalah seorang pendekar pedang panjang memakai satu pedang besi yang sangat tajam yang di gantung pinggang kanan.

Jinsin adalah seorang pendekar pedang besar yang di gantung di punggungnya. Dia dapat memakai pedang kecil seperti pisau untuk bertarung.

Mereka berdua berjalan cukup jauh ke dalam hutan tanpa penerangan sedikit pun. Rio yang merasa sedang di ikuti oleh Jinsin tidak merasa terganggu dan terus berjalan menuju hutan yang gelap. Mereka tidak saling kenal dan tidak tahu kalau mereka berdua adalah seorang pendekar pedang.

"Di sini gelap sekali." ucap Jinsin melihat sekeliling hutan yang gelap dan lebat.

Rio menghentikan langkahnya, berdiri diam melihat sekeliling hutan, memegang pedang di pinggang dengan tindakan tubuh penuh waspada. Karena Rio merasakan suasana aneh yang berada di dalam hutan gelap. Jinsin melihat Rio berdiri diam seperti sedang ingin menyerang sesuatu dari arah yang tidak di ketahuinya. Namun dia tidak merasakan hal aneh apapun yang menghampiri perasaan terhadap hutan tempatnya berdiri.

Rio melihat dengan tatapan tajam, kiri atas, kanan bawah, dari kiri ke kanan bernapas dengan perasaan cukup tegang seperti menunggu yang datang. Langkah kaki Jinsin menginjak rumput mendekati Rio. Jinsin berdiri di depan Rio mengambil sebuah batu kecil melempar ke arah depan seolah di kegelapan hutan sana tidak ada apapun yang mengintip mereka.

"Kau ini sok keren ya." ucap Jinsin kepada Rio yang masih berdiri sok keren. Rio berhenti berdiri penuh waspada melihat Jinsin dengan wajah biasa. Jinsin mengambil beberapa ranting kayu kemudian di letakkan di depan Rio tempatnya masih berdiri dan bertanya kepadanya.

"Mau sampai kapan kau berdiri terus?" tanya Jinsin sambil menyusun kayu untuk di hidupkan sebagai api unggun.

Rio tidak menjawab lalu melihat Jinsin sedang jongkok menghidupkan api unggun memakai korek api. Saat api menyala, Rio duduk di depan api unggun yang menyala melihat api menyinari wajah Jinsin yang cantik sedang merapikan kayu sedang di bakar dengan rambut panjang yang di ikat.

Tiba-tiba Jinsin menangkis pisau yang datang ke arah dirinya sedang duduk dengan menggunakan pedang kecil di tangan kanan dengan tatapan mata tajam ke arah hutan gelap. Rio kaget melihat Jinsin mendadak menangkis sesuatu dan bangkit, berdiri dan berlari ke arah kegelapan hutan melihat dengan tatapan tajam sambil memegang pedang yang belum di keluarkan.

"Santai saja, jika mereka menyerang, kita tangkis serangannya." ucap Jinsin bicara kepada Rio yang begitu memahami dan menguasai keadaan sekitar. Rio berjalan mengambil sepotong kayu api unggun berjalan memegang api di tangan kanan menuju kegelapan memeriksa kondisi di kegelapan, penuh penasaran.

"Kau mau kemana?" tanya Jinsin kepada Rio hendak pergi ke hutan yang gelap. Rio tidak menanggapi ucapan Jinsin dan berjalan terus ke hutan yang gelap sendirian.

"Apa ini!" ucap Rio kaget melihat sesuatu bermata melotot ke arah atas tepat di depannya sambil menutup mulut dan hidung dengan api unggun menerangi objek aneh di tangan kanan. Tidak lama, kemudian Jinsin menghampiri Rio berdiri diam dengan api unggunnya.

"Sebuah babi, kenapa di gantung seperti itu?"

Jinsin kaget melihat keam anehan itu di dalam hutan. Lalu Jinsin mulai menurunkan sebuah babi besar tergantung yang mulai membusuk dengan memotong tali yang di ikat di pohon.

"Mau kau apa kan, babi ini?" tanya Rio berdiri melihat Jinsin sedang jongkok memeriksa tubuh babi karena cakaran dan goresan tipis.

"Akan ku paksa kau memakan ini?"

Jinsin menakuti Rio sedang berdiri di hadapannya. Rio kaget mendengar ucapan Jinsin dan membayangkan kedai minum dan dirinya di paksa minum bir olehnya.

"Aku bercanda, cepat kita kubur babi ini." ucap Jinsin menyuruhnya.

"Apa aku?" ucap Rio kaget.

Rio langsung jongkok memeriksa tubuh babi ini. Lalu berdiri lagi memeriksa kondisi tali dan pepohonan yang di lihat seperti bekas terbakar. Keanehan itu menghampiri pikiran Rio.

1
fnrm
🔥🔥
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!