NovelToon NovelToon
The Stellar Blood Swordmaster'S

The Stellar Blood Swordmaster'S

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi / Balas Dendam
Popularitas:168
Nilai: 5
Nama Author: EAGLE EZ

Di sudut tergelap Distrik Kumuh Oakhaven, Ren bertahan hidup sebagai pelayan di sebuah rumah bordil sekaligus tempat penampungan anak-anak telantar. Di balik fisiknya yang tampak biasa dan otaknya yang encer, Ren menyembunyikan kutukan sekaligus berkah: ia adalah keturunan Vampir terakhir yang murni, terpaksa menahan dahaga darah agar tidak memicu kecurigaan Gereja Suci.

​Dunia Ren runtuh ketika sekelompok Ksatria Suci berzirah perak—yang seharusnya menjadi simbol kehormatan—membantai tempat tinggalnya demi menutupi skandal korupsi ordonya. Di ambang kematian, Ren merangkak ke ruang bawah tanah rahasia dan menemukan Crimson, roh pedang kuno yang haus darah. Demi membalaskan dendam dan mengubah takdirnya, Ren memulai jalannya sebagai Sword Master yang tidak biasa: memadukan teknik pedang legendaris dengan kekuatan darah yang terlarang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon EAGLE EZ, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 27.Pasukan Bayangan

Ledakan energi dari *Blood Core* yang bangkit menyapu seluruh Reruntuhan Kuno Gorgona, menyuntikkan kehidupan baru ke dalam dinding-dinding batu yang semula mati. Puluhan *Blood Golem* berzirah hitam legam berdiri tegap, mata mereka menyala merah pekat, terkunci dalam kepatuhan mutlak kepada sosok yang berdiri di atas altar.

Para murid faksi bawah perlahan bangkit dari lantai batu. Rasa sesak di dada mereka lenyap, digantikan oleh aliran kehangatan aneh yang memperkuat sirkulasi energi mereka. Di tempat ini, di bawah perlindungan aura Ren, batasan bakat mereka sebagai warga biasa seolah terkikis.

"Luar biasa..." Lyra melangkah mendekati altar, menyentuh salah satu pilar batu yang kini dialiri garis-garis energi merah bercahaya. "Dengan benteng sekuat ini, bahkan jika Ordo Ksatria Perak mengirim seluruh divisi mereka ke perbatasan, mereka hanya akan mengantre nyawa."

Ren membalikkan badannya lambat. Jubah hitamnya berkibar pelan oleh sasis energi yang meluap dari *Blood Core*. Wajah tampannya tertekuk dalam sebuah *smug* dingin yang penuh kepuasan. Otak cerdasnya tidak membuang waktu; ia langsung membagi tugas untuk faksi bawah yang kini telah berevolusi menjadi sekte bayangannya.

"Lyra, bagi murid faksi bawah menjadi tiga divisi," perintah Ren datar, suaranya halus namun menggema penuh otoritas. "Divisi pertama akan menetap di sini untuk menguasai metode penempaan senjata menggunakan pecahan *Blood Stones*. Divisi kedua kembali ke akademi sebagai mata dan telinga kita. Dan divisi ketiga..." Ren menarik sudut bibirnya, menampilkan seulas *dangerous smirk*. "...ikut denganku untuk membersihkan sisa-sisa tikus faksi bangsawan yang masih bersembunyi di distrik luar perbatasan."

**"Hahaha! Benar, Ren! Jangan biarkan satu pun dari mereka lolos!"** Crimson berseru liar di dalam benak Ren, membuat tato streaks merah di lengan bawahnya berdenyut kencang. **"Darah para bangsawan pengecut itu mungkin tidak sepadat si Leonidas, tapi mereka sangat bagus untuk dijadikan bahan bakar pengisian ulang *Blood Core* ini!"**

### Perburuan Dimulai

Malam itu juga, di bawah naungan langit perbatasan yang gelap gulita tanpa bintang, pergerakan sunyi dimulai. Rombongan kecil faksi bangsawan yang dipimpin oleh beberapa tetua keluarga Van Asche mencoba melarikan diri dari wilayah perbatasan menuju ibukota, membawa peti-peti emas dan dokumen rahasia hasil korupsi logistik akademi.

Mereka tahu posisi mereka terancam sejak Ren memenangkan Turnamen Global. Namun, pelarian mereka terhenti di sebuah jalan setapak berbatu di tengah hutan mati.

*WUUUSH.*

Kabut merah pekat mendadak turun, memotong jarak pandang kereta-kereta kuda mereka. Kuda-kuda penarik mendadak meringkik histeris, menolak untuk melangkah maju seolah mencium bau predator puncak di depan mereka.

"Siapa di sana?!" seorang tetua bangsawan berzirah mewah berteriak panik, menghunus pedang peraknya. "Kami adalah perwakilan resmi Kekaisaran! Menyingkir dari jalan!"

Dari balik kabut merah, sesosok pemuda melangkah maju dengan santai. Rambut perak abu-abunya yang berantakan bergerak ditiup angin malam, dan seragam hitam akademinya tampak menyatu dengan kegelapan. Tangan kanannya bertumpu pada gagang pedang besi standar yang kini telah dialiri garis merah tipis hasil resonansi Gorgona.

"Kekaisaran?" Ren mendongak sedikit.

Di bawah temaram kabut, sepasang mata crimson-nya menyala seutuhnya dengan kilatan intens yang mengerikan. Guratan energi streaks merah yang sangat tajam memotong wajah tampannya, melepaskan tekanan mental predator yang langsung membuat lutut para pengawal bangsawan lemas seketika.

"Kekaisaran yang kalian banggakan... tidak memiliki kekuasaan lagi di tanah ini," bisik Ren halus, suaranya terdengar tepat di belakang telinga sang tetua bangsawan menggunakan akselerasi *Blood-Stride* instan.

*CRACK!*

Sebelum sempat berteriak, Ren melepaskan satu tebasan horizontal tanpa emosi. Malam itu, hutan mati perbatasan barat kembali berpesta darah, membersihkan penghalang terakhir sebelum sang **Blood Sword Master** mengarahkan ujung bilahnya langsung ke jantung ibukota Kekaisaran.

1
꧁𖣔⃟⃝⃞𒈙᭄404᭄𒈙⃞⃝𖣔꧂
Coba bikin yang murim 👍🏻
EAGLE EZ: oke untuk bab pertama dulu bree kalo ingin di tambah mohon bantu juga bree👍
total 3 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!