Ricky Airlangga Hartama adalah anak kelima dari pengusaha sukses keluarga Hartama. Dia adalah Leader dari geng punk yg memiliki lima anggota dan ditakuti di seluruh kalangan baik pengusaha ataupun anggota gangster dan mafia di seluruh dunia. Dia tidak pernah memandang status dan usia pada orang yang akan dibunuh jika mereka mengusik dan mengganggu apa yang menjadi milik dan kesenangannya
Yuli Ramadhani adalah cewek humoris yang pandai bergaul dan memiliki banyak teman dia anak dari keluarga sederhana yang memiliki pekerjaan paruh waktu disebuah restoran .
Hingga akhirnya pertemuan yang tak terduga antara mereka pun terjadi
akankah tumbuh rasa cinta diantara keduanya?
Jangan lupa follow Ig author @wachyuni_17
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wachyu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Perdebatan Dengan Sang Leader
Yuli yang mendengar perkataan itu berusaha tetap tenang dan hanya tersenyum.
"Eh ada Lo. Apa kabar nih? apa kepala Lo yang gue pukul baik-baik saja dan gak mengalami gagar otak kan dan otak Lo masih ada di tempatnya kan?". tanya Yuli dengan santainya
Kikan dan Rachel shock mendengar temannya itu berurusan dengan Ricky orang yang selalu ingin dihindari banyak orang.
"Yul kamu jangan bicara seperti itu sama kak Ricky". kata Kikan mencoba mengingatkan temannya
sementara keempat sahabat Ricky masih diam mendengarkan perkataan Yuli mereka hanya tidak habis pikir bagaimana dia bisa berbicara setenang itu dan tanpa rasa takut sama sekali
"Lo memang harus gue kasih sesuatu biar faham tentang siapa gue sebenernya". kata Ricky dengan nada tegasnya
"Makasih dan Lo gak perlu repot-repot untuk memberikan hadiah untuk gue karena gue gak berminat sama sekali". kata Yuli menanggapi dengan santainya
"menarik". kata Ricky singkat dengan seringai iblisnya
"Sudah gak usah bahas yang aneh-aneh. Ricky apa kabar?". tanya Rachel mengalihkan pembicaraan
Kikan mengarahkan kamera ponselnya pada Ricky agar mereka berdua bisa melihat wajah sang leader yang ganteng itu.
"Gue baik dan Lo bagaimana hubungan Lo sama Arok? Jika dia menyakitimu katakan saja biar gue beri dia pelajaran". kata Ricky
tidak ada yang heran dengan ucapan Ricky barusan kecuali Yuli karena mereka tahu bahwa Rachel adalah teman Ricky sejak kecil bersama Arok dan Galang.
"Lo itu sepintar apasih bisa ngajarin banyak orang?". celetuk Yuli
"Yuli jangan mulai lagi deh". kata Kikan Dengan setengah berteriak
"Cuma tanya saja gak boleh. Pelit banget ya ratu kecantikan satu ini". kata Yuli dan mereka semua tertawa termasuk anggota punk.
"Gimana kalau kita kumpul bareng pasti seru ya gak Rick". kata Rachel memberikan saran. Dia ingin memperbaiki hubungan kesalahpahaman antara Ricky dan Yuli walaupun terlihat sulit tapi dia ingin mencoba agar tidak terjadi sesuatu hal yang buruk pada temannya itu.
"Itu bukan ide yang bagus Hel. Apa Lo gak bisa lihat situasi sekarang?". kata Ken kan
"Justru gue tahu kalau antara Ricky dan Yuli pasti terjadi salah paham. Lo harus dekat dulu dengan si Yuli ini baru bisa menyimpulkan bagaimana dia". jelas Rachel
"Wah sembarangan banget Lo Hel. Mana mau juga gue dekat dengan mereka ya kecuali sama Arok pacar Lo.". katanya sambil tertawa
"Eh sorry jadi panggil Lo gue gini". tambahnya lagi
"gak apa-apa kali Yul santai saja. Mulai sekarang
panggil Lo gue juga gak apa-apa kok". kata Rachel
"Jadi Gimana. Kapan kita kumpul bersama?". tanya Ricky yang membuat mereka semua heran kenapa dia seantusias ini
"Si biang kerok pengen banget Lo ya ketemu gue. antusias benar dah". kata Yuli
"Pede banget Lo jadi cewek. Lagian Lo bukanlah cewek tipe gue". kata Ricky dengan ekspresi datar yang bisa dilihat oleh Yuli dan Rachel
"Jangan ngomong gitu Lo nanti jatuh cinta sama gue tahu rasa Lo ya leader songong". kata Yuli dengan ketusnya
"Lo berani sekali ngatain gue seperti itu. Seperti nya nyawa Lo banyak juga ya". Kata Ricky yang mulai terpancing dengan perkataan Yuli
"Hey bro dimana-mana nyawa itu hanya satu kali tapi keberuntungan itu banyak sekali. gak pinter banget dah Lo". ejek Yuli
mereka semua hanya diam mendengarkan perdebatan antara Yuli dengan Ricky dan sejauh yang mereka lihat Ricky tidak terlihat serius menanggapi omongan wanita itu.
"Gue harus bikin perhitungan kayak nya dengan orang tua Lo biar Lo tahu siapa gue". kata Ricky dengan nada mengancamnya
"Lo urusan sama gue kenapa jadi bawa-bawa orang tua gue. mau ngelamar gue Lo ya?". kata Yuli mencoba bercanda
"Yul sudah kali. kalau kalian berdua benci aku takutnya lama-lama jadi cinta lagi". kata Kikan
"Yah jangan sampai dong gue cinta sama cowok jelek bin sombong kayak dia. Jadi gak bisa memperbaiki keturunan dong gue nanti". kata Yuli bercanda
"Mulai deh. Udah bicara serius malah bercanda." kata Rachel
"Sudah dulu ya gue mau tidur ngantuk. Besok kan jadwal gue piket. bye sayang-sayangku". kata Yuli lalu menutup panggilan telfonnya
"Ya sudah gue juga tidur duluan". kata Rachel dan menutup telfonnya
"Kikan gue mau tanya teman Lo itu kerja dimana? kalau Lo gak memberi tahu juga gak apa-apa gue bisa cari tahu sendiri." kata Ricky dengan tegasnya
"Dia bekerja di salah satu restoran punya Ken". kata Arok menjawabnya
"Oh jadi dia bekerja di tempat Lo Ken. di daerah mana?". tanya nya lagi
"Di tempat kita biasanya makan bersama". kini giliran Ipank yang menjawabnya
'"Kenapa gue gak pernah lihat dia. Apa dia baru Ken?*. tanya Ricky lagi
"Dia kerja hanya dimalam hari Rick dan dia jarang meladeni kita jadi Lo gak pernah bertemu dia. Gue dan yang lain juga". jelas Ken yang memang tidak tahu tentang Yuli
"Menarik sekali. Ken bisa Lo pindah tugaskan dia di Bengkel gue?". tanya Ricky
mereka heran. Sebenarnya apa yang sudah direncanakan leader untuk Yuli tidak ada yang bisa menebaknya.
"Tapi Rick dia hanya bisa kerja setelah pulang sekolah". Kat Ken
"Jam berapa dia pulang?". tanya Ricky lagi
"Kalau gue gak salah jam satu siang dia baru pulang sama seperti Kikan". kata Rere
"bilang saja setelah pulang sekolah suruh dia langsung bekerja dan pulangnya jam tujuh malam". perintah Ricky yang penuh penekanan dan tidak ingin dibantah sama sekali.
"ok nanti gue bilang ke menegernya agar Yuli di pindahkan ke tempat Lo besok". kata Ken tidak bisa membantah nya.
"Apa dia bisa kerja di bengkel Rick. Diakan cewek?". tanya Rere
"Kalau dia gak bisa biar diajari sama anak buah gue yang disana lagian gue gak menyuruh dia untuk membetulkan mobil. Dia cukup jadi kasir disana". jelas Ricky
"Rick Lo jangan melakukan hal yang buruk padanya karena Rachel sangat menyayangi dia dan Lo tahukan bagaimana Rachel". kata Arok mengingatkan
"Gue tahu karena dia sahabat kita sejak kecil dan gue hanya ingin main-main sebentar dengan cewek belagu itu". kata Ricky dengan tatapan matanya menuju ke depan entah apa yang sedang dia fikirkan
"Hati-hatilah Rick nanti Lo bisa jatuh cinta sama dia seperti Ipank bisa bahaya". kata mengingatkan
"Lo jangan sok tahu Ken mana ada gue jatuh cinta sam dia. Gue hanya suka saja melihat dia yang unik itu. Dengan menyembunyikan rasa takut nya dia mengolok-olok gue dan Ricky bukannya itu hebat". kata Ipank
"Lo benar pank dia pandai sekali mengubah ekspresi nya dalam sekejap dan menyembunyikan rasa takut serta khawatirnya dengan begitu mudah". kata Arok
"Jangan bilang Lo suka juga rok sama dia". kata Rere dan Ricky langsung menatap nya dengan tajam.
"Sudah gue bilang dari awal bahwa gue hanya tertarik padanya bukan suka ataupun cinta". jelas Arok dengan tegasnya
"Jangan sampai Lo menyakiti Rachel jika itu terjadi gue akan bertindak meskipun Lo sepupu sekaligus anggota Geng gue gak perduli hal itu". kata Ricky dengan tegasnya
dan mereka tahu jika ucapan sang leader tidak akan pernah main-main seperti yang sudah pernah terjadi sebelumnya dia akan bertindak dengan tegas