Reynand, begitu mereka memanggil nya. perjodohannya dengan Nayla benar-benar berusaha Ia tolak, namun rasa sayangnya terhadap sang kakek membuat Ia terpaksa menerima perjodohan tersebut.
Penasaran?
Saksikan terus kelanjutannya.....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Iwi Love, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kesal
****
Setelah makan Nayla berjalan lebih dulu, Ia tidak ingin menunggu Reynand sampai selesai makan. Rupanya laki-laki itu masih membuat dirinya kesal.
Namun tiba-tiba…. Bugh!
Tanpa
sengaja Nayla menabrak seseorang. Seorang wanita cantik. Nayla memperhatikan wanita itu dari atas sampai bawah. Tinggi langsing, kulitnya putih dan juga seksi. Dengan bajunya yang sangat terbuka dibagian dada. Sedikit familiar tapi, tidak tahu siapa.
“Eh kalau jalan itu hati-hati.” Makian keluar dari mulut wanita tersebut.
Nayla yang sedang kesal merasa malas untuk meladeni wanita tersebut. Ia pun akhirnya memilih berlalu dan meninggalkannya pergi.
“Eh, Eh, mau kemana kamu.” Menyusul Nayla dan berdiri dihadapannya. Sehingga langkah gadis itu terhenti.
“Tante sendiri yang jalannya buru-buru.” Menjawab dengan kesal.
“Apa kamu bilang?! tante?! Heh kamu nggak kenal saya ya?” wanita tersebut menaikkan amarahnya.
“Nggak.” Menjawab santai.
“Saya ini artis terkenal dan saya ini masih muda. Enak saja panggil saya tante.”
“Ada apa ini?” Reynand mendekat diikuti Dion dari belakang
“Reynand!” Wanita itu berjalan mendekati reynand cepat membuat suara sepatu tinggi terdengar jelas. “Lo disini?”
“Kamu kenal sama anak kecil ini.” Jari tetunjuknya menyentuh kening Nayla sampai kepala gadis itu terpundur kebelakang.
“Selena Lo.” Reynand menatap Selena tajam karena telah menoyor kepala Nayla.
“Lagian udah nabrak nggak minta maaf, malah panggil saya tante lagi. Dia nggak tau apa kalau gue ini artis.” Menekan namanya dengan jelas.
Reynand menatap Selena dengan jengah. Wanita ini benar-benar suka membesar-besarkan masalah.
“Sudah Nayla. Ayo kita pulang.” Reynand menarik tangan Nayla.
“Rey sebentar.” Menahan Reynand. “Tolong kamu ajarin ya anak ini. lagian dia siapanya kamu sih?" Memberi tatapan menusuk terhadap Nayla.
“Lo nggak perlu tau dia siapa.” Terus berjalan tanpa menghiraukan.
“Rey, tunggu!" Menyusul langkah Reynand dan berdiri dihadapannya. Mata kembali memberi tatapan menusuk terhadap Nayla.
“Gue mau kasih anak ini pelajaran.” Menarik tangan Nayla secara kasar.
“Apaan si Lo.” Menarik Nayla kembali. Membuat Nayla merasa diperebutkan.
Dion yang melihat sudah tidak bisa lagi menahan tawanya. Kejadian lucu yang jarang Ia lihat, seorang Selena Laura dipanggil tante oleh anak SMA.
“Gue duluan.” Reynand menarik tangan Nayla dan membawanya keluar dari sana.
“Reynand! Suruh anak kecil itu minta maaf ke gue.” Suar Selena nyaring terdengar, namun Reynand tidak memperdulikan.
Saat itu didalam mobil. Dion tertawa dengan kerasnya mengingat kejadian yang baru saja terjadi.
“Nayla kamu lucu juga ya. Nggak kayak yang Reynand omongin.” Dion kembali tertawa dengan kerasnya.
“Rey Lo denger? Tadi Nayla manggil Selena tante. Pasti kesel banget tuh anak. Udah perawatan mahan-mahal malah dipanggil tante.” Dion kembali terbahak. Sementara terlihat Reynand juga menahan senyumnya.
“Emang dia mirip tante-tante.” Sungut Nayla.
“Kamu nggak kenal ya dia siapa.” Dion menoleh kebangku belakang mobil.
“Nggak!” menjawab ketus.
Seketika tawa Dion berhenti. Reynand berdehem menggeram menandakan Dion jangan mengatakan apapun kepada Nayla.
~
Sesampainya di apartemen. Kala itu sekitar pukul 23:30. Reynand langsung mendudukan dirinya diatas sofa. Sepertinya dirinya sangat lelah hari ini.
Sementara itu Nayla langsung masuk kekamarnya. Didalam kamar pikirannya menerawang. Dirinya mulai memikirkan nasib pernikahannya dengan Reynand. Sekita timbul pikiran buruk dalam kepalanya. Bagaimana kalau Ia bercerai saja dengan lelaki itu? Kemudian kembali kerumah Mami sehingga Ia tidak perlu cari-cari perhatian. Karena Mami pasti akan memperhatikannya setiap hari tanpa diminta.
Namun tidak sepertinya terlalu cepat memikirkan tentang perceraian. Ini hanyalah masalah kecil. Ia pun segera berusaha menepis pikiran buruknya.
Tak berapa lama ingat kalau dia belum mengatakan kepada Reynand besok dia akan berangkat study tour. Nayla pun kembali keluar untuk menemui Reynand sofa. Namun, rupanya laki-laki itu tidak ada disofa.
Nayla pun menuju kamar Reynand. Pintunya hanya sedikit tertutup. Perlahan Nayla masuk dan membuka pintu tersebut.
“Abang.” Berdiri didepan Reynand yang tengah terbaring dan memjamkan mata hendak tidur. Namun laki-laki itu seolah tidak terganggu akan kehadirannya.
“Abang bangun aku mau ngomong sesuatu.”
“Hmmm.” Menjawab seperti mengigau.
Nayla mulai kesal Ia merasa seperti diabaikan. Ia pun duduk disisi ranjang mencoba membangunkan Reynand.
“Abang bangun!”
Reynand pun seketika terlonjak bangun. Dirinya terkesiap melihat Nayla berada didalam kamarnya.
“Kamu kenapa si Naylaaaa? Saya mau tidur. Saya lelah. saya ngantuk. Kamu tau kan saya baru pulang dari luar kota tadi sore, dan kemudian pergi lagi setelah itu.” Menatap Nayla tidak mengerti.
“Aku mau ngomong sesuatu. Ini soal sekolah.”
“Besok saja. Saya lelah.” kembali merebahkan tubuhnya diatas sofa.
“Abang, sebentar aja.” Kembali menggoyang-goyangkan tubuh Reynand. Sehingga laki-laki itu pun sontak terduduk kembali.
“Nayla! Kamu ngerti nggak apa yang saya katakan tadi?! Saya lelah, saya mau istirahat. Dan lagi kenapa kamu berani-beraninya masuk kedalam kamar saya tanpa izin.”
Jleb! Nayla terdiam. Entah kenapa Ia merasa hari ini Reynand terlalu kejam padanya. Biasanya laki-laki itu sering pulang dalam keadaan lelah. Tapi tidak pernah Ia seperti itu.
Akhirnya Ia pun memilih keluar dari sana dan kembali masuk kedalam kamarnya dengan perasaan yang amat kesal.
*
*
*
*
*
*
cinta yang berbalas 💘
nama cewek nya kaya nama aku
tapi udah aku ulang baca berkali2