Lyan adalah seorang anak lemah yang tinggal bersama seorang kakek tukang kayu. Kehidupan sehari-harinya selalu ditindas oleh teman-temannya karena Lyan dianggap sampah yang tidak memiliki kekuatan sama sekali. Namun itu tidak membuat Lyan putus asa, dia selalu berusaha berlatih keras agar dia menjadi kuat. Sampai pada akhirnya Lyan bertemu dengan arwah seekor rubah pertapa ribuan tahun dan mengangkatnya menjadi murid. Kisah petualangan Lyan pun akhirnya dimulai.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon rubahkecil, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Jebakan
"Menurut informasi yang kita dapatkan dari penjaga tadi, kakekmu berada dilantai 3 Lyan." Ucap Gremio.
"Kita harus cepat menemukan kakekku, sebelum mereka menyadari kehadiran kita."
Disaat mereka menuju lantai 2, beberapa prajurit terlihat berjalan dari depan kearah mereka. Dengan wajah tegang, mereka berjalan melewati para prajurit.
"Hei, tunggu...!!!" Teriak salah seorang prajurit.
"A-ada apa?" Tanya Gremio.
"Aku tak pernah melihat kalian sebelumnya. Dari divisi mana kalian?"
"Kami penjaga gerbang yang baru melakukan penggantian penjaga. Kami sangat lelah.. Boleh kami pergi istirahat?"
"Aku barutau jika ada wanita yang menjadi penjaga gerbang."
"Ohh.. Mereka ini baru direkrut semalam." Ucap Gremio dengan menunjukkan senyum bodoh.
"Baiklah, kalian boleh pergi sekarang."
Akhirnya mereka berhasil mengelabuhi para prajurit dan dengan segera bergegas kelantai 3.. Mereka lalu pergi keruang tahanan dan berhasil menemukan kakek Lyan.
"Lyan..!!!" Ucap kakeknya dengan wajah bahagia.
"Kakek...!!!"
Lyan lalu dengan paksa merusak sel penjara itu, lalu segera memeluk kakeknya. Tak lama setelah itu mereka lalu segera pergi dari sana untuk melarikan diri.
"Ada yang aneh.. Ini bukanlah kastil yang kecil, tetapi tadi kita hanya bertemu dengan beberapa prajurit dan sekarang kita tak menemui satu prajuritpun.. Aku merasakan firasat buruk." Ucap Gremio.
Lyan lalu menoleh kearahnya. "Kau tau akan bilang kalau kita telah dijebak bukan?"
"Semoga firasatku salah." Jawabnya.
Setelah mereka berhasil keluar dari pintu kastil. Alangkah kagetnya mereka setelah melihat ratusan prajurit telah menunggu mereka disana..!!!
Lalu seseorang diantara mereka berjalan mendekat. "Hahaha..!!! Akhirnya tikus masuk kedalam perangkap..!!!"
"Si... Siapa kau?" Tanya Lyan.
"Aku Komandan Daniel.. Sebenarnya aksi penyusupan kalian sudahku ketahui daritadi berkat seranggaku.. Tapi aku sengaja membiarkan kalian melakukan sampai sejauh ini agar kalian mati dengan bahagia."
"Sialan.. Kita benar-benar telah dijebak..!!!" Ucap Lyan.
"Tak ada cara lain.. Kita harus bertarung." Tegas Gremio.
Daniel tersenyum sinis, "Kau berbicara seperti kau bisa mengalahkan salah satu prajurit disini saja.. Prajurit, serang mereka...!!!"
Para perajurit menyerang.. Merasa terdesak, mereka lalu mengerahkan jurus mereka secara bersamaan.
"Lotus Kristal Pembeku...!!!"
"Tahap Kuasa : 7 Pilar Api...!!!"
"Tahap Kuasa : Tornado Air...!!!"
"Tapak Es Beku...!!!"
Namun sayang.. Jurus mereka tak ada yang berhasil melukai satupun musuh yang berada disana.
Angel gemetaran. "Ti.. Tidak mungkin."
"Hahaha...!!! Prajurit terlemah yang berada disini kekuatannya ditingkat Energi Bumi tahap 8, berbeda dengan penjaga gerbang yang dikalahkan oleh wanita yang hanya diam saja disa..." Ucap Daniel yang hendak menunjuk kearah Gresia, tapi ternyata Gresia telah hilang dari pandangannya.
Daniel lalu dengan cepat menoleh kebelakang dan melihat Gresia sedang melihatnya sambil membelakangi prajurit.
Para prajurit yang berada dibelakang Gresia tak bisa bergerak tanpa sebab, mulut mereka hanya ternganga.
"Langkah Bulan...!!!" Seru Gresia.
"Uaargghhhh...!!!" Sekitar 50an prajurit yang berada dibelakang Gresia terbelah tercabik-cabik dalam sekejap. Hal itu membuat prajurit lainnya gemetaran tak berani menyerang Gresia.
Gresia lalu mengibas tangannya kearah prajurit. "Bulan Sabit...!!!"
Sebuah gelombang energi tercipta dari kibasan tangan Gresia.. Para prajurit yang terkena gelombang energi yang berbentuk bulan sabit itu langsung tewas terbelah seketika. Ada sekitar seratus prajurit yang tewas akibat serangan tersebut. Ini cukup untuk membuat para prajurit yang tersisa lari ketakutan. Lyan dan yang lainnya hanya terdiam takjub melihatnya.
"Pffttt... Jadi seperti ini prajurit yang kau banggakan tadi? Semuanya sudah kabur, sisa kau seorang sekarang. Apa kau mau kabur juga?" Ejek Gresia.
Daniel tersenyum sinis. "Inilah yang kutunggu-tunggu.. Akhirnya aku bertemu orang kuat sepertimu."
Seorang pria bertubuh besar lalu turun dari atas, dia mendarat ditengah-tengah antara Daniel dan Gresia.. Saat dia mendarat, tanah yang dipijaknya langsung hancur. "Tunggu Daniel...!!! Biar aku yang mengurusnya."
"Dia bagianku.. Aku sudah lama tak bersenang-senang...!!!" Ucap Daniel.
"Hei Daniel... Aku lebih kuat darimu.. Lagipula kau tak akan dapat mengalahkannya."
"Kau berbicara seakan-akan aku lemah saja, padahal kau hanya lebih kuat sedikit dariku Paul.. Tapi jika kau sudah berkata seperti itu, aku tak punya pilihan selain mengurus bocah-bocah disana."
Gresia lalu menghilang, seperti menyadari serangan Gresia,, Paul secara mendadak menyilangakan tangannya untuk bertahan. Gresia lalu muncul dibelakangnya. "Langkah Bulan...!!!"
"Khggghhh...!!!" Paul lalu termundur beberapa langkah, lalu tangannya tergores.
"Kau terlalu meremehkanku.. Kau pikir, kau bisa mengakhiri ini dengan cepat?" Ucap Paul.
Gresia lalu menghela nafas. "Sepertinya ini akan lama.. Kalian, bertahanlah sampai aku selesai."
Daniel berjalan mendekati Lyan dan yang lainnya. "Hei.. Namamu Lyan bukan? Aku ingat disaat aku hendak membunuh gadis cantik itu, dia menyebut namamu terus.. Jadi aku hanya membuatnya sekarat agar dia bisa bertemu denganmu disaat-saat terakhirnya.. Dia pasti sudah mati bukan?"
"Kauu... Jadi kau yang membunuh Cleo...!!!" Teriak Lyan.
"Oh... Jadi benar, dia sudah mati.. Hahaha..!!!"
"Sialan kau...!!!" Kesal Lyan sambil berlari menyerang.
"Lyan... Jangan gegabah...!!!" Teriak Gremio.
"Pukulan 7 Halilintar...!!!"
Disaat pukulan Lyan hampir mengenai Daniel.. Pukulannya dengan mudah ditahan oleh Daniel, lalu dia memukul wajah Lyan hingga terpental jauh.
"Lemah... Sangat lemah... Bagaimana kau bisa membalaskan dendam kekasihmu?"
Lyan lalu bangkit berdiri. "Diam kau sialan...!!!" Kalungnya kemudian memancarkan cahaya yang menyilaukan.
"Nah.. Begini baru menarik.. Ayo tunjukkan padaku kekuatan yang kau dapatkan dari kalung itu."
Lyan melancarkan pukulan-pukulan, tapi Daniel dengan santainya menahan pukulan tersebut hanya dengan satu tangan.
"Lotus Kristal Pembeku...!!!"
Jurus tersebut membuat Daniel membeku, tapi, dalam sekejab Daniel dengan mudahnya menghancurkan Lotus Kristal Pembeku milik Lyan.
"Tidak ada yang berubah.. Kau tetap lemah...!!! Ekspetasiku terlalu tinggi kepadamu.. Aku akan segera mengakhiri ini."
Disaat Lyan hendak melancarkan pukulan, Daniel dengan cepat meraih leher Lyan lalu mencekiknya.
Daniel lalu merampas kalung yang dikenakan Lyan. "Kalung ini tak akan berguna jika berada ditanganmu, aku ini baik.. Aku akan segera mengantarmu pergi ke neraka menemani kekasihmu."
"Tahap Kuasa : 7 Pilar Api...!!!"
"Tahap Kuasa : Tornado Air...!!!"
"Tapak Es Beku...!!!"
Ketiga jurus tersebut mengarah ke Daniel. Namun sebelum sampai kepadanya, secara mengejutkan jurus itu buyar dalam sekejap.
Mereka bertiga tak putus asa, lalu secara serentak menyerang Daniel. Tapi tetap saja, mereka tak mampu menyentuh Daniel dan dengan mudah dikalahkan hanya dengan satu tangan.
"Kalian jangan terburu-buru. Tenang saja, setelah aku menghabisi bocah ini.. Giliran kalian akan tiba.
"Sial...!!! Kita benar-benar tak bisa berbuat apa-apa..!!!" Kesal Mei.
Disaat itu juga.. Lyan tiba-tiba tersenyum aneh dan membuat Daniel bingung.
"Huaarrghhhh..!!!" Teriaknya, tanpa sadar, kekuatan dari teriakan itu mampu membuatnya terlepas dari cekikan Daniel.
"Wah.. Wah.. Sekarang apalagi yang mau kau tunjukkan?" Tanya Daniel.
"Aku Pangeran Lyxus.. Yang akan kutunjukkan kepadamu adalah jalanmu menuju keakhirat." Ucapnya sambil terkekeh.
"Kekuatanmu meningkat sampai ke Energi Raja sekarang dan kau jadi aneh.. Baiklah, aku akan membiarkanmu menunjukkan sedikit lagi hiburan kepadaku biar aku tidak bosan.."
"Tenang saja, kau tidak akan bosan karena setelah ini, kau akan beristirahat dengan tenang dialam sana."
"Berkat kekuatan Lyan yang meningkat dalam 2 bulan ini, aku bisa memanggil partner yang lebih kiat dari Ifrit.. Sekarang sebaiknya kau bersiap-siap." Ucap Lyxus sambil mengangkat tangannya keatas.
"Teknik Pemanggilan : Raja Golem...!!!"
Sebuah golem raksasa muncul dari tanah.. Golem ini memiliki tanduk batu dikepalanya, tingginya sekitar 10 meter, ini bahkan 2x lipat dari ukuran Iblis Hitam Abadi milik Erwin...!!! Kemunculan Raja Golem ini membuat tanah sekitar bergetar.. Membuat Gresia dan Paul yang sedang bertarung sejenak menyaksikan kemunculan Raja Golem tersebut.
"Heh.. Sepertinya aku tidak perlu mencemaskan mereka." Ucap Gresia.
"Fokuslah pada pertarungan kita.. Daniel berada ditingkat Energi Kaisar Tahap 5.. Kau pikir dia akan kalah oleh makhluk tanpa otak itu?" Ucap Paul.
Gremio beserta yang lainnya terkejut melihat Lyxus dapat memanggil monster sekuat itu.. Hal ini wajar membuat mereka terkejut karena mereka merasakan kekuatan Raja Golem berada ditingkat Energi Kaisar...!!!
Daniel tertawa sambil menunjukkan wajah yang puas. "Hahaha...!!! Ini baru menarik...!!! Tak sia-sia aku memberimu kesempatan hidup sedikut lebih lama...!"
"Ya.. Kau benar.. Berkat kesempatan hidup yang kau berikan.. Sekarang kesempatan itu akan membuatmu pergi ke akhirat secepatnya." Senyum Lyxus.