NovelToon NovelToon
Sinyal Terakhir

Sinyal Terakhir

Status: tamat
Genre:Sci-Fi / Dunia Masa Depan / Fantasi / Tamat
Popularitas:262
Nilai: 5
Nama Author: Mirage Ink

SINYAL TERAKHIR

Sinopsis

Tahun 2487.

Persemakmuran Persatuan Manusia (PPM) telah berkembang menjadi peradaban antarbintang yang menguasai ratusan sistem bintang. Dengan bantuan jaringan gerbang antarbintang dan kecerdasan buatan AURA, manusia berhasil membangun koloni di berbagai penjuru galaksi. Meski teknologi berkembang pesat, satu pertanyaan besar belum pernah terjawab: apakah manusia benar-benar sendirian di alam semesta?

Semuanya berubah ketika jaringan observatorium PPM menangkap sebuah sinyal misterius dari Galaksi Asterion, sebuah galaksi yang tidak pernah tercatat dalam jalur eksplorasi resmi. Sinyal itu memiliki pola yang tidak mungkin dihasilkan oleh fenomena alam dan terus berubah seolah merespons sesuatu.

Untuk menyelidikinya, Dewan PPM membentuk ekspedisi rahasia menggunakan kapal eksplorasi tercanggih, ESS Horizon. Misi tersebut dipimpin oleh Kapten Idris, didampingi Wakil Kapten Kael, bersama sepuluh anggota lain yang dipilih langsung dari berbagai bidang keahlian

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mirage Ink, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 10 – Pos Observasi Tujuh

Tidak ada seorang pun yang berbicara.

Dua layar drone kini memperlihatkan lorong logam yang terang benderang.

Padahal beberapa detik sebelumnya, kedua drone masih berada di luar struktur.

Owen menggerakkan tuas kendali.

"Kontrol kembali normal."

"Berarti drone masih bisa dikendalikan?" tanya Kael.

"Ya."

"Kalau begitu, maju perlahan."

---

Drone Satu bergerak lebih dulu.

Lorong itu sangat bersih.

Tidak ada debu.

Tidak ada kabel yang menjuntai.

Dindingnya berwarna putih keperakan dengan garis-garis cahaya biru di sepanjang sisi.

Hana memperhatikan hasil pemindaian.

"Aneh."

"Apa lagi?" tanya Darius.

"Tidak ada tanda korosi."

"Padahal kalau stasiun ini benar berumur lebih dari seratus tahun..."

"...seharusnya ada kerusakan."

Lyra mengangguk setuju.

"Seolah-olah tempat ini baru saja digunakan."

---

Di ujung lorong terlihat sebuah pintu bundar.

"Berhenti di depan pintu," perintah Kapten Idris.

Drone berhenti.

Owen mencoba memindai.

"Pintu setebal hampir dua meter."

"Materialnya?"

"Tidak dikenali."

Darius tersenyum kecil.

"Daftar benda yang tidak dikenali semakin banyak."

"Tidak lucu," sahut Reza.

"Aku cuma mencoba mencairkan suasana."

"Tidak berhasil."

Beberapa kru tersenyum tipis mendengar percakapan mereka.

---

Tiba-tiba...

Pintu bundar itu terbuka sendiri.

Tidak ada suara mekanis.

Tidak ada ledakan tekanan udara.

Hanya terbuka perlahan.

Semua orang di dek komando langsung menegakkan badan.

"Drone tetap di tempat," kata Kael.

Owen mengangguk.

"Aku tidak menggerakkannya."

Namun...

drone justru melaju sendiri memasuki ruangan di balik pintu.

"Aku kehilangan kendali!" seru Owen.

"Semua perintah ditolak."

Di layar, drone terus bergerak tanpa bisa dihentikan.

---

Ruangan di balik pintu jauh lebih besar.

Bentuknya melingkar.

Di tengah ruangan berdiri sebuah menara silinder setinggi sekitar lima meter.

Permukaannya dipenuhi simbol-simbol yang tidak dikenal.

Leo memperbesar gambar.

"Itu bukan alfabet manusia."

Lyra mendekat.

"Mirip pola pada sinyal."

Leo membandingkannya dengan data yang ia miliki.

Beberapa detik kemudian...

"Tingkat kemiripan 81 persen."

Ruangan kembali sunyi.

---

Sementara itu, Drone Dua memasuki lorong lain.

Lorong tersebut berakhir di sebuah ruangan yang dipenuhi layar transparan.

Semuanya mati.

Hanya satu layar yang masih menyala redup.

Rina memperbesar tampilannya.

"Itu..."

Di layar tersebut muncul tulisan dalam Bahasa Standar PPM.

**POS OBSERVASI TUJUH**

**STATUS: DARURAT**

Di bawahnya terdapat baris lain.

**SELAMAT DATANG, EKSPEDISI KE-24.**

Seluruh kru terdiam.

Kael menatap layar beberapa detik.

"Lima menit lalu kita baru mengetahui tempat ini."

"Bagaimana mungkin..."

"...mereka tahu kita ekspedisi kedua puluh empat?"

---

Sebelum ada yang menjawab...

Tulisan di layar berubah.

Huruf-hurufnya menghilang satu per satu.

Lalu muncul kalimat baru.

**KAPTEN IDRIS**

**SILAKAN MASUK SENDIRIAN.**

Reza langsung berdiri.

"Mustahil."

Kapten Idris tidak mengalihkan pandangannya dari layar.

Tulisan kembali berubah.

**KAEL DILARANG MASUK.**

Semua orang langsung menoleh kepada Kael.

Darius memecah keheningan.

"Sepertinya tempat itu mengenal kita."

"Tapi bagaimana caranya?" tanya Mira.

Tidak ada jawaban.

Bahkan AURA pun tidak memberikan penjelasan.

---

"AURA."

Panggil Kapten Idris.

"Ya, Kapten."

"Apakah ada transmisi yang masuk ke kapal?"

"Tidak ada."

"Apakah layar itu terhubung dengan sistem kita?"

"Tidak."

"Lalu bagaimana tulisan itu bisa muncul?"

"Belum dapat dijelaskan."

Untuk pertama kalinya...

AI tercanggih milik PPM tidak memiliki jawaban.

---

Tiba-tiba struktur di luar mulai memancarkan cahaya lebih terang.

ESS Horizon kembali bergetar.

"Energi meningkat dua puluh persen!" lapor Darius.

"Medan gravitasi berubah!"

Niko segera memegang kendali navigasi.

"Kapten!"

"Kapal mulai tertarik ke arah struktur."

"Gunakan pendorong samping."

"Sudah."

"Tidak cukup."

Mesin ESS Horizon meraung.

Namun kapal raksasa itu tetap bergeser perlahan menuju Pos Observasi Tujuh.

---

Reza menoleh kepada Kapten Idris.

"Perintah?"

Idris berpikir beberapa detik.

Lalu berkata tegas,

"Semua personel bersiap."

"Owen, tarik kedua drone jika memungkinkan."

"Rina, salin seluruh data yang masih bisa diakses."

"Leo, terus pantau sinyal."

"Mira, siapkan ruang medis."

"Hana, analisis struktur itu."

"Darius, pastikan reaktor mampu mengimbangi tarikan gravitasi."

Ia berhenti sejenak sebelum mengucapkan kalimat berikutnya.

"Kalau kita tidak bisa melepaskan diri..."

"...maka kita akan masuk ke Pos Observasi Tujuh."

Tidak ada yang membantah.

Di luar jendela depan, struktur raksasa itu kini tampak semakin besar.

Dan untuk pertama kalinya sejak meninggalkan PPM...

ESS Horizon kehilangan kendali atas arah perjalanannya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!