NovelToon NovelToon
Aku Bisa Tanpamu

Aku Bisa Tanpamu

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Tamat
Popularitas:501k
Nilai: 5
Nama Author: Iin Nuryati

Menikah dengan orang yang aku cintai, hidup bahagia bersama, sampai akhirnya kami dikaruniai seorang putra tampan. Nyatanya setelah itu justru badai perceraian yang tiba-tiba datang menghantam. Bagaikan sambaran petir di siang hari.

Kehidupanku seketika berubah 180 derajat. Tapi aku harus tetap kuat demi putra kecilku dan juga ibu serta adikku.

Akankah cinta itu kembali datang? Sementara hatiku rasanya sudah mati rasa dan tidak percaya lagi pada yang namanya cinta. Benarkah cinta sejati itu masih ada?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Iin Nuryati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

31. Alhamdulillaah, Sah !

Akhirnya hari pernikahan Awan dan Shofi pun tiba juga. Pagi ini Awan dan Shofi akan melangsungkan ijab kabul mereka di masjid di dekat rumah Shofi.

Pukul sembilan pagi semua keluarga, beberapa orang tetangga, dan juga penghulu sudah bersiap di masjid tersebut untuk pelaksanaan acara ijab kabul Awan dan Shofi. Hamzah yang akan bertindak sebagai wali untuk menikahkan Shofi dengan Awan. Sementara Pak Haji Muhsin dan Langit sebagai saksi satu dan dua.

Awan dan Shofi sudah duduk bersisian di depan penghulu dan Hamzah. Surya, Wulan, Anjani, Bintang, Inara, Aminah, Keinan, Bu Hajah Maryam, dan juga beberapa kerabat serta tetangga juga nampak duduk dengan tenang di belakang kedua calon mempelai pengantin tersebut.

Setelah pembacaan khutbah nikah, istighfar, dan dua kalimat syahadat, penghulu pun kemudian mengarahkan Hamzah untuk berjabat tangan dengan Awan. Hamzah kemudian menjabat tangan kanan Awan dan mengucapkan akad ijab seperti yang sudah diajarkan oleh penghulu kepada dirinya.

"Saya nikahkan dan saya kawinkan engkau saudara Awan Dwi Ardiansyah bin Surya Adinata dengan kakak perempuan saya yang bernama Shofiyyah Az Zahra binti almarhum Muhammad Abdullah dengan mas kawin berupa seperangkat alat sholat dan perhiasan seberat 25 gram, dibayar tunai," kata Hamzah mengucapkan akad ijab untuk kakaknya dengan Awan.

"Saya terima nikah dan kawinnya Shofiyyah Az Zahra binti almarhum Muhammad Abdullah dengan mas kawin seperangkat alat sholat dan perhiasan seberat 25 gram dibayar tunai!" ucap akad kabul dari Awan dengan lantang dan dalam satu tarikan nafas.

"Bagaimana para saksi, sah?" tanya penghulu kepada Pak Haji Muhsin dan Langit.

"Sah!!!" bukan hanya Pak Haji Muhsin dan Langit tetapi semua yang hadir di dalam masjid tersebut pun ikut menjawab secara bersamaan.

"Alhamdulillaah, sah!" kata penghulu.

"Alhamdulillaahi robbil 'aalamiin," ucap syukur Awan dan Shofi seraya mengusap wajahnya dengan kedua telapak tangan masing-masing.

Ucapan hamdalah juga dilafazkan oleh Hamzah, Aminah, Surya, Wulan, dan juga semua yang hadir di dalam masjid dan menjadi saksi prosesi ijab kabul pernikahan Awan dan Shofi tersebut. Senyum bahagia penuh kelegaan menghiasi wajah semua orang.

Awan kemudian dipersilahkan untuk memasangkan cincin di jari manis Shofi. Bergantian dengan Shofi setelahnya. Setelah itu Shofi kemudian diarahkan untuk mencium punggung tangan kanan Awan, pria yang sekarang sudah sah menjadi suaminya tersebut.

Awan pun lalu mencium kening Shofi. Keduanya memejamkan mata masing-masing, meresapi perasaan haru dan bahagia yang memenuhi lubuk hati mereka berdua. Dan ternyata tidak hanya Awan dan Shofi saja, semua yang hadir disana pun juga ikut merasakan kebahagiaan dan rasa haru kedua pengantin baru tersebut.

Keinan yang saat ini duduk di antara Aminah dan Wulan menyerong kan tubuhnya kemudian menghapus air mata yang menetes di pipi Aminah dan juga Wulan bergantian.

"Nenek sama Oma nggak boleh nangis," kata polos Keinan.

Aminah dan Wulan saling pandang. Keduanya kemudian tersenyum lalu memeluk Keinan dari samping secara bersamaan.

"Nenek sama Oma nangis karena bahagia kok, sayang," kata Aminah.

"Iya, Keinan sayang," sambung Wulan juga.

Wulan mencium kepala Keinan kemudian mengangkat wajahnya. Menyaksikan Awan dan Shofi yang saat ini sedang menandatangani serangkaian berkas pernikahan mereka. Wulan mengesah dalam hati. Mencoba menerima sekaligus mendo'akan yang terbaik untuk putra bungsunya dan istri pilihannya tersebut.

Selesai penandatanganan berkas-berkas pernikahan dan penyerahan buku nikah secara simbolis kepada Awan dan Shofi, penghulu pun kemudian memimpin do'a untuk kedua mempelai pengantin. Semua yang hadir di masjid tersebut pun ikut mengangkat kedua tangan mereka dan mengaminkan do'a dari penghulu tersebut.

Setelah selesai serangkaian acara prosesi ijab kabul tersebut, Awan dan Shofi kemudian sungkem kepada Surya dan Wulan, juga Aminah. Meminta do'a restu dari orang tua mereka berdua.

"Selamat ya untuk kalian berdua. Semoga menjadi keluarga yang sakinah mawadah warahmah fiddunya wal akhirat. Rukun dan langgeng selalu ya," kata Surya kepada Awan dan Shofi.

"Aamiin, makasih, Pa," balas Awan dan Shofi bersamaan.

"Semoga bahagia selalu," do'a Wulan juga.

"Aamiin, makasih, Ma," lagi Awan dan Shofi menjawab bersamaan.

"Ibu titip Shofi ya, nak Awan. Tolong bimbing dia agar bisa menjadi istri yang baik untuk nak Awan kedepannya," kata Aminah kepada Awan.

"Iya, Bu. Pasti," balas Awan mantap.

"Selamat untuk kalian berdua. Semoga menjadi keluarga yang selalu dirahmati oleh Allah SWT. Ibu pasti akan selalu mendo'akan yang terbaik untuk rumah tangga kalian," kata Aminah mendo'akan dengan tulus.

"Aamiin, makasih, Bu," balas Awan dan Shofi juga.

"Bunda, Papa," pekik bahagia Keinan yang langsung merangkul leher Awan dan juga Shofi bersamaan.

Awan dan Shofi memeluk Keinan bersama-sama.

"Keinan seneng banget. Akhirnya sekarang Keinan punya papa," kata Keinan dengan senyum yang mengembang sempurna.

"Iya, sayang," balas Awan seraya mencium kepala Keinan penuh sayang.

Keinan melepaskan pelukannya kemudian mencium pipi Awan dan Shofi bergantian. Air mata seketika mengalir di pipi Shofi, merasa terharu melihat kebahagiaan putranya itu. Dengan sigap Awan dan Keinan langsung bersama-sama menghapus air mata Shofi tersebut. Shofi tersenyum, begitu juga dengan Awan dan Keinan. Rasa haru kembali memenuhi seisi masjid tersebut.

Hamzah, Langit, Anjani, Pak Haji Muhsin, Bu Hajah Maryam, dan juga semua yang hadir di masjid tersebut pun kemudian satu per satu juga mengucapkan selamat dan mendo'akan untuk kebahagiaan pernikahan Awan dan Shofi kedepannya.

Selesai semua acara di masjid tersebut, mereka semua kemudian langsung bertolak untuk menuju ke rumah Surya. Pesta resepsi pernikahan sederhana Awan dan Shofi akan langsung diadakan disana sekalian.

1
⚔️𝔸฿ł_må§🏹🪈
keren cara mu awan
⚔️𝔸฿ł_må§🏹🪈
di anggap nya anak itu ikan apa? untuk pancingan 🤦‍♀️
⚔️𝔸฿ł_må§🏹🪈
keren shofi
⚔️𝔸฿ł_må§🏹🪈
wkwkwk ngambek 🤣
⚔️𝔸฿ł_må§🏹🪈
janda juga manusia mah
⚔️𝔸฿ł_må§🏹🪈
air minum tuh obat syok
⚔️𝔸฿ł_må§🏹🪈
yang sebenernya kamu juga ada rasa sama shofi, iya kan awan
⚔️𝔸฿ł_må§🏹🪈
jodoh itu Wan
⚔️𝔸฿ł_må§🏹🪈
gitu amat yak
⚔️𝔸฿ł_må§🏹🪈
hebat juga tebakan papa nya Awan
⚔️𝔸฿ł_må§🏹🪈
aamiin🤲
⚔️𝔸฿ł_må§🏹🪈
Alhamdulilah dapat restu dari calon adik ipar
⚔️𝔸฿ł_må§🏹🪈
restu orang tua wajib, tanpa restu kedua orang tua, rumah tangga tak kan damai
⚔️𝔸฿ł_må§🏹🪈
suamimu saja yang kegatelan
⚔️𝔸฿ł_må§🏹🪈
anak gue🤔
⚔️𝔸฿ł_må§🏹🪈
mainan ini pintar, mandiri lagi
⚔️𝔸฿ł_må§🏹🪈
berjodoh mereka berdua
⚔️𝔸฿ł_må§🏹🪈
kasihan nya tuh bocah
⚔️𝔸฿ł_må§🏹🪈
janda emang menggoda, mau jelek apa lagi cantik dengan gelar janda bisa menghebohkan
⚔️𝔸฿ł_må§🏹🪈
rasanya pengen nonjok muka nya Bayu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!