NovelToon NovelToon
Mahar 200 Ribu

Mahar 200 Ribu

Status: sedang berlangsung
Genre:Komedi / Nikahkontrak / Nikah Kontrak
Popularitas:111.2k
Nilai: 5
Nama Author: Dina yuwita

Hai, ceritanya aku revisi lagi ya! ada beberapa kalimat yang di tambah dan di hilangin!

Laura Hendrik wanita cantik yang berusia 21 tahun, terpaksa menikah dengan pria asing karena kesalah pahaman dari warga yang mengira mereka tengah kumpul kebo.

Namun bagaimana jika orang asing itu adalah Arvin Indorto, musuh bebuyutan nya sejak kecil? apakah akan tumbuh benih cinta di antara mereka? atau pernikahan mereka akan kandas begitu saja?

Tidak ketinggalan sosok pria tampan yang selalu membuat hati Laura menghangat, kisah cinta segitiga antara mereka akan di mulai!



Yuk ikutin kisahnya!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dina yuwita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tamparan

Mila yang sejak tadi menyaksikan keributan wanita yang di ketahui masa lalu Arvin, tangannya sudah terasa gatal ingin memberi pelajaran. namun apalah daya dia tidak bisa ikut campur dalam permasalahan mereka.

"Dasar ulet keket, kalo gue jadi Laura udah gue enyek-enyek tu muka" Mila terus menggerutu, tangannya tanpa sadar mencubit pinggang sang kekasih.

"Akhh sakit yang" pekik Febri mengusap pinggangnya yang terasa panas.

"Astaga, maaf aku nggak sengaja" ucap Mila merasa bersalah telah membuat kekasihnya kesakitan. "Habis nya aku kesel banget sama dia"

"Ya tapi jangan badan aku juga jadi pelampiasan"

"Iya iya, namanya juga khilaf kok" ketus Mila memanyunkan bibir. wajahnya melengos ke arah lain dan saat itu dia melihat seseorang yang turun dari mobil Pajero Putih.

"Pak Fiza?...Wah ini nggak bener, bisa tambah kacau kalo kayak gini" gumam Mila berlari kecil menghampiri Fiza. dia tau kalau dosennya itu suka dengan Laura walau tau statusnya sudah menjadi istri orang lain. jika dia tau permasalahan saat ini, Mila yakin jika Fiza akan mengambil kesempatan untuk menghasut Laura agar meninggalkan Arvin.

"Tunggu, bapak ngapain ke sini?" cegah Mila berdiri di depan Fiza.

"Minggir" ucap Fiza dengan suara berat

"Enggak! Sebelum bapak jawab pertanyaan saya, saya nggak akan biarin bapak maju sedikitpun" sebenarnya tangan Mila sekarang sudah berkeringat dingin, melihat raut wajah pria yang berstatus sebagai dosennya tampak datar tanpa ekspresi.

Fiza yang geram pun mendorong tubuh Mila ke samping hingga terhuyung beberapa langkah. dia tidak perduli mau jatuh atau tidak, yang terpenting sekarang ini adalah kondisi wanita pujaannya. suara jeritan serta hantaman benda keras, menyapa gendang telinga Fiza.

DEG

"Laura!" teriak Fiza membelalakkan mata melihat aksi Cherry yang melempar kursi plastik, namun untung nya Laura maupun Arvin menghindar sehingga kursi tersebut menghantam dinding.

Mendengar namanya di panggil, Laura seketika menoleh begitu pula dengan Cherry. mata Cherry membola melihat siapa yang datang, bagaimana bisa pria ini menemukan nya secepat ini?

"Cukup Cherry, jangan gila kamu!" bentak Fiza secepatnya menarik tangan Cherry yang ingin kembali melemparkan vas bunga kecil yang terbuat dari kaca.

"Lepasin aku kak! aku mau ngebunuh perempuan murahan itu! dia udah ngerebut Arvin, hanya aku yang boleh sama Arvin!" teriak Cherry memberontak, berusaha melepaskan diri dari cengkraman tangan Fiza yang mulai membawanya pergi dari sana.

"Aku bilang lepas! dia harus mati, di harus mati! biarin aku ngebunuh dia sekarang kak!"

PLAK

Sebuah tamparan keras seketika membuat Cherry terdiam. pipinya berdenyut, terasa sangat panas bahkan cap lima jari tangan Fiza menempel cantik di wajahnya. ya, Fiza sangat tidak suka dengan kata-kata yang barusan di lontarkan Cherry pun, jadi hilang kendali hingga melayangkan tamparan yang belum pernah dia berikan kepada wanita.

"Jangan pernah ngucapin kalimat itu lagi! karena sampai kapanpun saya nggak akan biarin itu terjadi" bisik Fiza memberi tatapan tajam. "Sekarang Pulang!" sambil memegang pipi, mau tidak mau Cherry mengikuti perkataan Fiza. setelah itu, mobil pun melesat meninggalkan area kost menuju ke suatu tempat

Di depan kost, orang-orang yang tadinya berkerumun perlahan membubarkan diri melanjutkan aktivitas pagi. begitu pula dengan Arvin dan Laura yang sudah masuk ke dalam kost sambil membawa barang belanjaan yang sempat tercecer.

Arvin duduk di meja dapur, memperhatikan Laura yang sedang mengiris wortel. entah apa yang ada di dalam pikiran nya sekarang, yang jelas Laura jadi salah tingkah sehingga tangannya tidak sengaja tersayat oleh pisau yang lumayan tajam.

"Sshhh"

"Ehh Lo ngapain" pekik Laura kaget ketika Arvin memasukkan tangannya yang terluka ke dalam mulut. Arvin terus menghisap jari telunjuk yang terluka itu, hingga di rasa darahnya sudah berhenti barulah Arvin melepaskannya.

"Lo mikirin apaan? apa wortelnya kurang, sampe tangan Lo juga di iris?" Laura hanya diam mendengar ocehan dari Arvin, dia juga tidak tau kenapa bisa jadi seperti ini.

"Ayo gue obatin" Arvin menarik tangan Laura ke ruang tamu.

"Nggak usah, nanti juga sembuh sendiri" tolak Laura menepis pelan tangan Arvin.

"Itu kata Lo, kalo infeksi gimana? mau jari Lo di amputasi? udah ayo" malas berdebat, akhirnya Laura hanya bisa menurut.

"Siapa Cherry?" tiba-tiba pertanyaan itu keluar begitu saja dari bibir Laura. entah mengapa dia jadi sedikit penasaran dengan sosok Cherry, apalagi dengan kehadiran Fiza yang langsung membawanya pergi.

"Bukan siapa-siapa, dia nggak penting"

"Apa dia salah satu perempuan di hotel kemaren?" Seolah tidak menghiraukan jawaban Arvin yang terdengar tidak suka, Laura masih tetap mengajukan pertanyaan. hingga benda kenyal dan basah pun menempel di bibirnya.

"Mmmmmtttt

****

BUGH

BUGH

Gumpalan darah segar keluar dari mulut Fiza, setelah menerima pukulan dari orang yang tidak lain ialah sahabat sekaligus bosnya.

"Gue suruh Lo untuk bawa Adek gue pulang, bukan berarti untuk Lo kasarin"

Ya, Fiza bukanlah kakak Cherry melainkan hanya orang suruhan. Fiza yang awalnya melamar jadi dosen di Singapura mendapatkan tawaran pekerjaan dari sahabatnya untuk menjadi dosen di bandung dan memantau seorang wanita yaitu Laura. dengan gaji yang lumayan besar Fiza pun setuju, selain itu dia juga jadi bisa sekalian menjaga ibunya di sana. siapa sangka setelah cukup lama memantau gadis tersebut, hatinya mulai tumbuh perasaan yang tidak seharusnya. Fiza berusaha menepis rasa tersebut, namun tetap tidak bisa. Jadilah ia bertekad untuk mendapatkan Laura walau harus mengorbankan persahabatan mereka.

"Kak Al cukup!"

*

*

*

Bersambung....

Dukung karya aku dengan cara 👇

🌳 Like 👍

🌳 Komen Sebanyak-banyaknya 🥰

🌳 VOTE

🌳 Hadiah🙈

🌳 Rating ⭐⭐⭐⭐⭐

1
Anaraka Ana
simple dan menarik
Jahwa Ahmad
ayo yhor lanjut jngan lama2 upnya..
Wina Yuliani
,dr part satu sampai sini aku semangat bgt maraton kak, eh ternyata pas udh d sini hrs ikutan antri kayk yg lain,, menunggu mu 😅😅👍
❤️⃟Wᵃf🧸🍒🍾⃝ͩɴᷞαͧуᷠαͣ❣️ 📴
wehh semangat dina upnya akhirnya up juga lama banget upnya ampe lupa alur aku 🤧🤧🤧🤧🤧🤦‍♀️🤦‍♀️🤦‍♀️
Wiek Soen
lama sx Thor.. lanjut
Aries April Liani
astga lma bngt kak ampk lup alurnya😁
Dina Yuwita: maaf ya udah buat kalian pada kecewa, harusnya udah lama novel ini tamat 🥺
total 1 replies
Wiek Soen
akhirnya up ke juga lanjut thor
Yati Planjan
saya suka lanjutkan
Muripah Ajha
good thor
Jahwa Ahmad
lanjut thor knp d gantung sih...kan jadinya nanggung...😁😁
Wiek Soen
hampir lupa Thor
Aries April Liani
bngetttt aq sllu nunggu ampk ga ku hpus dr fvrt biar tau pas up lg🤩🤩🤩
Andariya 💖
kisah yg semakin menarik Arvin dan Laura ❤️❤️❤️❤️
Andariya 💖
wah..Laura..kamu ini keren dan tangguh sekali 👍😘
Andariya 💖
Arvin..bikin ulah terus🤭🤭🤭
Andariya 💖
Laura..kamu ini emang ya..Uda buat Arvin jantungan 🤣🤣🤣🤣
Andariya 💖
Laura ini mandiri banget ❤️❤️❤️💚
Zeya_
waalaikumsalam ya ahli surga
꧁𝙉Ⓐノ𝙎ム꧂💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ
kalau ada tanda² kayak gitu berarti fiks kak Laura lu suka sama die
☠ᵏᵋᶜᶟNida
mngkin kamu udh ada rasa kali ya sampe jantung mu berdebar 🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!