NovelToon NovelToon
Lord Of The Gods

Lord Of The Gods

Status: tamat
Genre:Reinkarnasi / Mengubah Takdir / Epik Petualangan / Tamat
Popularitas:52.9k
Nilai: 5
Nama Author: Sang_Imajinasi

Setelah mengorbankan wujud fananya untuk menyelamatkan jiwa Su Qingyue, Lin Chen hancur oleh cakar Kaisar Langit dari Ras Naga Sejati.

Sisa jiwanya yang nyaris sirna diselamatkan oleh pengorbanan umur Tian Yu yang memanggil Esensi Phoenix Abadi, mengubahnya menjadi sebuah kepompong api. Atas kehendak Tuan Istana Ujung Takdir, kepompong itu dibuang ke dunia fana murni Kerajaan Chen tempat di mana hukum kultivasi, Qi spiritual, dan ancaman dewa tidak pernah ada.

Ratusan tahun berlalu dalam keheningan, menunggu sang Penantang Langit untuk menetas kembali. Tanpa kultivasi, tanpa tombak dewa di tangannya, namun membawa fondasi fisik gabungan dari Naga, Kekacauan, dan Phoenix Abadi, Lin Chen memulai kehidupan keduanya bukan sebagai monster kehancuran, melainkan sebagai seorang pangeran fana.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sang_Imajinasi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 33: Pelampiasan Amarah

Hawa dingin yang menusuk tulang tiba-tiba merampas kehangatan fajar di Istana Kerajaan Chen. Kolam teratai di taman membeku dalam hitungan detik, dan embun pagi berubah menjadi kristal-kristal es tajam yang berjatuhan dari langit.

Dari balik awan yang memutih, sebuah kereta perang raksasa yang terbuat dari es abadi turun perlahan. Tiga ekor naga beku bermata biru yang menarik kereta itu mengaum, memancarkan tekanan spiritual yang membuat udara di sekitar pelataran istana terasa seberat lautan raksa.

Di atas kereta itu, berdiri puluhan murid perempuan berpakaian sutra biru pucat. Di barisan paling depan, seorang Tetua wanita dengan wajah angkuh dan mata setajam belati es menatap ke bawah, memancarkan kultivasi Foundation Establishment Puncak yang telah ditekan oleh hukum dunia fana.

"Pusaran Qi murni baru saja muncul dari tempat kotor ini," suara Tetua wanita itu menggema, sedingin badai salju utara. Ia menatap Raja Chen dan keluarganya yang berdiri di pelataran. "Serahkan pusaka spiritual yang baru saja lahir itu! Jika kalian, semut-semut fana, berani menyembunyikannya dari Sekte Teratai Es, aku akan membekukan jiwa kalian dan mengubah istana ini menjadi makam es!"

Merasakan aura membunuh yang mengunci keluarganya, Raja Chen tidak mundur.

Raja Chen yang baru saja melewati proses pencucian sumsum itu melangkah maju. Matanya menyala oleh keberanian. Untuk pertama kalinya dalam hidupnya, Raja Chen memutar pusaran energi di perut bagian bawahnya.

WUSSH!

Sebuah fluktuasi Qi murni meledak dari tubuh Raja Chen dan Lin Feng secara bersamaan! Meski mereka baru saja menginjakkan kaki di tahap awal Pengumpulan Qi, fondasi fisik mereka yang telah dibersihkan oleh pil tingkat sempurna membuat aura mereka luar biasa padat dan kokoh.

"Ini adalah Istana Kerajaan Chen!" raung Raja Chen, menghunus pedang bajanya yang kini dialiri lapisan Qi tipis. "Tidak ada pusaka yang lahir di sini! Dan aku tidak akan membiarkan siapa pun, baik manusia maupun orang langit, mengancam keluargaku di rumahku sendiri!"

Lin Feng ikut menghunus pedangnya, berdiri di samping ayahnya bagaikan gunung karang yang menolak runtuh. "Mundur, atau pedangku akan memotong naga es kalian!"

Melihat dua manusia yang baru menembus tahap Pengumpulan Qi berani menantangnya, Tetua Teratai Es itu tertawa meremehkan. Suara tawanya terdengar seperti pecahan kaca yang mengiris telinga.

"Semut yang baru belajar merangkak berani menggonggong pada elang!" Tetua itu mengangkat tongkat esnya. "Karena kalian memilih mati, jadilah patung es abadi!"

Di belakang barisan keluarga, Permaisuri Lin Yue menyipitkan matanya. Jari-jarinya perlahan melengkung, bersiap memanggil setitik kekuatan Kaisar Langit-nya untuk menghancurkan kereta perang itu menjadi debu tanpa ketahuan.

Namun, sebelum Lin Yue bisa bergerak, Lin Chen yang pura-pura bersembunyi ketakutan di balik punggung kakaknya, diam-diam memadatkan seutas Niat Jiwa dan mengirimkannya menembus dimensi, langsung menuju Markas Utara.

(Pukul mundur mereka. Jangan ada yang mati. Aku tidak ingin melihat darah Sekte Teratai Es menetes di istana ayahku hari ini.)

Tepat saat tombak-tombak es raksasa terbentuk di udara dan bersiap meluncur menghujani Raja Chen...

BLAAAAAAAAAAARRRR!!!

Empat pilar energi berwarna hitam legam meledak dari empat sudut pelataran istana, menghancurkan formasi tombak es itu menjadi serpihan salju yang tak berbahaya!

Keempat sosok berjubah hitam legam mendarat dengan suara debuman yang meretakkan lantai marmer. Mereka mengenakan topeng bayangan separuh wajah, memancarkan aura pembunuh yang membuat naga-naga es di atas kereta perang itu melolong ketakutan dan mundur beberapa tombak.

Tetua Teratai Es membelalakkan matanya ngeri melihat fluktuasi Qi yang memancar dari keempat remaja misterius tersebut.

Zi Lanying, Shen Lu, dan Xie Yan meledakkan kultivasi mereka yang kini telah menembus Tahap Pembangunan Fondasi (Foundation Establishment) Menengah Puncak!

Dan yang paling mengerikan adalah pemuda di barisan paling depan. Mo Yuan berdiri dengan belati karatan di tangannya, auranya sangat pekat, kental, dan nyaris memadat menjadi bentuk bola di dalam Dantian-nya. Ia telah menembus Setengah Langkah Inti Emas (Half-Step Golden Core)!

Kombinasi antara Pil Penerobos Ranah yang diberikan Lin Chen dan 'neraka pelatihan' brutal dari Lin Yue telah merangsang potensi keempat anak jalanan itu hingga melampaui batas nalar jenius Alam Abadi sekalipun!

Namun, alih-alih terlihat seperti pahlawan yang gagah berani, keempat ketua paviliun Aliansi Bayangan Langit itu terlihat luar biasa... berantakan dan penuh amarah.

Napas Mo Yuan memburu, matanya memerah karena kurang tidur. Baju Shen Lu dipenuhi lumpur dan sisa-sisa paku es. Xie Yan menggeram pelan sambil memegangi kepalanya yang pusing akibat digantung terbalik, dan Zi Lanying mengayunkan cambuknya dengan histeris.

"Kalian para penyusup keparat!" raung Mo Yuan, menunjuk ke arah kereta perang Teratai Es dengan belatinya. Suaranya dipenuhi oleh rasa frustrasi yang meluap-luap. "Kami baru saja disuruh beristirahat SATU MENIT oleh Nyonya Iblis itu, dan kalian malah membuat keributan yang memaksa kami dipanggil kemari?!"

"Aku sedang berusaha menyeimbangkan cangkir teh di atas kepalaku sambil berdiri di atas jarum!" isak Zi Lanying marah, cambuk racunnya berderak membakar udara. "Gara-gara kalian turun dari langit, anginnya menjatuhkan cangkirku! Tahukah kalian hukuman apa yang menungguku nanti?!"

Tetua Teratai Es dan para muridnya ternganga kebingungan. Sekte macam apa ini?! Kekuatan mereka luar biasa mengerikan, tapi mereka menangis karena cangkir teh jatuh?!

"Tangkap mereka semua! Jangan bunuh siapa pun sesuai perintah Kakak Pertama!" teriak Xie Yan, membuka kipas bulu bangaunya. "Lampiaskan penderitaan kita pada mereka!"

Apa yang terjadi selanjutnya bukanlah sebuah pertempuran spiritual yang megah, melainkan sebuah penyiksaan dan perendahan martabat yang luar biasa epik.

Karena dilarang membunuh, Aliansi Bayangan Langit tidak menggunakan jurus pamungkas mereka. Sebaliknya, mereka menggunakan taktik jalanan yang paling licik.

Shen Lu melesat menembus barisan murid Teratai Es. Alih-alih menggunakan mata pedangnya, ia menggunakan sisi tumpul pedang besinya yang seberat seribu kati untuk memukul leher para murid wanita itu satu per satu.

Pletak! Pletak! Pletak!

Puluhan murid berjatuhan pingsan layaknya lalat yang dipukul dengan sapu lidi.

Xie Yan tertawa licik, menyebarkan sejenis bubuk berwarna merah muda dari kipasnya. Itu bukan racun mematikan, melainkan Bubuk Tawa Gatal Seribu Serangga. Murid-murid Teratai Es yang menghirupnya langsung menjatuhkan pedang mereka, berguling-guling di tanah sambil tertawa terbahak-bahak dan menggaruk kulit mereka hingga merah.

"Beraninya kalian merendahkan sekte kami!" teriak Tetua Teratai Es kalap, memadatkan teratai es raksasa untuk menghantam Mo Yuan.

Namun Mo Yuan yang telah mencapai Setengah Langkah Inti Emas hanya mendengus. Ia melesat menembus teratai es itu menggunakan Teknik Langkah Bayangan-nya. Dalam sekejap mata, Mo Yuan muncul tepat di belakang sang Tetua.

"Kalian terlalu bergantung pada teknik dingin yang lambat," bisik Mo Yuan di telinga wanita tua itu.

Bugh!

Satu pukulan keras menggunakan gagang belatinya mendarat tepat di titik tidur meridian leher sang Tetua. Wanita angkuh itu memutar bola matanya dan pingsan seketika.

"Lanying! Ikat mereka!" perintah Mo Yuan.

Zi Lanying, yang masih kesal karena latihan keseimbangannya gagal, mengeluarkan tali pengikat khusus dari sutra laba-laba spiritual. Dengan kecepatan yang mengerikan, ia mengikat Tetua dan para murid elit Teratai Es itu. Namun, bukannya mengikat mereka dengan normal, Lanying mengikat mereka dengan tangan dan kaki mereka ditarik ke belakang, membuat mereka melengkung seperti bola yang memalukan.

Untuk menambah penghinaan, Lanying merampas jubah sutra biru luar mereka, hanya menyisakan pakaian dalam lapis kedua yang tertutup namun sangat tidak pantas untuk dilihat di depan umum bagi kultivator suci.

"Jubah sutra es ini kualitasnya bagus, bisa kujual untuk biaya perbaikan markas," gumam Lanying sambil memasukkan puluhan jubah itu ke dalam cincin penyimpanannya.

Hanya dalam waktu kurang dari setengah batang dupa, invasi angkuh dari Sekte Teratai Es telah berubah menjadi tumpukan tawanan yang diikat, tertawa histeris karena bubuk gatal, dan kehilangan jubah kebesaran mereka.

Raja Chen, Lin Feng, dan Lin Xue berdiri mematung. Mulut mereka terbuka lebar melihat pembantaian sepihak tanpa setetes darah pun ini.

Lin Chen yang bersembunyi di belakang Lin Xue harus berpura-pura batuk untuk menyembunyikan tawanya melihat cara temannya melampiaskan stres latihan dari ibunya.

Di sisi lain, Permaisuri Lin Yue melipat kedua lengannya di dada, menatap keempat bawahan itu dengan pandangan menilai. Kecepatan mereka meningkat, tapi eksekusi mereka masih terlalu kasar, batin sang Nyonya Iblis kritis.

Mo Yuan mengangkat tubuh Tetua Teratai Es yang terikat erat seperti bola itu, lalu melemparkannya ke depan kaki Raja Chen.

Tepat saat tubuhnya membentur lantai, sang Tetua siuman. Menyadari posisinya yang diikat dengan pose memalukan dan jubah luarnya telah dirampas, wajah keriput Tetua itu memerah karena amarah dan rasa malu yang meluap hingga nyaris membuatnya muntah darah.

"Kalian... kalian sekte iblis kotor!" jerit Tetua itu dengan air mata penghinaan. "Beraninya kalian merendahkan utusan Sekte Teratai Es?! Tunggu sampai Orang Suci kami, Su Qingyue, mengetahui hal ini! Dia akan memohon pada Tetua Agung untuk menurunkan hukuman surgawi dan membakar benua kotor ini menjadi abu!"

Mendengar ancaman itu, Mo Yuan hendak menendang wajah sang Tetua agar pingsan kembali.

Namun, sebuah suara langkah kaki yang sangat pelan menghentikan pergerakan semua orang di pelataran tersebut.

Lin Chen melepaskan pegangannya dari lengan Lin Xue. Ia melangkah maju melewati ayah dan kakaknya, wajahnya tidak lagi memancarkan ketakutan seorang pangeran manja. Mata keemasannya menatap lurus ke arah Tetua Teratai Es yang sedang menjerit di lantai, memancarkan Hawa Kekacauan yang sangat tipis namun cukup untuk membuat jiwa sang Tetua membeku dalam teror.

1
Indah Hidayat
kaisar naga beladirinya kok tiba2 dihapus ?
Raden
luar biasa mantap thor
Raden
mantap💪 lanjut kan 💪
Raden
mantap ratu💪
Raden
hajar bro, mulut kok ga dijaga💪
Raden
seru lagi, mantap💪
Rhaka Kelana
Dan akhirnya, yang diinginkan oleh seorang pria adalah rumah yang penuh dengan kehangatan....😍
Budi Wahyono
kaisar naga nya kok gak ada thor ?
Sang_Imajinasi: ada mas bud, ngulang lgi, karena hilang semua bab
total 1 replies
ㅤㅤ ㅤㅤ ㅤㅤ
keren
Puragabaya
KOPLAK
Su Qingyue ikut Lin Chen dan Tua hitam ke alam Abadi.
Kenapa ana Qingyue lagi di alam Fana 🤣🤣
Rinaldi Sigar
lanjut
Rinaldi Sigar
lnjut
DIFAN2: Novel 'SULUNG' hadir dengan keseruan kisah petualangannya, yuk kak merapat.
total 1 replies
Rinaldi Sigar
lanjut
Edy Amran. MM
Lanjut.. ceritanya bagus
Rinaldi Sigar
lanjut
EKO BUDI PRASETYO: lha bukannya qingyue di alam abadi SM Lincen, kok BS di alam fana
total 1 replies
Rinaldi Sigar
lnjut
Rinaldi Sigar
lanjut
Rinaldi Sigar
lnjut
Boo Ceng Li
🔥🔥🔥💪💪💪👌👌👌
Tosari Agung
sangat keren imajinasi thor🌹🌹🌹
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!