NovelToon NovelToon
KIAMAT TIBA: BAWA KRISTAL INTI UNTUK SEWA KAMAR (APOCALYPSE LANDLORD SYSTEM)

KIAMAT TIBA: BAWA KRISTAL INTI UNTUK SEWA KAMAR (APOCALYPSE LANDLORD SYSTEM)

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Hari Kiamat / Fantasi Wanita
Popularitas:1k
Nilai: 5
Nama Author: Amanda Shakira

Dibuang dan dijadikan pelayan oleh keluarga angkatnya, Lin Yue tidak menyangka bahwa seminggu sebelum kiamat ia mengaktifkan Sistem Suaka di rumah tua neneknya.

​Saat Virus Genesis meletus, manusia, hewan, dan tumbuhan bermutasi menjadi monster berelemen. Di tengah kiamat yang mengerikan, rumah tua Lin Yue diubah oleh Sistem menjadi zona aman mutlak!

​Aturan Lin Yue sangat sederhana: "Mau makanan hangat, listrik, dan perlindungan? Bayar sewa pakai Kristal Inti di kepala zombie!"

​Dari kos-kosan 4 kamar sederhana, Lin Yue membangun perumahan elit hingga kota suaka terbesar di dunia, memaksa keluarga angkat yang dulu menyiksanya berlutut memohon perlindungan!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Amanda Shakira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 18: PENINGKATAN KEAHLIAN BERTAHAN

BAB 18: Peningkatan Keahlian Bertahan

Keputusan Lin Yue untuk menginisiasi upgrade kompleks Suaka menuju Level 2 telah terdaftar dan berputar di dalam antarmuka Sistem, namun transformasi terbesar, paling fundamental, dan paling mengagumkan yang meletus di pagi hari itu justru berawal dari dinamika perubahan perilaku para penyewa di halaman timur.

Munculnya gelombang mutasi Zombie Level 1 Tipe Runner yang sangat agresif di lorong-lorong jalanan Distrik Jiangcheng telah mengubah lanskap kiamat secara ekstrem dan drastis. Berburu sendirian tanpa dukungan rekan di luar sana kini tidak ubahnya menyodorkan leher secara sukarela ke depan rahang tajam mahluk mutasi. Di bawah tekanan kebutuhan sewa mingguan yang amat ketat, ancaman pengusiran otomatis, serta bayang-bayang kepunahan yang membayangi saban hari, insting bertahan hidup para penyewa di empat unit kamar kos awal mulai bertransformasi secara matang menuju ke tahap yang jauh lebih terorganisir, taktis, dan terstruktur.

Pagi itu, di atas lantai keramik teras luar yang bersih dari debu, empat orang penyintas berkumpul melingkar di dalam keheningan yang tegang namun penuh determinasi.

Lu Yan sang mantan instruktur beladiri taktis berdiri bertumpu pada kapak kayu bertangkai panjangnya yang bajanya telah dibersihkan mengilap. Di sebelahnya, Gu Ning—penyewa baru Kamar 104 yang merupakan veteran tim evakuasi darurat—sedang memeriksa tingkat ketegangan tali senapan tembak panah (crossbow) bermaterial serat karbon miliknya dengan sangat cermat. Xiao Chen berdiri memegang tombak besi rakitan dengan postur tubuh yang jauh lebih tegap, mantap, dan tenang dibanding pertama kali ia merangkak datang dua minggu lalu, sementara pria paruh baya dari Kamar 102 tampak memegang sebilah pisau lempar tebal bercat hitam di jemarinya.

"Melangkah keluar dan berburu sendirian di luar sana saat ini sudah resmi menjadi sebuah tindakan konyol yang mengantar nyawa," ujar Lu Yan memecah keheningan pagi, suaranya lugas, tegas, dan tanpa sedikit pun basa-basi.

"Mahluk-mahluk baru Tipe Runner itu bergerak dalam kelompok-kelompok kecil yang sangat cepat, peka terhadap suara, dan amat agresif. Jika kita terus-menerus bergerak secara terpisah demi mempertahankan ego masing-masing, salah satu dari kita dipastikan akan menjadi bangkai tercabut nyawanya sebelum siklus sewa minggu ini berakhir."

Gu Ning menganggukkan kepalanya secara mendalam menandakan persetujuan mutlak. Sepasang matanya yang tajam memindai ketiga rekan penyewanya satu per satu dengan ketelitian seorang analis militer.

"Aku memiliki pengalaman taktis bertahun-tahun dalam formasi evakuasi dan pertempuran lapangan di area perkotaan," kata Gu Ning dengan nada suara yang tenang, mantap, dan memancarkan wibawa kepemimpinan taktis.

"Aku bisa memosisikan diri sebagai penembak jitu jarak menengah hingga jauh menggunakan crossbow. Lu Yan dengan kapak panjangnya bertindak sebagai garda terdepan (frontliner) untuk menahan daya dorong fisik monster, Xiao Chen bertugas menjaga celah samping (flanker) menggunakan jangkauan tombaknya yang panjang, dan Paman bisa mengamankan suplai, mengawasi titik buta belakang, serta mengekstrak Kristal Inti secara cepat dari dalam tengkorak zombie yang jatuh!"

Xiao Chen menelan ludahnya dengan berat, namun sepasang matanya memancarkan ketetapan hati serta keberanian yang belum pernah ia miliki sebelumnya.

"Aku ikut gabung," tegas Xiao Chen. "Menggabungkan kekuatan dan disiplin taktis jauh lebih baik daripada mati konyol sendirian di lorong gang busuk itu!"

Sebuah aliansi pertempuran taktis kecil secara resmi terbentuk di dalam perimeter Suaka—Tim Pemburu Pertama Suaka.

Tanpa membuang-buang waktu satu detik pun, keempat penyewa itu melangkah bersama mendekati pintu gerbang pagar besi luar.

Mereka tidak lagi melangkah dengan keraguan, kegelisahan, atau ketakutan hampa bagaikan domba yang siap disembelih. Dengan formasi taktis berlapis yang saling menutupi titik buta (blindspot) satu sama lain, tim kecil itu melangkah keluar melintasi garis batas Barrier Listrik, bergerak menembus kabut tipis menuju ke arah koridor lorong gang sebelah timur Distrik Jiangcheng.

Hanya dalam kurun waktu melangkah sejauh lima ratus meter dari area benteng Suaka, pertempuran mematikan pertama mereka meletus secara tiba-tiba!

KRRRRAAAAAAAAAAKH!

Dua ekor Zombie Level 1 Tipe Runner melompat keluar dari balik reruntuhan jendela toko kelontong tua, meluncur deras dengan kecepatan lari yang amat ekstrem menyerbu lurus ke arah mereka!

"Formasi bertahan rapat! Jangan panik!" seru Lu Yan dengan suara membahana.

Jleb! Wuuuuuuush!

Sebelum mahluk mutasi pertama sanggup menjangkau jarak lima meter dari garis depan, sebuah anak panah serat karbon yang dilepaskan dari senapan panah Gu Ning melesat dengan presisi mematikan yang luar biasa! Ujung tajamnya menembus tepat di antara sepasang mata zombie tersebut, mengoyak pusat otak belakangnya! Mahluk itu seketika tersungkur kaku, terhempas menghantam lantai aspal tanpa sempat melontarkan serangan.

Zombie kedua menerjang gila dari arah kanan, namun Lu Yan mengayunkan kapak panjangnya secara brutal dan presisi dari arah miring, mematahkan tumpuan sendi lutut mahluk itu hingga terlempar berputar di udara!

Sebelum zombie yang mengerang itu sanggup bangkit kembali, Xiao Chen dengan sigap melangkah maju dua tapak, menghantamkan mata tombak besinya tepat meremukkan tempurung kepala zombie yang terjatuh di atas tanah!

Brak!

Sebuah sinergi pertempuran taktis yang amat efisien, cepat, rapi, dan sangat bersih. Seluruh proses pembantaian dua ekor monster Tipe Runner itu selesai dalam kurun waktu kurang dari sepuluh detik penuh—tanpa ada satu pun anggota tim yang mengalami cedera atau luka goresan sedikit pun!

Pria paruh baya dengan sangat cepat melangkah maju ke depan, menggunakan pisau tebalnya untuk membelah tengkorak dan mengekstrak dua buah batu Kristal Inti Level 1 yang bersinar biru cerah dari dalam kepala mahluk-mahluk tersebut.

Sore harinya, tepat saat jingga matahari mulai tenggelam di balik reruntuhan cakrawala gedung-gedung mati Kota Jiangcheng, empat anggota tim penyewa berjalan kembali memasuki area halaman Suaka. Langkah kaki mereka tampak mantap, dada mereka busung, dan wajah mereka dipenuhi oleh kebanggaan serta kepercayaan diri yang membara setelah berhasil menaklukkan bahaya jalanan.

Di teras utama rumah tua, Lin Yue berdiri memanggul tombak kayu jatinya dengan santai, menatap kepulangan tim penyewanya dari balik jeruji pagar besi.

Lu Yan melangkah maju mendekati teras utama. Dengan raut wajah yang dipenuhi oleh rasa hormat, kepatuhan, dan ketundukan mutlak kepada sang Pemilik Suaka, ia meletakkan sebuah kantong kain tebal yang membuncit padat di atas meja kayu Sistem.

"Saudari," ujar Lu Yan dengan nada suara yang sangat mantap dan berwibawa.

"Kami berempat telah berhasil menyatukan kekuatan dan membentuk tim perburu bersama. Hari ini, kami berhasil melumpuhkan total delapan ekor Zombie Tipe Runner di lorong timur. Ini adalah penyerahan setoran kristal harian kami secara sukarela untuk disimpan dan dialokasikan ke dalam tabungan akun sewa mingguan kami berempat ke depan."

Bip!

Pendaran layar antarmuka transparan Sistem di dalam pusat kesadaran Lin Yue berkedip cepat, memproses dan memverifikasi kandungan batu-batu kristal di dalam kantong kain tersebut secara mendetail.

[Sistem Memulai Otentikasi Penyetoran Kristal Harian Tim Penyewa:]

6 Buah Kristal Inti Murni Level 1 (Varian Tipe Runner): Setara 30 Poin Energi Murni Sistem!

2 Buah Kristal Inti Keruh Level 0: Setara 2 Poin Energi Murni Sistem!

[Total Akumulasi Transaksi Penyetoran Harian Tim Penyewa: +32 Poin Energi Murni!]

Lin Yue mengibaskan pergelangan tangan kanannya dengan anggun, menyerap seluruh batu kristal tersebut ke dalam Inventaris Sistem miliknya. Sepasang bibirnya yang tipis terangkat membentuk sebuah senyuman tipis yang dingin, misterius, dan dipenuhi oleh kepuasan strategis yang luar biasa.

"Sebuah langkah inisiatif taktis yang sangat bagus," kata Lin Yue dengan suara yang tenang namun dipenuhi oleh wibawa Otoritas yang tak terbatas.

"Kalian telah memahami dengan sangat baik bahwa disiplin, struktur, dan kerja sama tim adalah kunci utama untuk bertahan hidup dan menang di era baru ini. Sistem telah mencatat seluruh akumulasi saldo sewa kalian. Selama kalian menyetor hasil perburuan ini secara teratur, jaminan keselamatan mutlak kalian di tempat ini dijamin seratus persen oleh Suakaku."

"Terima kasih yang teramat mendalam atas perlindungan mutlak Saudari!" seru keempat penyewa itu secara serentak seraya membungkukkan badan mereka secara mendalam ke arah Lin Yue.

Setelah para penyewa melangkah kembali ke dalam unit kamar masing-masing untuk membersihkan diri, beristirahat, dan menikmati kucuran air bersih murni, Lin Yue membalikkan badannya secara santai, melangkah menaiki anak tangga kayu menuju ke ruang kerjanya di lantai dua.

Akumulasi modal poin energi Sistem miliknya kini telah mengalami lonjakan drastis yang amat masif berkat adanya mekanisme Penyetoran Kristal Harian dari tim penyewa. Mesin ekonomi pasif yang ia rancang sejak awal kini telah mekar penuh menjadi sebuah ekosistem mandiri yang memicu percepatan pembangunan dan ekspansi Suakanya secara masif.

Lin Yue berdiri di tengah ruangan, menatap layar transparan Sistem di depannya yang kini bergetar hebat, memancarkan pendaran gelombang cahaya emas yang sangat silau dan megah ke seluruh sudut ruangan.

"Modal poin energi dan Kristal Inti sudah melimpah ruah melampaui batas..." bisik Lin Yue dengan nada suara yang amat dingin dan dipenuhi oleh ambisi dominasi yang besar.

Ia mengangkat tangannya, menekan tombol perintah utama di tengah layar.

"Sistem... jalankan proses Upgrade Kompleks Suaka ke Level 2 secara menyeluruh sekarang juga!"

Bersambung.....

.

.

.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

1
Alvaro Sebastian
overall ceritanya udah bagus banget ,menurut ku pribadi
masijacoke021205: Halo kak Alvaro, terima kasih banyak ya buat penilaian dan bintang 5-nya! ❤️ Glad to know kamu suka sama jalan ceritanya. Dukungan kaya gini bikin makin semangat lanjutin petualangan Lin Yue! Pantau terus kelanjutannya yaaa~ ✨
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!