NovelToon NovelToon
Aura Clarissa

Aura Clarissa

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Crazy Rich/Konglomerat / Mengubah Takdir
Popularitas:682
Nilai: 5
Nama Author: Senjani jingga

Aura Clarissa adalah seorang penulis yang hidup dalam ketenangan. Namun, tanpa sadar dia juga menyukai kemewahan dan dunia malam yang gelap. Bahkan lebih parahnya menjadi wanita simpanan Daffa Gorge yang sudah beristri.

Konflik makin memanas ketika Darrel Gorge, adik kandung Daffa, hadir menuntut pertanggungjawaban atas malam yang tak pernah Aura ingat.

Di tengah intrik perselingkuhan, ancaman sang istri sah, dan daya tarik Darrel yang kian sulit ditolak, sanggupkah Aura bertahan saat kebenaran tentang dirinya membakar seluruh kehidupannya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Senjani jingga, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

07. kebenaran Yang Rapat Tersimpan

Suasana di aula Gala Dinner mendadak terasa begitu membelenggu. Genggaman tangan Darrel pada jemari Aura melonggar perlahan, namun tatapan tajam pria itu masih terkunci rapat pada wajah polos di hadapannya.

"Kau terlihat pucat, Aura," ucap Darrel halus, namun intonasinya menyimpan desakan tak kasat mata.

 "Apakah acara seperti ini terlalu ramai untuk seorang penulis yang tenang seperti dirimu?"

Aura meremas gaun navy blue-nya kaku. "S... sedikit, Pak Darrel. Ini pertama kalinya saya menghadiri acara sebesar ini."

Sebelum Darrel sempat menanggapi, Daffa melangkah maju. Raut terkejut yang sempat menghiasi wajahnya kini telah tergantikan oleh topeng dingin yang sempurna, khas seorang eksekutif berpengalaman. Ia merangkul bahu istrinya, Sofie, sembari menatap Aura dengan binar mata yang sulit diartikan, campuran antara ketakutan, ancaman, dan kebingungan yang membakar.

"Darrel, tidak bisakah kau membiarkan tamu pentingmu bernapas?" sapa Daffa santai, walau suaranya terdengar kaku.

Pria itu mengulurkan tangan ke arah Aura. "Saya Daffa Gorge, kakak kandung Darrel sekaligus direktur operasional Gorge Group. Suatu kehormatan bisa bertemu dengan penulis berbakat seperti Anda... Mbak Aura."

Aura menyambut uluran tangan itu dengan ragu. Saat jemari mereka bersentuhan, Daffa sengaja menekan telapak tangan Aura sedikit lebih kuat sebuah kontak fisik terselubung yang membuat bulu kuduk Aura berdiri.

Aura baru tersadar, nama itu. Nama yang pernah muncul dilayar ponselnya beberapa hari yang lalu. Sebuah panggilan telepon yang ia abaikan. Namun siapa sebenarnya Daffa. Batin Aura terus bertanya-tanya.

"Terima kasih, Pak Daffa," bisik Aura pelan, menurunkan pandangannya karena tak sanggup menatap mata pria itu.

"Judul novelmu sangat menarik, Bayang-Bayang Di Balik Mahkota," lanjut Daffa, suaranya diwarnai sindiran tipis yang hanya bisa ditangkap oleh Aura.

 "Tentang seorang wanita yang menyimpan rahasia besar di tengah keluarga berpengaruh, bukan? Cerita yang sangat... intuitif."

Darrel yang berdiri di antara mereka merasakan kejanggalan emosi tersebut. Ia menatap adegan di depannya dengan dahi berkerut. Kenapa Daffa menatap Aura seolah wanita itu adalah ancaman? Dan kenapa Aura tampak begitu tertekan?

"Kak Daffa, Kakek memanggilmu di meja VIP," potong Darrel dingin, memecah ketegangan di antara mereka.

 "Biar saya yang menemani Aura berdiskusi mengenai draf awal skenario filmnya."

Daffa terkekeh kaku, lalu menarik tangannya dari Aura. "Tentu, tentu. Jangan buat tamu kita ketakutan, Darrel. Selamat menikmati acaramu, Aura. Saya yakin... kita akan sering bertemu setelah ini."

Dengan satu tatapan penuh peringatan, Daffa berbalik pergi bersama istrinya.

Aura menghela napas lega yang sangat panjang, hingga bahunya merosot. Namun, kelegaan itu hanya bertahan beberapa detik sebelum ia kembali menyadari bahwa Darrel masih berdiri mengawasinya.

"Dia menyebalkan, bukan?" gumam Darrel santai seraya memberi isyarat kepada pelayan untuk mengambilkan dua gelas minuman non-alkohol. Ia menyerahkan satu gelas kepada Aura. "Kakakku memang selalu mengintimidasi orang baru."

"T... tidak apa-apa, Pak," sahut Aura, memegang gelas tersebut dengan kedua tangan agar gemetarnya tidak terlihat.

Darrel mendekatkan diri, memangkas jarak di antara mereka hingga Aura bisa mencium wangi aroma woody dan amber yang elegan dari tubuh pria itu—aroma yang sama persis dengan yang tercium di sprei kamar hotel lusa lalu.

"Mari kita bicara empat mata di area balcon, Aura. Suara musik di sini terlalu bising untuk merencanakan sebuah proyek besar," ujar Darrel tegas tanpa memberi ruang untuk penolakan.

Aura tak punya pilihan selain mengekor di belakang langkah tegap Darrel, menyusuri lorong menuju balkon luar yang sepi. Angin malam yang dingin menyapu wajahnya, namun dadanya justru makin berdebar kencang.

Ia tahu, di balik alasan pekerjaan ini, Darrel sedang bersiap menagih jawaban atas rahasia yang bahkan tak sanggup Aura ingat.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!