NovelToon NovelToon
Cinta Sang Bos Pada Guru Les Anaknya

Cinta Sang Bos Pada Guru Les Anaknya

Status: tamat
Genre:Duda / CEO / Tamat
Popularitas:5.1k
Nilai: 5
Nama Author: Puja Mardika

Aelsana Jamira, mahasiswi cerdas yang baru lulus kuliah, menerima pekerjaan di Hanggara Group tanpa menyadari bahwa atasannya, Raksa Hanggara, adalah ayah dari Langit, anak yang selama ini ia rawat sebagai pengasuh sekaligus guru lesnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Puja Mardika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

8

Dia percaya pada kemampuan Sana, yang ternyata jauh di atas dugaannya. Daripada menolaknya hanya karena kekurangan kecil seperti terlambat, yang malah membuat perusahaan lain mendapat untung, lebih menguntungkan baginya membuat pengecualian dan mempekerjakannya.

"Betul, Pak. Dan selain kehilangan orang berbakat, Bapak mungkin juga mendapat saingan baru." Sana mengangguk percaya diri. Dia puas dengan penampilannya sendiri.

"Jadi, kapan kamu bisa mulai bekerja?"

Tanpa basa-basi, Raksa memutuskan menerimanya, walaupun itu bertentangan dengan keputusan awalnya. Dia yakin keputusannya sekarang sudah benar.

"Hmm, saya minta Bapak menunggu beberapa hari, karena saya perlu mempertimbangkannya baik-baik." Sana tersenyum lebar, memainkan trik klasik menawar syarat yang lebih baik sambil pura-pura polos.

Yes! Dia menang. Hehehe...

"Apa tadi katamu?" Raksa curiga salah dengar, dan bertanya lagi dengan ragu.

"Saya perlu mempertimbangkan baik-baik apakah saya akan bergabung dengan perusahaan Bapak atau tidak, karena perusahaan Bapak bukan satu-satunya pilihan saya."

Dalam hati, Sana menjulurkan lidah. Dia tidak sedang sok jual mahal. Hanggara Group memang perusahaan pertama yang mewawancarainya, dan dia tetap ingin membandingkannya dengan perusahaan lain.

Walau begitu, di dalam hatinya dia sudah diam-diam memutuskan akan bekerja di Hanggara Group.

Dia sudah banyak mendengar kisah Raksa yang merintis usahanya dari nol. Bagi Sana, yang selalu juara satu dan jarang mengagumi orang, bertemu seseorang yang benar-benar dia kagumi itu langka sekali.

Selain itu, meski bicaranya ketus dan tampak sulit didekati, tidak bisa dipungkiri bahwa Raksa sangat tampan.

Matanya tajam dan bersinar, alisnya tebal dan tegas, hidungnya lurus, dan bibirnya yang agak penuh melengkapi wajah yang berkarakter kuat.

Setelan jas yang pas dan dijahit rapi membalut tubuhnya yang tinggi dan atletis. Itu makin menonjolkan postur gagah dan wibawanya.

Ditambah sikapnya yang dingin dan suaranya yang memikat, dia benar-benar menarik.

"Oh ya? Baik, saya tunggu keputusan akhir kamu." Raksa menatap Sana. Entah kenapa, dia yakin sekali dengan keputusan akhir itu.

"Ngomong-ngomong, kalau saya memutuskan bergabung, apakah saya tetap harus melapor ke Pak Satria?" tanya Sana hati-hati, tidak mau Raksa menebak isi hatinya.

Perempuan mana pun susah menolak pria setampan itu. Sebut saja dia dangkal, atau anggota klub "yang penting ganteng", terserah.

Dia sama sekali tidak bisa menolak pesona pria dengan sikap dan penampilan seperti Raksa.

Mungkin karena belum pernah berpacaran, Sana diam-diam mulai menaruh rasa pada pria yang menarik perhatiannya sejak pandangan pertama.

"Hubungi saya langsung saja." Raksa mengeluarkan kartu namanya, makin yakin dengan dugaannya tadi. Sana pasti akan bergabung dengan Hanggara Group.

"Baik, kalau begitu saya permisi dulu. Sampai jumpa lain waktu. Raksa... Hanggara..." Presiden Direktur?!

Melihat jabatan Raksa di kartu nama itu, Sana tak tahan berseru dalam hati. Kebodohan apa yang baru saja dia lakukan?

Ya Tuhan! Itu Raksa Hanggara, Presiden Direktur Hanggara Group!

Dia mengira pria itu paling banter kepala divisi, atau manajer lintas departemen. Dia sama sekali tidak menyangka pria itu pemilik jabatan tertinggi di perusahaan.

"Kenapa, kamu meragukan identitas saya?" Raksa tahu apa yang membuat Sana terkejut, dan dia tak tahan tertawa lagi. Itu tawa tulusnya yang kedua hari ini.

"Nggak, Pak! Saya cuma sedikit kaget." Sana menangkap nada menggoda di senyum Raksa. Dia cepat-cepat menenangkan diri dan perlahan berjalan ke pintu ruang rapat.

Bahaya! Bahaya! Lebih baik dia cepat pergi dari sini. Kalau tidak, dan dia sampai kehilangan kendali dan terpesona, dia akan tampak seperti orang bodoh yang sedang jatuh cinta. Itu memalukan.

"Aelsana Jamira..."

Di ruang rapat, Raksa tidak terburu-buru pergi. Dia memandangi punggung perempuan itu sampai hilang di balik pintu, lalu duduk termenung lama sekali.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!