demi mendukung karier suaminya Arga Prasetyo, Ariana rela menikah selama delapan tahun secara diam-diam. Ariana menemani Arga berjuang di perusahaan nya tapi balasan yang didapatnya adalah perselingkuhan, bahkan pelakor itu terang-terangan menantang nya.
setelah menyiapkan perceraian dan pergi dengan tenang ternyata Arga menolak untuk melepaskan nya. hingga seorang laki-laki lain datang membuka babak baru untuk nya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Moms Al, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 33
'aku tidak boleh melewatkan kesempatan emas ini, jika memang perlu membatalkan penerbangan ku, maka aku harus membatalkan nya'.
Tekad Ariana menganggukkan kepalanya. 'semangat'
adrian menatap fajar melalui kaca depan, pria itu mengangguk mengerti dengan apa yang di kode kan tuannya.
"nona Ariana, saya akan memberitahu kan nanti apa saja yang akan menjadi pekerjaan anda, saya juga kan memberikan jadwal terkait tuan Adrian". Terang fajar menatap Ariana melalui kaca depan.
Ariana sedikit bingung. "ha ? Saya mulai kerja hari ini ?".
"tentu saja, bukankah seperti yang tuan Adrian katakan tadi ?".
Wanita itu hanya mampu mengangguk canggung.
'segampang itu menerima ku kerja ? Dengan menumpang mobilnya aku langsung diterima ? Hahah mustahil'. Kekeh Ariana dalam hati tidak percaya yang terjadi saat ini.
"ba-baiklah".
Drtttt
Drtttt
getaran ponsel Ariana membuat sedikit tersentak, dengan cepat wanita mengambilnya melihat siapa yang menelpon nya. Ternyata itu adalah Mery.
"halo Mer....".
"Ariana dengar kan aku...kamu harus mendengarkan aku baik-baik". terdengar suara panik diseberang sana.
Ariana menegakkan punggungnya mencoba mendengar kan apa yang akan di katakan oleh sahabatnya itu.
"Arga...dia tau jika kamu akan ke luar negeri, jangan masuk dulu ke bandara ata batalkan saja penerbangan mu. Sembunyi ditempat lain saja, jangan sampai dia menemukan mu". Mery berbicara dengan deru nafas cepat.
"dia udah keluar dari penjara ?".
"sepertinya iya, dia menjamin dirinya dengan mantan mertua mu itu".
Ariana memejamkan matanya pelan, uang memang bisa membeli semuanya tanpa terkecuali.
"baiklah aku mengerti".
"jaga dirimu baik-baik Ariana, jika terjadi sesuatu segera telepon aku".
"iya, terimakasih Mery".
Sambungan telepon dimatikan oleh Mery, Ariana mendengus kasar.
"apa Arga sudah bebas ?". Tanya Adrian yang menduga, Ariana menganggukkan kepalanya pelan.
"dia menjamin dirinya dengan Bu Martha".
"memang uang membeli segala nya, tapi putri mungkin akan sulit untuk lepas".
perkataan Adrian sukses membuat Ariana menatapnya.
"apa maksud anda tuan ? Bukan kah putri juga dari keluarga Darmawan, tidak mungkin mereka membiarkan putri nya mask penjara begitu saja". Arian terlihat lesuh karena seakan usaha nya sia-sia.
"kamu tidak perlu tahu". jawab Adrian dengan wajah datar.
"apa Arga mengetahui jika kamu akan berlibur ?". Dengan cekatan Ariana menganggukkan kepalanya.
"nona Ariana tenang saja, tuan Adrian memiliki jet pribadi. Mobil bisa langsung masuk kesana".
Mendengar ucapan fajar membuat mata Ariana berbinar bahagia. "benar kah ?". Tanya nya dengan antusias.
"benar nona, jadi nona tidak perlu khawatir lagi mengenai tuan Arga yang akan mencari nona di bandara".
Ariana menyandarkan kepalanya merasa lega.
'benar juga, sekarang aku sudah bekerja dengan tuan Adrian Atmajaya. Jadi apapun bisa dilakukan nya hahaha'. Batin Ariana tertawa senang.
Mobil melaju sedikit cekat, fajar dengan fokus melajukan mobil itu. Hingga msuk ke hutan belantara membuat Ariana menatap ke samping kiri dan kanan.
"kenapa kita ke hutan ?". Tanya Ariana merasa sedikit takut.
"nona Ariana tidak perlu takut, tuan Adrian tida mungkin me bunuh anda. Dia sangat ingin menja...".
"mulut mu terlalu cerewet fajar!!!!".
Fajar menghentikan ucapannya, pria itu tertawa pelan merasakan tengkuk nya merinding, apalagi tatapan Adrian dari belakang seakan ingin menerkam nya sekarang juga.
"ikuti saja, saya tidak mungkin membunuh mu".
Ariana mengangguk patah-patah, tapi matanya tetap mengawasi sekeliling nya, apalagi hutan itu memiliki pohon yang angkat tinggi.
Hingga terlihat sebuah rumah mewah dengan lapangan yang begitu luas di depannya, tepatnya diseberang jalan.
Disana sudah ada jet pribadi terparkir dengan sempurna, sebuah pilot sudah berdiri di sana dan beberapa pramugari nya.
"ini...wahhhh...".
Ariana tidak bisa berkata apa-apa sangking terkejutnya, mulut wanita itu terbuka lebar melihat jet pribadi itu terlihat semakin dekat.
"tutup mulut mu, nanti lalat akan masuk dan membuat mu tersedak".
Hap
begitu cepat Ariana menutup mulutnya, takutnya apa yang dikatakan oleh Adrian benar adanya.
Hingga mobil melaju masuk begitu saja begitu saja kedalam jet pribadi milik Adrian. Detak jantung Ariana masih tidak karuan di buatnya. Bahkan sampai masuk jet itu, jantung nya tetap berdetak kencang.
"silahkan keluar nona".
Ariana tersadar dari keterkaguman nya, dengan cepat wanita itu keluar dari mobil sedangkan Adrian sudah sejak tadi keluar dari mobil bahkan sudah duduk di pada kursi disana.
"nona Ariana bisa duduk di sebelah tuan Adrian, anda adalah sekretaris utama nya". Pinta fajar menunjuk kursi pada samping Adrian.
Ariana mengangguk kaku berjalan kearah kursi di sebelah Adrian.
sedangkan jauh di tempat lain, sebuah mobil melaju begitu kencang hingga masuk ke parkiran bandara.
Setelah memarkirkan mobil nya, pria itu keluar dengan tergesa-gesa berlari menuju ke dalam bandara dimana tempat pembelian tiket.
"anu....tolong cari seseorang, namanya Ariana Violencia". Arga membuka ponselnya memperlihatkan wajah dan identitas Ariana pada petugas itu. "ini datanya".
"baiklah, tunggu sebentar". petugas itu mulai mengetik nama sesuai identitas yang diperlihatkan oleh Arga.
"maaf sekali,tapi orang yang anda cari tidak ada datanya terdaftar disini". Kata petugas itu melihat Arga.
"apa anda yakin ?".
"ya..saya sudah mengecek nya".
Arga terdiam cukup lama, pikirannya melayang memikirkan dimana keberadaan Ariana.
dengan cepat pria itu menelpon sang asisten. "aku tidak menemukan Ariana di bandara, jadwal penerbangan nya juga tida ada disini, dia pasti belum Naim pesawat. cepat cari dia, CEPAT CARI!!!!". Arga membentak dengan menggebrak meja membuat ketiga perempuan itu terkejut.
"tanpa izinku, kamu tidak bisa pergi dariku Ariana sayang". nafas Arga ngos-ngosan dengan urat leher yang menonjol keluar.
* * *
Sedangkan di Singapura, Adrian dan Ariana kini duduk berhadapan dengan adria memeriksa beberapa berkas dan Ariana memangku laptop sedang mengetik sesuatu.
"sekretaris Ariana, malam ini ada agenda apa ?". tanya Adrian tanpa melihat kearah Ariana, fokus nya tetap pada berkas yang ada ditangannya.
"malam ini hanya ada satu agenda tuan, Bu Diana manager kantor cabang akan datang melapor pada anda".
Adrian menganggukkan kepalanya pelan, pria itu meletakkan berkas yang sudah diperiksa nya. Kepalanya bersandar pada kursi sofa dengan memijit keningnya.
"saya ingin istirahat sebentar, bangunkan jam tujuh nanti".
Ariana menganggukkan kepalanya, melihat Adrian yang sudah beranjak meninggalkannya.
Setelah kepergian Adrian, Ariana menutup laptop nya. wanita itu berdiri kemudian melihat pakaiannya.
"sepertinya aku harus membeli beberapa pakaian kantor disini. Di koper ku hanya ada pakaian santai".
Ariana segera menuju kamar nya, duduk ditepi tempat tidur.
Rumah yang saat ini mereka tempati adalah rumah Adrian yang di Singapura. Apalagi Adrian memiliki perusahaan cabang, sering bepergian makanya harus memiliki rumah di Singapura walau hanya ditempati sebagai singgahan jika berkunjung.
"nyaman juga".
Ariana membaringkan tubuhnya hingga tak terasa terlelap bahkan tidak mengganti pakaian nya dulu karena terlalu lelah.
Bersambung...