Aisyah dokter 23 tahun harus terjebak dalam pernikahan yang awalnya dia pikir semua baik-baik saja, tetapi ternyata kecelakaan 5 tahun lalu di saat dirinya masih remaja mengakibatkannya terikat dalam pernikahan itu.
Rahasia besar yang disembunyikan banyak orang kepadanya. Pria yang dia nikahi, ternyata menerima perjodohan dari orang tuanya karena memiliki maksud tertentu darinya.
Lalu bagaimana Aisya menjalani pernikahannya, di saat dia merasa semua baik-baik saja dan ternyata pernikahannya hanyalah sebuah kebohongan yang menyakiti hatinya, karena perbuatan orang-orang yang tidak bertanggung jawab.
Mari harus membaca karya saya dari awal sampai akhir, jangan lewatkan sedikit pun.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ainuncepenis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 33 Rahasia Besar
Mobil Amira berhenti di pemakaman elite, kemudian Amira keluar dari mobil.
"Jadi Tante Kamila berhenti di tempat ini, untuk apa, apa untuk berkunjung ke makam putrinya seperti apa yang dikatakan Aisyah kemarin?"tanya Amira kebingungan karena memang tidak sengaja Amira bertemu dengan Rahma dan Amira tiba-tiba saja penasaran kemana tujuan Rahma yang membuat Amira mengikutinya.
Kamila terlihat berjalan di area pemakaman itu yang membuat Amira justru mengikuti dengan langkah perlahan agar tidak ketahuan oleh Kamila.
Kamila berhenti di salah satu makam, berjongkok dan menabur bunga di atas pusara makam itu yang dilihat oleh Amira yang berada di balik pohon, Amira tidak mendengarkan apapun yang dibicarakan oleh Kamila di pemakaman itu karena jarak mereka cukup jauh.
"Apa itu makam putrinya?" Amira bertanya-tanya dengan kebingungan.
Cukup lama Amira menunggu sampai akhirnya, Kamila selesai berziarah membuat Amira bersembunyi agar tidak ketahuan.
Jantung Amira berdebar kencang di saat Kamila melangkah melewati pohon tempatnya bersembunyi dan untung saja Kamila tidak menyadari keberadaannya.
"Untung saja," ucap Amira menghela nafas dan melihat kepergian Kamila yang sudah memasuki mobil dan mobil itu juga melaju meninggalkan pemakaman.
Amira sudah pasti penasaran dengan makam tersebut yang membuatnya melangkah mendekati makam yang baru saja diziarahi oleh Kamila untuk melihat secara langsung benar atau tidak makan itu adalah makam putri Kamila.
"Aku tidak pernah bertemu dengan saudara tiri Aisyah, bagaimana mungkin aku bertemu dengannya Aisyah saja tidak pernah bertemu. Ternyata putrinya sudah meninggal," ucap Amira semakin mendekati makam itu dan langsung melihat mesan pada makam tersebut.
"Cindy Friska Dharma!" ucapnya melihat nama yang tertulis pada makam itu dan juga binti yang jelas-jelas ayah dari Aisyah.
Amira mengingat rekam medis pasien dengan nama yang tertulis sama seperti nama yang ada di mesan tersebut. Amira terbayang tanggal kematian yang terdapat pada akte kematian di dalam rekam medis sama persis seperti yang tertulis pada mesan.
"Jadi putrinya meninggal ketika Aisyah masih melakukan pengobatan di rumah sakit yang belum sadarkan diri, jadi itu yang membuat Aisyah tidak pernah bertemu dengan putri dari ayahnya dan bukan karena putrinya tinggal di luar negeri, tapi karena memang sudah tiada dan justru dia tiada disaat Aisyah kritis dan Aisyah pikir putrinya tidak ada di saat Aisyah berada di luar negeri," ucap Amira.
"Tunggu dulu, lalu kenapa semua ini jadi kebetulan, kenapa mereka berada di rumah sakit yang sama, jarak yang sangat dekat atas kematian putrinya dan juga kesembuhan Aisyah," Amira bertanya-tanya dengan penuh kebingungan.
"Aku sepertinya harus melihat kembali hasil rekam medis itu, bagaimanapun, aku sangat penasaran apa yang membuat putrinya meninggal dan jika aku tanya Aisyah Aisyah juga pasti tidak tahu dan tidak mau tahu," ucap Amira.
Amira kemudian meninggalkan tempat pemakaman itu, entahlah mendapat informasi yang cukup mengejutkan entahlah kenapa tiba-tiba dia penasaran untuk mencari tahu semuanya.
****
Amira sangat buru-buru memasuki rumah sakit setelah pulang dari pemakaman, sudah pasti tujuan yang ingin dia capai adalah ruangan rekam medis yang saat ini terbuka. Dari pintu luar Amira melihat beberapa suster berada dalam ruangan itu dan juga terlihat ada dokter.
"Ada apa ini?" ucapnya.
"Amira!" suara Aisyah membuatnya kaget.
"Iya Aisyah," jawab Amira.
"Kamu kenapa berada di sini?" tanya Aisyah.
"Oh, kebetulan sekali pintunya terbuka, banyak sekali dokter dan suster berada di dalam? Ada apa?" tanya Amira.
"Oh itu, besok petinggi rumah sakit akan datang untuk memeriksa hasil rekam medis yang sesuai dengan pertinggal yang ada di komputer, jadi mereka ditugaskan untuk mengecek kembali hasil rekam medis pasien 2 tahun terakhir ini," jawab Aisyah.
"Aku tidak mungkin ke dalam untuk mengganggu urusan mereka, lagi pula Aisyah mengatakan hasil data yang diperiksa 2 tahun terakhir dan artinya mereka tidak akan menyentuh data-data yang sudah beberapa tahun yang lalu," batin Amira.
"Heh! Kamu kenapa malah bengong?" tanya Aisyah melihat sahabatnya itu sepertinya tidak baik-baik saja
"Oh tidak apa-apa," jawab Amira.
"Ya sudah kalau tidak apa-apa sebaiknya sekarang kita ke ruangan!" ajak Aisyah membuat Amira menganggukkan kepala.
******
"Alhamdulillah jika dokter Andrean akan datang ke Indonesia untuk mengurus pasien bernama Aulia!" ketika mereka memasuki ruang dokter tersebut dan duduk di bangku mereka, nyata ada beberapa dokter yang duduknya berdekatan saat ini sedang bicarakan salah satu pasien bernama Aulia.
"Semoga saja nasibnya sama dengan nasib gadis 7 tahun lalu yang dilarikan ke rumah sakit ini, karena mengalami kecelakaan dahsyat," ucap dokter tersebut.
Amira melihat ke arah Aisyah dan sementara Aisyah terlihat sampai menyelesaikan pekerjaannya yang fokus pada layar komputer karena Aisyah fokus tanpa mendengar apapun dan sementara Amira bisa mengetahui bahwa gadis yang mereka masuk tak lain adalah Aisyah.
"Tetapi kejadian pada Aulia ini sama seperti korban kecelakaan yang satunya pada waktu itu, aku dengar-dengar dia tabrakan dahsyat bersama dengan mobil juga pengemudinya adalah seorang wanita, jika yang satu mengalami kebutaan cukup parah dan satu mengalami permasalahan pada wajahnya yang sudah melakukan operasi berkali-kali tetapi wajahnya tetap saja rusak," ucap dokter tersebut kembali mengungkap cerita itu membuat Amira sangat penasaran.
"Kecelakaan secara bersamaan," batin Amira.
"Kamu tahu dari mana sih ceritanya?" kamu itu bertanya kepada teman yang sejak tadi membuka obrolan.
"Adikku terlebih dahulu menjadi perawat di rumah sakit ini bahkan orang yang selalu mendampingi dokter Andrean untuk mengurus 2 pasien itu," jawabnya.
"Maksud dokter suster Naina," tebak wanita itu yang mana suster tersebut masih bekerja di rumah sakit.
"Benar, mereka itu awalnya dilarikan ke rumah sakit kasih Bunda, tetapi kemudian dialihkan ke rumah sakit ini karena fasilitas lebih memadai, pada saat itu di ruang UGD sangat sepi dan masuk 2 pasien langsung secara bersamaan, pasien yang satu mengalami kebutaan dan pasien yang satu mengalami cacat fisik pada wajah, tapi tahu tidak pada akhirnya pasien wanita itu melakukan bunuh diri dengan membakar tubuhnya di dalam ruang perawatan karena tidak terima dengan kondisinya," ucap dokter itu yang sepertinya banyak tahu membuat Amira kaget.
Amira benar-benar ingin mengetahui yang terjadi, entah mengapa dia merasa bahwa semua itu ada kaitannya dengan Aisyah dan juga putri dari ibu tiri Aisyah yang meninggal.
"Astagfirullah tragis sekali," dokter itu sampai tidak percaya dengan geleng-geleng kepala.
"Itu yang terjadi dan hanya nasib baik yang terjadi pada pasien yang mengalami kebutaan dengan mendapatkan donor secepatnya," ucap dokter tersebut.
Bersambung.....
suaminya loh ....pengantin baru looh