NovelToon NovelToon
Melarikan Diri Dari Raja

Melarikan Diri Dari Raja

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Fantasi / Time Travel
Popularitas:19.1k
Nilai: 5
Nama Author: Saasaa

Esmera, gadis yatim piatu yang dibesarkan oleh pelayan istana, tidak pernah menyangka hidupnya akan berubah setelah Raja Edris Ruan memilihnya.

Mereka menikah, namun pernikahan itu serasa neraka bagi Esmera. Dan puncaknya, muncul seorang gadis bernama Lyra Arabella, dia mengaku sebagai adik kandung Esmera. Dan akan menggantikan posisi kakaknya sebagai Ratu.

Saat itulah Esmera mengetahui kebenaran yang mengerikan. Pernikahannya dengan Edris bukan sekadar kisah cinta. Dia telah dipersiapkan sejak bayi untuk menjadi pengantin keturunan raja pengkhianat, demi mematahkan kutukan keluarga Raja Edris.

Esmera dibunuh oleh Lyra, adiknya sendiri. Karena Lyra berpikir, jika kakaknya masih hidup, dia akan selalu menjadi yang kedua.

Namun keajaiban itu datang. Esme kembali ke masa lalu, disaat dia belum menjadi Ratu.

Kali ini Esmera tahu apa yang akan terjadi.

Sebelum Raja Edris menemukannya, Esmera akan melarikan diri dan mengubah takdirnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Saasaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mimpi Esmera

Esmera berjalan dengan perlahan menyusuri aliran air. Langkah kakinya terasa berat, sementara suara gemericik air yang mengalir di antara bebatuan terdengar begitu jelas di tengah kesunyian yang menyelimuti tempat itu.

Hawa dingin langsung mencengkeram erat tubuhnya.

Udara di sekitarnya terasa jauh lebih dingin daripada udara di wilayah Utara yang baru saja mereka datangi. Bahkan hanya dengan berdiri di tempat itu, tubuh Esmera sudah mulai menggigil hebat. Kedua tangannya segera memeluk dirinya sendiri, berusaha memberikan sedikit kehangatan pada tubuhnya.

Namun, rasa dingin itu seolah menembus hingga ke tulang.

Esmera menatap sekeliling dengan kebingungan. Pepohonan tinggi berdiri rapat di kedua sisi aliran air. Kabut tipis menggantung rendah di atas permukaan air, membuat pandangannya menjadi terbatas. Tidak ada suara manusia. Tidak ada suara langkah kaki pengawal. Tidak ada suara kereta kuda.

Hanya suara air dan hembusan angin yang terasa menusuk kulit."Ini dimana? Kenapa aku ada disini?" gumamnya dengan suara bergetar.

Esmera mencoba mengingat apa yang terjadi sebelumnya. Bukankah dirinya berada di kastil Duke Relis? Bukankah tadi dia sedang tidur? Lalu bagaimana mungkin sekarang dirinya berada di tempat asing seperti ini?

Dia mencoba melangkah mundur, tetapi kakinya justru terasa semakin lemas. Entah mengapa tempat ini membuat perasaan tidak nyaman yang sulit dijelaskan. Ada sesuatu yang terasa aneh. Terlalu sunyi. Terlalu dingin. Dan yang paling membuatnya takut, Esmera sama sekali tidak tahu bagaimana dirinya bisa sampai di sana.

Tiba-tiba, terdengar suara dari arah belakang. Suara langkah yang berat.

Krek!

Ranting pohon patah.

Esmera langsung membeku. Perlahan dia berbalik. Kedua matanya langsung terbelalak ketika melihat kawanan serigala besar berdiri tidak jauh darinya.

Jumlah mereka cukup banyak.

Serigala-serigala itu memiliki tubuh yang jauh lebih besar daripada serigala biasa. Bulu mereka tampak tebal, beberapa berwarna putih, abu-abu, dan hitam. Mata mereka memancarkan tatapan yang sulit dibaca.

Satu per satu serigala tersebut bergerak mendekat. Esmera mundur selangkah. Kemudian selangkah lagi. Namun kawanan itu justru bergerak mengikutinya. Dalam beberapa saat, mereka telah mengelilingi Esmera.

Serigala-serigala itu membentuk lingkaran, membuat Esmera tidak memiliki celah untuk melarikan diri. Tubuh Esmera semakin gemetar. Bukan hanya karena hawa dingin.

Rasa takut mulai memenuhi seluruh pikirannya.

Apakah dia akan diserang?

Apakah serigala-serigala itu akan mencabik-cabik tubuhnya untuk dijadikan makanan?

Pikiran mengerikan itu membuat wajah Esmera seketika pucat. Dia ingin berteriak. Ingin memanggil Edris. Ingin memanggil para pengawal. Namun ketika Esmera membuka mulutnya, tidak ada suara yang keluar. Tidak sedikit pun.

Esmera mencoba lagi. Tetap tidak ada suara. Panik mulai menguasainya. Kenapa dia tidak bisa bersuara?

Kedua tangannya semakin erat memeluk tubuhnya sendiri. Lututnya terasa lemas, bahkan pandangannya mulai sedikit berkunang-kunang.

Apa aku akan mati disini?

Pertanyaan itu muncul begitu saja di dalam pikirannya. Esmera tidak mampu melakukan apa-apa selain berdiri di tengah kawanan serigala tersebut.

Dia pasrah.

Salah satu serigala kemudian bergerak maju.

Serigala itu memiliki bulu berwarna putih bersih. Ukurannya bahkan terlihat lebih besar dibandingkan serigala-serigala lainnya. Langkahnya perlahan, tetapi setiap kali kakinya menyentuh tanah, Esmera dapat merasakan ketegangan yang semakin besar.

Esmera menahan napas.

Serigala putih itu semakin dekat. Esmera ingin mundur, tetapi tubuhnya tidak lagi mampu bergerak. Kemudian, sesuatu yang sama sekali tidak pernah dibayangkan Esmera terjadi. Tubuh serigala itu tiba-tiba diselimuti cahaya.

Esmera terdiam.

Dalam hitungan detik, bentuk serigala tersebut berubah.

Kaki-kakinya berubah menjadi sepasang kaki manusia. Tubuhnya perlahan berubah menjadi tubuh seorang wanita. Bulu putih yang sebelumnya menutupi tubuhnya menghilang, digantikan oleh pakaian putih yang menjuntai hingga hampir menyentuh tanah.

Rambutnya berwarna putih. Panjang dan indah.

Wanita itu terlihat masih muda dan sangat cantik. Wajahnya memiliki kecantikan yang tidak biasa, begitu pucat namun tetap terlihat anggun. Tatapannya juga tidak menunjukkan sedikit pun niat untuk menyakiti Esmera.

Esmera terpana.

Kejutan yang dirasakannya bahkan membuat rasa takutnya sejenak terlupakan. Dia baru saja melihat seekor serigala berubah menjadi manusia. Bagaimana mungkin?

Esmera bahkan tidak sempat mengatakan apa-apa ketika wanita itu tersenyum tipis kepadanya."Anda sudah datang Yang Mulia, senang bisa bertemu dengan Anda." ucap perempuan itu.

Suara perempuan tersebut terdengar lembut dan tenang, sangat berbeda dengan bayangan menakutkan yang sebelumnya memenuhi pikiran Esmera.

Esmera masih menatapnya dengan kedua mata yang membesar. Namun sebelum dia sempat memahami apa yang sedang terjadi, serigala-serigala lainnya mulai bergerak.

Satu per satu tubuh mereka berubah. Cahaya kembali bermunculan di sekitar kawanan tersebut. Dalam sekejap, tempat yang sebelumnya dipenuhi serigala kini dipenuhi manusia.

Ada pria dan wanita dengan berbagai warna rambut. Sebagian memiliki rambut putih, sebagian abu-abu, sementara yang lainnya memiliki rambut hitam. Mereka semua memiliki wajah yang tampak asing bagi Esmera.

Tetapi satu hal yang sama dari mereka semua adalah tatapan mereka. Tidak ada satu pun yang terlihat berniat menyerangnya. Sebaliknya, mereka semua justru memandang Esmera seolah-olah telah menunggu kedatangannya sejak lama.

Seorang pria dengan wajah tegas kemudian melangkah perlahan ke depan.

Rambutnya berwarna abu-abu, sementara sorot matanya terlihat tajam dan penuh kewibawaan. Meskipun wajahnya terlihat serius, tidak ada ancaman dalam gerakannya.

"Jangan takut yang Mulia, kami tidak bermaksud jahat," terlihat seorang pria dengan wajah tegas, rambut warna abu-abu, melangkah perlahan."Kami hanya ingin menyambut kedatangan Anda di tanah kami, Yang mulia ratu Esmera."

Ratu Esmera.

Dua kata itu membuat Esmera semakin membeku.

Ratu?

Kenapa mereka memanggilnya ratu? Esmera menatap satu per satu wajah di hadapannya. Tidak ada satu pun yang dikenalnya.

Siapa mereka?

Bagaimana mereka bisa mengetahui namanya? Dan yang paling membuat Esmera bingung, mengapa mereka semua seolah-olah sudah mengenalnya?

Dia ingin bertanya.

Ingin meminta penjelasan.

Namun suaranya tetap tidak dapat keluar.

Esmera hanya mampu berdiri diam sambil menatap mereka dengan penuh kebingungan.

Ratu Esmera.

Panggilan itu terus terngiang-ngiang di dalam kepalanya. Perasaan aneh kembali muncul. Seolah-olah tempat ini pernah mengenalnya. Seolah-olah orang-orang di hadapannya memang sedang menunggunya.

Namun sebelum Esmera mampu mencerna semuanya, tiba-tiba tubuhnya terasa seperti ditarik oleh sesuatu.

Kuat.

Sangat kuat.

Esmera bahkan tidak sempat bereaksi.

Pemandangan di hadapannya mendadak menjadi kabur. Wajah-wajah manusia itu semakin jauh. Suara mereka perlahan menghilang, sementara tubuh Esmera terasa seperti jatuh ke dalam ruang kosong.

Kemudian, kedua matanya terbuka. Esmera langsung bangun dengan napas tersengal-sengal.

Dadanya naik turun dengan cepat, seolah-olah dia baru saja berlari sangat jauh. Tangannya secara refleks mencengkeram selimut, sementara matanya bergerak cepat mengamati seluruh ruangan.

Dinding kamar.

Tempat tidur.

Meja.

Jendela.

Semuanya masih sama.

Esmera menelan ludah. Dia berada di dalam kamar, bukan di tengah hutan, bukan di dekat aliran air.

Tidak ada kawanan serigala, tidak ada wanita berambut putih, tidak ada pria berambut abu-abu.

Esmera terdiam cukup lama."Berarti tadi itu mimpi?" Bisiknya hampir tidak terdengar.

Namun perasaan yang tertinggal setelah terbangun justru membuatnya semakin gelisah. Mimpi itu terasa terlalu nyata.

Rasa dingin yang mencengkeram tubuhnya masih terasa seperti nyata. Ketakutan ketika dikelilingi kawanan serigala juga masih melekat di dalam pikirannya. Bahkan suara wanita berambut putih itu seolah masih terdengar jelas di telinganya.

Anda sudah datang Yang Mulia.

Esmera merasakan bulu kuduknya meremang. Kemudian kalimat terakhir pria itu kembali terngiang di dalam kepalanya.

Yang Mulia Ratu Esmera.

Esmera menatap kosong ke hadapannya. Jika itu hanya mimpi, kenapa semuanya terasa begitu nyata? Dan mengapa mereka memanggilnya dengan sebutan ratu?

1
Yuliana Hakim
nunggui up'nya...jgn lama2 thor
Diah Al Khalifi
bisa2 nya di anggap pujian🤣🤭
𝐈'𝐦𝐄𝐥𝐥𝐢𝐞𝐍𝐨𝐭𝐋𝐢𝐞🔮
Ihhh makinn seruu😭😭 Lanjuttt qhaqhaa~~🥰
✨Susanti✨
semangat ya
✨Susanti✨
makasih udah update kak
Saasaa: sama-sama
total 1 replies
Yuliana Hakim
semoga bisa secepatnya up..
Hani Melanie05
KAKAAA UP LAGI DONG
Saasaa: sudah di up selamat baca
total 1 replies
Hani Melanie05
WAJIBB BACA SII
SERU BANGET
Saasaa: terimakasih sudah baca 🥰
total 1 replies
✨Susanti✨
edris tenang, soalnya dia bisa bela diri n bawa senjata
kalo berada diposisi esmera, sudah ketar ketir 😩
✨Susanti✨
menunggu drama tak terduga selama perjalanan 🤭
✨Susanti✨
selain latar, tokoh, susunan alur
aku suka interaksi para pemeran ga vulgar masih ada batasan-batasan
Saasaa: terimakasih
total 1 replies
✨Susanti✨
siapa yang ga bingung kalo edris begini, beda dengan kehidupan sebelumnya
✨Susanti✨
kadang cinta menutup akal n logika
✨Susanti✨
gini nih jadi pria harus tegas, meski lawan bicara keluarga sendiri
✨Susanti✨
semangat esmera, kamu harus lebih berani
✨Susanti✨
/Good/
✨Susanti✨
good, kamu harus punya kendali untuk hidupmu.
✨Susanti✨
emang dari awal edris tidak akan melepaskan esmera
✨Susanti✨
kayaknya raja edris ini tipe-tipe pria yang gabisa ngungkapin perasaan ?
ato kalo Ndak dia baru nyadari perasaannya ketika Esme meninggal 🤔
✨Susanti✨
dan ternyata...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!