NovelToon NovelToon
Bos Itu Mantan Pacarku

Bos Itu Mantan Pacarku

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / CEO / Balas Dendam
Popularitas:9.4k
Nilai: 5
Nama Author: Yam_zhie

Dua tahun lalu, Tsania memilih mengakhiri hubungannya dengan Arsen, pria yang sangat ia cintai. Bukan karena cinta itu hilang, melainkan karena sebuah rahasia pahit yang memaksanya pergi tanpa penjelasan. Sejak saat itu, mereka menjalani hidup masing-masing, menyimpan luka yang tak pernah benar-benar sembuh.

Takdir mempertemukan mereka kembali dengan cara yang paling menyiksa.

Hari pertama bekerja di perusahaan impiannya berubah menjadi mimpi buruk ketika Tsania mengetahui bahwa CEO muda yang dingin, arogan, dan disegani semua orang adalah Arsen, mantan kekasih yang pernah ia tinggalkan. Kini, Arsen adalah bosnya.

Bagi Arsen, pertemuan itu bukan kebetulan, melainkan kesempatan untuk membalas rasa sakit yang selama ini ia pendam. Ia bersikap dingin, memberi tugas-tugas sulit, dan terus menguji kesabaran Tsania. Namun, di balik tatapan tajam dan sikap tak berperasaannya, masih tersimpan cinta yang tak pernah benar-benar padam.

apakah yang akan terjadi kepada mereka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yam_zhie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tsania 30

Aurelia mendekati meja kerja Arsen, meletakkan kotak bekal mewahnya tepat di atas dokumen-dokumen kerja Arsen. Tanpa rasa canggung, ia mengitari meja dan mencoba menyandarkan tangannya di bahu tegap Arsen.

"Beberapa hari terakhir ini kamu makin sulit ditemui, Arsen," rengek Aurelia, memiringkan kepalanya dengan tatapan memelas yang dipaksakan.

"Setiap kali aku datang ke ruanganmu, kamu selalu bilang sibuk rapat atau sedang di luar kantor. Kamu tahu tidak, aku kesepian menyiapkan dekorasi pertunangan kita sendirian? Aku juga ingin sekali berdiskusi dengan kamu untuk pertunangan impian kita, sayang... Aku sangat tidak sabar menunggu waktu itu tiba. Rasanya malah terasa jauh lebih lama..."

Arsen tidak menepis tangan Aurelia di bahunya, meski kulitnya terasa gatal oleh kejijikan. Ia menyandarkan jemarinya di meja, menatap Aurelia dengan sudut bibir terangkat tipis. Sebuah senyuman yang menyimpan banyak arti, namun bagi Aurelia itu adalah senyuman yang paling manis yang di tunjukkan oleh Arsen. Dan dia sangat bahagia melihat senyum Arsen kali ini. Apalagi dia mengira jika gangguan wanita yang dia juga tahu adalah masa lalu Arsen sudah tak ada lagi. Dan dia tak akan membiarkan Tsania datang kembali dan merebut Arsen darinya. Apalagi dia mendapatkan dukungan penuh dari Pak Bisma.

"Aku bekerja keras demi memastikan posisi Pratama Group berada di puncak sebelum acara Sabtu malam nanti, Aurelia," tutur Arsen, merangkai kata-kata manis yang beracun.

"Bukankah kamu mau menjadi istri dari pria paling berkuasa di gedung ini?"

Aurelia terkekeh riang, matanya berbinar-binar penuh kemenangan. "Tentu saja! Makanya Papa dan Om Bisma bangga sekali padamu. Oh ya, soal gaun pertunangan kita... kemarin malam aku memesan gaun bernilai ratusan juta dari perancang busana Paris. Om Bisma bilang biaya itu bisa langsung dipotong dari anggaran promosi Pratama Group. Kamu tidak keberatan, kan?"

"Pakai saja sebanyak yang kamu mau, Aurelia," sahut Arsen datar, suaranya sarat akan sindiran terselubung yang tak dipahami wanita itu.

"Lagipula, Sabtu malam nanti akan jadi malam terakhir kamu bisa menikmati fasilitas dari Pratama Group."

Aurelia tertawa renyah, menganggap kalimat Arsen sebagai bentuk kelakar atau kepatuhan mutlak.

"Kamu ini lucu sekali, Arsen! Setelah kita bertunangan, fasilitas itu justru akan jadi milik kita bersama selamanya, kan?"

Aurelia merengkuh leher Arsen dari belakang, mendekatkan wajahnya. Namun sebelum bibir wanita itu sempat menyentuh pipinya, Arsen berdiri tegap dari kursinya dengan dalih mengambil cangkir kopi di sudut ruangan. Dia menghindar dengan sangat halus, dia benar-benar jijik dengan wanita seperti Aurilia. Wanita yang bertingkah sok polos dan sok manis di depan semua orang untuk menarik perhatian.

"Aku harus menyelesaikan penandatanganan dokumen investasi sekarang, Aurelia," potong Arsen tenang namun tegas.

"Makan siangnya akan aku makan nanti. Kamu lebih baik pulang dan memastikan gaun mewahmu itu terpasang sempurna untuk Sabtu nanti."

Aurelia sedikit bersungut-sungut karena penolakan halus itu, namun keangguhan dan bayangan pesta megah Sabtu malam membuat amarahnya menguap cepat.

"Baiklah, calon suamiku yang tampan," ujar Aurelia seraya merapikan gaunnya.

"Ingat ya, Sabtu malam nanti di Grand Ballroom hotel bintang lima jam tujuh malam tepat. Jangan sampai terlambat! Ratusan wartawan dan seluruh pengusaha papan atas akan melihat kita bersanding di atas panggung! Sekaligus pengumuman pernikahan kita, papa dan Om Bisma sudah sepakat. Pernikahan kita di percepat dan akan di lakukan bulan depan!"

"Aku tidak akan pernah terlambat untuk acara sebersejarah itu, Aurelia," tegas Arsen dengan tatapan mata yang begitu tajam dan pekat.

"Aku sendiri yang akan memastikan acara malam itu tidak akan pernah dilupakan oleh siapapun... termasuk kamu dan Papamu dan juga papaku tentunya."

"Duh, kamu makin romantis saja! Aku makin sayang sama kamu, Arsen. Dan tak sabar untuk menjadi istrimu..." kekeh Aurelia tanpa rasa curiga sedikit pun.

"Sampai ketemu di Sabtu malam, Arsen!"

Aurelia berbalik dan melangkah keluar dari ruangan dengan senyum lebar penuh kesombongan, menutup pintu kaca rapat-rapat.

Begitu wanita itu menghilang di balik pintu, senyum tipis di wajah Arsen lenyap seketika. Raut wajahnya berubah menjadi amat dingin dan mengerikan. Ia menyambar kotak bekal mewah yang dibawa Aurelia, lalu membuangnya tanpa ragu ke dalam tong sampah di sudut ruangan dengan bunyi benturan keras.

Arsen mengambil tisu pembersih, menyapu bahu jasnya yang sempat disentuh Aurelia dengan gestur jijik yang amat sangat.

Ia melangkah menuju jendela kaca raksasa ruang kerjanya, menatap pemandangan cakrawala kota Jakarta yang membentang luas. Dari ketinggian lantai teratas ini, Arsen mengepalkan tangannya rapat-rapat.

"Senang-senanglah selagi kamu bisa, Aurelia..." bisik Arsen pada kaca jendela yang dingin, matanya memancarkan tekad mematikan.

"Karena pada Sabtu malam nanti, panggung megah yang kamu impikan itu akan menjadi kuburan bagi reputasi keluargamu dan Papaku. Dan juga akan membuka kebusukan kalian satu per satu. Aku tak akan menyisakan satupun dari kalian yang sudah membuat Tsania menderita selama ini tanpa sepengetahuan aku! Walau resiko yang harus aku tanggung juga sama. Walau aku harus hancur dan kehilangan segalanya. Namun bagiku harga diri dan nama baik keluarga Tsania kembali adalah yang paling utama. Walau aku tak bisa lagi mengembalikan ayahnya yang sudah tiada..."

Bayangan wajah pucat Tsania yang tertidur pasrah di kamar VVIP rumah sakit kembali melintas di benaknya, membakar sisa-sisa ragu di jiwanya.

"Maafkan aku sayang... Dan aku akan tunjukkan padamu jika aku benar-benar mencintaimu. Aku tak tahu hal berat yang sudah kamu lewati selama ini, bahkan aku malah menambah rasa sakitmu... Maafkan aku sayang. Jika setelah ini kamu memilih pergi dari hidupku, aku rela. Tsania... Asalkan hal itu membuat kamu bahagia, aku akan menjauh dan menerima hukumanku darimu..."

1
Jumi Saddah
semoga lancar deh,,tidak ada yg menggagalkan,,biar semua kembali ke tempat nya sebagai mesti nya💪💪💪arsen semangat
kymlove...
sabar nya tinggal 2 hari lagi, kalau sehari up 2 x berarti kurang 4+1 part lagi untuk menjelang malam Sabtu, kalau sehari up sekali berarti nunggu kurang 2-3 part lagi menjelang Sabtu malam... jadi harus bisa sesabar itu nunggunya aku🥲🤣
Oma Gavin
menunggu sabtu lama banget 🥺
nely_48
cinta mu begitu besar n tulus pd arsen ya tsania ☹️
nely_48
sama² terluka n hancur,,,
nely_48
semoga tsania mendengarkan curhatan mu ya arsen
nely_48
tenang tsania karna itu ada
nely_48
udh ga sabar nunggu detik² bpak nya arsen n aurelia live
nely_48
tsania km tenang, jgn histeris gtu,
nely_48
langkah yg tepat arsen,, liatt dr jauh az gpp, pastikan bpak dajjal mu itu hancur kehilangan semua harta n nama yg sll dia agung²kan
nely_48
gila bpak nya arsen jahat nya udh level dajjal
Eva Karmita
Tsania please jgn berpikir yg tidak" cukup kamu diam tenang jgn sampai membuat kesalahan dan itu bisa membuat Arsen dlm bahaya...ini demi keselamatan kamu dan Arsen 🥺
Eva Karmita
syukurlah Nia sudah mendengar semua pengakuan Arsen 🥺
Eva Karmita
bukan Arsen tidak mau mendengarkan penjelasan mu tapi kamu Nia yg ngak pernah mau menjelaskan dengan Arsen 🥺 ... kalian berdua sama"terluka dan korban ke jahat si Bisma dan keluarga Aurel, semoga kesalah pahaman ini cepat terbongkar
kymlove...
lalu kamu mau apa tsania?? pergi lagi dan berharap arsen akan tenang hidup nya?? atau mau menghalangi niat arsen untuk membongkar kejahatan bapaknya!!! trs apa lagi yang mau kamu mau?? sudah tau kalian sama2 korban kekejaman bapak nya arsen, harus nya kamu kalau bisa dukung tindakan arsen, jangan malah menghalangi dengan alasan takut arsen di hancur kan lagi, INGAT SEBELUM INI KALIAN JUGA UDAH HANCUR!! JANGAN SELALU JADI LEMAH ATAS NAMA CINTA!! CUKUP SUDAH PENDERITAAN MU INI!!
kymlove...
sabtu malam nanti segera lah tiba!! tapi ini. masih senin sore jadi kira2 kurang berapa. part lagi untuk mencapai. sabtu itu🥲 gak sabar banget. lihat para orang jahat itu hancur...
kymlove...: kayaknya kita harus sabar dulu nunggu sabtu nya kk.. soalnya sekarang masih malam selasa🤣😀
total 2 replies
Oma Gavin
kenapa menuju sabtu saja lama banget
Sri Suryati
kan Arsen nanya stania . kenapa kamu meninggalkan aku
kymlove...
kalian semua sama-sama jadi korban tapi menurut ku tsania lebih menyakitkan sampai kehilangan orang tuanya dan masih harus menerima kebencian yang mendarah daging dari keluarga arsen, jadi kalau dengan arsen menghancurkan keluarga nya dan langsung tsania maafin gitu aja, kayaknya gak terlalu adil banget buat tsania yang tersiksa terlalu lama...
gina altira
Puas kamu Arsen
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!