NovelToon NovelToon
Materialistic Wife

Materialistic Wife

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Nikahmuda / Percintaan Konglomerat / Crazy Rich/Konglomerat / Cinta Seiring Waktu / Kehidupan di Sekolah/Kampus
Popularitas:3.1k
Nilai: 5
Nama Author: capr.gurlll

Lady suka uang.

Lady juga cinta uang!

But, jika Lady disuruh memilih antara Ace atau uang, maka jawabannya sudah pasti Ace, karena bagi Lady, Ace adalah sumber uangnya. Simple kan jawabannya..

Menikah dengan Ace adalah salah satu hal yang tak pernah terlintas di pikiran Lady. Menikah dengan cowok galak yang memiliki tingkat kesabaran setipis tisu. mungkin juga lebih tipis dari tisu, gak tau deh.

Andaikan saja cowok itu tidak kaya raya serta berwajah jelek, maka mustahil Lady mau menerima perjodohan paksa ini.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon capr.gurlll, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

part 33

Lady meneguk ludahnya berkali-kali saat tangan kekar Ace mencengkram kuat pergelangan tangannya.

"Sakit, Ace," lirih Lady sambil menepis tangan Ace hingga terlepas. Kulitnya yang putih pasti akan jadi kontras dengan bekas cengkraman Ace.

"Pulang," ucap Ace dengan suara beratnya. Cowok itu menyibak rokoknya dan menghembuskan asapnya ke udara.

Lady hanya bisa pasrah saat Ace menyeretnya keluar dari club tersebut dengan kasar. Manik coklat cewek itu memandangi punggung tegap Ace yang berjalan di depannya. Habislah dia.

Ace membuka pintu mobilnya dan mendorong Lady masuk ke dalam sana.

"Lo di depan, gue ngikut di belakang,' ucap Ace sambil membuang puntung rokoknya ke tanah dan menginjaknya. Cowok itu kemudian menaiki motor barunya yang ia parkir di sebelah mobilnya.

Sementara di dalam club, Zena dibuat tak berkutik melihat Leon yang memandanginya sejak tadi.

"Hayoloh. Gue aduin ke Kellan, ah, kalau lo bandel," ancam Leon, membuat Zena berdecak sebal dan memukul lengannya.

"Ah, nggak asik lo babi," ucap Zena.

Leon mengangkat acuh bahunya saat meladeni cewek di sampingnya ini. "Ngomong-ngomong, lo bawa motor?" tanyanya dibalas gelengan oleh Zena.

"Anterin gue balik, dong," pinta Zena sambil melipat kedua tangannya di depan dada dengan gayanya yang sangat songong

"Yaudah, gue anterin lo balik," ucap Leon yang kemudian berjalan menuju pintu keluar club tersebut.

Tanpa banyak bicara, Zena segera menyusul Leon di belakang. Lumayan, tumpangan gratis buat pulang daripada harus pesan ojek online. Dan buat Lady, Zena hanya bisa berharap yang terbaik untuknya.

Semoga, sahabatnya itu tetap hidup sampai besok. Dan juga, Zena berharap semoga hukuman Lady dari Ace adalah gelut bareng di atas ranjang. Toh, biasanya akan seperti itu jika suami menghukum istrinya. Selain sahabatnya itu akan enak, Zena juga akan mendapat keponakan.

*

"IHH, NGGAK USAH NARIK GUE KAYAK GINI KALI! GUE BISA JALAN SENDIRI!"

Ace tak menggubris omongan Lady. Cowok itu tetap berjalan menuju kamar sambil menyeret tangan Lady yang sedari tadi sudah memancing emosinya.

BRAK!

Ace membanting pintu kamar dan mendorong tubuh Lady hingga gadis itu terjatuh ke atas kasur.

"Lo beneran jago banget, ya, mancing emosi gue. Bisa-bisanya lo datang ke club pakai baju kayak gini," ucap Ace dengan suara beratnya. Dihampirinya Lady yang sedang terduduk di ujung kasur tersebut sambil menunduk ketakutan.

Ace mengepal kuat tangannya dengan hati yang memanas.

"Selama jadi istri gue, udah berapa kali lo pergi ketempat gituan tanpa sepengetahuan gue?" tanya Ace pelan. Sangat pelan.

"JAWAB, GOBLOK! NGGAK PUNYA MULUT LO MAKANYA NGGAK BISA JAWAB?! HAH?!" bentak Ace, membuat Lady tersentak kaget mendengarnya.

Lady gelagapan sendiri melihat sorot mata Ace yang semakin tajam. "Gue baru sekali doang kok."

Ace berdecak. "Jawab yang benar."

Lady menundukkan kepalanya. "2 kali doang kok. Gue pergi pas lo nggak ada di rumah, terus gue pulang duluan sebelum lo yang pulang duluan ke rumah."

Ace memijit pelipisnya. Bisa-bisanya ia kebablasan sampai tidak tau kalau Lady pergi diam-diam ke club tanpa sepengetahuannya. Jika bukan karena Leon, maka dirinya pasti akan kebobolan terus.

"Asli, lo beneran minta digampar banget. Darah tinggi mulu gue semenjak habis nikah sama lo," ujar Ace mengepal kuat tangannya.

Lady meringkuk di atas kasur melihat Ace yang mondar-mandir di depannya. Lady sadar bahwa emosi Ace saat ini pasti sedang meledak-ledak.

"Buruan pergi sana ke kamar sebelah. Malam ini kita pisah kamar," ucap Ace dengan suara beratnya.

Lady mengernyit. "Loh? Kok gitu, sih?"

Ace berhenti mondar-mandir. Di tatapnya Lady dengan tajam yang saat ini berhasil membuat emosinya sampai party di ujung batas.

"Gue nggak bisa kalau satu kamar sama Lo. Bisa-bisa gue beneran ngegampar lo atau mungkin lebih parah lagi," ucap Ace dengan suara beratnya.

Ace melirik Lady yang buru-buru beranjak menuju ke kamar sebelah. Saat hendak membuka pintu, suara bariton Ace kembali menginstruksi gadis itu agar berhenti sejenak.

"Ini yang terakhir kalinya lo ke club kayak gini. Beneran gue telanjangin lo di sana kalau gue ngedapatin lo ke club lagi. Gue harap, lo nggak lupa kalau gue bukan tipe cowok yang penyabar," ucap Ace sekali lagi.

Lady yang mendengarnya lantas buru-buru berlari ke kamar sebelah sebelum semakin dibuat gemetar mendengar ucapan Ace.

Sesampainya di kamar tamu, Lady buru-buru mengunci pintunya untuk berjaga-jaga.

PRANK!

"OH MY GOD!" Lady memekik kaget saat mendengar suara pecahan dari kamarnya. Pasti Ace sedang membanting barang-barang di kamar sebelah untuk melampiaskan emosinya.

*

*

BRAK!

Seketika seluruh penghuni kelas XII IPA 2 tersebut langsung tersentak kaget saat mendengar suara ribut dari bangku paling di belakang.

"Zena, astaga! Kamu mau buat ibu lahiran sekarang?!" omel Bu Susan kepada Zena yang baru saja menggebrak meja sambil memegangi dadanya yang kaget.

Zena menggaruk tengkuknya yang tak gatal. "Maaf, Bu."

Bu Susan berdecak sambil

mengusap-usap perut besarnya. "Yaudah, kalian kembali fokus ke papan tulis," ujarnya dan lanjut menuliskan rumus fisika di papan tulis.

Beliau adalah Bu Susan, guru fisika khusus kelas 12 di SMA ini. Bu Hikmah ini sedang mengandung dan usia kandungannya sudah tujuh bulan. Nggak ada yang berani membuat beliau marah karena takut kualat.

Zena menatap garang para teman-teman sekelasnya yang masih memperhatikan mereka berdua. Raut wajah Zena seolah berkata 'apa lo liat-liat, anjing?! Mau gue tampol muka lo?!'

Saat semua sudah sibuk memperhatikan papan tulis, Zena kembali menatap serius Lady di sampingnya. "Serius Ace ngamuk sama lo semalam?" tanyanya.

Lady mengangguk. "Iya. Pas tadi pagi gue masuk ke kamar, gue ngeliat dia habis mecahin vas bunga sama lampu tidur."

"Jadi, sebelum pergi sekolah, lo ngeberesin pecahan kaca itu dulu?"

Lady kembali mengangguk malas. "Iyalah. Masa dia yang pecahin, tapi dia juga yang beresin. Tadi pagi aja dia kelihatan masih marah banget sama gue, makanya gue nggak berani minta duit jajan sama dia apalagi sampai ngajakin dia ngomong. Lo, kan, tau sendiri kesabaran Ace setipis jembatan soekarno."

Hah? Gimana, gimana? Lady yang notabenenya gila uang bahkan berjiwa sangat matre itu malah tidak berani meminta uang jajan ke Ace?

WHAT?!

"Tapi, emang benar, sih, kalau ada baiknya lo nggak minta duit jajan dulu sama dia tadi pagi. Bisa-bisa habis mecahin vas bunga, dia bakal mecahin kepala lo juga.

Lady menghela panjang nafasnya. "Zen, gue nggak bisa kayak gini terus. Gue nggak bakal dapat duit jajan kalau dia masih marah," ucap Lady membaringkan kepalanya di atas meja.

"Coba deh lo minta maaf sama dia. Lagian, kan, lo yang salah," saran Zena.

"Yaudah. Ajarin gue, dong, gimana caranya minta maaf dan gimana caranya biar dia bisa maafin gue," pinta Lady yang hanya bisa pasrah.

Zena menyeringai kecil. Gadis cantik itu perlahan mendekatkan mulutnya ke telinga Lady dan membisikkan sesuatu ketelinga gadis itu.

Lady mengangguk mendengar apa yang dibisikkan oleh Zena kepadanya.

Saran yang cukup bagus.

1
MayAyunda
keren 👍
capr.gurlll
yok komen gess biar author makin semangat nulisnya🤩👐 yang mau recom alur ceritanya bisa bgt. boleh komen atau langsung chat ya🫰
Adinda
jd yang melanjutin perusahaan daddynya,Leon Ya thor
capr.gurlll: yaps putera mahkota Maesa🤭 stay tuned yaa untuk visualnya leon😍
total 1 replies
Annisanur hasanah
kak di tunggu updatenyaa mereka lucu bgttt
capr.gurlll: kak😍🙏👍
total 1 replies
Annisanur hasanah
ga expect😭
Annisanur hasanah
wkwkkw cod ga tuh😄
Annisanur hasanah
hallo kak, aku berkunjunggg
MayAyunda
keren👍
Annisanur hasanah
gemas lucu ya mereka🤭
Annisanur hasanah
mampir kak😍
Snow white❄IG@snow_white97suga
Mampir kak, baca 1 bab dulu
capr.gurlll: thankyou😍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!