NovelToon NovelToon
Belenggu Kasih Kaisar Tirani

Belenggu Kasih Kaisar Tirani

Status: tamat
Genre:Sistem / Fantasi / Hari Kiamat / Tamat
Popularitas:722.6k
Nilai: 5
Nama Author: hofi03

Apa jadinya jika Elena, seorang Letnan Militer jenius dari masa depan terjebak di tubuh Rania Belmont. Nona bangsawan lemah yang selalu di siksa oleh Selir Ayah nya?

Di dunia baru ini, Elena bukan hanya harus membalas dendam pada mereka yang menyiksanya, tapi juga memikul beban berat dari sebuah Sistem. Mencegah Kiamat.

Caranya? Dengan menjinakkan Aron Gild, Raja Tirani berdarah dingin yang kekuatannya bisa menghancurkan dunia jika suasana hatinya memburuk.

Bagi dunia, Aron adalah monster, tapi bagi Elena, Aron adalah bayi besar yang haus kasih Sayang.

"Dunia ini bisa hancur besok, aku tidak peduli, tapi jika kamu yang pergi, aku sendiri yang akan memastikan tidak ada satu pun manusia yang tersisa di bumi ini untuk meratapi kematianmu, kamu adalah rumahku, Rania, dan rumahku tidak boleh tergores sedikit pun," ucap Aron posesif.

"Sial! Kalau dia se manis ini, indikator kiamatnya memang turun, tapi jantungku yang malah mau meledak!" batin Rania, mengigit bibir bawah nya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon hofi03, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

PENDERITAAN RANIA KECIL

Flashback Rania kecil....

"Ayah..." panggil suara mungil itu, bergetar antara takut dan rindu.

Victor saat itu sedang menenggak segelas brandy, mencoba menenggelamkan bayangan Eleanor yang wafat di ranjang bersimbah darah. Dia menoleh dengan tatapan dingin yang mampu membekukan prajurit paling berani sekalipun.

"Siapa yang mengizinkanmu masuk?" gertak Victor.

Rania kecil tersentak, namun dia tidak lari. Dengan tangan kecilnya yang gemetar, dia menyodorkan sebuah gambar yang dibuat di atas kertas kasar. Itu adalah gambar sebuah keluarga: seorang pria tinggi dengan jubah kebesaran, seorang wanita cantik (yang dia gambar berdasarkan lukisan di aula), dan seorang anak kecil di tengahnya.

"Hari ini... hari ulang tahunku, Ayah. Aku hanya ingin memberikan ini. Aku belajar menggambar dari sisa arang di dapur," ucap Rania dengan mata berbinar, berharap setidaknya satu kali saja pria itu akan mengusap kepalanya.

Namun, Victor justru merasa jantungnya seperti diremas. Melihat mata Rania yang besar dan jernih—persis mata Eleanor—membuat rasa bersalah dan duka di dadanya meledak menjadi amarah yang salah sasaran.

"Buang sampah itu! Dan jangan pernah sebut namaku sebagai Ayahmu lagi. Kamu hanyalah pengingat akan hari di mana aku kehilangan segalanya!" teriak Victor saat itu sambil menyentak kertas tersebut hingga robek dan jatuh ke lantai.

Rania tidak menangis keras. Dia hanya mematung, melihat gambar yang ia buat dengan jari-jari yang menghitam karena arang itu kini terinjak oleh sepatu bot militer ayahnya saat Victor melangkah pergi melewatinya.

"Ayah... maaf..." bisik Rania, pelan.

"Boleh tidak, Rania memeluk Ayah sebentar saja..." ucap Rania, penuh permohonan.

"Pergi!" bentak Duke Victor.

"Kenapa Ayah tidak Sayang dengan Rania, Rania juga ingin seperti Kak Viola yang sering Ayah gendong..." ucap Rania, dengan airmata yang membasahi pipi nya.

"Kak Viola bukan anak Ayah, tapi Ayah sayang dia... Rania anak Ayah, kenapa Ayah benci?" tanya Rania polos.

Rania tidak menyerah begitu saja, dengan tangan yang masih kotor oleh arang, dia mencoba meraih ujung jubah kebesaran Victor, dia hanya ingin merasakan sedikit saja kehangatan dari pria yang dia sebut Ayah itu.

"Lepaskan!" bentak Victor menyentak jubahnya begitu kasar hingga tubuh kecil Rania terlempar ke lantai.

BRAK

Suara benturan tubuh mungil itu dengan lantai terdengar begitu menyakitkan.

Lutut Rania berdarah, namun dia bahkan tidak mengeluh, dia sudah terbiasa dengan luka dan rasa sakit.

Rania merangkak mendekat ke arah robekan kertas gambarnya yang tadi terinjak.

"Kalau Ayah tidak mau peluk... setidaknya jangan injak gambar Ibu..." bisik Rania dengan suara yang hampir habis.

Rania mencoba menyatukan robekan kertas yang sudah kotor oleh jejak sepatu Duke Victor.

"Rania cuma punya ini... Rania cuma ingin punya keluarga...Rania rindu ibu, Rania rindu Ayah..." bisik Rania, menangis.

"Kamu tidak punya keluarga! Keluarga ini mati saat kamu lahir!" teriak Duke Victor, lalu dia membanting pintu ruang kerjanya, meninggalkan Rania kecil sendirian.

Melalui celah pintu yang tidak tertutup rapat, Duke Victor sempat melihat Rania kecil memeluk robekan kertas itu di dadanya.

Rania meringkuk seperti di atas lantai yang dingin, menangis tanpa suara, karena dia tahu tidak akan ada yang datang untuk menenangkannya.

Back...

Duke Victor Belmont ambruk ke kursinya, dengan napasnya tersengal-sengal, mencengkeram dadanya yang terasa sangat sesak.

"Aku... apa yang telah kulakukan?" bisik Duke Victor, parau.

Matanya menatap tangannya sendiri, tangan yang pernah menolak pelukan seorang anak kecil yang hanya memiliki arang untuk menggambar impiannya.

Selama delapan belas tahun, dia mengira dia sedang menghukum pembunuh istrinya. Namun kenyataannya, dia hanyalah seorang pengecut yang menyiksa bagian terakhir dari Eleanor yang tersisa di dunia ini.

Tiba-tiba, suara ketukan pintu memecah keheningan.

Tok

Tok

Tok

"Duke? Ini saya, Liam," ucap kepala pelayan tua, suaranya terdengar ragu-ragu.

"Masuk," ucap Duke Victor, dingin.

Ceklekk

Liam masuk dengan wajah pucat, membawa sebuah kotak kayu kecil.

"Salam Duke," ucap Liam, membungkuk sopan.

"Hem."

"Prajurit baru saja memeriksa gudang itu atas perintah tersembunyi Anda tadi," ucap Liam, pelan.

"Di sana ada genangan air es yang mulai mengering, pecahan kaca yang bercampur dengan noda darah, dan sebuah tang besi yang masih berlumuran darah segar di sudut ruangan, pelayan di sana juga mengonfirmasi bahwa Nona Rania tidak diberi makan layak selama tiga hari terakhir," lapor Liam, menundukkan kepalanya.

BRAKK

Duke Victor menggebrak meja kerja nya, hingga tinta hitam tumpah membasahi dokumen-dokumen penting itu, wajah nya yang biasanya dingin kini memerah karena amarah yang bercampur dengan rasa sesak yang luar biasa.

"Diana... berani-beraninya dia melakukan itu di bawah pengawasanku!" teriak Duke Victor, penuh kemarahan.

"Duke..." panggil Liam, pelan.

"Mereka juga menemukan ini di sudut ruangan, di bawah tumpukan jerami busuk yang digunakan Nona Rania sebagai tempat tidur," ucap Liam menyerahkan kotak yang dia bawa.

Duke Victor membuka kotak itu, yang di dalamnya terdapat tumpukan kertas kasar yang sudah menguning, ratusan gambar, dan semuanya digambar dengan arang.

Ada gambar Duke Victor yang sedang tersenyum, gambar Dante yang sedang berlatih pedang, dan di setiap sudut kertas itu, selalu ada tulisan kecil yang hampir luntur.

"Rania sayang Ayah"

"Rania ingin jadi anak baik"

"Maafkan Rania karena lahir."

Dan di paling bawah tumpukan itu, terdapat robekan kertas sepuluh tahun lalu yang sudah ditempel kembali dengan getah pohon secara kasar. Gambar keluarga yang pernah diinjak Duke Victor, dulu..

Melihat itu, pertahanan Duke Victor runtuh, dia memalingkan wajahnya, menyembunyikan matanya yang mulai basah di balik telapak tangannya.

"Keluar, Liam... keluar!" usir Victor dengan suara tercekik.

Begitu pintu tertutup, sang Duke yang agung itu menundukkan kepalanya di atas meja, di depan tumpukan gambar arang putri kandungnya yang dia telantarkan, dan untuk pertama kalinya dalam delapan belas tahun, Duke Victor menangis, tangisan seorang ayah yang baru menyadari bahwa dia sendiri yang telah membakar satu-satunya cahaya di hidupnya.

Di saat yang sama, di kamarnya, Rania sedang sibuk menaburkan bunga melati kering ke dalam tungku kecil yang dibawa Lina.

Asap putih mulai mengepul, memenuhi ruangan dengan aroma manis yang menyengat.

"Nona, apakah ini untuk ritual?" tanya Lina dengan suara pelan, matanya melirik waspada ke arah pintu.

"Bisa dibilang begitu, ritual untuk mengusir serangga-serangga kekaisaran yang suka mengendus urusan orang lain," jawab Rania ketus.

Rania bisa merasakan tatapan tajam dari luar sana, itulah pengintai Kaisar.

"Letnan Elena, dunia ini mungkin sedang menuju kiamat, tapi sebelum kiamat itu datang, aku akan memastikan orang-orang di rumah ini merasakan kiamat versi mereka sendiri," batin Rania pada dirinya sendiri.

1
𝓬𝓱𝓪𝓵
𝓶𝓪𝓪𝓯 𝓭𝓪𝓷 𝓽𝓪𝓹𝓲 𝓪𝓴𝓾 𝓭𝓲 𝓹𝓲𝓱𝓪𝓴 𝓼𝓲𝓼𝓽𝓮𝓶🤣🤣🤣
𝓬𝓱𝓪𝓵
𝓮𝓵𝓮𝓱/Awkward//Awkward//Awkward//Doge/
Lisa sari katriani
Semangat thor 💪

Hai kakak2 jangan lupa mampir di karya pertamaku 😊
Judul : kisah si gadis miskin

Terimakasih 🙏
Lisa sari katriani
Karya yang bagus thor 👍

Halo kakak2 mampir juga di karya pertamaku 😊
Judul : kisah si gadis miskin

Terimakasih 🙏
ryuka
lucuuuu.. sistem nya.. tujuan utama sistem bukan menggagalkan kehancuran dunia tapi makcomblang kaisar sma raina
ryuka
sistem nya lucuuuuu 🤭🤭🤭🤭🤣🤣🤣🤣
Leni Ani
dasar kaisar iblis kiamat💪😆😆😆😆😆😆
Leni Ani
jangan2 nanti tu senjata makan tuan di balikin sm riana🤔🤔🤔
Leni Ani
😂😂😂😂😂🤣🤣🤣🤣🤣🤣😅😅😅😆😆😁😄😄😃😀🤔🤔🤔💪💪💪
Surati
bagus
Lauren Florin Lesusien
sistim pencinta kekayaaan saya suka🤣🤣🤣
Erni andi arifuddin
kerajaan bone dan yg aku tahu kerajaan bone ada di Sulawesi Selatan
Erni andi arifuddin
lama lama pembacanya ikut stress😂
Erni andi arifuddin
makanya jgn selalu kurang puas dgn 1 istri akibatnya ular peliharaan sendiri mematuk tuannya
cowettttttt
aku JD kurang menyukai Rania terlalu sombong sama kemampuan diri sendiri sampai ga mau d kasih pengawal sama kaisar dan kemana orang guild nya itu?
cowettttttt
aneh klu Rania sampai di culik ..bukannya banyak penjaga bayangan kaisar dan tentunya penjaga bygn yg punya ibu nya sendiri
cowettttttt
kenapa dante manggil kaisar Dnegan nama aja....dan Rania menurut ku terlalu arogan dan ceroboh
cowettttttt
Rania terlalu keras menurut ku kasihan s kaisar nya ....apa susah nya d lembutin si kaisar biar lebih lengket lagi
cowettttttt
kaisar ini bener2 bikin sakit perut ku 🤣🤣🤣🤣
cowettttttt
sumpah ini cerita bikin bengek aja ...lucu dan bikin ketawa terus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!