NovelToon NovelToon
Jalan Dao Pendekar Mata Duitan

Jalan Dao Pendekar Mata Duitan

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Genius / Fantasi / Epik Petualangan
Popularitas:2.2k
Nilai: 5
Nama Author: momon Joy

Di Benua Tianyu, kekuatan adalah segalanya.

Para kultivator menghabiskan seluruh hidup mereka untuk bermeditasi, berburu harta surgawi, dan mengejar puncak Dao.

Keluarga-keluarga besar berlomba melahirkan jenius.
Sekte-sekte kuat mencari murid berbakat.

Namun di tengah dunia yang memuja kekuatan itu, lahirlah seorang anak yang cukup aneh.

Namanya Feng Bai hu
Anak bungsu dari empat bersaudara keluarga Fang, keluarga kalangan menengah ,
Ketiga kakaknya dikenal sebagai jenius yang rajin berkultivasi dan menjadi kebanggaan keluarga.

Sedangkan Feng Bai hu terkenal karena satu hal:

Malas.
Ia sering kabur dari sesi latihan.
Tidur saat kelas kultivasi.
Menghilang ketika guru mengajarkan teknik baru.
Bahkan pelayan keluarga lebih sering melihatnya di pasar daripada di ruang latihan.

Namun yang membuat semua orang kesal adalah kenyataan bahwa meskipun malas, kultivasinya selalu mampu menyamai bahkan melampaui para jenius seusianya.
ayo ,, ikuti keseuan ceritanya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon momon Joy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 23 Kota Yang Runtuh Bagian 2

Debu memenuhi jalan.

Raungan Binatang Iblis terdengar dari segala arah.

Feng Zhen berdiri seorang diri di tengah jalan yang telah retak. Pedangnya masih terangkat, sementara darah menetes dari kedua tangannya yang mulai mati rasa akibat benturan dengan Beruang Kulit Baja Tingkat 3.

Di belakangnya...

Mei Lin memeluk Bai Hu.

Feng Tian Yu dan Feng Ling Yue berdiri di sisi kanan dan kiri, melindungi adik mereka.

Yun He menggenggam erat empat cakram formasi terakhir yang dimilikinya.

Feng Zhen menarik napas panjang.

"Pergi!!!"

Tidak ada yang bergerak.

"Ayah..."

Suara Tian Yu terdengar berat.

"Ayah,,ikutlah bersama kami."

Feng Zhen menggeleng.

"Kalau aku pergi sekarang, Beruang Kulit Baja itu akan mengejar kita."

"Tapi—"

"Cepatlahh!!!! Tidak ada waktu."

Tatapan Feng Zhen berpindah kepada putra sulungnya.

"Tian Yu Mulai hari ini kau harus menjaga adik-adikmu."

Kalimat itu membuat Tian Yu membeku.

"Ayah..."

"Jangan membantah."

Feng Zhen tersenyum tipis.

"SebelumnyaAyah sudah mengajarimu menggunakan pedang."

"Hari ini Ayah mengajarkan pelajaran terakhir."

"Seorang pemimpin harus bertahan dan tetap hidup."

Tangan Tian Yu bergetar.

Ia ingin maju.

Namun kakinya terasa seberat gunung.

ROOOAAARRR!!

Beruang Kulit Baja Tingkat 3 mengaum.

Tubuhnya bergerak.

Tanah bergetar di setiap langkahnya.

Feng Zhen langsung mengalirkan Qi ke dalam pedangnya.

Udara di sekeliling bilah pedang bergetar.

"Datanglah!"

Beruang itu melompat.

Cakar raksasanya menghantam dari atas.

Feng Zhen tidak mundur.

Ia mengangkat pedangnya.

"Langkah Pedang Pemecah Batu!"

Pedangnya menyapu dari bawah ke atas.

BOOOOOOM!!

Benturan dahsyat mengguncang jalan.

Gelombang kejut menghancurkan rumah-rumah di kanan dan kiri.

Asap mengepul.

Debu menutupi pandangan.

Sesaat kemudian...

Sosok Feng Zhen terpental puluhan meter.

Tubuhnya menghantam sebuah kereta hingga hancur berkeping-keping.

"Suamiku!"

Mei Lin menjerit.

Namun Feng Zhen kembali berdiri.

Ia batuk keras.

Darah mengalir dari mulutnya.

Pedang di tangannya mulai retak.

Tetapi...

Beruang Kulit Baja itu juga mundur tiga langkah.

Di bahu kirinya muncul luka sepanjang satu hasta.

Darah hitam menetes ke tanah.

Beruang itu menggeram marah.

Feng Zhen berteriak.

"Lari!"

Feng Tian Yu menggertakkan gigi.

"Semua ikut aku!"

Ia menarik Mei Lin.

Yun He segera membantu membawa beberapa anak kecil keluarga.

Ling Yue meraih tangan Bai Hu.

"Ayo!"

Namun Bai Hu tetap berdiri.

Matanya tidak lepas dari ayahnya.

"Ayah masih di sana..."

Ling Yue berlutut di depannya.

Kedua tangannya memegang bahu Bai Hu.

Tatapannya lurus ke mata adiknya.

"Dengarkan Kakak ,kalau kau keras kepala dan tetap di sini.. Ayah hanya akan bertarung sia-sia."

Air mata mulai mengalir di pipi Bai Hu.

"Tapi..."

Ling Yue mengusap kepalanya.

"Kau pernah bilang ingin menjadi orang terkaya di dunia."

Bai Hu mengangguk pelan.

"Kalau begitu kita harus cepat pergi dari sini dan bertahan hidup!"

Kalimat itu menghantam hati Bai Hu.

Ia menggigit bibir hingga berdarah.

Ia mengangguk.

Ling Yue tersenyum lega.

Rombongan Keluarga Feng mulai bergerak.

Namun mereka baru menempuh puluhan langkah ketika langit mendadak gelap.

Semua orang spontan mengangkat kepala.

Rajawali Langit Hitam kembali terbang rendah.

Kali ini...Burung raksasa itu mengepakkan kedua sayapnya.

WUUUUSSSSHHH!!

Ratusan bilah angin jatuh seperti hujan.

"Menunduukkkk!!!"

Feng Tian Yu langsung berteriak.

Semua orang berlindung di balik bangunan batu.

Namun beberapa bilah angin tetap menghantam jalan.

BOOM!

BOOM!

BOOM!

Ledakan terjadi di mana-mana.

Rumah-rumah runtuh.

Api mulai membakar bangunan kayu.

Jeritan kembali memenuhi kota.

Saat debu mulai menghilang...

Bai Hu membelalak.

Jalan menuju Gerbang Selatan...

Sudah terputus.

Sebuah bangunan besar runtuh tepat di tengah jalan.

Ratusan batu menutup seluruh jalur.

Yun He langsung memucat.

"Kita tidak bisa lewat."

Belum sempat ada yang menjawab...

Raungan baru terdengar dari balik reruntuhan.

Auuuuuuuu...

Puluhan mata merah perlahan muncul di sela-sela debu.

Serigala Taring Besi.

Beruang Kulit Baja.

Mereka kembali mengepung dari arah depan.

Sementara dari belakang...

Beruang Kulit Baja Tingkat 3 masih menahan Feng Zhen.

Keluarga Feng...

Kini benar-benar terjebak.

Di atas langit, Rajawali Langit Hitam berputar perlahan.

Seolah sedang menikmati kepanikan mangsanya.

Dan jauh di balik Pegunungan Seribu Bintang...

Raungan lain yang jauh lebih berat kembali terdengar.

Raungan itu membuat bahkan Rajawali Langit Hitam menghentikan kepakan sayapnya sesaat.

Feng Jianhong yang masih bertarung di kejauhan mengangkat kepala.

Wajahnya berubah pucat.

"Dia...akhirnya bergerak."

Asap hitam menyelimuti jalan.

Api mulai menjalar dari rumah ke rumah.

Suara tangisan, raungan Binatang Iblis, dan ledakan memenuhi udara.

Keluarga Feng benar-benar terjebak.

Di depan...

Lebih dari tiga puluh Serigala Taring Besi Tingkat 2 mulai mendekat.

Di belakang kawanan itu berdiri tiga Beruang Kulit Baja Tingkat 2.

Sementara dari belakang...

Raungan Beruang Kulit Baja Tingkat 3 masih terdengar, diselingi benturan pedang Feng Zhen.

Setiap dentuman membuat jantung semua orang berdebar.

Feng Tian Yu menggenggam pedangnya.

Tatapannya menyapu sekeliling.

"Kita tidak bisa terus seperti ini."

Yun He mengusap darah di sudut bibirnya.

"Aku masih punya dua cakram formasi."

"Tapi hanya cukup untuk sekali "

"Kalau gagal..."

Ia tidak melanjutkan ucapannya.

Semua sudah memahami maksudnya.

Feng Ling Yue menoleh kepada Bai Hu.

Adiknya masih menggenggam erat lengan bajunya.

Wajah Bai Hu dipenuhi debu.

Matanya merah karena menahan tangis.

Ling Yue mengusap rambut Bai Hu yang berantakan.

"Kau takut?"

Bai Hu menggeleng.

"Aku marah."

Ling Yue tersenyum kecil.

"Marah kepada siapa?"

"Diriku sendiri."

"Aku tidak bisa membantu Ayah."

"Aku tidak bisa membantu Kakak."

"Aku hanya menjadi beban."

Kalimat itu membuat senyum Ling Yue menghilang.

Ia berlutut hingga sejajar dengan Bai Hu.

Kedua tangannya memegang pundak adiknya.

"Dengar baik-baik."

"Itu bukan karena kau lemah."

"Itu karna kau masih kecil."

"Tidak."

Air mata akhirnya jatuh.

"Aku ingin melindungi semuanya."

Ling Yue memeluk Bai Hu.

"Kau pasti bisa."

"Tapi bukan hari ini."

"Hari ini..biarkan Kakak yang melindungimu."

ROOOAAARRR!!

Seekor Beruang Kulit Baja Tingkat 2 menerjang lebih dulu.

Tanah bergetar.

Feng Tian Yu melangkah maju.

Pedangnya berkelebat.

Trang!

Benturan keras membuat kedua lengannya bergetar.

Beruang itu hanya mundur setengah langkah.

Namun Tian Yu terdorong hingga tumitnya menggesek batu jalan.

Belum sempat ia menstabilkan tubuh...

Enam Serigala Taring Besi menerjang bersamaan.

"Tian Yu!"

Ling Yue langsung membantu.

Pedangnya menusuk seekor serigala tepat di mata.

Yun He melempar dua cakram formasi.

Kedua cakram itu melayang ke udara.

Wuuung!

Cahaya keemasan membentuk dinding energi di tengah jalan.

Empat serigala langsung menghantam dinding itu.

Boom! Boom! Boom!

Formasi berguncang keras.

Retakan mulai muncul.

Yun He menggertakkan giginya.

"Aku hanya bisa menahan beberapa napas!"

Pada saat yang sama...

Di belakang mereka.

Suara benturan dahsyat kembali terdengar.

BOOOOOOM!!

Sebuah rumah dua lantai runtuh.

Sesosok tubuh terpental keluar dari kepulan debu.

Tubuh itu berguling beberapa kali sebelum berhenti.

"AYAH!"

Bai Hu menjerit.

Feng Zhen bangkit perlahan.

Jubahnya telah robek.

Lengan kirinya menggantung lemah.

Darah mengalir dari dahinya hingga menutupi sebelah matanya.

Namun...

Ia masih menggenggam pedangnya.

Beruang Kulit Baja Tingkat 3 keluar dari balik debu.

Di bahunya tampak luka baru.

Napasnya lebih berat.

Jelas Feng Zhen berhasil melukainya.

Tetapi...

Harga yang harus dibayar juga tidak kecil.

Feng Zhen memandang keluarganya.

Lalu tersenyum.

"Ayah masih hidup."

Bai Hu hampir berlari menghampirinya.

Namun Feng Tian Yu segera menarik adiknya.

"Jangan!"

Beruang itu mengaum.

kembali melangkah.

Setiap pijakannya membuat batu jalan retak.

Tiba-tiba. Langit berubah semakin gelap.

Rajawali Langit Hitam yang sejak tadi berputar di udara mendadak mengepakkan sayapnya.

Namun...

Kali ini bukan ke arah Kota Qinghe.

Melainkan ke arah utara.

Burung raksasa itu mengeluarkan pekikan panjang.

Seolah menyambut sesuatu.

Semua Binatang Iblis ikut meraung.

Bahkan Beruang Kulit Baja Tingkat 3 menghentikan langkahnya.

Ia menoleh ke arah Pegunungan Seribu Bintang.

Kemudian...

Perlahan menundukkan kepala.

Feng Jianhong yang bertarung jauh di utara tiba-tiba berteriak dengan seluruh tenaga yang ia miliki.

"LARI!! CEPATTT LARII!!!!!"

"JANGAN BERHENTI!! JANGAN MENOLEHH!!! CEPAT LARIII !!!!"

Suara itu menggema hingga ke seluruh kota.

Detik berikutnya...

Tanah berguncang jauh lebih hebat daripada sebelumnya.

Retakan besar membelah jalan.

Rumah-rumah runtuh tanpa disentuh siapa pun.

Tekanan yang turun dari langit membuat para kultivator Pembentukan Fondasi berlutut.

Feng Tian Yu memaksakan diri tetap berdiri.

Namun darah mengalir dari sudut mulutnya.

Yun He jatuh berlutut.

Mei Lin memeluk Bai Hu sekuat tenaga.

Bai Hu merasa dadanya sesak.

Ia bahkan kesulitan bernapas.

Di kejauhan...

Sebuah bayangan raksasa perlahan muncul di balik debu Pegunungan Seribu Bintang.

Bayangan itu begitu besar hingga pepohonan kuno hanya tampak setinggi rumput di hadapannya.

Belum seorang pun dapat melihat wujudnya dengan jelas.

Tetapi seluruh Binatang Iblis di medan perang serentak menundukkan kepala.

Tidak ada satu pun yang berani mengangkat wajah.

Feng Zhen menggenggam pedangnya lebih erat.

Wajahnya berubah pucat.

Ia berbisik pelan,

"pada akhirnya kau benar-benar telah terbangun."

Sementara itu, Bai Hu menatap bayangan raksasa itu tanpa berkedip.

Retakan membelah jalan utama Kota Qinghe.

Rumah-rumah yang masih berdiri mulai runtuh dengan sendirinya.

Asap dan debu menutupi langit.

Seluruh Binatang Iblis berhenti bergerak.

Mereka menundukkan kepala.

Tidak ada seekor pun yang berani mengeluarkan suara.

Suasana menjadi sangat sunyi.

Kesunyian yang justru membuat semua orang ketakutan.

Di atas tembok yang hampir runtuh...

Luo Zhentian memegang pedangnya dengan kedua tangan.

Lengan kanannya terus gemetar.

Darah menetes dari ujung jarinya.

Ia memandang ke arah Pegunungan Seribu Bintang.

Kemudian...

Langkah kaki pertama terdengar.

Buk...

Satu langkah.

Seluruh tembok berguncang.

Buk...

Langkah kedua.

Puluhan batu besar jatuh dari sisa benteng kota.

Buk...

Langkah ketiga.

Para kultivator Pengumpul Qi langsung berlutut.

Sebagian memuntahkan darah.

Han Yue jatuh dengan satu lutut.

Ia berusaha bangkit.

Namun tekanan itu terlalu besar.

"Mustahil..."

Ia bahkan kesulitan mengangkat kepalanya.

Feng Jianhong mengepalkan pedangnya.

Matanya tetap menatap ke depan.

Debu perlahan tersibak.

Pepohonan kuno yang menjulang tinggi tumbang satu demi satu.

Sesosok tubuh raksasa perlahan muncul.

Tingginya puluhan meter.

Tubuhnya menyerupai harimau, tetapi jauh lebih besar.

Empat kaki kokohnya diselimuti sisik hitam.

Dua taring putih menjulur keluar dari mulutnya.

Di dahinya tumbuh sepasang tanduk berwarna emas tua.

Sepasang mata emasnya memandang Kota Qinghe tanpa sedikit pun emosi.

Setiap embusan napasnya membuat udara bergetar.

Feng Jianhong menarik napas dalam.

"Binatang Iblis..Tingkat Enam."

Luo Zhentian menoleh.

"Tingkat Enam?"

Feng Jianhong mengangguk pelan.

"Kalau ia berhasil naik satu tingkat lagi..."

"...ia akan membangkitkan kecerdasan."

"Tidak heran seluruh Pegunungan Seribu Bintang tunduk kepadanya."

Di jalan utama.

Bai Hu ikut melihat sosok itu.

Ia membeku.

Tubuhnya tidak bisa bergerak.

Instingnya berteriak agar segera lari.

Namun kedua kakinya seperti tertancap di tanah.

Ling Yue segera memeluk kepala adiknya.

"Jangan melihat."

Bai Hu masih menatap ke depan.

"Kenapa...binatang seperti itu ada di dunia ini?"

Ling Yue tidak mampu menjawab.

Karena ia sendiri juga baru pertama kali melihat makhluk seperti itu.

Binatang Iblis itu mengangkat kepalanya.

Kemudian...

Ia mengeluarkan raungan pelan.

ROOOOOOOOARRRRR!!

Raungan itu mengguncang langit.

Awan langsung terbelah.

Gelombang suara menyapu seluruh Kota Qinghe.

BOOOM!!

Puluhan rumah runtuh.

Pepohonan tercabut.

Kultivator Pengumpul Qi langsung pingsan.

Beberapa bahkan meninggal karena organ dalam mereka pecah akibat tekanan.

Han Yue memuntahkan darah.

Luo Zhentian mundur tiga langkah.

Feng Jianhong juga memucat.

Mereka belum bertarung.

Namun hanya satu raungan...

Sudah membuat seluruh Kota Qinghe berada di ambang kehancuran.

Binatang Iblis itu perlahan mengangkat kaki depannya.

Lalu...

Mengarahkannya ke kota.

Feng Jianhong langsung memahami maksudnya.

Wajahnya berubah drastis.

"Luo Zhentian!"

Luo Zhentian tidak menjawab.

Ia langsung melesat ke udara.

Pedangnya memancarkan cahaya terang.

Pada saat yang sama...

Feng Jianhong juga melompat.

Dua kultivator Inti Emas terbaik Kota Qinghe menyerang bersamaan.

Mereka tahu...

Mereka tidak mungkin menang.

Tetapi...Mereka harus menghentikan satu serangan itu.

Walau harus mengorbankan nyawa.

Sementara di bawah...

Feng Zhen tiba-tiba berteriak kepada seluruh keluarganya.

"Lari sekarang!"

"Tian Yu!"

"Bawa adik-adikmu keluar dari kota!"

"Ayah akan menyusul!"

"CEPATT!!!!!! "

Tian Yu mengepalkan tangannya.

Ling Yue menggenggam erat tangan Bai Hu.

Di belakang mereka...

Langit mulai dipenuhi cahaya dari benturan Luo Zhentian, Feng Jianhong, dan Penguasa Binatang Iblis .

Bersambung

1
REY ASMODEUS
atau jadi tetua agung? 🤣🤣🤣🤣
omes
kocak novel yang sangat mengocakan 🤣🤣🤣
makasih sudah buat novel fantasi timur komedi gw harap lanjut
Gege
coba MC belajar alkemis kan bisa tuh Thor.. jadi kuat jadi hebat bisa kayah rayah dan engga mati muda...🤣
Joy: bisa juga itu,, terimakasi untuk masukanya kak
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!