NovelToon NovelToon
DI ANTARA DUA NEGARA,SATU HATI

DI ANTARA DUA NEGARA,SATU HATI

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Mengubah Takdir / Penyelamat
Popularitas:710
Nilai: 5
Nama Author: Naryati

Ketika Aisyah terjebak di Shanghai sebagai seorang imigran gelap, ia tak pernah membayangkan hidupnya akan berubah karena dua bersaudara dari keluarga Lin.
Lin Zhao memberinya rasa aman dan cinta yang tak pernah ia duga.
Sementara Lin Chou justru memberinya ancaman, kebencian, dan luka.
Namun siapa sangka, di balik semua kebencian itu tersimpan rahasia masa lalu yang mampu menghancurkan segalanya.
Tentang cinta yang tertinggal.
Tentang janji yang gagal ditepati.
Dan tentang seorang perempuan... yang memilih pergi setelah diam-diam menyelamatkan keluarga yang telah menyakitinya.
Di antara dua negara, dua budaya, dan dua hati yang dipertemukan takdir.
apakah cinta cukup kuat untuk melawan luka masa lalu?
Atau justru penyesalan akan datang... saat semuanya sudah terlambat?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Naryati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 07

Pagi yang cerah membawa kedamaian dihati Aisyah.

Setelah semalam mendapatkan pengakuan cinta dari Lin Zhao hatinya terasa berbunga-bunga.

Namun juga bercampur dengan berbagai rasa yang sulit untuk dia jelaskan..

Kata sederhana Wǒ ài nǐ (Aku mencintaimu) selalu terngiang di pikiran Aisyah.

Bahkan hingga pagi harinya dia seolah masih bisa mendengar suara Lin Zhao mengucapkannya tepat di telinganya.

Dan rupanya,Lin Zhao pun merasakan hal yang sama.

Untuk pertama kalinya dalam hidupnya ia merasakan jatuh cinta seperti ini.

Perasaan hangat yang selalu membuatnya ingin tersenyum...

"Selamat pagi... cantik..."

Ucapan itu sontak membuat pipi Aisyah memerah.

Ia menatap Lin Zhao dengan sedikit malu.

Aisyah sendiri merasa heran melihat Lin Zhao yang diam-diam mulai belajar menggunakan bahasa Indonesia.

Meski logatnya masih terdengar kaku,

namun justru itu membuatnya terlihat lucu.

"Selamat pagi juga.. Kak Lin.." jawab Aisyah pelan.

Aisyah berjalan mendekati ke dapur,disana Lin Zhao sedang menyiapkan sarapan..

Pemandangan sederhana itu entah mengapa terasa begitu hangat untuk Aisyah.

Sesekali Aisyah menatap wajah tampan Lin Zhao..

Namun semakin lama ia menatapnya semakin banyak ketakutan yang justru muncul didalam hatinya..

Takut jika semua ini hanya sementara.

Takut jika kebahagiaan ini harus berakhir begitu cepat.

"Ada apa?"

Suara lembut Lin Zhao berhasil membuyarkan lamunan Aisyah...

Aisyah segera menggeleng dan tersenyum kecil.

"Tidak apa apa. Aku hanya sedang merasa bahagia dan juga lapar."ucapnya singkat.

Aisyah tak pernah terbayang di Shanghai dia tinggal satu atap dengan laki-laki tanpa ikatan apapun. Dia tidak membayangkan jika di Indonesia mungkin mereka sudah di nikahkan karena dibilang memiliki hubungan terlarang.😄

Aisyah pun tersenyum membayangkan itu, dia tak pernah berpikir sebelumnya tentang semua yang dia lalui selama ini.

Datang ke Shanghai untuk bekerja namun dia ditipu. Dan dikejar orang jahat kemudian menemukan cinta.

Aisyah berpikir dia sedang masuk kedalam novel yang sering dia baca tapi nyatanya itu kenyataannya ini adalah perjalanan hidupnya,takdir itu kini miliknya..

"Masih bengong katanya lapar.." suara lembut Lin Zhao lagi-lagi membuyarkan lamunannya..

"Oh oke.. kita makan.." jawab Aisyah sembari tersenyum...

*****

Pada saat yang bersamaan...

salah satu anak buah Lin Chou datang membawa hasil penyelidikan tentang Aisyah.

“Dia berasal dari Indonesia, Tuan.”

Lin Chou hanya diam.

“Dari kota yang sama dengan Nyonya Alesya.”

Mata Lin Chou langsung terbelalak..

“Semarang. Jawa Tengah.”

Tubuhnya menegang.

Namun laporan itu belum selesai.

“Dan...”

anak buah itu sempat ragu sebelum melanjutkan.

“Nama belakang wanita itu sama dengan Nyonya Alesya.”

“Aisyah Azahra.”

“Sedangkan nama lengkap Nyonya dulu adalah... Alesya Azahra.”

Seketika tubuh Lin Chou membeku.

Tatapannya kosong.

Tak percaya dengan apa yang baru saja ia dengar.

“Tidak mungkin...” gumamnya pelan.

“Ini hanya kebetulan.”

“Mereka berasal dari negara yang sama...”

“dari kota yang sama...”

“bahkan memiliki nama belakang yang sama...”

“Tidak...”

“ini tidak mungkin.”

Untuk beberapa saat Lin Chou hanya terdiam.

Pikirannya melayang jauh.

Ia masih ingat betul nama lengkap istrinya.

Alesya Azahra.

Dan kini...

ia bertemu seorang wanita yang sangat mirip dengannya.

Memiliki nama keluarga yang sama.

Berasal dari tempat yang sama.

Terlalu banyak kebetulan.

Sampai terasa tidak masuk akal.

“Apa mungkin... wanita itu mengenal Alesya?”

Pertanyaan itu berputar-putar di dalam benaknya.

Untuk pertama kalinya setelah tujuh tahun hati yang telah lama mati itu seperti menemukan secercah harapan.

Harapan yang bahkan ia takut untuk akui.

Namun di saat yang sama,

rasa takut juga muncul.

Takut jika semua ini hanya ilusi.

Takut jika takdir sedang mempermainkannya lagi.

“Bagaimana jika...”

suara Lin Chou mulai bergetar.

“bagaimana jika Aisyah adalah adik Alesya?”

Kalimat itu justru membuat dadanya sesak.

Bayangan masa lalu yang selama ini ia kubur rapat-rapat.

perlahan mulai terbuka kembali.

Dan semuanya...

berawal dari kedatangan Aisyah.

Lin Chou menutup matanya sejenak.

Lalu berkata dalam hati..

“Aku harus bertanya langsung pada wanita itu.”

***

Pada sore harinya, Aisyah merasa bosan.

Terlebih sore itu Lin Zhao sedang tidak berada di rumah.

Untuk pertama kalinya, ia memutuskan keluar sendiri untuk menghirup udara segar.

Aisyah berjalan pelan di taman kecil tak jauh dari rumah yang ia tempati.

Namun... Belum lama berjalan, ia mulai merasa ada sesuatu yang aneh.

Seolah ada seseorang yang sedang mengikutinya.

Aisyah mempercepat langkah.

Jantungnya mulai berdegup lebih cepat.

Ia mencoba menenangkan diri.

Mungkin hanya perasaannya.

Namun beberapa detik kemudian ia kembali mendengar langkah kaki di belakangnya.

Aisyah menoleh.

Dan tubuhnya langsung membeku.

Beberapa pria sedang mengikutinya.

Ketakutan mulai menyelimuti hatinya.

Aisyah mempercepat langkah.

Lalu setengah berlari.

Ia ingin kembali ke rumah keluarga Lin.

Namun sebelum sempat mencapai gerbang

salah satu pria itu berhasil menarik lengannya dengan kasar.

“Aah!”

Kulit tangannya terluka.

“Ikut dengan kami.”

“Tuan Wang ingin bertemu denganmu.”

Pria itu tersenyum dingin.

Aisyah memberontak.

Berusaha melepaskan diri.

Namun tenaga mereka terlalu kuat.

Ia tak mampu melawan.

Air matanya mulai jatuh.

“Aku tidak mau... lepaskan aku!”

Tiba-tiba... Sebuah mobil Porsche hitam berhenti mendadak tepat di depan mereka.

Pintu mobil terbuka.

Semua orang langsung menegang.

Mereka tahu persis siapa pemilik mobil itu.

Lin Chou.

Ia turun perlahan.

Tatapannya tajam.

Aura membunuhnya terasa begitu kuat.

“Lepaskan wanita itu.”

Suaranya rendah.

Namun penuh ancaman.

“Beraninya kalian menyentuh wanita yang berada di bawah perlindungan keluarga Lin.”

Tak ada satu pun yang berani menjawab.

“Lepaskan dia.”

“Atau kalian pulang... sebagai mayat.”

Semua anak buah Mr. Wang mulai panik.

Namun salah satu dari mereka masih mencoba bertahan.

Lin Chou tak memberi kesempatan kedua.

Dor!

Satu tembakan.

Tepat di kepala.

Tubuh pria itu ambruk seketika.

Aisyah menjerit ketakutan.

Ini pertama kalinya ia melihat seseorang dibunuh tepat di depan matanya.

Tubuhnya gemetar.

Tatapannya beralih pada Lin Chou.

Bingung.

Takut.

Dan tak mengerti. Satu sisi pria itu terlihat membencinya.

Namun di sisi lain justru dialah yang menyelamatkannya.

Melihat rekannya tewas, anak buah Mr. Wang langsung melarikan diri.

Sebelum pergi, salah satu dari mereka mendorong tubuh Aisyah hingga terjatuh.

Lin Chou menatapnya dingin.

“Bangun.”

“Dan pulanglah.”

Aisyah menelan ludah.

“Terima kasih...” ucapnya pelan.

Namun Lin Chou justru menatapnya tajam.

“Aku tidak menolong kamu karena peduli.”

“Aku hanya menjaga nama keluarga Lin.”

Lalu ia mendekat.

Suaranya semakin rendah.

“Dan aku ingin satu hal.”

“Jauhi adikku.”

Kalimat itu membuat tubuh Aisyah menegang.

"Aku tahu kamu imigran gelap.”

“Dan satu kata dariku...”

“Cukup untuk membuatmu terkurung selamanya di Shanghai.”

Kalimat itu menghantam hati Aisyah seperti bom.

Baru tadi malam ia menerima pengakuan cinta dari Lin Zhao.

Namun hari ini kakaknya sendiri memintanya untuk menjauh...

1
Muhamad Yati
Nah loh. Lin Chou berani banget.
Ihda Rozi
lanjut 💪
Naryati: sudah ada kelanjutannya ya.
total 1 replies
Naryati
semangat untuk aku.
Muhamad Yati
😭😭 alurnya mulai sedih.
Muhamad Yati
Lin Chou ternyata?😭
Muhamad Yati
semangat author. aku suka ceritanya.
Muhamad Yati
suka.
Yatiee Selawase
Thor mana ada muslim makan 🐷 tapi lucu si Lin Zhao ini. 🤣🤣
Yatiee Selawase
Wah Lin Zhao baik juga ya.
Yatiee Selawase
Wah,kok aku deg-degan dengan Aisyah ya. apa dia akan selamat.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!