NovelToon NovelToon
HOT Duda Itu Majikan Hatiku

HOT Duda Itu Majikan Hatiku

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / CEO / Duda
Popularitas:7.8k
Nilai: 5
Nama Author: kikyoooo

WARNING ⚠️
(untuk umur 17 keatas)

...
Arkeas InjitAsmo hidup dalam keteraturan yang mewah. Baginya, hidup adalah tentang estetika dan wangi yang presisi. Namun, dunianya runtuh saat istrinya pergi dan ia harus mengurus Alisya sendirian di tengah kesibukan peluncuran parfum terbaru. Sepuluh pengasuh profesional sudah ia pecat dalam sebulan karena "bau badan mereka tidak estetik."

Masuklah Zollana, melamar pekerjaan. Karena sebuah insiden di mana Zollana tidak sengaja memecahkan Vas bunga kristal itu hingga hancur berkeping-keping, Arkeas justru menyadari satu hal: Alisya anaknya berhenti menangis saat berada di dekat Zollana.

Arkeas terpaksa mempekerjakan Zollana sebagai nanny sekaligus asisten rumah tangga dengan kontrak "Dilarang Ceroboh". Namun, nyatanya? Zollana justru membawa kekacauan yang berwarna di rumah minimalis Arkeas yang dingin.

...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kikyoooo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 26 Glow Up Jalur CEO

...🌹🌹🌹...

Senin siang di penthouse Arkeas biasanya adalah waktu yang damai bagi Zolla untuk scrolling TikTok sambil menjaga Alisya yang lagi tidur siang. Tapi hari ini, ketenangan itu hancur saat bel pintu berbunyi dan masuklah tiga orang dengan gaya sangat nyentrik, membawa koper besar dan gantungan baju yang ditutup kain hitam eksklusif.

"Halo, Sayang! Kita dari tim styling yang dipesan Mas Arkeas!" sapa seorang pria dengan kemeja silk motif macan yang sangat fashionable.

Zolla melongo. "Hah? Mas Arkeas? Pesan apa?"

"Pesan paket Total Transformation buat bidadarinya InjitAsmo," sahut sang stylist sambil mulai membuka koper-kopernya.

Di saat yang sama, Arkeas masuk ke unitnya. Ia baru saja kembali dari kantor khusus untuk sesi fitting ini. Ia melepaskan jasnya, menyisakan kemeja putih dengan lengan yang digulung, memberikan kesan dilf energy yang sangat kuat.

"Zolla, kenapa masih diam? Cepat masuk ke kamar, mereka akan ukur badan kamu untuk gaun besok malam," perintah Arkeas, suaranya dingin tapi matanya terus mengikuti pergerakan Zolla.

"Mas! Ini beneran harus begini? Saya berasa mau jadi kontestan Miss Universe!" protes Zolla, tapi tetap berjalan masuk ke kamar utama karena didorong oleh tim stylist.

...🌹🌹🌹...

Satu jam berlalu. Arkeas duduk di sofa sambil menyesap kopi, mencoba fokus pada laporan di tabletnya, tapi telinganya sangat peka pada suara-suara dari dalam kamar.

"Ya ampun, Sayang! Kulit kamu halus banget! Mas Arkeas pinter ya nyari asisten rasa ratu!" terdengar suara pekikan sang stylist.

Arkeas berdehem kencang, menutupi rasa bangganya yang meluap.

Tiba-tiba, pintu kamar terbuka. Zolla keluar dengan langkah ragu. Ia mengenakan sebuah gaun fitting—bukan gaun final, tapi sebuah prototype sutra warna champagne yang membalut lekuk tubuhnya dengan sangat sempurna. Potongan gaun itu modest di bagian depan, tapi menunjukkan garis bahu Zolla yang indah. Rambutnya yang biasa dicepol asal kini diurai, jatuh bergelombang di punggungnya.

Arkeas hampir menjatuhkan tabletnya. Ia berdiri perlahan, matanya menelusuri setiap inci penampilan Zolla. Rasa posesifnya mendadak meledak.

"Ganti," ucap Arkeas pendek.

Zolla kaget. "Lho? Kenapa? Jelek ya, Mas? Tuh kan bener, saya nggak cocok pakai baju mahal!"

"Bukan jelek," Arkeas melangkah mendekat, mengabaikan tim stylist yang cekikikan di belakang. Ia berdiri tepat di depan Zolla, jarinya menyentuh kain di bahu Zolla yang terbuka sedikit. "Gaun ini terlalu... menunjukkan banyak hal. Saya nggak mau laki-laki di gala dinner nanti fokusnya ke bahu kamu, bukan ke parfum saya."

"Mas! Ini kan gaun pesta, masa saya harus pakai jas hujan?!" balas Zolla gemas.

Arkeas menoleh ke arah stylist. "Cari yang lebih tertutup di bagian leher, tapi tetap elegan. Dan saya mau warna hijau zamrud, bukan warna kulit seperti ini. Warnanya terlalu menyatu dengan kulit dia, bikin saya... distracted."

...🌹🌹🌹...

Tim stylist akhirnya kembali masuk untuk mencari opsi lain. Arkeas menarik Zolla ke sudut ruangan yang agak sepi, jauh dari jangkauan mata orang lain.

"Zol," panggil Arkeas, suaranya merendah.

"Ya, Mas? Kenapa sih Mas ribet banget? Tadi katanya mau saya jadi pusat perhatian?"

"Pusat perhatian sebagai pendamping saya, bukan sebagai sasaran mata keranjang," Arkeas melingkarkan tangannya di pinggang Zolla, menariknya hingga tidak ada jarak lagi di antara mereka. Ia bisa mencium aroma stroberi Zolla yang kini bercampur dengan wangi hairspray mahal. "Kamu tahu nggak? Lihat kamu pakai baju begini... bikin saya nyesel sudah janji mau ajak kamu ke depan publik."

Zolla merasakan jantungnya berdegup kencang, terdeteksi oleh smartwatch-nya yang langsung memberikan notifikasi vibrate. "Mas... jantung saya bunyi terus nih di tangan Mas."

Arkeas tertawa miring, ia menggenggam pergelangan tangan Zolla yang memakai jam tangan itu. "Biarkan saja bunyi. Biar kamu tahu kalau setiap kali saya dekat, kamu memang nggak pernah aman."

Arkeas menunduk, bibirnya hampir menyentuh telinga Zolla. "Besok malam, jangan jauh-jauh dari saya. Satu langkah saja kamu hilang, saya bakal umumkan di mic kalau asisten saya sedang tersesat dan butuh bosnya. Paham?"

"Dasar gila! Mas beneran mau bikin saya kena mental ya?!" Zolla tertawa sambil mencubit pelan lengan Arkeas.

...🌹🌹🌹...

Momen intim itu terputus lagi saat Alisya terbangun dari tidur siangnya. Alisya merangkak keluar kamar dan melihat "Mama Zolla"-nya sedang didekap erat oleh Papanya.

Alisya langsung berteriak protes, wajahnya ditekuk. "Pa... Pa! No! No!"

Zolla segera melepaskan diri dari Arkeas. "Tuh kan! Anak Mas aja protes! Mas tuh jangan serakah, Alisya butuh saya buat ganti popok!"

Arkeas menghela napas pasrah, menatap Alisya dengan tatapan 'Anak-Papa-Kok-Ganggu-Terus'. "Besok malam, Alisya harus tidur di rumah Oma. Papa butuh waktu tanpa interupsi."

"Dih! Jahat banget sih!" Zolla menggendong Alisya, mencium pipi bayi itu. "Jangan dengerin Papa ya, Sayang. Papa lagi kena glitch gara-gara kelamaan jomblo."

Arkeas hanya bisa menatap punggung Zolla yang menjauh dengan senyum tipis yang tak kunjung hilang. Ia merogoh ponselnya, mengirim pesan singkat ke tim keamanannya.

Arkeas: "Besok malam, pastikan area VIP bersih. Saya nggak mau ada media yang ambil foto asisten saya dari sudut yang tidak sopan. Kalau ada yang melanggar, blacklist."

...🌹🌹🌹...

(Bersambung ke Episode 27...)

1
falea sezi
alahh alah mas duda bucenn/Curse//Curse/
falea sezi
lanjooot
kikyoooo: wokey
total 1 replies
Indri
Terlalu berani karakter zolla
falea sezi
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!