Salam dari author untuk pembaca 😊✨🙏
Putri Adelia yang biasa di panggil adel, usianya kini menginjak 24 tahun. Dia menjalani kisah cinta yang romantis dan begitu membuat iri orang-orang.
Kisah cintanya dengan devan alvano begitu indah dan tampak sempurna di mata siapa pun yang melihatnya.
Devan adalah sosok pria yang hampir tidak memiliki celah—tampan, mapan, dan selalu bersikap lembut pada Adel. Di hadapannya, Devan seperti pria yang hanya hidup untuk mencintai satu wanita.
Tapi tiba-tiba semuanya runtuh ayah adel memutuskan untuk menjodohkan nya dengan kakak Devan, yaitu Lucas yang usianya sudah 36 tahun terpaut jauh dari usia adel.
HEHEH SEMOGA SUKA YA SAMA NOVEL AKU 🙏😁✨
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon tayanlee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 26.
Tak lama__
Seorang pria paruh baya mendekati mereka dengan senyum lebar.
" Lucas Arthur, akhirnya kamu datang " ucapnya hangat dengan senyum lebar yang tak pernah memudar.
Lucas sedikit menunduk hormat.
" tuan Samuel " sapa Lucas, Ia tersenyum formal lalu mengulurkan tangannya.
Tuan Samuel menerima dengan hangat uluran tangan Lucas, lalu setelah itu tatapannya tertuju pada wanita muda nan cantik di samping Lucas.
" Apa dia pendamping mu malam ini " tanya tuan Samuel.
" Iya " jawab Lucas cepat.
" Aku kira kamu akan bersama dengan lady karina" ucapnya.
" Sekarang saya sudah punya istri, kenapa saya harus datang bersama wanita lain " jawab Lucas.
Samuel terlihat terkejut, pandangannya beralih pada Adel yang tersenyum lembut padanya.
" Sorry, mungkin aku sudah tua, makanya pendengaran ku kurang jelas "
" Apa dia istrimu? "
Lucas mengangguk singkat.
" iya..."
Adel sedikit menoleh ke arah Lucas, jawaban itu terdengar sederhana, tapi cara Lucas mengatakannya tidak memberi ruang untuk keraguan.
Samuel tertawa kecil, matanya berbinar penuh dengan rasa ingin tahu.
" wah...kamu diam-diam ternyata " ucapnya sambil menggelengkan kepalanya pelan.
Ia kembali melihat Adel, kali ini lebih dalam, lebih memperhatikan.
" Maafkan saya nona... atau mungkin saya harus panggil nyonya " ucap Samuel ramah.
Adel tersenyum anggun.
" tidak apa-apa tuan " jawab Adel.
" Adel " Ia memperkenalkan dirinya dengan senyum anggun yang tak lepas dari wajah cantiknya.
Samuel mengangguk puas.
" Cantik, pembawaannya juga tenang..pantas saja " ucap Samuel sambil melirik Lucas dengan arti yang sulit di tebak.
Lucas tetap datar seperti biasa.
" Terima kasih " jawab Adel.
Samuel menyenangkan tangannya di dada, masih tersenyum dan tidak percaya dengan apa yang di katakan manusia seperti Lucas.
" Saya tidak menyangka kamu akan menikah secepat ini, Lucas "
" ini keputusan pribadi " jawab Lucas cepat dengan wajah datar, nada suaranya sopan, tapi jelas membatasi.
Samuel mengangguk paham.
" baiklah, saya tidak akan bertanya lagi " ucapnya santai.
Setelah Samuel berpamitan untuk menyapa tamu lain, suasana kembali sedikit lebih lega di antara mereka berdua.
Adel masih tersenyum, tapi kali ini senyuman nya memudar, Ia menoleh ke arah Lucas.
" Lady karina " ucap Adel tiba-tiba.
" rekan bisnis " jawab Lucas singkat, Ia menatap Adel.
" hm...rekan bisnis yang biasanya datang ke acara seperti ini " sindiran Adel halus.
Lucas menghela nafas pelan.
" itu dulu " jawabnya.
Adel menganggukkan kepalanya beberapa kali.
" Oh...dulu? "
" sekarang "
" aku datang dengan istriku " jawab Lucas datar dan singkat.
Deg_
Adel terdiam, ucapan Lucas selalu tepat sasaran yang membuat Adel tidak bisa menjawabnya.
Ck_
Decak Adel, Ia melingkarkan tangannya di lengan Lucas lagi, berusaha bersikap biasa.
" Aku ingin minum " ucap Adel tiba-tiba.
Lucas baru hendak berbicara, namun Adel langsung memotongnya.
" Ssttt...jangan melarangku, pesta semewah ini dan alkohol yang terlihat mahal "
" Sayang kalau aku melewatkan nya " ucap Adel.
Mereka pun lanjut menyapa tamu lain dan teman bisnis Lucas, setelah beberapa saat Adel sudah terlihat bosan mereka hanya membicarakan bisnis dan angka-angka yang membuat Adel pusing.
* Namun di sisi lain seorang wanita cantik dan anggun berkarisma dengan gaun putih dengan belahan dada, langkahnya pelan namun terlihat berkelas.
Banyak pria memandang dengan penuh kekaguman, wanita itu hanya tersenyum tipis dan mengapa sebentar.
tatapannya menyapu ruangan dengan tenang, percaya diri dan penuh kendali, hingga langkahnya berhenti, Ia menangkap sosok pria yang Ia kenal.
Dengan senyum penuh percaya diri, wanita itu berjalan pelan menghampiri Lucas.
" Hey... " sapanya.
Lucas menoleh, wajahnya tetap seperti biasa datar dan dingin.
" Lama tidak bertemu " ucapnya.
Adel juga menoleh ke arah wanita itu, Ia sedikit terkagum dengan wanita cantik di depannya.
" Iya " jawab Lucas singkat dan dingin.
Wanita itu tersenyum tipis.
" Sangat dingin seperti biasa " ucapnya.
" Apa dia pasanganmu malam ini " tanya wanita itu.
" Iya....dia istriku " jawab Lucas cepat tanpa cela.
Wanita itu terdiam sejenak, tatapannya turun perlahan menilai Adel dari ujung kepala hingga kaki, tidak kasar tapi jelas penuh perhitungan.
Lalu senyumnya kembali terangkat.
" istri " ulangnya pelan.
" jadi ini yang kamu pilih, Lucas " Nada suaranya terdengar ringan tapi ada sesuatu yang tajam di dalamnya.
"iya " jawab Adel lembut, Ia dengan tersenyum, lalu sedikit lebih mendekat dan dengan santai melingkarkan tangannya lebih erat di lengan Lucas.
" saya istrinya "
Wanita itu sedikit terkejut dengan respon Adel yang tidak terlihat gugup sama sekali, wanita itu mengulurkan tangannya.
" Karina " ucapnya memperkenalkan diri.
" Adel " balas Adel singkat
Karina tersenyum tipis.
" kamu cantik " pujinya tiba-tiba.
" terima kasih " jawab Adel.
" kamu juga " ucap Adel dengan senyum tipis yang tak pernah lepas dari wajahnya.
Sekilas mungkin terdengar seperti pujian biasa, tapi tatapan keduanya tidak benar-benar hangat.
Karina menoleh ke arah Lucas.
" aku tidak menyangka kamu benar-benar akan menikah " ucap Karina.
" kupikir kamu seperti dulu, sibuk dengan pekerjaan "
" tenyata Lucas yang dingin itu bisa juga cari istri yang cantik " ucap Karina.
" Tapi sayang,....dia jauh dari wanita idamanmu " lanjut Karina.
" cukup Karina " ucap Lucas dingin dan menekan.
Adel tersenyum menanggapi ucapan Karina.
" Um... wanita idaman? " ulang Adel.
" memang seperti apa wanita idamannya? " tanya Adel.
" apa kau yakin ingin tahu?... aku takut jika kamu tersinggung " ucap Karina.
" Karina " panggil Lucas sedikit menekan.
" tidak... tidak apa-apa katakan saja, mungkin aku bisa memenuhi idaman suamiku " ucap Adel dengan menekankan kata suamiku.
Karina tersenyum tipis, sudut bibirnya terangkat penuh percaya diri.
" baiklah " ucap Karina penuh percaya diri, Ia melangkah lebih dekat matanya menatap Adel tanpa berkedip.
" Lucas itu tidak suka wanita yang banyak bicara" ujarnya pelan.
" Dia lebih suka wanita yang tenang, tahu tempatnya dan... tidak emosional " lanjut Karina.
Adel tersenyum tenang, sangat tenang, kata demi kata Adel hanya menanggapi nya dengan senyumannya.
Karina melanjutkan, suaranya semakin halus dan menekan.
" Elegant, berkelas dan tentu saja " Karina berhenti sejenak, menatap gain Adel.
" tidak terlalu mencolok dalam bersikap " lanjutnya.
Untuk beberapa saat terasa hangat, Lucas menatap tajam Karina.
" cukup Karina, jangan terlalu jauh atau... "
" Sayang " panggil Adel lembut, untuk pertama kalinya Adel memanggilnya dengan lembut dan mesra seperti itu, meski itu hanya kebohongan.
" jangan ikut campur, aku ingin mendengar kriteria wanita idamanmu " ucap Adel, Ia mengeratkan lengannya.
Karina tertawa kecil seolah mengejek.
" Benar Lucas, biarkan istrimu mendengar nya " ucap Karina.
" Jadi!!.... wanita idaman yang kamu bicarakan itu.. kamu ya? "
Ck.. ck.. ck..
" aku bahkan tidak menyadarinya dari tadi " gumam Adel, Ia menyeringai kecil seolah mengejek Karina.
Kalimat itu ringan, tapi menghantam tepat, untuk sesaat Karina terdiam, lalu tersenyum lagi namun kali ini lebih tipis, Ia menyenangkan tangannya di dada.
" setidaknya aku pernah di posisi itu " ucap Karina.
Lu doyan ma perempuan kaga sih 🙄🙄🙄🙄
a elaaaaaaah lu lambat banget jadi cwo.
Readers kecewa nih 😒😒😒
Reader : elu nyesel khan Cas, yg begitu lu anggurin.
Udeh buruan lu tubruk deh...udah halal juga khan
Lu gimana sih Lucaaaaaasss, masa iya lu diem aja dibilang laki ga normal.
Harusnya tuh lu tunjukin ke Adel...kasih paham ke Adel, kl lu laki tulen
Hanya Othorlah pemegang kendali atas segalanya
Tunjukkan kl kamu ga terpengaruh ocehan Karina, biar Karina tidak memandangmu remeh.