Suatu hari Kael ikut misi menutup Rift kecil.
Namun Rift itu berubah menjadi Rift Hitam — portal langka yang belum pernah tercatat.
Di dalamnya mereka menemukan kuil kuno dari dimensi lain.
Di tengah kuil ada artefak hidup yang disebut:
Core of Eclipse
Ketika semua orang mati diserang Abyssal, Kael menyentuh inti tersebut.
Dan dunia tiba-tiba berhenti.
Sebuah suara muncul:
“Host ditemukan. Sistem Evolusi Dimulai.”
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rehanda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Eclipse Breaker — chapter 3: Level Pertama
Tubuh monster raksasa itu jatuh dengan suara keras.
DUUUM!
Tanah hitam dungeon bergetar hebat. Debu dan pecahan batu kecil berjatuhan dari dinding yang retak.
Untuk beberapa detik… tidak ada suara apa pun.
Kael masih berlutut di tanah. Napasnya berat dan tidak teratur. Dadanya terasa seperti terbakar karena kelelahan.
Tangannya gemetar saat masih menggenggam pedang murahnya yang sekarang dipenuhi darah hitam Abyssal.
“Ini… benar-benar mati?” gumamnya pelan.
Ia menatap tubuh besar makhluk bertanduk itu dengan hati-hati. Matanya masih terbuka. Namun tidak ada lagi cahaya kehidupan di dalamnya. Monster itu benar-benar mati. Beberapa detik kemudian, sebuah cahaya hitam transparan muncul di depan mata Kael.
Seperti sebelumnya. Sebuah layar sistem.
Tulisan perlahan muncul di atasnya.
Abyssal Boss Eliminated
EXP diperoleh
Level Up!
Kael berkedip beberapa kali.
Jantungnya berdetak lebih cepat.
Tulisan berikutnya muncul satu per satu.
Level : 1 → 2
Strength +2
Agility +3
Vitality +1
Skill Point : +1
Kael menatap layar itu dengan wajah tidak percaya.
“Level… naik?”
Ia melihat tangannya sendiri.
Jari-jarinya terasa lebih kuat.
Tubuhnya terasa lebih ringan.
Seolah-olah beban yang selama ini menempel di tubuhnya tiba-tiba hilang.
Bahkan luka di bahunya terasa jauh lebih ringan.
Ia mengepalkan tangannya perlahan.
“Ototku… benar-benar berubah…”
Layar baru muncul.
Stat Window
Host : Kael Ardent
Level : 2
Rank : F
Strength : 7
Agility : 8
Vitality : 6
Skill : Abyss Vision
Kael menghela napas panjang.
Pikirannya masih mencoba memahami semua ini.
“Ini benar-benar seperti game…”
Namun sesuatu yang lebih aneh terjadi.
Tubuh monster yang mati itu tiba-tiba bergerak sedikit. Kael langsung menegang. Namun bukan karena monster itu hidup kembali.
Energi hitam keluar dari luka di lehernya.
Energi itu seperti asap yang perlahan naik ke udara.
Gelap.
Pekat.
Dan terasa sangat dingin.
Kael bisa merasakan bulu kuduknya berdiri. Energi itu perlahan berkumpul di atas tubuh monster. Layar sistem kembali muncul.
Energi Abyss Terdeteksi
Skill baru dapat dibuka
Kael mengerutkan kening.
“Skill baru?”
Tulisan berikutnya muncul.
Skill Unik Tersedia
[Shadow Extraction]
Gunakan energi Abyss untuk mengubah musuh yang mati menjadi bayangan.
Kael membeku.
Ia membaca kalimat itu dua kali.
Lalu tiga kali.
“Mengubah… monster menjadi bayangan?”
Ia perlahan menoleh ke tubuh Abyssal Boss yang baru saja ia bunuh.
Jika skill ini benar…
Ia tidak hanya bertarung sendirian lagi.
Tangannya perlahan terangkat.
Jantungnya berdetak semakin cepat.
“Aktifkan… Shadow Extraction.”
Energi hitam langsung bergetar hebat.
Tubuh monster itu perlahan tenggelam ke dalam bayangan di tanah.
Dungeon tiba-tiba menjadi sangat dingin.
Angin gelap berputar di sekitar tubuh monster.
WHOOOOSH
Debu dan bayangan di lantai bergerak seperti hidup.
Kael merasakan tekanan berat di dadanya.
Seolah-olah sesuatu sedang lahir dari kegelapan itu. Lalu bayangan di tanah bergerak.
Sesuatu perlahan keluar dari dalamnya.
Makhluk itu berdiri perlahan.
Tubuhnya sama seperti Abyssal Boss tadi…
Namun sekarang seluruh tubuhnya terbuat dari bayangan hitam pekat.
Armor gelap menyelimuti tubuhnya.
Matanya bersinar ungu terang di dalam kegelapan. Makhluk itu melangkah maju.
Lalu…
berlutut di depan Kael.
Suara berat keluar dari mulutnya.
“Tuanku…”
Kael membeku.
“Dia… bicara?”
Layar sistem muncul lagi.
Shadow Soldier Created
Nama : Abyss Knight
Rank : Elite
Status : Loyal kepada Host
Kael menatap makhluk itu dengan napas tertahan.
“Ini… milikku sekarang?”
Abyss Knight menundukkan kepalanya lebih dalam.
“Perintah… Tuanku.”
Kael masih mencoba memahami semuanya.
Monster.
Sistem.
Level.
Dan sekarang… prajurit bayangan.
Namun tiba-tiba—
Tanah dungeon kembali bergetar.
Grrrrrr…
Suara monster lain terdengar dari kejauhan. Kael langsung menoleh. Dari kegelapan dungeon, puluhan mata merah mulai muncul satu per satu.
Abyssal lain.
Mereka tertarik oleh bau darah dan pertarungan tadi.
Kael menghela napas panjang.
Beberapa menit lalu…
ia pasti sudah mati ketakutan.
Namun sekarang…
ia berdiri.
Dengan level baru.
Skill baru.
Dan satu prajurit bayangan.
Kael menatap ke arah monster-monster yang mulai mendekat.
Lalu perlahan mengangkat pedangnya.
“Abyss Knight.”
Makhluk bayangan itu langsung berdiri tegak.
“Ya, Tuanku.”
Kael menunjuk ke arah monster yang datang.
“Serang.”
Untuk pertama kalinya dalam hidupnya…
Kael tidak merasa seperti mangsa.
Ia adalah pemburu sekarang.
Dan dungeon itu akan menjadi tempat kelahirannya kembali.