NovelToon NovelToon
Dari Pria Miskin Menjadi Penguasa Dunia

Dari Pria Miskin Menjadi Penguasa Dunia

Status: sedang berlangsung
Genre:Time Travel / Fantasi Isekai / Fantasi
Popularitas:1.4k
Nilai: 5
Nama Author: Wedanta

Arka adalah pria biasa yang hidupnya selalu penuh kegagalan. Dipecat dari pekerjaan, ditinggalkan pacar, dan hampir kehilangan harapan hidup.
Namun setelah kecelakaan misterius, hidupnya berubah total ketika sebuah Sistem Harem Legendaris muncul di dalam pikirannya.
Sistem itu memberinya misi aneh: bertemu wanita-wanita luar biasa yang akan mengubah takdirnya.
Dari CEO cantik yang dingin, idol terkenal, hacker jenius, hingga pembunuh bayaran misterius—setiap wanita yang mendekatinya membuka kekuatan baru bagi Arka.
Namun semakin banyak wanita yang masuk dalam hidupnya, semakin berbahaya dunia yang harus ia hadapi.
Akankah Arka mampu mengendalikan kekuatan sistem itu… atau justru tenggelam dalam permainan takdir yang lebih besar?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wedanta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Serangan di Hutan Arclight

Ledakan di hutan belakang Akademi Arclight terus terdengar, membuat tanah bergetar ringan di bawah kaki para siswa yang berdiri di koridor asrama. Cahaya merah yang aneh menyala di antara pepohonan gelap, seolah-olah ada api raksasa yang menyala jauh di dalam hutan.

Ren berdiri diam di dekat jendela koridor, matanya tidak lepas dari cahaya itu. Perasaan aneh terus muncul di dalam dadanya. Energi yang berasal dari sana terasa begitu familiar, seperti gema dari kekuatan yang ada di dalam dirinya sendiri.

Mira berdiri di sampingnya dengan ekspresi serius.

“Aku tidak suka ini,” katanya pelan.

Ren mengangguk sedikit.

“Aku juga.”

Di belakang mereka, Selene masih berdiri dengan tenang, tetapi aura di sekelilingnya terasa lebih dingin dari biasanya. Mata merahnya menatap lurus ke arah hutan.

Beberapa siswa lain mulai kembali ke kamar mereka setelah para instruktur memerintahkan semua orang untuk tetap di dalam asrama.

Namun Ren tahu satu hal.

Jika seseorang benar-benar datang mencarinya…

Ia tidak bisa hanya berdiam diri.

Ren akhirnya menoleh ke Selene.

“Kamu yakin orang itu datang untukku?”

Selene tidak langsung menjawab.

Ia berjalan beberapa langkah mendekati jendela dan melihat cahaya merah di kejauhan.

“Energi itu tidak salah,” katanya pelan.

Ren mengerutkan kening.

“Kamu mengenalnya?”

Selene mengangguk sedikit.

“Ya.”

Mira menatapnya dengan curiga.

“Kalau kamu tahu siapa dia, kenapa tidak langsung bilang?”

Selene menatap Mira sebentar, lalu kembali melihat ke arah hutan.

“Karena aku belum sepenuhnya yakin.”

Ren menyilangkan tangan.

“Kalau memang ada seseorang yang datang mencariku… lebih baik aku tahu siapa dia.”

Selene akhirnya menoleh lagi.

Ekspresinya kali ini benar-benar serius.

“Mungkin dia adalah salah satu orang yang selamat dari organisasi lama.”

Ren mengangkat alis.

“Organisasi?”

Selene mengangguk.

“Kelompok yang dulu mengejar kekuatan yang sekarang ada di dalam dirimu.”

Koridor terasa semakin sunyi setelah kata-kata itu.

Mira terlihat benar-benar bingung.

“Kenapa cerita ini tiba-tiba terasa seperti sesuatu yang jauh lebih besar dari turnamen akademi…”

Ren juga merasakan hal yang sama.

Namun sebelum mereka sempat berbicara lebih lama, suara langkah kaki cepat terdengar dari ujung koridor.

Lilia muncul dengan wajah serius.

Di belakangnya, Nyra berjalan santai seperti biasa, meskipun matanya terlihat tertarik dengan situasi yang sedang terjadi.

“Jadi kalian juga melihatnya,” kata Lilia.

Ren mengangguk.

“Kalian tahu apa yang terjadi?”

Lilia melihat ke arah hutan melalui jendela.

“Penghalang luar akademi dihancurkan oleh sihir tingkat tinggi.”

Mira bersiul pelan.

“Itu bukan sesuatu yang bisa dilakukan sembarang orang.”

Nyra menyeringai kecil.

“Justru itu yang membuatnya menarik.”

Selene menatap mereka semua.

“Kita harus pergi ke sana.”

Lilia langsung menoleh.

“Itu keputusan bodoh.”

Selene tidak terlihat terganggu dengan komentar itu.

“Jika orang itu benar-benar datang untuk Ren…”

Ia berhenti sebentar.

“…maka akademi juga dalam bahaya.”

Ren menghela napas pelan.

Ia tahu Selene benar.

Jika seseorang menyerang hanya untuk mencarinya, maka masalah ini tidak akan berhenti di hutan saja.

Ren akhirnya berkata dengan suara tenang.

“Aku akan pergi.”

Mira langsung menoleh ke arahnya.

“Tentu saja kamu akan mengatakan itu.”

Ia menyeringai.

“Dan tentu saja aku ikut.”

Lilia menghela napas kecil.

“Kalian benar-benar tidak berpikir panjang.”

Nyra tertawa kecil.

“Justru itu yang membuatnya menyenangkan.”

Beberapa menit kemudian, lima orang itu diam-diam keluar dari asrama dan menuju gerbang belakang akademi. Untungnya sebagian besar instruktur sedang fokus memperbaiki penghalang sihir di sisi lain wilayah akademi, sehingga mereka bisa keluar tanpa terlalu diperhatikan.

Angin malam terasa jauh lebih dingin di luar tembok akademi.

Hutan Arclight di malam hari terlihat jauh lebih menakutkan dibanding siang hari. Pepohonan tinggi menjulang seperti bayangan raksasa, dan kabut tipis mulai menyelimuti tanah hutan.

Namun cahaya merah di kejauhan menjadi penunjuk arah yang jelas.

Ren berjalan di depan, sementara Mira dan yang lain mengikuti di belakangnya.

Setiap langkah membawa mereka semakin dekat ke sumber ledakan tadi.

Semakin dekat mereka ke pusat hutan…

Energi sihir yang terasa di udara semakin berat.

Nyra berhenti sebentar.

“Ya… energi ini benar-benar kuat.”

Lilia juga terlihat tegang.

“Aku tidak suka ini.”

Beberapa menit kemudian mereka akhirnya sampai di sebuah area terbuka di tengah hutan.

Tanah di sana terlihat hancur seperti baru saja terkena ledakan besar.

Pepohonan tumbang di berbagai arah.

Di tengah kehancuran itu…

Seorang pria berdiri sendirian.

Ia mengenakan jubah hitam panjang dengan simbol merah gelap di bagian dada. Rambutnya panjang dan berwarna perak kusam, sementara matanya bersinar merah di bawah cahaya bulan.

Di tangannya melayang sebuah bola kristal hitam.

Pria itu perlahan menoleh ketika mereka mendekat.

Senyum dingin muncul di wajahnya.

“Akhirnya…”

suaranya terdengar dalam dan penuh kepuasan.

“…aku menemukanmu.”

Ren berhenti beberapa meter darinya.

“Siapa kamu?”

Pria itu tertawa pelan.

“Pertanyaan yang bagus.”

Ia memandang Ren dengan tatapan yang aneh, seperti seseorang yang melihat sesuatu yang sudah lama hilang.

“Namaku Kael.”

Angin malam berhembus di antara pepohonan yang patah.

Kael mengangkat tangannya perlahan.

Energi gelap mulai berkumpul di sekelilingnya.

“Aku sudah mencari pewaris kekuatan itu selama bertahun-tahun.”

Mira langsung masuk ke posisi bertarung.

“Kalau kamu datang hanya untuk membuat masalah, kamu salah tempat.”

Kael bahkan tidak melihat Mira.

Matanya tetap tertuju pada Ren.

“Kau benar-benar tidak ingat apa pun, ya?”

Ren mengerutkan kening.

“Apa yang seharusnya aku ingat?”

Kael tersenyum lebih lebar.

“Malam ketika keluargamu dihancurkan.”

Tubuh Ren langsung terasa kaku.

Lilia dan yang lain juga terlihat terkejut.

Kael melangkah satu langkah maju.

“Kau adalah satu-satunya yang selamat dari malam itu.”

Energi di udara mulai bergetar.

“Dan sekarang…”

bola kristal di tangan Kael mulai bersinar merah terang.

“…aku akhirnya bisa mengambil kembali kekuatan yang seharusnya menjadi milik kami.”

Ren merasakan sesuatu di dalam dirinya mulai bereaksi.

Energi yang sama seperti sebelumnya mulai bangkit lagi.

Angin di sekitar mereka berputar lebih kuat.

1
Apin Zen
Gk pakai paragraf, sulit dibaca percakapannya
Wedanta 05: makasi Saranya yaaa☺️
total 1 replies
3RSEL
apa ini..... bingung
3RSEL
gasss
3RSEL
masih nyimak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!