NovelToon NovelToon
Kembali Bertemu Bukan Bersatu

Kembali Bertemu Bukan Bersatu

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Beda Dunia / Keluarga / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Romantis / Cintamanis / Romansa
Popularitas:5k
Nilai: 5
Nama Author: byyyycaaaa

Dulu, aku adalah gadis ceria yang percaya bahwa cinta adalah segalanya. Bertahun-tahun aku menemani setiap proses hidupnya, dari SMA hingga bangku kuliah. Namun, kesetiaanku dibalas dengan pemandangan yang menghancurkan jiwa di sebuah kost di Jogja. Tanpa sepatah kata, aku pergi membawa luka yang mengubah seluruh hidupku.

Tiga tahun berlalu. Aku bukan lagi gadis lembut yang mudah tersipu. Aku telah membangun tembok es yang tebal di hatiku, menjadi wanita karier yang dingin, kaku, dan menutup diri dari setiap laki-laki yang mencoba mendekat.

Namun, takdir seolah sedang bercanda. Di perusahaan tempatku sukses berkarier, ia kembali muncul sebagai rekan kerjaku. Sosok pria pengkhianat yang dulu sangat kucintai, kini harus berada di hadapanku setiap hari.

Saat kenangan pahit itu kembali menyeruak, dan rasa mual muncul setiap kali melihat wajahnya, seorang wanita dari masa lalu itu muncul kembali. Apakah pertemuan ini adalah kesempatan untuk sembuh, atau justru cara takdir untuk semakin m

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon byyyycaaaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 26

Langkah kakiku bergema di koridor rumah sakit, kali ini bukan lagi dengan beban ketakutan, melainkan dengan debaran jantung yang tak menentu. Aku baru saja meruntuhkan sebuah kerajaan bisnis kotor, tapi di depan pintu ini, aku merasa seperti prajurit yang kehilangan perisainya.

Aku berhenti sejenak di depan pintu ruang perawatan Arlan yang sudah dipindah dari ICU ke kamar VIP. Aku merapikan rambutku yang sedikit berantakan, mencoba menghapus sisa maskara yang luntur di sudut mata. Aku ingin dia melihatku sebagai Rania, bukan sebagai wanita dingin yang baru saja menghancurkan orang.

Perlahan, aku memutar knop pintu.

Suara monitor jantung yang tenang menyambutku. Di sana, di atas ranjang, Arlan sedang bersandar pada bantal yang ditumpuk. Wajahnya masih pucat, tapi matanya... mata itu terbuka. Begitu dia menoleh dan menatapku, duniaku seolah berhenti berputar.

"Ran..." suaranya serak, hampir seperti bisikan angin.

Aku menutup pintu di belakangku, langkahku gemetar mendekatinya. "Lan... kamu sudah bangun?"

Arlan menatapku lamat-lamat, ada genangan air mata di sudut matanya yang lelah. Dia mencoba menggerakkan tangannya yang terpasang infus, seolah ingin meraihku, tapi tubuhnya masih terlalu lemah.

"Maaf..." gumamnya tiba-tiba. Satu kata itu menghujam jantungku lebih dalam dari pengkhianatan mana pun. "Maaf, aku... aku nggak tahu apa yang terjadi malam itu, Ran. Aku bangun dan semuanya sudah hancur. Aku mencari kamu... tapi kamu sudah pergi."

Aku terduduk di kursi samping ranjangnya, menyambar tangannya dan mendekapnya di pipiku. Air mataku jatuh tanpa bisa dibendung. "Nggak, Lan. Jangan minta maaf. Aku yang salah... aku yang pengecut karena nggak mau dengar penjelasanmu. Aku membiarkan bajingan itu mencuri tiga tahun kita."

Arlan tersenyum tipis, senyum yang sangat kurindukan sejak masa SMA. "Siska... dia bilang kamu benci aku. Dia bilang kamu sudah bahagia dengan pria lain yang jauh lebih hebat dari aku. Aku hampir percaya, Ran. Tapi setiap aku mau menyerah, wajah kamu pas pakai seragam SMA selalu muncul..."

"Aku nggak pernah bahagia, Lan," potongku sambil terisak. "Aku jadi monster. Aku jadi wanita yang nggak punya perasaan karena aku pikir hatiku sudah mati dibawa kamu. Padahal hatiku cuma tersesat."

Hening sejenak. Arlan mengusap air mataku dengan ibu jarinya yang gemetar. "Sekarang... apa kita masih punya waktu?"

Aku menatap matanya dalam-dalam. "Kita punya seluruh waktu di dunia, Lan. Harva sudah tamat. Aku sudah membereskan semuanya. Tidak akan ada lagi yang bisa menyentuhmu, atau memisahkan kita."

Tiba-tiba, pintu kamar terbuka pelan. Ibu Arlan masuk membawa semangkuk buah, tapi beliau langsung berhenti saat melihat kami. Beliau tersenyum sangat tulus, lalu kembali menutup pintu tanpa suara, memberi kami ruang.

"Ran," panggil Arlan lagi.

"Ya?"

"Boleh aku minta satu hal?"

"Apa pun, Lan. Apa pun."

"Berhenti jadi 'Ratu Es' di depanku. Aku kangen Rania yang hobinya ketawa pas makan gudeg di pinggir jalan Jogja."

Aku tertawa kecil di sela tangisku. Sebuah tawa yang sudah tidak pernah kudengar dari bibirku sendiri selama bertahun-tahun. "Gudegnya harus yang di depan kost kamu?"

Wajah Arlan sedikit berubah saat aku menyebut kata 'kost', tapi aku segera menggenggam tangannya lebih erat. "Kita akan buat kenangan baru, Lan. Tempat itu sudah nggak ada artinya lagi sekarang."

Namun, di tengah momen haru itu, pintu kamar kembali terbuka. Kali ini bukan Ibu Arlan, melainkan Bang Haris dengan wajah tegang.

"Ran, maaf mengganggu. Tapi ada masalah di lobi. Polisi sudah membawa Harva, tapi pengacaranya mencoba menuntut balik atas tuduhan pencemaran nama baik karena siaran langsungmu tadi. Dan... Siska menghilang. Dia tidak ditemukan di alamat yang diberikan Doni."

Aku berdiri, insting pelindungku kembali bangkit. Arlan menatapku bingung, tapi aku menenangkannya dengan satu kecupan di keningnya—yang pertama setelah tiga tahun.

"Istirahatlah, Lan. Aku harus menyelesaikan 'sampah' ini sebentar. Aku janji, saat aku kembali, semuanya benar-benar selesai."

Aku melangkah keluar kamar dengan tatapan tajam. Siska mungkin kabur, dan Harva mungkin melawan, tapi mereka lupa satu hal: Mereka sedang berhadapan dengan wanita yang baru saja mendapatkan kembali alasan untuk hidup.

1
Ayudya
rania kalau kamu terus sendiri dan harus terpuruk dengan masa lalu ga bagus juga si menurut aku yga ada Mala kamu di anggap belum bisa menghilangkan bayangan masa lalu kamu🤣🤣🤣🤣
Ayudya
aku suka dengan karakter Rania tegas dan ga menye menye🥰🥰🥰🥰🥰🥰
Dinar David Nayandra
si harga kok tau smpe datail gtu ya ada mata mata dia kayanya
Nur Atika Hendarto
lanjut kak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!