NovelToon NovelToon
Transmigrasi Leader Mafia Ke Tubuh Istri Culun

Transmigrasi Leader Mafia Ke Tubuh Istri Culun

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Mengubah Takdir / Reinkarnasi
Popularitas:4.7k
Nilai: 5
Nama Author: Alia Chans

Clarissa Anggreni, pemimpin mafia kejam yang dijuluki Queen of Damnation, tewas ditembak oleh sahabatnya sendiri, Kalina, dan kekasihnya, Rafael, karena perselingkuhan. Saat ajal menjemput, ia justru terbangun di tubuh Alisha Kirana Maharani – istri cupu korban KDRT dari konglomerat Giovan Salvatore Vizcaya, yang wajahnya persis seperti Rafael. Alisha baru saja jatuh dari lantai atas setelah ditembak orang tak dikenal. Keluarga Vizcaya mengira ia sudah mati. Tapi kini, di balik tubuh lemah Alisha, bersemayam jiwa seorang ratu maut. Di keluarga Vizcaya yang kejam, Alisha direndahkan sebagai pelayan. Giovan berselingkuh di depannya. Tapi Clarissa tidak pernah menjadi korban. Dengan kecerdikan, koneksi bawah tanah, dan haus balas dendam, Alisha (Clarissa) mulai menyusun rencana: ·Membalaskan kematian jasad aslinya kepada Rafael (Giovan) dan Kalina. · Menguasai keluarga Vizcaya dari dalam. · Menemukan siapa penembak yang hampir membunuh Alisha.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alia Chans, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Membuat Kerusuhan

Sesampainya di mal, Giovan segera membawa Alisha ke sebuah salon yang cukup terkenal di sana.

Bruk.

Dengan sengaja dia mendorong tubuh Alisha. "Rapihkan dia!" titah Giovan.

Alisha hampir saja tersungkur ke lantai jika ia cepat menahan tubuhnya sendiri.

"Kurang ajar kau, Giovan!" desis Alisha.

Giovan hanya tersenyum miring, seraya menaikkan satu alisnya seolah-olah mengejek wanita itu. Sebenarnya Alisha ingin sekali menghajar wajah Giovan, tapi pelayan salon di sana sudah lebih dulu membawanya.

"Silakan duduk dulu, Nona. Ingin diapakan rambutnya?" tanya pelayan di sana.

Alisha duduk dan berhadapan dengan cermin besar di depannya.

"Kasih vitamin rambut, ya. Lihat rambutku banyak yang bercabang. Dan juga aku ingin mengubah warna rambutku."

"Warna apa, Nona?"

"Um, cokelat brown."

"Baik, Nona."

"Ah, satu lagi. Aku juga ingin memotong rambutku tapi sedikit saja."

Pelayan salon tersebut menganggukkan kepalanya. "Siap, Nona."

Tiba-tiba datang seorang wanita yang mendudukkan bokongnya di sebelah Alisha. Wanita tersebut tampak mengerutu tak jelas.

"Hei, cepatlah bilas rambutku! Aku akan pulang sekarang!" serunya.

Alisha hanya melirik sekilas pada wanita itu. Ia sama sekali tidak tertarik untuk mengetahui siapa wanita tersebut.

"Loh, Alisha?!!" pekik si wanita yang ternyata mengenali Alisha.

Namun, Alisha tidak mengenal wanita menor di hadapannya itu.

"Siapa, ya?" tanya Alisha.

Wanita itu tak menjawab pertanyaan Alisha. Dia justru terlihat sangat terkejut dengan penampilan Alisha.

"Serius, kamu Alisha?"

Alisha berdecak sinis dan sama sekali tidak berniat menjawab pertanyaan wanita itu. Sedangkan si wanita mulai kesal karena Alisha mengabaikannya.

Srek.

Tiba-tiba tangan Alisha ditarik olehnya. "Berani sekali kamu berdecak di hadapanku!" ujarnya dengan kesal.

Alis Alisha mengerut tak mengerti dan dia segera menghentakkan tangan wanita itu dengan kasar.

"Kenapa aku harus takut, hm?" tanya Alisha seraya menatap tajam wajah wanita di hadapannya itu.

"Hei, Alisha. Aku ini kekasihnya Giovan, ya!" jawabnya.

Wajah Alisha tampak terkejut saat mengetahui jika wanita yang berada di hadapannya ini adalah Elena.

Elena tersenyum sinis melihat ekspresi terkejut Alisha. "Kenapa, terkejut, ya?" tanyanya.

Alisha kembali mengontrol raut wajahnya. Ia terkejut bukan karena Elena, tapi karena melihat fisik Elena yang seperti ikan asin.

"Hm, hanya sedikit terkejut saja. Karena bisa bertemu dengan selingkuhan suami," jawab Alisha.

Wajah Elena memerah. Ia tak suka dengan ucapan Alisha yang memanggilnya selingkuhan.

"Jaga bicaramu, Alisha!" sentak Elena.

"Loh, kok marah?"

"Aku bukan selingkuhannya Giovan!" ujar Elena tak terima.

Alisha menyunggingkan senyuman miringnya. "Kalau bukan selingkuhan, terus apa, hm? Kau pacarnya? Wanita mana yang mau diajak pacaran sama pria beristri? Kalau pun ada, kemungkinan dia hanya akan dijadikan selingkuhannya atau mainannya."

Elena mengepalkan kedua tangannya. "Tak masalah aku dijadikan selingkuhannya! Asalkan dia tetap menyayangiku!"

Alisha terkekeh kecil. "Sayang? Haha, kita lihat saja, Elena. Apakah setelah satu bulan ke depan suamiku itu masih tetap menyayangimu atau tidak!"

"Maksudmu apa, Alisha?"

"Apa, ya?" gumam Alisha seraya berpura-pura berpikir. Lalu Alisha membusungkan dadanya untuk mendekati wajah Elena. "Mungkin aku akan merebut cinta suamiku, Elena."

"A-apa?"

"Aku akan membuat suamiku tergila-gila padaku, dan mengeluarkanmu dari kehidupannya! Hus!"

Elena tak bisa menahan kekesalannya pada Alisha. Ia segera bangkit dari kursinya dan...

Srek.

Tiba-tiba Elena menarik rambut Alisha yang sedang di-cat.

"AAAHK!" teriakan Alisha mengalihkan perhatian orang-orang yang berada di salon.

"Kurang ajar! Kuperingatkan padamu, ya! Jangan berani-beraninya kau merebut Giovan!" teriak Elena. "Walaupun kau istrinya, tapi aku... aku wanita yang sudah lama menemaninya! Jadi, kau jangan macam-macam!"

"Ahhk, sakit! Lepaskan aku, jalang!" seru Alisha.

"Tidak akan! Perempuan sepertimu harus kuberi pelajaran dulu!" ujar Elena.

Elena kembali mengacak-acak rambut Alisha dan aksi mereka berdua itu ditonton banyak orang.

"SAKITT!!" teriak Alisha.

Alisha yang tak bisa menghentikan tangan Elena akhirnya menendang perut gadis itu, membuat Elena terjatuh ke belakang.

Bruk.

"Hah!" Alisha menghela napasnya dengan kasar. Lalu segera bangkit dari tempat duduknya dan menghampiri Elena yang sedang meringis di lantai.

Srek.

"Wow!" orang-orang yang berada di salon tampak terpesona saat melihat aksi Alisha yang menarik rambut Elena.

"Kau bilang tadi apa? Kau wanita yang menemani Giovan?" kekeh Alisha. "Biar kuperjelas, Elena. Kau itu hanya dijadikan perantara saja oleh Giovan!"

Alisha kembali menarik rambut Elena hingga kepala wanita itu mendongak.

"Kau hanya sekedar selingkuhannya, sedangkan aku... aku orang yang telah Giovan nikahi!"

"Ciih, tapi aku yang selalu Giovan perlakukan dengan istimewa!" ujar Elena.

Alisha tersenyum miring. "Diperlakukan istimewa tapi tidak ditempatkan di posisi pertama. Apa masih bisa disebut istimewa, Elena? Tentu saja tidak! Karena tahta tertingginya adalah aku. Aku istri sahnya Giovan, bukan kau!"

Alisha mendorong kepala Elena ke depan dan membuat wanita itu menundukkan kepalanya.

"Rasanya, pelakor zaman sekarang pada tidak tahu diri, ya? Dia dengan beraninya menunjukkan kekuasaannya di depan istri sah. Dasar tidak tahu malu!" seru Alisha.

Para pengunjung yang berada di sana seketika langsung mengolok-olok Elena yang dicap sebagai pelakor.

"Padahal cantikan istri sahnya!"

"Ehh, bu, jadi pelakor mah gak harus cantik."

"Terus harusnya apa?"

"Gak tahu diri aja!"

"Huahaha."

Tangan Elena terkepal erat. Beraninya sekali Alisha mempermalukan dia di depan banyak orang seperti ini. Elena sungguh murka. Wanita itu bangun dan mengambil sebuah hairdryer yang berada di meja.

Bugh.

Alisha memejamkan matanya ketika kepalanya tertimpuk sebuah benda yang tak lain adalah hairdryer.

"Aku bukan pelakor! Dia yang pelakor!" seru Elena seraya menunjuk Alisha. "Dari awal Giovan adalah kekasihku! Tiba-tiba saja dia datang dan merebut Giovan! Aku, aku di sini hanya sebagai korban! Dia yang merebut Giovan, wanita miskin itu yang merebut kekasihku! Dia yang.."

"DIAM!!" sentak Alisha.

Alisha berjalan cepat mendekati Elena dan langsung menarik bajunya.

"Aku bukan pelakor! Kalaupun Giovan benar-benar menyayangimu, dia pasti akan lebih memilih menikahimu daripadaku! Tapi apa buktinya? Dia lebih memilih menikahi gadis miskin ini daripada kau!"

Bruk.

Alisha mendorong tubuh Elena.

"Halah! Kau pintar sekali mengelak, Alisha! Kau itu sama seperti ibumu! Seorang jalang yang berkedok pelayan, lalu menggoda majikannya!" ujar Elena membuat berita palsu.

Dulunya ibu Alisha memang seorang pelayan, tapi dia tidak pernah menggoda majikannya. Ibunya Alisha justru menjadi korban dari pemerkosaan yang dilakukan majikannya sendiri.

"Stop bawa-bawa ibuku, Elena! Ibuku sudah tenang!" Entah kenapa, Alisha (Clarissa) jadi sangat marah saat Elena membawa-bawa nama ibu kandung Alisha yang sudah tiada.

"Kenapa, hah? Apa yang aku bicarakan itu terlalu fakta? Kalau ibumu adalah seorang jalang..."

"AAHK!!"

Alisha menjepit bibir bawah Elena dengan alat catokan rambut yang sangat panas.

"Rasakan ini!"

Srek.

---

Bersambung

1
Lucky Ferdinand Sihombing
mana nih up nya😄
Lucky Ferdinand Sihombing
apa itu Alisha 🤭🤭
Lucky Ferdinand Sihombing
lanjut dong
Lucky Ferdinand Sihombing
lanjut
jeeny sihombing
double dong thor🤭
jeeny sihombing
lanjut
Nelson Sihombing
lanjut dong
Anne Soraya
lanjut 👍
SANG
Semangat terus ya dek👍💪
SANG
Like iklan plus komen
Alia Chans: thanks 😍😣
total 1 replies
SANG
Ceritanya seru dek👍💪
SANG
Novel baru semangat baru ya dek👍💪
☾⚘ `ᴿᵃ | тια.яα↬ˢᵃʲᵃⁿᵍ⁻ⁿⁱᵐ
Kak, tadi aku sempat ngira “PRANGG!” itu dialog karakter, baru sadar ternyata suara gelas pecah 😭 Mungkin bisa tanpa tanda petik biar lebih jelas kalau itu SFX.
Alia Chans: wk" thanks dh mampir
total 1 replies
Wawan
Salam kenal buat Alisa💪✍️
Amila FM,IG:amilaeditslife
waa female fatal nih go go alisha
Alia Chans
Halo guys
ini Novel baru aku👈✍️
☾⚘ `ᴿᵃ | тια.яα↬ˢᵃʲᵃⁿᵍ⁻ⁿⁱᵐ: Haloo~
Aku mampir ☝🏻✨
total 3 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!