NovelToon NovelToon
Rajawali Sakti Dari Pesisir Selatan

Rajawali Sakti Dari Pesisir Selatan

Status: tamat
Genre:Ilmu Kanuragan / Identitas Tersembunyi / Epik Petualangan / Tamat
Popularitas:47.8k
Nilai: 5
Nama Author: Ebez

Jenar Karana harus mengejar para pembunuh yang telah mencelakai guru nya, Resi Mpu Tagwas dan membawa lari Mustika Naga Api milik Padepokan Pesisir Selatan. Menurut Resi Mpu Tidu, di kotak kayu yang menjadi tempat Mustika Naga Api ini tersimpan mengenai rahasia tentang dirinya.



Berbekal sepasang pedang pemberian eyang gurunya Maharesi Siwanata yang disebut sebagai Pedang Taring Naga dan Pedang Awan Merah serta ilmu kanuragan yang tinggi, Jenar Karana memburu gerombolan pembunuh itu yang konon katanya berasal dari Kerajaan Pajajaran.



Berhasilkah Jenar Karana melakukan tugasnya untuk merebut kembali Mustika Naga Api yang juga menyimpan rahasia jati diri nya? Temukan jawabannya dalam kisah RAJAWALI SAKTI DARI PESISIR SELATAN, tetap di Noveltoon kesayangan kita semua.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ebez, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pendekar Rajawali Sakti dari Pesisir Selatan

Ya, orang itu tak lain adalah Seruni.

Usai keributan di pasar besar Watak Sadang tempo hari dengan Limbu Jati dan Jenar Karana, Seruni memang terus mengikuti kemanapun rombongan Pangeran Dyah Rangga pergi. Meskipun ia tak pernah sekalipun mendekat ke arah mereka.

Seruni yang sekarang tidak lagi berwajah kumal seperti seorang copet di pasar besar Watak Sadang. Kini ia berdandan cantik layaknya seorang pendekar perempuan dengan kemben hitam dan rambut yang diikat dengan kain putih. Selendang nya juga putih, lengkap dengan sebilah pedang tersandang di pinggang.

Dia bahkan ikut membantu orang-orang Wanua Seling dengan membantai sisa-sisa Gerombolan Bajing Ireng yang mencoba untuk melarikan diri usai pimpinan mereka tewas di tangan kelompok Jenar Karana. Meskipun terus menjaga jarak, dia tak pernah benar-benar jauh dari kelompok Pangeran Dyah Rangga.

Dia benar-benar kehilangan jejak rombongan Pangeran Dyah Rangga setelah mereka diculik oleh Dewi Amba. Kendati kehilangan jejak, Seruni terus berusaha untuk melacak keberadaan rombongan dari Kadipaten Bhagawanta ini.

Seruni mengejar ke arah barat, sesuai dengan apa yang pernah ia dengar di Wanua Seling. Sesampainya di Wanua Pakunden, ia terus berusaha untuk mencari tahu tentang keberadaan rombongan Pangeran Dyah Rangga lewat orang yang lalu lalang disana dan sementara tinggal di satu pondokan kecil milik nelayan Ki Panut yang biasa digunakan untuk menambatkan perahu.

Siang itu, Seruni sedang bertanya pada rombongan pedagang yang hendak menyeberang ke utara. Tetapi pimpinan pengawal rombongan pedagang ini, Respati, curiga dengan Seruni hingga terjadilah pertarungan antara mereka.

Dhhaaaaasss dhhaaaaasss!!

Dua anak buah Respati terjungkal setelah tendangan beruntun Seruni menghajar mereka. Kelincahan Seruni yang menggunakan Ajian Walet Putih benar-benar membuat kelima jagoan ini jatuh bangun untuk menghadapi nya.

Geram dengan ini semua, Respati memutar pedang besarnya dan kembali menerjang ke arah Seruni.

"Mampus kau perempuan laknat...!!

Chhiiiiiyyyyyaaaaaaatttttt....! "

Shhrrreeeeeeettttttt......

Sambil tersenyum sinis, Seruni langsung mengayunkan pedang nya untuk menangkis sabetan pedang besar Respati.

Thhrraaaannnggg!!!

Usai menangkis, Seruni dengan cepat memutar tubuhnya dan melayangkan tendangan cepat nya ke arah si pimpinan pengawal saudagar itu.

Whhhuuuuuuggggg...

Terkejut dengan serangan cepat Seruni, Respati berusaha bertahan dengan menarik pedang besar nya dan menggunakannya sebagai tameng dari serangan cepat lawan.

Dhhiiiiieeesssssss....!!

Kuatnya tendangan dari Seruni memaksa Respati tersurut mundur beberapa langkah ke belakang. Meskipun terkejut dengan besarnya kekuatan kasar perempuan cantik ini, Respati yang merasa dipermalukan langsung kembali bergerak maju menyerang Seruni dengan segenap kekuatan yang ia miliki. Pertarungan mereka menjadi tontonan menarik bagi semua orang di sekitar dermaga penyeberangan Wanua Pakunden.

"Sen, kau pegang siapa? Aku punya dua kepeng perak nih. Ayo kita taruhan.. ", ujar Si Kundu sambil menimang-nimang kepeng perak di tangannya.

Gelarsena yang memang suka berjudi kontan langsung menggaruk kepalanya. Ia tidak memegang uang sama sekali karena semua uang mereka dipegang oleh Wanapati.

" Aku tidak punya uang Ndu. Bagaimana bisa bertaruh dengan mu? ", jujur Gelarsena segera.

" Ah kau ini..

Gusti Wanapati kan sahabat baik mu. Pinjam saja sama dia. Masak dua kepeng perak saja tidak mau meminjamkan? Teman macam apa itu? ", bujuk Si Kundu yang membuat Gelarsena dengan malu-malu mendekat ke arah Wanapati yang sedang serius menonton pertarungan antara Seruni dengan kelompok Respati.

" Gusti Wanapati eh itu... "

Wanapati langsung menoleh ke arah Gelarsena mendengar omongan kawan karib sekaligus abdi setia nya ini. Gelarsena jarang bicara tetapi jika ia bersuara jelas ada yang ia inginkan.

"Ada apa Kakang Sena? "

"Eh itu Gusti Wanapati, saya eh saya ingin pinjam duit. Dua kepeng perak saja. Boleh tidak? ", tanya Gelarsena dengan takut takut.

" Buat apa Kakang Sena? ", ucap Wanapati sambil merogoh kantong bajunya dan mengulurkan dua kepeng perak kepada Gelarsena.

" Eh ditantang taruhan sama Si Kundu, Gusti. Nanti kalau menang, saya kembalikan uang nya ", jawab Gelarsena jujur sebelum berbalik ke tempat Si Kundu berada. Wanapati hanya geleng-geleng kepala melihat ulah bawahan nya sebelum kembali menyaksikan laga antara Seruni dengan Respati.

"Dapat..?? "

Gelarsena menganggukkan kepala mendengar pertanyaan Si Kundu. Murid Padepokan Pesisir Selatan ini langsung tersenyum puas mendengar apa yang dikatakan oleh Gelarsena. Dia segera mengambil dua kepeng perak di tangan Gelarsena.

"Aku pegang lelaki berpedang besar itu. Kalau ia kalah, ini duit jadi milikmu.. "

Gelarsena menganggukkan setuju dan obrolan mereka terdengar oleh Jenar Karana. Dia tersenyum licik.

'Huh, malah mengajak orang main judi saat begini? Awas saja kau Ndu.. ', batin Jenar Karana sambil mengunyah daging ayam.

Melihat pimpinan nya mulai ngos-ngosan bertarung melawan Seruni, dua anak buah Respati saling pandang. Seolah-olah bisa berbicara tanpa suara, keduanya yang masih kesakitan setelah dihajar tendangan keras Seruni meraih golok mereka dan bergerak ke arah Seruni yang masih di gempur serangan beruntun Respati. Keduanya langsung membabatkan golok nya ke arah pinggang Seruni yang sedang lengah.

Shhrrreeeeeeettttttt shhrrreeeeeeettttttt!!

Belum sempat golok mendekati tubuh Seruni, dua tulang ayam melesat cepat bagaikan kilat menghantam rahang dua orang ini.

Thhaaaakkk thhaaaakkk...

Oooouuuuuugggggg!!!

Dua orang anak buah Respati langsung tersungkur pingsan. Tumbang nya mereka baru disadari oleh Seruni yang dengan cepat meloncat mundur menjauhi Respati.

Melihat dua anak buah nya tumbang, Respati langsung mengedarkan pandangan ke sekeliling. Dia tahu bahwa mereka jatuh bukan karena serangan Seruni tetapi ada orang lain yang ikut campur dalam pertikaian nya.

"Siapa yang berani menyerang orang-orang ku?!!

Keluar..!! Jangan jadi pengecut yang cuma berani bersembunyi setelah menyerang..!! " , maki Respati lantang. Suaranya yang parau terdengar ke sekeliling dermaga penyeberangan.

Saat itulah Jenar Karana melompat dari jendela dan berjalan ke arah mereka. Kedatangan Jenar Karana membuat Seruni langsung menyunggingkan senyuman manis sedangkan mata Respati langsung menelisik penampilan pemuda tampan berbadan tegap ini dari ujung rambut sampai ujung kaki.

"Siapa kau?! Kenapa ikut campur urusan kami?! ", hardik Respati keras.

" Kalian para pria dewasa mengeroyok seorang perempuan, apa masih bisa disebut sebagai seorang lelaki hah?!

Kalau memang ingin mengeroyok nya, pakai dulu kemben dan jarit biar terlihat seimbang ", ucap Jenar Karana dengan santainya yang seketika membuat Respati merah padam wajahnya menahan malu.

Semua orang yang mendengar ucapan Jenar Karana langsung mengulum senyum karena ini jelas jelas ejekan pada Respati dan kelompoknya.

" Bajingan!! Ini bukan urusan mu!

Cepat minggir sana! Kalau tidak... ", Respati tidak meneruskan omongan nya, tapi ini merupakan ancaman bagi sang murid Padepokan Pesisir Selatan.

"Kalau tidak apa hah?!

Mau mengeroyok ku juga? Boleh saja, tapi jika itu kalian mampu melakukan nya", balas Jenar Karana tak gentar.

" Kau.... "

Respati hampir saja bergerak maju jika tidak ada suara yang terdengar dari belakang.

"Ki Respati, cukup..!! Jangan teruskan perkelahian ini...!! "

Seorang lelaki paruh baya dengan tubuh sedikit tambun dengan kumis tipis dan rambut di gelung serta mengenakan pakaian bagus berjalan mendekati mereka diikuti oleh 2 orang yang sepertinya adalah abdi dalem nya. Melihat kedatangan orang ini Respati langsung membungkukkan badan.

"Juragan Karta, kenapa anda kesini? ", tanya Respati segera.

" Kita sudah selesai menaikan barang dagangan ke perahu penyeberangan. Tidak perlu membuang-buang waktu disini", ucap orang ini lengkap dengan gaya orang kaya nya. Setelah itu Juragan Karta segera memutar tubuhnya dan berjalan ke arah perahu penyeberangan besar yang bersandar pada dermaga.

"Huh?!!

Kalau tidak ada urusan yang lebih penting, aku pasti akan membuat mu babak belur bajingan. Anggara, Sukra... Angkat kawan kalian. Kita pergi dari sini.. "

Dua orang anak buah Respati segera memapah dua kawan nya yang tergeletak dan menyusul langkah Respati yang sudah lebih dulu meninggalkan tempat itu.

"Lama tak jumpa, pendekar..

Kau menghilang kemana saja? ", sapa Seruni setelah Respati pergi.

" Panjang ceritanya..

Kenapa kau bisa sampai disini, copet wanita?", balas Jenar Karana yang membuat Seruni langsung cemberut.

"Aku punya nama dan nama ku adalah Seruni. Jadi jangan panggil aku dengan sebutan copet wanita lagi.

Kalau kau siapa nama mu? Jangan sebutkan julukan mu sebagai Pendekar Rajawali Sakti dari Pesisir Selatan. Aku mau tahu nama asli mu", lanjut Seruni kemudian.

"Pendekar Rajawali Sakti dari Pesisir Selatan?!

Dapat nama itu darimana? Kau jangan asal mengarang nya", sergah Jenar Karana segera.

" Orang-orang yang kau tolong di Wanua memberi mu gelar seperti itu. Aku hanya menirunya saja.

Ayo lekas katakan siapa nama asli mu. Aku ingin tahu", kejar Seruni.

"Aku Jenar Karana. Kau bisa memanggil ku Jenar.

Aku tahu kau selama ini diam-diam mengikuti kami. Apa sebenarnya yang kau inginkan? ", tatapan mata Jenar Karana tajam ke arah Seruni. Ini membuat gadis cantik itu pun langsung salah tingkah. Tetapi ia dengan cepat menjawab,

" Aku ingin ikut bertualang bersama mu.. "

1
Kurniawan Sudrajat
mantap produk kang ebez...ga da yg gagal
carat28
Hai kak, boleh follback saya? Saya mau kirim inbox terkait penawaran kepenulisan. Terima kasih
Tamburelo
Kang Ebez dah nerbitin karya baru, jangan sampai karya lama ditinggal ya. Seperti yg sudah". 🙏
Bayu Gunung
sudah THE END rupanya...😔😔😔
Idrus Salam
Coba bercerita dulu tentang seorang ahli beladiri atau Jawara, yang terlibat dalam alur kejamnya dunia Mafia demi menyelesaikan misi petualangannya.
Amit: tamat thor
total 1 replies
Rafly Rafly
we..la..falaaah 😄
Bayu Gunung
Seta Keling dalam drama radio Brama Kumbara🤣🤣🤣🤣🤣
Bayu Gunung
ternyata sudah TAMAT ceritanya😔😔😔
Windy Veriyanti
ada apa dengan Noveltoon ini...😔
Mujib
/Good//Good//Good//Good//Good/
Mujib
/Pray//Pray//Pray//Pray//Pray/
Mujib
/Rose//Rose//Rose//Rose//Rose/
Mujib
/Wilt//Wilt//Wilt//Wilt//Wilt/
Mujib
/Sun//Sun//Sun//Sun//Sun/
Mujib
/Heart//Heart//Heart//Heart//Heart/
Mujib
/Drool//Drool//Drool//Drool//Drool/
Mujib
/Angry//Angry//Angry//Angry//Angry/
Mujib
/CoolGuy//CoolGuy//CoolGuy//CoolGuy//CoolGuy/
Mujib
/Casual//Casual//Casual//Casual//Casual/
Mujib
/Frown//Frown//Frown//Frown//Frown/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!