NovelToon NovelToon
MAFIA'S OBSESSION

MAFIA'S OBSESSION

Status: tamat
Genre:Obsesi / Mafia / Tamat
Popularitas:74.3k
Nilai: 5
Nama Author: my name si phoo

Kisah dewasa (mohon berhati-hati dalam membaca)
Areta dipaksa menjadi budak nafsu oleh mafia kejam dan dingin bernama Vincent untuk melunasi utang ayahnya yang menumpuk. Setelah sempat melarikan diri, Areta kembali tertangkap oleh Vincent, yang kemudian memaksanya menikah. Kehidupan pernikahan Areta jauh dari kata bahagia; ia harus menghadapi berbagai hinaan dan perlakuan buruk dari ibu serta adik Vincent.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon my name si phoo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 33

Apartemen mewah di Avenue Montaigne itu masih terasa asing namun sangat mempesona.

Cahaya lampu dari Menara Eiffel yang mulai berkelap-kelip masuk menembus jendela-jendela besar, memantul di lantai marmer yang dingin.

Namun, bagi Vincent, pemandangan paling indah di ruangan itu adalah Areta yang berdiri di tengah ruang tamu, menatap ke arahnya dengan binar mata yang tidak bisa ia jelaskan.

"Vincent, terima kasih," bisik Areta lembut. Ia melangkah mendekat dan memeluk tubuh kokoh suaminya, menyandarkan kepalanya di dada yang selalu menjadi pelindungnya.

"Tempat ini, benar-benar seperti mimpi."

Vincent melingkarkan lengannya di pinggang Areta, menghirup aroma rambut istrinya yang menenangkan.

"Ini bukan mimpi, Areta. Ini adalah awal dari kenyataan kita yang baru."

Vincent menangkup wajah Areta, menatap bibir ranum istrinya sebelum mendaratkan ciuman yang dalam dan penuh kerinduan.

Ciuman itu tidak lagi terasa seperti paksaan di awal pertemuan mereka, melainkan sebuah percakapan tanpa kata tentang cinta yang lahir dari badai.

Namun, Areta memberikan kejutan yang tidak terduga.

Dengan gerakan yang berani dan menggoda, ia perlahan melepaskan celana dalam sutranya di bawah gaun tidurnya yang tipis, membiarkannya jatuh ke lantai marmer tanpa melepaskan kontak mata dengan Vincent.

Vincent terdiam sejenak, napasnya memburu melihat keberanian istrinya.

Senyum tipis yang nakal muncul di sudut bibirnya.

"Nyonya De Luca sekarang nakal, ya?" ucap Vincent dengan suara berat dan serak.

Ia mengangkat tubuh Areta dalam satu gerakan cepat, mendudukkannya di atas meja marmer yang dingin, sementara tangannya mulai menjelajahi kulit Areta yang hangat.

"Apa pengaruh hormon kehamilan ini membuatmu jadi semenarik ini, atau kau memang sengaja ingin membuat suamimu ini kehilangan akal sehatnya?" bisik Vincent di telinga Areta, memberikan gigitan kecil yang membuat Areta mendesah pelan.

Areta menarik kerah kemeja Vincent, membawanya kembali ke dalam ciuman yang lebih menuntut.

"Mungkin keduanya, Vin. Aku hanya ingin kamu tahu bahwa aku milikmu seutuhnya di Paris, di sini, selamanya."

Malam di Kota Cahaya itu menjadi saksi bisu bagaimana sang Mafia dan sang Pengacara menyatukan jiwa mereka dalam kelembutan yang baru.

Di balik kemewahan apartemen itu, tak ada lagi ancaman senjata atau teriakan Helena, yang ada hanyalah dua hati yang saling memiliki, bersiap menyambut nyawa baru yang sedang tumbuh di rahim Areta.

Setelah gairah yang membara itu mereda sejenak, ruangan kembali sunyi, hanya menyisakan suara napas mereka yang bersahutan dan detak jantung yang masih berpacu.

Vincent menyandarkan dahinya pada dahi Areta, tangannya masih mendekap posesif tubuh mungil istrinya di atas meja marmer tersebut.

Vincent terkekeh rendah, suara tawa yang penuh dengan kepuasan.

Ia perlahan mengangkat Areta, membawanya ke dalam pelukan bridal style untuk memindahkannya ke ranjang besar mereka yang empuk.

"Aku rasa, kita berdua benar-benar kelelahan sekarang, Sayang," bisik Vincent sambil merebahkan Areta dengan sangat hati-hati di atas seprai sutra.

Ia ikut berbaring di sampingnya, menarik selimut untuk menutupi tubuh mereka yang masih hangat.

Vincent memejamkan mata, bersiap untuk menjemput tidur yang paling damai dalam hidupnya.

Namun, ia merasakan jemari lentur Areta mulai bergerak nakal, menelusuri garis rahangnya yang tegas, lalu turun ke dadanya, mempermainkan kancing kemejanya yang sudah terbuka berantakan.

"Vin..." panggil Areta dengan suara serak yang sangat menggoda.

Vincent membuka satu matanya, menatap Areta dengan kening berkerut heran.

"Ya, Sayang? Apa bantalnya kurang nyaman? Atau kau haus?"

Areta menggeleng pelan. Ia justru menggeser tubuhnya hingga benar-benar menindih separuh tubuh Vincent, menatap suaminya dengan tatapan yang penuh kabut keinginan.

"Aku tidak haus air, Vin. Aku hanya merasa, anak kita sepertinya belum puas menyapa ayahnya malam ini," bisik Areta tepat di depan bibir Vincent.

Vincent tertegun, matanya membelalak tak percaya.

"Lagi? Areta, kau baru saja pulih dari trauma rumah sakit, dan kita baru saja melakukannya. Apa kau yakin tidak akan kelelahan?"

Areta tidak menjawab dengan kata-kata. Ia justru memberikan lumatan lembut di leher Vincent, menghisap kulit suaminya hingga meninggalkan tanda kemerahan yang baru.

Tangannya turun, membelai perut berotot Vincent dengan ritme yang mematikan pertahanan pria itu.

"Tadi itu hanya pemanasan untuk menyambut Paris, Vin. Sekarang, aku ingin yang sesungguhnya," tantang Areta dengan senyum miring yang sangat mirip dengan senyum kemenangan Vincent.

Darah Vincent kembali mendidih. Rasa lelah yang tadi ia rasakan seketika menguap, digantikan oleh gairah yang sepuluh kali lipat lebih kuat.

Ia membalikkan posisi mereka hingga kini ia kembali berada di atas, mengunci Areta dengan kedua tangannya.

"Kamu benar-benar ingin bermain api dengan monster yang sedang lapar, hm?" geram Vincent dengan suara seksi yang sangat rendah.

"Jangan salahkan aku jika besok pagi kau tidak bisa turun dari ranjang ini untuk melihat Menara Eiffel, Nyonya De Luca."

Areta justru tertawa kecil, melingkarkan kakinya di pinggang Vincent sebagai jawaban telak.

"Lakukan sesukamu, Monster. Aku siap."

Malam itu, apartemen di Avenue Montaigne kembali menjadi saksi bahwa cinta dan gairah antara sang Mafia dan ratunya tidak mengenal kata lelah.

Vincent memberikan segala kelembutan dan dominasinya, memastikan Areta merasakan setiap inci dari cintanya yang posesif namun penuh pemujaan, hingga fajar hampir menyapa langit Paris.

Sinar matahari pagi Paris yang lembut menyusup malu-malu melalui celah gorden sutra, menyinari kamar tidur mewah yang kini terasa begitu hangat. Vincent terbangun lebih dulu.

Ia tetap berbaring sejenak, menatap wajah tidur Areta yang begitu damai di sampingnya.

Sisa-sisa gairah semalam masih terasa di udara, dan melihat istrinya yang tampak sangat kelelahan namun cantik, membuat hati Vincent dipenuhi rasa syukur yang tak terlukiskan.

Dengan gerakan yang sangat pelan agar tidak membangunkan "Ratu"-nya, Vincent turun dari ranjang.

Sang Mafia yang biasanya memerintah dengan tangan besi itu kini sibuk di dapur penthouse.

Ia menolak bantuan pelayan; ia ingin menyiapkan segalanya dengan tangannya sendiri.

Tak lama kemudian, Vincent kembali ke kamar sambil membawa nampan perak besar.

Aroma kopi yang harum, croissant mentega yang masih hangat, buah beri segar, dan omelette truffle memenuhi ruangan.

Vincent meletakkan nampan itu di meja nakas, lalu duduk di tepi ranjang.

Ia mengulurkan tangannya yang besar, mengusap lembut perut Areta yang masih rata di balik selimut.

"Selamat pagi, jagoan kecil Papa," bisik Vincent sangat lirih, bibirnya menyentuh kulit perut istrinya melalui kain tipis gaun tidurnya.

"Terima kasih sudah menjaga Mamamu semalam."

Usapan itu rupanya membuat Areta terjaga. Ia mengerjapkan mata perlahan, merasakan sentuhan hangat Vincent di perutnya. Tubuhnya terasa sangat lemas dan pegal akibat "permintaan tambahnya" semalam, membuatnya enggan beranjak sedikit pun dari tumpukan bantal empuk.

"Vin..." suara Areta terdengar serak namun manis.

"Hei, Sayang. Kau sudah bangun?" Vincent mencium dahi Areta dengan penuh perasaan.

"Jangan bergerak. Tetaplah di sana. Aku sudah menyiapkan sarapan untukmu."

Vincent membantu Areta duduk bersandar, lalu meletakkan nampan sarapan itu di pangkuan istrinya.

Ia dengan telaten menyuapi Areta potongan buah stroberi yang dicelupkan ke sedikit madu.

"Kamu benar-benar menyiapkan ini semua sendiri?" tanya Areta takjub, sambil menerima suapan dari suaminya.

"Hanya untukmu, Areta. Dan untuk anak kita," jawab Vincent sambil terus mengelus perut Areta dengan tangan satunya.

"Hari ini, kamu dilarang turun dari tempat tidur ini. Aku akan menjadi pelayan pribadimu seharian penuh. Kau sudah cukup bekerja keras semalam."

Areta tersipu malu mengingat keberaniannya semalam.

Ia menyandarkan kepalanya di bahu Vincent, menikmati setiap suapan dan perhatian yang diberikan pria itu.

Di Paris, di atas tempat tidur ini, Areta merasa benar-benar dicintai.

Semua trauma masa lalu seolah menguap, digantikan oleh rencana masa depan yang indah bersama sang Mafia yang kini telah sepenuhnya takluk di bawah cintanya.

"Aku rasa aku bisa terbiasa dengan pelayanan seperti ini, Tuan De Luca," goda Areta sambil tertawa kecil.

"Biasakanlah, Sayang. Karena mulai sekarang, duniamu hanya akan berisi kemewahan dan cinta dariku," janji Vincent sebelum kembali mencium bibir istrinya dengan lembut.

1
Sahila Yaumi Khaira
Mantap cerita yang sangat menarik sekaligus mengharukan 🥰
my name is pho: terima kasih kak 🥰🥰
total 1 replies
nilim
YESSHH KATA' YG GW TUNGGUU
nilim
tidak ada kelembutan gitu nyak
nilim
AHAHAHA kasian /Blush/
nilim
mampus lu Vin , bagus areta syg aku dukung u
nilim
shitt, selamat areta ka
nilim
lg g dengerin ap kt areta
nilim
bukannya gblh y kl kasar?
nilim
anknya cwo ni?
my name is pho: iya kak 🥰
total 1 replies
nilim
baru nyampe 😭
nilim
Clara?
nilim
bnr' gila
nilim
kasian 😭😭😭
nilim
sayang?? whattt
nilim
baru nyampe njr 😭
Nia Nara
Memang sudah selayaknya aretta pergi dari suami sakit
Nia Nara
Vincent sakit jiwa
Alex
terimakasih Thor, sdah memberikan bacaan yg sangat bagus, menguras air mata dan mengajarkan banyak hal di dalamnya,,
semngat terus Thor, kutunggu karyamu selanjutnya 🙏🙏
my name is pho: terima kasih 🥰🥰🥰
total 1 replies
Mamta Okta Okta
Vincent kamu belum bisa bahagia masih ada satu penghalang lagi ya itu ibumu
putrie_07
. hemmm
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!