NovelToon NovelToon
"OTORITAS TANPA BATAS: SAGA EMPAT DEWA MULTIVERSE"

"OTORITAS TANPA BATAS: SAGA EMPAT DEWA MULTIVERSE"

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi
Popularitas:328
Nilai: 5
Nama Author: Mara Nata

Asap kelabu dari sisa pembakaran minyak mesin siber menyelinap masuk melalui celah pilar obsidian Aula Gerhana, berputar-putar menciptakan bayangan kaku di atas lantai batu yang dingin. Di luar menara istana, langit Planet Akuma sedang memuntahkan badai hujan merkuri cair yang paling pekat sepanjang satu abad sejarah klan Shinto. Ketukan logam mendidih yang menghantam atap baja terdengar konstan, menciptakan simfoni bising yang meredam detak kehidupan normal. Dengan gaya tarik bumi yang bekerja seratus kali lipat lebih ekstrem, atmosfer di dalam bilik bersalin itu terasa begitu menjepit raga, memaksa setiap hela napas yang keluar dari tenggorokan terasa berat dan membakar sistem pernapasan seutuhnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mara Nata, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 4: Budak dan Pencuri Ilmu

Runtuhnya istana emas milik mendiang Raja Juro Shinto mengubah total peta kekuasaan di Planet Akuma. Setelah malam pembantaian yang menewaskan Putri Hana, faksi pengkhianat Sektor Delapan menghapus seluruh catatan hak waris Ryuken. Bocah yang baru menginjak usia sembilan tahun itu diseret paksa dari tempat persembunyiannya, lalu dibuang ke kasta terendah sebagai budak pembersih di Perguruan Batu Hitam.

Kompleks perguruan itu berdiri kokoh bagai benteng raksasa. Tempat ini dikelilingi menara pengawas tinggi yang terus menyemburkan asap oli mesin dan bau belerang menyengat. Aturan kejam menetapkan bahwa budak adalah properti tetua seumur hidup. Mereka dipaksa memeras tenaga di bawah siksaan gaya gravitasi Akuma yang ekstrem tanpa hak bersuara.

Tugas pertama Ryuken adalah mengumpulkan ranting kayu pohon Akuma yang patah ditiup badai merkuri. Setiap subuh, sebelum kabut kelabu menghilang dari lapangan latihan utama, ia sudah harus memikul ember besi berisi sisa pelumas mesin. Ryuken melangkah tertatih menahan tekanan udara yang pekat, murni mengandalkan tubuh kurusnya tanpa bantuan zirah mekanis sedikit pun. Rasa sakit luar biasa terus muncul dari persendian lututnya. Kain perban kumal yang membungkus kakinya kian basah oleh darah, meninggalkan jejak merah di atas lantai batu hitam. Namun, di bawah pengawasan ketat para penjaga, Ryuken menolak tumbang.

Kekejaman sesama murid membuat hari-hari Ryuken bagai neraka. Murid muda dari faksi pengkhianat sering kali sengaja menendang ember bawaan Ryuken hingga pelumasnya tumpah membasahi baju hitamnya yang compang-camping. Mereka berkumpul hanya untuk menonton anak mantan pemimpin besar itu berlutut memeras kain kotor di atas tanah.

"Lihat anak haram wanita Solari ini!" teriak seorang murid senior bertubuh kekar sambil meludah di depan kaki Ryuken. Ia melayangkan hantaman kasar menggunakan gagang pedang kayu tepat ke punggung kurus Ryuken hingga terdengar bunyi retak yang menyiksa saraf. "Dia membawa nama besar Juro Shinto bagai rongsokan berkarat! Enyahlah ke lubang pembuangan, Benalu Cacat! Tubuh ringkihmu tidak layak memegang gagang pedang di perguruan kami yang agung!"

Ryuken tidak membalas makian tersebut dengan teriakan marah atau tatapan dendam murahan. Ia tetap diam membeku, membiarkan bajunya dikotori lumpur hitam. Fokus pikirannya ditarik masuk ke dalam batin yang paling sunyi. Ia membiarkan detak jantungnya yang aneh bergetar bebas tanpa aturan. Ajaibnya, hal itu membuat waktu di sekitar tubuhnya terasa melambat dalam radius beberapa sentimeter.

Dari balik bayangan tiang kuil yang retak, sepasang mata hitam legam Ryuken mencatat setiap detail gerakan pendekar terkuat yang bertanding di lapangan. Di sinilah, lingkungan kerja paksa berubah menjadi ruang kelas rahasia bagi kejeniusannya. Ia mencuri seluruh rahasia ilmu bela diri tertinggi klan Shinto secara diam-diam tanpa memicu kecurigaan.

Pandangan Ryuken terkunci sepenuhnya pada ayunan pedang besi kasar milik Instruktur Jurota—veteran bertubuh raksasa yang dijuluki "Titisan Iblis Pedang". Jurota adalah ksatria tradisional terakhir yang menolak memasang perangkat mesin di tubuhnya. Ia bertarung murni mengandalkan kekuatan otot dan ingatan tubuh yang ditempa keras di bawah tekanan berat bumi sepanjang hidupnya.

Setiap kali Instruktur Jurota mengayunkan pedang besi kasarnya membelah arena, udara di sekeliling bilah senjatanya meliuk tajam, menciptakan ledakan suara yang membelah ruangan. Bagi seluruh murid, gerakan secepat kilat milik Jurota adalah kekuatan mutlak yang tidak akan pernah bisa ditiru oleh teknologi mesin mana pun.

Namun, di bawah pengaruh denyut jantungnya yang acak—yang sering kali berhenti berdetak total selama beberapa saat di tengah suara ledakan tersebut—pandangan mata Ryuken mampu memperlambat tebasan kilat Jurota menjadi gerakan lambat yang sangat halus. Ryuken melihat jelas bagaimana Jurota mengunci posisi kuda-kuda rendahnya, bagaimana ia menyalurkan tekanan darah ke ujung jari untuk melipatgandakan kekuatan tebasan, dan bagaimana pundak raksasanya bergeser sebelum memotong udara.

Malam hari di dalam kesunyian gudang kayu yang gelap, Ryuken mulai mempraktikkan seluruh hasil pengamatan rahasianya menggunakan sebilah ranting kayu pohon Akuma. Ranting tua itu ternyata telah mengeras bagai baja akibat menyerap cairan merkuri selama puluhan tahun. Di bawah cahaya lilin yang redup, Ryuken menggerakkan ranting kayunya membelah kegelapan dengan sangat lambat, mengalir bagai hantu yang sunyi tanpa suara bising mesin.

Ia meluncurkan tiga ribu tebasan murni di setiap sepertiga malam yang membeku, meniru dengan tepat pergerakan otot Jurota. Tanpa disadari oleh siapa pun di Planet Akuma, di dalam gudang yang lapuk dan kotor itu, sang anak buangan sedang menempa dirinya sendiri menjadi senjata yang mematikan.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!