NovelToon NovelToon
Dari Musuh Jadi Candu

Dari Musuh Jadi Candu

Status: sedang berlangsung
Genre:Dijodohkan Orang Tua
Popularitas:8.8k
Nilai: 5
Nama Author: Martha ayunda

Clara Adelin, seorang gadis bar bar yang tidak bisa tunduk begitu saja terhadap siapapun kecuali kedua orangtuanya, harus menerima pinangan dari rekan kerja papanya.
Bastian putra Wijaya nama anak dari rekan sang papa, yang tak lain adalah musuh bebuyutannya sewaktu sama sama masih kuliah dulu.
akankah Clara dan Bastian bisa bersatu dalam satu atap? yuk simak alur ceritanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Martha ayunda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

tak tik Bima 2

Malam ini Bima sedang malas keluar rumah, dia menunggu kedatangan Alisa dan Bagas yang rak kunjung datang, dia ingin melihat live pertengkaran antar pecundang itu di rumahnya.

"sedang apa Bim?." sapa Marina yang baru saja keluar dari dapur sambil membawa kue kesukaan Bima, tak lupa ia juga membawakan jus apel, minuman favorit Bima.

"nggak ada ma." jawab Bima yang sedang asyik berbalas chat dengan salah satu temannya.

"ini mama bikinkan kue kesukaan kamu, mama perhatikan akhir akhir ini kamu jarang makan di rumah Bim, kenapa?."

(betul juga kata Andre, untung aku sudah mempersiapkan segala kemungkinan untuk menepis kecurigaan mama.) batin Bima sambil tersenyum tipis.

"Bima sibuk akhir akhir ini ma, jadi maaf nggak bisa makan bersama keluarga." jawab Bima yang langsung saja mencomot potongan kue buatan Marina.

Mbok tun yang dari tadi mengawasi gerak gerik Marina langsung menutup mulutnya saat melihat Bima tengah memakan kue buatan Marina.

(loh den Bima kok memakan kue itu? Gawat ini!.) wanita tua itu terlihat panik.

Sementara Bima menikmati potongan kue buatan mamanya tanpa rasa ragu lagi, dia bahkan meminum jus apel yang memang di sediakan untuk dirinya.

"tumben mama ingat dengan makanan dan minuman favoritku, aku masih ingat, kapan terakhir kali mama membuat kue seperti ini untukku." ucap pria tampan itu tanpa melihat kearah sang mama.

"yaa... Kebetulan mama nggak ada kesibukan, papamu sedang ada urusan kerjaan diluar kota, jadi untuk mengisi waktu mama buat kue itu." jawab Marina.

"oh, jadi suami mama kerja sekarang?."

"ya, kami berencana membuka sebuah rumah makan, sekarang dalam tahap pembangunan."

Bima manggut manggut lalu mengambil tissue untuk membersihkannya tangannya.

Sedangkan Marina tampak tersenyum puas saat sepotong kue dan setengah gelas jus sudah berpindah ke perut Bima.

(bagus! Jika aku berhasil membuat dia mengonsumsi makanan yang mengandung racun ini terus menerus, tidak lama lagi dia akan menyusul papanya!) Marina membatin sembari tersenyum manis ke Bima.

"ma, boleh kue ini aku bawa keatas." pinta Bima yang sepertinya hendak kembali ke dalam kamarnya.

"tentu saja nak, ambil dan habiskan ya, ini kan spesial buat kamu." dengan senang hati Marina menyodorkan tempat kue tersebut ke anaknya.

Bima segera berlalu pergi meninggalkan Marina yang sedang duduk sambil memperhatikan langkah Bima menaiki anak tangga.

"seandainya kamu mau mengalah Bim, mama tidak akan melakukan hal yang sama seperti ke papa kamu!." gumam Marina.

Sementara itu di luar rumah terjadi perdebatan sengit antara Alisa dan Bagas yang baru saja turun dari mobil masing masing, Alisa yang tidak mau kebobrokannya terendus Marina dan Bima, terus merayu Bagas agar tutup mulut.

"minggir! Aku capek!." bentak Bagas yang merasa besar kepala karena berhasil mendapatkan kartu as sang istri.

"Bagas! Aku belum selesai bicara!." panggil Alisa yang mulai ketar ketir, wanita itu mengejar bagas yang tak menghiraukan teriakannya.

"loh kalian sudah pulang?." sapa Marina dengan nada lembut saat melihat Alisa dan Bagas masuk ke dalam ruang keluarga.

"iya ma, maaf Bagas langsung ke kamar dulu." sahut Bagas yang terus berjalan menuju kamar.

"oh iya iya." Marina manggut manggut, dia juga memperhatikan Alisa yang seperti sedang panik.

"perkiraanku meleset! Harusnya mereka ribut di hadapan mama, biar mama tahu siapa anak tirinya itu!." gumam Bima yang tengah mengintip dari atas.

"oke, jika kalian berlomba lomba menutupi kebusukan kalian masing masing, aku masih ada cara lain." Bima tersenyum penuh arti sambil mendorong pintu kamarnya.

"aku harus segera membawa kue ini ke Andre, kita lihat apa yang mama berikan ini aman atau masih dengan rencana busuknya!."

Bima bergegas memasukkan kue tersebut ke dalam paperbag lalu segera bersiap untuk pergi, namun saat membuka pintu kamar, pria tampan itu di kejutkan dengan kehadiran mbok tun.

"astaga mbok! Bikin Bima kaget saja!." pekik Bima pelan, hampir saja paperbag di tangannya terlepas dan jatuh.

"den, kenapa den Bima memakan kue buatan nyonya tadi? mbok melihat nyonya memasukkan sesuatu ke adonan kue itu den!." ucap mbok tun setengah berbisik.

"masuk dulu mbok, nanti ada yang denger!." Bima memegangi lengan mbok tun pelan lalu membawanya masuk ke dalam kamar.

"mbok tun tenang saja, aku aman memakan makanan di rumah ini asal porsinya kecil, aku sudah melindungi diriku dari racun itu." jelas Bima.

"tapi den... Tolong jangan terlalu sering makan apapun makanan buatan nyonya, si mbok khawatir."

Bima tersenyum lalu merangkul pundak mbok tun yang sudah begitu baik dan setia terhadapnya itu.

"mbok tun gak perlu khawatir, jika aku tidak makan sama sekali mereka justru akan curiga, mbok tun tenang ya! Aku punya kenalan yang handal soal racun meracun." terang Bima agar mbok tun tidak khawatir.

"tapi benar kan den Bima gak apa apa?." wajah mbok tun masih terlihat tegang.

"aman mbok, aku sudah mengonsumsi obat untuk menetralisir racun tersebut, eehmm... Mbok yakin tadi melihat mama memasukkan sesuatu ke kue buatannya ini?." Bima menaikkan paperbag di tangannya yang berisi kue tadi.

"iya den, setelah itu beliau kembali mengantongi botol kecil itu, makanya si mbok khawatir."

"oke kalau begitu aku nggak jadi pergi deh karena informasi dari mbok sudah cukup akurat." ujar Bima seraya berjalan mendekati meja lalu meletakkan paperbag tadi.

Sementara di kamar lain Alisa terus memohon agar Bagas tidak membocorkan rahasianya.

"aku janji setelah kita menguasai harta kekayaan Bima, aku akan membagikan harta tersebut untuk kamu gas."

Bagas tersenyum menyeringai sambil duduk di sofa empuk, pria mokondo yang berasal dari keluarga pas Pasan dan gemar berjudi itu sangat puas telah berhasil membuat Alisa kelabakan.

"asal aku yang pegang kendali perusahaan itu, rahasiamu aman Alisa!." ucapnya seraya menyesap rokok di tangannya.

"iya aku janji!."

"bagus!." balas Bagas dengan seringai lebar.

"sudah berapa lama kamu main api di luaran sana?." tanyanya sembari menatap Alisa yang masih berdiri karena takut.

"a-aku... sudah sering." jawab Alisa.

"hahh! Jadi kamu nggak puas kalau hanya denganku?."

"kamu tau sendiri kebutuhanku gas, kamu juga mencari kepuasan di luar rumah kan? Jadi impas dong!."

"aku seorang pria, Alisa! Wajar dong aku melakukan itu, apalagi di rumah aku cuma kamu jadikan budak! Aku juga ingin merasakan kelembutan dari seorang wanita, bukan pemuas yang harus bekerja keras seorang diri, kamu itu egois diatas ranjang!." bentak Bagas.

"oke oke! Aku dan kamu sama sama bebas melakukan hal itu, asal kita sama sama bisa memegang rahasia ini!."

"gitu dong! Tapi jangan lupa apa yang harus kamu lakukan agar rahasiamu aman."

"tapi kamu nggak ada hati kan sama wanita tadi? Aku jauh lebih cantik dan menarik dari dia gas!."

"tentu saja tidak! Aku cuma ingin merasakan kelembutan seorang wanita, itu saja!."

"oh ya, aku butuh duit 10 juta, tolong transfer besok pagi." imbuh Bagas.

"untuk apa lagi gas? Bukankah baru kemarin aku berikan?." mata Alisa melotot tajam.

"oke...! Aku akan sebar video kamu yang merengek rengek ke aku ini!." Bagas memutar video dimana Alisa meminta agar rahasianya tidak di sebar luaskan.

"Bagas!."

"10 juta atau aibmu meluas?." ancam Bagas.

"oke oke!." Alisa langsung mentransfer uang sesuai yang di inginkan oleh Bagas dengan perasaan dongkol.

"nah gitu dong daripada ribut ribut!." Bagas tersenyum licik sambil mengantongi ponselnya.

(sial! bisa bisanya dia memeras istrinya sendiri! Awas kamu nanti, aku tidak akan tinggal diam!.) geram Alisa dalam hati.

1
Nur Halida
pelan2 aja bim buat maafin marina karena kesalahan marina emang fatal dg meracuni papamu sampe meninggal dan ngeraucin kamu juga untung s3karang dia dia udah sadar
Martha ayunda: siap kk 😊
total 1 replies
Nur Halida
akhirnya bastian dan clara bersatu... semoga bahagia dan cepet dapat momongan
Nur Halida
sekarang aku dukung bima berjodoh dg eria😄😄😄
Martha ayunda: ikut mendukung ah 😄
total 1 replies
Nur Halida
cinta pertama yg buat marina merana dan bisa membunuh orang mencintainya.. makan tu cinta pertama😄😄😄
Martha ayunda: cinta yang menyesatkan ya kak 🤭
total 1 replies
Nur Halida
setelah sekian lama baru sadar kau marina..
Martha ayunda
masa harus sama Eria sih kak, bisa bisa perang tiap hari 😄
Nur Halida
buatlah marina sadar thor dan si sofyan dan keluarganya minggat dari kehidupan bima . biar bima bisa bahagia dg eria juga gak apa🤭
Nur Halida
bener eria
Nur Halida
mampus kau marina .. awas aja kamu kalo masih percaya dan belain si sofyan..
Martha ayunda: 😄 kebangetan kan
total 1 replies
Nur Halida
kan bener kan marina gak percaya sama bima... kasian banget bima
Martha ayunda: 🤭 kk paling bisa deh
total 1 replies
Nur Halida
pasti si sfyan bisa ngeles dan marina makin benci bima...
Nur Halida
next thor..
Martha ayunda: siap kk
total 1 replies
Martha ayunda
iyankak iya 😄
Nur Halida
jangan salah ya bas .. bimaku itu ceo tauuuuu mungkin fia lebih kaya dari kamu
Nur Halida
bima emang keren eria... aku fansnya bima 😄
Nur Halida
udah gak apa2 clara sama bastian .. bima sama eria aja yg imut2😄😄
Martha ayunda: kak nur ame siape dong? 🤭
total 1 replies
Nur Halida
udah ada calon pelakor rupanya. ...
Martha ayunda: apakah benar begitu? 🤭
total 1 replies
Nur Halida
ehhh siapa nih yg sensi??
Martha ayunda: siapa ya? 🤔🤭
total 1 replies
Nur Halida
yaaaahh akhirnya clara sama bastian juga nikahnya ... semoga bima dapet jodoh yg lebih baik dan lebih s3galanya dari clara ...
Nur Halida
aku selalu mendukungmu bima..😍
Martha ayunda: kirain dukung authornya 😄
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!