NovelToon NovelToon
Bangkitnya Pewaris Keempat

Bangkitnya Pewaris Keempat

Status: tamat
Genre:Perperangan / Spiritual / Action / Sistem / Cintapertama / Balas Dendam / Tamat
Popularitas:21.4k
Nilai: 4.9
Nama Author: Bonggiw01

Rega Zalzala adalah putra ke empat dari keluarga Duke Zalzala.
Dia satu-satunya anak yang tidak memiliki kekuatan apapun. kelahiran nya di anggap aib oleh keluarga.
Di usia 18 tahun, keluarga nya memilih untuk membuang Rega seperti seekor anjing.
Namun tanpa di sangka, di detik terakhir hidup nya... dia mendapatkan sistem Dewa.
sebuah sistem yang akan mengubah hidup nya dari seorang pecundang menjadi seorang Raja.
ini adalah perjalanan Rega Zalzala membalas dendam dan menjadi Kesatria terkuat di kerajaan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bonggiw01, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 33.

Setelah perdebatan panjang antar tetua, akhirnya keputusan pun ditetapkan. 

Kompetisi antar murid Alkemis resmi diumumkan, dan akan diselenggarakan minggu depan. 

Aura persaingan mulai menguat di seluruh Asosiasi Alkemis Helyendra.

Di bawah langit pagi yang cerah, Rega dan Master Chen keluar dari ruang rapat dengan langkah mantap. 

Keduanya berjalan menuju lapangan utama... tanah luas yang dikelilingi taman obat dan ukiran simbol-simbol alkimia tua.

Di tengah lapangan, ratusan murid telah berkumpul, memenuhi barisan depan hingga tribun atas. 

Mereka semua menatap ke arah dua sosok yang kini menaiki panggung utama.

"Lihat di sana! Master Chen akhirnya datang!"

"Tapi Lihat Itu.... bukan kah itu ksatria yang membuat keributan di gerbang tadi, kan?"

"Benar! Dia yang menghajar senior Alkemis Tingkat 3!"

"Kenapa dia berdiri di samping Master Chen?"

"Jangan bilang... dia murid yang dipilih Master Chen?"

"APA!!"

Suara berbisik dan tatapan penuh rasa penasaran terus berdengung di udara.

Master Chen berdiri tegak di depan podium kayu, lalu menyuarakan kata-katanya dengan penguatan Qi sehingga terdengar jelas hingga sudut lapangan.

"Murid-murid Asosiasi Alkemis.... akhir nya Setelah puluhan tahun aku menjadi bagian dari Asosiasi ini, hari ini aku akan melakukan sesuatu yang belum pernah kulakukan sebelumnya."

Murid-murid langsung hening, semua menanti kelanjutannya.

"Aku akan mengumumkan pada dunia, aku akan mengangkat murid pertama... dan juga murid terakhir ku yang akan secara langsung menerima seluruh pengetahuan yang ku pelajari selama bertahun-tahun," ucap Master Chen dengan tenang, namun penuh tekanan.

Mata-mata yang terpaku pada Rega membelalak lebar.

"Dan kalian harus tahu.... Dia adalah murid pilihanku," lanjut Master Chen. "Mulai hari ini, Rega, dari Skuad Kstaria Ghost Bat adalah satu-satunya murid langsung dari ku... Master Chen Yuan."

Prok! Prok! Prok!

Tepuk tangan terdengar dari barisan depan, diikuti oleh ratusan lainnya meski dengan rasa ragu. 

Beberapa murid menyambutnya dengan kagum, sementara yang lain masih memandang tajam penuh ketidaksukaan.

‘Tepuk tangan yang setengah hati, tapi cukup untuk menegaskan posisiku,’ pikir Rega, menyeringai kecil. ‘Yang terpenting, sekarang aku bebas keluar masuk asosiasi tanpa perlu repot menjelaskan identitas. Dan tentu saja tidak akan ada yang mempertanyakan ku jika aku membuat Pil' pikir nya sambil menyeringai.

Pengumuman pun selesai....

Rega segera mengikuti Master Chen kembali ke ruangan pribadi di dalam menara utama asosiasi.

Begitu sampai.....

BRUG!

Master Chen berlutut, mengepalkan tangan di hadapan Rega. “Master... terima kasih telah bersedia hadir dalam penyambutan ini. Ini adalah hari paling membanggakan dalam hidup saya bisa mengumumkan pada dunia saat aku mengangkat seorang murid.”

Rega menyilangkan tangan sambil duduk di kursi kayu ukir milik Chen. “Kau menjalankan peranmu dengan cukup baik kakek Chen. Tapi jujur saja, aku tidak menyangka kau akan menyeretku ke dalam masalah kompetisi antar kerajaan. Apa yang kau pikirkan? Itu bukan perintah ku...”

“Mohon Maaf, Master!” ucap Chen, masih berlutut. “Aku tidak punya pilihan!”

Rega menaikkan alisnya. “Tidak punya pilihan?”

Master Chen menghela napas dalam-dalam, lalu menunduk rendah. “Kerajaan kita... telah menempati peringkat keempat selama tujuh tahun berturut-turut. Ini bukan hanya memalukan... ini adalah aib. Harga diri asosiasi sudah jatuh. Aku hanya ingin.... dengan bantuan anda kurasa kita bisa merebut kembali kehormatan itu. Jadi aku berinisiatif melakukan itu”

Rega terdiam sejenak. Pandangannya menatap kosong ke jendela. 'Sial... Merepotkan... Dia ingin aku mengangkat posisi kerajaan Helyendra yang sudah terpuruk selama 7 tahun'

Lalu dia berdiri. “Baiklah... Akan kulakukan... tapi, tentu dengan bayaran.”

Master Chen mengangkat wajahnya penuh harap.

“Mulai besok, aku akan mengirimkan pil-pil dengan tingkat kesempurnaan 98% pada mu. Kau akan menjualnya... dan mengklaim bahwa itu buatanmu,” ucap Rega santai, namun tajam. "Dan tentu saja, Kau harus memberikan ku banyak keuntungan dari penjualan itu... Aku memerlukan banyak sekali emas"

“Saya akan melakukannya, Master! Saya akan pastikan semua nya laku keras dengan harganya tinggi!” seru Master Chen tanpa ragu.

"Bagus... Itu yang aku harapkan" jawab Rega.

Di balik kehebohan pengangkatan seorang murid, sesungguhnya hubungan mereka adalah sebaliknya.

Master Chen, sang legenda hidup Asosiasi Alkemis... adalah murid dari Rega dan dunia tidak mengetahui nya.

----------------

Setelah selesai... Rega melangkah keluar dari gedung utama Asosiasi Alkemis dengan langkah santai dan wajah tanpa beban. 

Tatapan para murid alkemis di sepanjang jalan mengiringi setiap langkahnya. 

Tidak ada yang berani mengangkat kepala, apalagi menghalangi. 

Mereka semua tahu... status Rega kini berbeda. Dia adalah murid langsung dari Master Chen Yuan, satu-satunya murid dalam sejarah sang legenda hidup. 

Di dalam Asosiasi, itu bukan sekadar gelar... itu kedudukan yang sangat tinggi.

Satu kata dari Rega saja bisa menjadi hukum bagi murid-murid tingkat bawah.

Di depan gerbang, Anya dan Atar berdiri menunggu nya.

Anya berdiri tegak, lengan menyilang di dada. Wajahnya yang cantik terlihat dingin dan kesal, tapi entah kenapa, ekspresi itu justru membuatnya semakin imut dan memikat.

“Aniki! Apa yang terjadi di dalam tadi?! Apa kau benar-benar resmi jadi murid Master Chen?” seru Atar penuh antusias.

Rega hanya mengangguk pelan. “Seperti itulah. Mereka semua sudah tahu kalau aku muridnya sekarang.”

"Hmph!" Anya memalingkan wajah dengan kesal, dagunya sedikit naik seolah sedang ngambek. “Menyebalkan. Kami tidak diizinkan masuk ke dalam. Bahkan ditolak mentah-mentah.”

“Benar, Aniki. Para penjaga itu benar-benar kasar. Mereka bilang tidak ada tamu yang boleh masuk saat pertemuan,” tambah Atar dengan nada kecewa.

“Sudahlah,” Rega menatap ke depan. “Urusan kita di sini sudah selesai. Ayo, kita pergi.”

Ketiganya berjalan menyusuri jalan kota yang mulai kembali padat. Lalu, saat tiba di persimpangan, Atar berhenti dan berbalik menghadap Rega.

“Aniki… aku pamit dulu. Ada pelatihan tempur yang harus aku ikuti. Tapi kau bisa memanggilku kapan pun jika ada tugas lagi, ya!”

Atar memberi hormat kecil lalu berlari menjauh dengan penuh semangat. Rega dan Anya kini hanya berdua.

“Ayo kita kembali ke markas, kita akan bertanya pada para penjaga...” ucap Rega, mereka mulai menyusuri jalan menuju wilayah barat kota.

Mereka bertanya pada warga, pada penjaga, dan pada pedagang. akhirnya mereka sampai di depan sebuah gerbang tua. 

Gerbang itu tidak mengarah ke bangunan... melainkan ke sebuah area pemakaman besar yang tampak suram.

“Mereka bilang markas kita ada di tengah pemakaman ini,” gumam Rega sambil melangkah masuk.

Anya menggigit bibir bawahnya, tapi tetap mengikuti dari belakang. 

"Kenapa? Kau takut?" Tanya Rega.

"Hmph! Takut? Jangan bercanda... Aku tidak takut" jawab Anya sambil memalingkan wajah, jelas wajah nya ketakutan.

Cuaca hari itu sebenarnya sangat cerah. 

Matahari bersinar terang, dan langit tak berawan. 

Namun semakin dalam mereka melangkah, suasana berubah. 

Kabut tipis mulai menyelimuti jalan setapak di antara makam-makam batu.

‘Kabut ini… kurasa ini bukan kabut biasa,’ pikir Rega. ‘Ada yang sengaja menciptakannya. Ini Sebuah skill… mungkin dari salah satu anggota Skuad.’

Akhirnya, mereka tiba di hadapan bangunan besar dan tua. 

Meski menyeramkan, bangunan itu memancarkan aura yang tak asing... rumah bagi para aneh bin ajaib dari Skuad Ghost Bat.

Pintu depan berderit terbuka.

“Hey! Rega! Anya! Kalian akhirnya kembali juga!” teriak Bianca sambil tertawa kecil. Wajahnya agak memerah, jelas habis meneguk terlalu banyak bir.

“Aku ada sedikit urusan. Maaf kembali terlambat,” ujar Rega sambil melangkah masuk dan duduk di sofa usang.

“Kami sudah dengar laporan kalian dari ksatria lain. Kau mengesankan, Rega… dan kau juga, Anya,” ucap Vidal dengan tenang.

“Bahkan Raja Zarion sendiri memberi apresiasi atas keberhasilan kalian. Komandan Morthen sampai dipanggil menghadap ke istana, ini misi pertama yang berhasil kita selesaikan dengan benar setelah beberapa tahun!” kata Bianca dengan senang.

'Misi pertama yang berhasil? Sial... Seburuk ini kah skuad Ghost Bat?' pikir Rega.

Dari dapur, muncul Roro sambil membawa nampan. “Rega, Anya… kalian lapar? Aku sudah buatkan makanan spesial untuk kalian... Apa k

Kalian menginginkannya?"

Mata Rega melirik isi nampan itu. Isinya mirip campuran jamur hitam dengan cairan hijau menyala yang mendidih pelan. 'Sial... Dia katakan itu makanan? Itu bahkan terlihat seperti Racun yang di masak dengan asal-asalan' pikir Rega.

“Tidak. Terima kasih,” jawab Rega cepat.

“Dengan Prestasi yang kalian buat...  kalian telah sedikit memperbaiki nama skuad kita,” lanjut Bianca. “Kalian berdua membawa cahaya ke dalam markas gelap ini.”

“Hmph. Tentu saja. Selama aku yang memimpin, semua misi pasti selesai.” Anya memalingkan wajahnya, tapi wajahnya sedikit memerah.

“Bagus… karena kalian akan mendapatkan upah besar dari kerajaan, dan Skuad kita akan mendapatkan Point” ujar Bianca sambil mengangkat mug birnya. "Ayo kita rayakan keberhasilan ini dengan minum-minum!" Ucap nya dengan semangat.

"Kau sudah minum Bir lebih dari satu Toren, Bianca..." Ucap Vidal sambil melipat tangan nya.

"Ahahaha... Ternyata baru satu Toren... Ayo minum lebih banyak!"

Suasana markas yang tadinya suram kini berubah hangat. 

Suara tawa kecil dan percakapan mulai memenuhi ruangan. 

Meski aneh, tapi markas Skuad Ghost Bat terasa… seperti rumah untuk Rega.

1
꧁☆*ιενίɴ*☆꧂
lanjut 🌜🗿🌛 Thor
aa Safei
selalu menarik.
suka dg ide briliannya
aa Safei
🤣
seratusss....semangat thor👍
aa Safei
hadir pengemarmu Thor 💪🙏👍
Deden Kurniawan
belum di baca udah end aja
Sinetron mania
jangan sampai dua kali macet thor di paijo dulu macet pindah sini jangan macet Bos🤣
Anton Silitonga
gk jelas thor
Ahmad Fauzan
up thor
fahri Muhammad
kayaknya ada masalah lagi, padahal ceritanya sangat menarik. nunggu kelanjutan kok g nongol nongol, semoga aurtor sehat selalu dan semua masalah cepat kelar. komandan marteen ditunggu kemunculannya..... 💪💪💪💪💪💪💪💪
ZAHRANI
kapan upnya padahal udah tahun baru masih aja gak ada update,😏
Amanda Juga
tuu apa saya bilang macet lagi ceritanya..
Rusydie
macet update kah Thor?
Kang Iank
buru update thor,memeh thn baru an yeuh 😃😃😃
Sinetron mania
kayaknya bang anggi lagi update di paijo🤭
Alfarii
yancukk minnn autor lagi molor cepat lah up tor
ZAHRANI
thor lo kalau buat novel yang tanggung jawab dong,masak ditungguin upnya malah molor,gk sesuai waktu lo😡
Rz
tumben banget belum update thor, biasanya cepet
ZAHRANI
lah mana thor upnya,di tungguin malah ditinggalin😏
Tio Kusuma
wahhh dah gag traktur age updatenya
Faris Farista
Mane lanjutan ya ni
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!